Bukan Cuma Malas, Susah Bangun Pagi Bisa Disebabkan oleh Dysania. Apa itu?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apa yang Anda lakukan jika ingin bangun lebih awal? Tidur lebih cepat dan pasang alarm tentu jadi salah satu cara mengakalinya. Namun, tidak semua orang ampuh menggunakan cara itu. Bangun pagi bisa jadi amat susah bagi Anda. Jika ini selalu terjadi, ada baiknya Anda waspada terhadap dysania. Apa itu?

Dysania, penyakit yang bikin susah bangun pagi

Apa sih yang membuat Anda susah bangun pagi? Kebanyakan orang akan menjawab “malas”. Akan tetapi, tidak hanya itu saja penyebabnya. Penyakit dysania bisa jadi salah satunya.

Dysania adalah kondisi yang menggambarkan seseorang yang kesulitan bangun dari tempat tidur. Walaupun mereka sudah bangun dengan mata terbuka lebar, keinginan untuk berada di kasur bisa sangat kuat sehingga butuh waktu 2 jam atau lebih agar bisa meninggalkan kasur.

Kondisi ini berbeda dengan malas. Malas lebih mengarah pada sikap menunda-nunda waktu untuk bangun. Sementara dysania mengarah pada ketidakmampuan kronis untuk meninggalkan tempat tidur.

Orang dengan kondisi ini melaporkan bisa bertahan di tempat tidur selama berhari-hari. Bahkan, mereka merasakan keinginan untuk kembali ke tempat tidur setelah mencoba bangun.

Hal ini akan terjadi berulang-ulang. Kondisi ini pun membuat mereka kesulitan untuk bangun pagi dan memulai aktivitas.

Penyebab penyakit susah bangun pagi

bangun tidur pusing

Ketimbang penyakit, dysania sebenarnya lebih umum dikenal sebagai gejala, walaupun belum diakui banyak ahli kesehatan. Namun, sebuah studi yang diterbitkan pada Public Library of Science pernah menyebutkan kondisi ini.

Kemungkinan besar, dysania (kebutuhan untuk tetap berada di tempat tidur tanpa tidur) disebabkan oleh depresi. Gangguan mood ini menyebabkan rasa sedih berlarut-larut sehingga tubuh jadi lelah dan kehilangan energi.

Selain itu, penyakit susah bangun pagi ini juga lebih umum terjadi pada orang dengan masalah kesehatan, seperti:

  • Sindrom kelelahan kronis. Kondisi tubuh yang sangat lelah tidak menjadi lebih baik meski sudah beristirahat sehingga mungkin membuat penderitanya enggan beranjak dari kasur.
  • Fibromyalgia. Penyakit ini menyebabkan rasa nyeri pada tubuh, mood yang buruk, dan kelelahan tubuh. Akibatnya, bisa membuat seseorang susah bangun dari tempat tidur.
  • Sleep apnea. Gangguan pernapasan saat tidur ini menyebabkan tidur tidak nyenyak. Alhasil, tubuh akan kelelahan di esok hari dan enggan untuk bangun dari tempat tidur.
  • Anemia. Tercukupinya sel darah merah menjaga energi dalam tubuh. Sebaliknya, jika kekurangan tubuh akan mudah kelelahan dan membuat seseorang mengalami dysania.

Cara mengatasi dysania

Salah satu pengobatan yang biasanya digunakan untuk mengatasi dysania adalah antidepresan. Sebab banyak orang yang mengalami dysania sebenarnya memiliki depresi.

Jika tidak ditangani sama sekali, depresi bisa bertambah buruk dan cenderung membuat pasiennya melakukan tindakan berbahaya, contoh ekstremnya bunuh diri.

Terlalu lama berada di tempat tidur dapat menyebabkan tidur berlebihan. Ini erat hubungannya dengan kurangnya aktivitas dan risiko penyakit jantung dan stroke yang lebih besar.

Penyakit susah bangun pagi, alias dysania, tidak hanya ditangani dengan antidepresan. Pengobatan akan disesuaikan dokter dengan masalah medis yang mendasarinya.

Selain itu, dokter maupun terapis akan membantu pasien untuk memperbaiki kualitas tidur, dengan cara:

  • Memperbaiki jadwal tidur. Buat jadwal tidur dan bangun yang sama setiap hari untuk mengembalikan jam tubuh
  • Hindari kafein, alkohol, dan nikotin. Kandungan kafein pada kopi, minuman energi, dan soda bisa menggangu tidur Anda. Begitu pula dengan alkohol dan nikotin dari rokok, juga bisa memicu kambuhnya gejala penyakit.
  • Batasi tidur siang. Tidur siang memang baik, tapi jika terlalu lama akan Anda sulit tidur di malam hari. Sebaiknya, tidur siang tidak lebih dari 30 menit.
  • Buat suasana tidur yang nyaman. Cahaya kamar yang terlalu terang, bantal terlalu tinggi, suhu kamar yang tinggi, dan suara bising bisa mengganggu tidur Anda. Lebih baik matikan lampu, pilih bantal yang nyaman, atur suhu kamar, dan pakai penyumbat telinga bila perlu supaya tidur lebih nyenyak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Tidur Berlebihan Bisa Meningkatkan Risiko Pikun?

Anda mungkin sudah mengetahui bahwa kurang tidur berdampak buruk pada kesehatan. Tapi, tidur berlebihan meningkatkan risiko Anda terkena demensia.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Otak dan Saraf, Alzheimer dan Demensia 8 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Posisi Tidur yang Baik untuk Ibu Hamil agar Lebih Nyenyak

Perut membesar dan nyeri punggung jadi alasan kenapa ibu hamil sering sulit tidur. Namun ternyata, ada satu posisi tidur yang bikin ibu hamil nyenyak, lho!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 14 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Prolaktinoma

DefinisiApa itu prolaktinoma? Prolaktinoma adalah suatu kondisi di mana terdapat tumor bersifat nonkanker (adenoma) pada kelenjar hipofisis di otak yang memproduksi hormon prolaktin secara berlebihan. Penyakit ini ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Mengenal 4 Tahapan Tidur: Dari “Tidur Ayam” Hingga Tidur Pulas

Jika Anda mengira mimpi muncul saat Anda tidur nyenyak, Anda salah. Mimpi dan fase tidur nyenyak ternyata merupakan dua tahapan tidur yang berbeda.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Pola Tidur Sehat 1 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelainan jantung langka

Kelainan Jantung Ada di Sebelah Kanan (Dekstrokardia), Apa Bahayanya?

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
posisi tidur baik dan buruk

Berbagai Posisi Tidur yang Baik dan Buruk untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
tidur lebih lama

Kenapa Ada yang Butuh Tidur Lebih Lama Daripada Orang Lain?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 14 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
bantal tidur untuk bayi

Ibu, Ini Bahanya Menggunakan Bantal Bayi Saat Si Kecil Tidur

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit