home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bukan Cuma Malas, Susah Bangun Pagi Bisa Disebabkan oleh Dysania. Apa itu?

Bukan Cuma Malas, Susah Bangun Pagi Bisa Disebabkan oleh Dysania. Apa itu?

Apa yang Anda lakukan jika ingin bangun lebih awal? Tidur lebih cepat dan pasang alarm tentu jadi salah satu cara mengakalinya. Namun, tidak semua orang ampuh menggunakan cara itu. Bangun pagi bisa jadi amat susah bagi Anda. Jika ini selalu terjadi, ada baiknya Anda waspada terhadap dysania. Apa itu?

Dysania, penyakit yang bikin susah bangun pagi

Apa sih yang membuat Anda susah bangun pagi? Kebanyakan orang akan menjawab “malas”. Akan tetapi, tidak hanya itu saja penyebabnya. Penyakit dysania bisa jadi salah satunya.

Dysania adalah kondisi yang menggambarkan seseorang yang kesulitan bangun dari tempat tidur. Walaupun mereka sudah bangun dengan mata terbuka lebar, keinginan untuk berada di kasur bisa sangat kuat sehingga butuh waktu 2 jam atau lebih agar bisa meninggalkan kasur.

Kondisi ini berbeda dengan malas. Malas lebih mengarah pada sikap menunda-nunda waktu untuk bangun. Sementara dysania mengarah pada ketidakmampuan kronis untuk meninggalkan tempat tidur.

Orang dengan kondisi ini melaporkan bisa bertahan di tempat tidur selama berhari-hari. Bahkan, mereka merasakan keinginan untuk kembali ke tempat tidur setelah mencoba bangun.

Hal ini akan terjadi berulang-ulang. Kondisi ini pun membuat mereka kesulitan untuk bangun pagi dan memulai aktivitas.

Penyebab penyakit susah bangun pagi

bangun tidur pusing

Ketimbang penyakit, dysania sebenarnya lebih umum dikenal sebagai gejala, walaupun belum diakui banyak ahli kesehatan. Namun, sebuah studi yang diterbitkan pada Public Library of Science pernah menyebutkan kondisi ini.

Kemungkinan besar, dysania (kebutuhan untuk tetap berada di tempat tidur tanpa tidur) disebabkan oleh depresi. Gangguan mood ini menyebabkan rasa sedih berlarut-larut sehingga tubuh jadi lelah dan kehilangan energi.

Selain itu, penyakit susah bangun pagi ini juga lebih umum terjadi pada orang dengan masalah kesehatan, seperti:

  • Sindrom kelelahan kronis. Kondisi tubuh yang sangat lelah tidak menjadi lebih baik meski sudah beristirahat sehingga mungkin membuat penderitanya enggan beranjak dari kasur.
  • Fibromyalgia. Penyakit ini menyebabkan rasa nyeri pada tubuh, mood yang buruk, dan kelelahan tubuh. Akibatnya, bisa membuat seseorang susah bangun dari tempat tidur.
  • Sleep apnea. Gangguan pernapasan saat tidur ini menyebabkan tidur tidak nyenyak. Alhasil, tubuh akan kelelahan di esok hari dan enggan untuk bangun dari tempat tidur.
  • Anemia. Tercukupinya sel darah merah menjaga energi dalam tubuh. Sebaliknya, jika kekurangan tubuh akan mudah kelelahan dan membuat seseorang mengalami dysania.

Cara mengatasi dysania

Salah satu pengobatan yang biasanya digunakan untuk mengatasi dysania adalah antidepresan. Sebab banyak orang yang mengalami dysania sebenarnya memiliki depresi.

Jika tidak ditangani sama sekali, depresi bisa bertambah buruk dan cenderung membuat pasiennya melakukan tindakan berbahaya, contoh ekstremnya bunuh diri.

Terlalu lama berada di tempat tidur dapat menyebabkan tidur berlebihan. Ini erat hubungannya dengan kurangnya aktivitas dan risiko penyakit jantung dan stroke yang lebih besar.

Penyakit susah bangun pagi, alias dysania, tidak hanya ditangani dengan antidepresan. Pengobatan akan disesuaikan dokter dengan masalah medis yang mendasarinya.

Selain itu, dokter maupun terapis akan membantu pasien untuk memperbaiki kualitas tidur, dengan cara:

  • Memperbaiki jadwal tidur. Buat jadwal tidur dan bangun yang sama setiap hari untuk mengembalikan jam tubuh
  • Hindari kafein, alkohol, dan nikotin. Kandungan kafein pada kopi, minuman energi, dan soda bisa menggangu tidur Anda. Begitu pula dengan alkohol dan nikotin dari rokok, juga bisa memicu kambuhnya gejala penyakit.
  • Batasi tidur siang. Tidur siang memang baik, tapi jika terlalu lama akan Anda sulit tidur di malam hari. Sebaiknya, tidur siang tidak lebih dari 30 menit.
  • Buat suasana tidur yang nyaman. Cahaya kamar yang terlalu terang, bantal terlalu tinggi, suhu kamar yang tinggi, dan suara bising bisa mengganggu tidur Anda. Lebih baik matikan lampu, pilih bantal yang nyaman, atur suhu kamar, dan pakai penyumbat telinga bila perlu supaya tidur lebih nyenyak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Léger D, Beck F, Richard JB, Sauvet F, Faraut B. The risks of sleeping “too much”. Survey of a National Representative Sample of 24671 adults (INPES health barometer)PLoS One. 2014 Sep 16;9(9):e106950. doi: 10.1371/journal.pone.0106950. PubMed PMID: 25226585; PubMed Central PMCID: PMC4165901.

WebMD. Dysania: Symptoms & Management. Accessed on June 24th, 2019.

Ben Bryant. BBC. Can’t get out of bed? You might have dysania. Accessed on June 24th, 2019.

Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 21/12/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x