Apa Itu Epiglotitis?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu epiglotitis?

Epiglotitis adalah kondisi di mana peradangan terjadi pada epiglotis. Epiglotis merupakan jaringan yang terdiri dari tulang rawan dan terletak di pangkal lidah Anda, tepatnya di bagian belakang tenggorokan. Fungsi dari epiglotis adalah bekerja sebagai katup untuk mencegah makanan dan minuman masuk ke dalam tenggorokan (saluran udara).

Peradangan yang terjadi pada epiglotis dapat disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya adalah luka bakar akibat makanan atau minuman terlalu panas, cedera pada mulut atau tenggorokan, serta infeksi.

Epiglotitis lebih umum ditemukan pada anak-anak, namun dewasa juga bisa mengalaminya. Penyebab umumnya pada anak adalah infeksi bakteri Haemophilus influenzae tipe B (Hib). Bakteri ini juga merupakan patogen utama yang dapat ditemukan pada pneumonia, meningitis, dan infeksi di aliran darah.

Apabila epiglotis terinfeksi, meradang, dan membengkak, jalur pernapasan Anda dapat terganggu. Maka dari itu, kondisi ini memerlukan penanganan medis darurat. Jika tidak segera diatasi, epiglotitis berpotensi membahayakan nyawa.

Seberapa umumkah epiglotitis?

Epiglotitis adalah kondisi yang cukup jarang terjadi. Diperkirakan hanya sekitar 1 atau 2 dari 100.000 individu yang menderita kondisi ini.

Perbandingan kasus kejadian kondisi ini pada pria dan wanita adalah 3 banding 1. Selain itu, kondisi ini lebih sering ditemukan pada bayi di bawah 1 tahun, serta lansia di atas 85 tahun.

Penyakit ini dapat diatasi dengan cara mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala epiglotitis?

Umumnya, tanda-tanda dan gejala epiglotitis pada tiap individu tidak jauh berbeda, meskipun dipicu oleh penyebab yang bervariasi. Namun, gejala yang muncul pada anak-anak dan orang dewasa mungkin akan berbeda.

Tingkat keparahan penyakit ini pada anak-anak dapat berkembang dengan cepat, bahkan hanya dalam hitungan jam saja. Sementara itu, perkembangan gejala pada orang dewasa dapat berlangsung hingga beberapa hari.

Tanda-tanda dan gejala epiglotitis pada anak termasuk:

  • Demam tinggi
  • Gejala mereda saat tubuh condong ke depan atau duduk tegak
  • Sakit tenggorokan
  • Suara serak
  • Produksi air liur berlebihan
  • Sulit atau sakit saat menelan
  • Gelisah
  • Bernapas lewat mulut

Gejala yang mungkin muncul pada orang dewasa meliputi:

  • Demam
  • Sulit bernapas
  • Sulit menelan
  • Suara serak atau parau
  • Napas bunyi
  • Sakit tenggorokan parah
  • Tidak bisa menghela napas

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Epiglotitis dapat menutup saluran napas jika tidak segera ditangani. Akibatnya, kulit jadi berwarna kebiruan akibat kekurangan oksigen. Ini adalah kondisi kritis dan perlu pertolongan medis darurat. Segera dapatkan bantuan medis secepat mungkin.

Anda juga perlu waspada apabila Anda atau orang di sekitar Anda mengalami masalah pernapasan dan kesulitan menelan. Jika kondisi tersebut terjadi, segera kunjungi dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, selalu periksakan diri ke dokter.

Penyebab

Apa penyebab epiglotitis?

Penyebab paling umum dari epiglotitis adalah infeksi bakteri. Bakteri yang paling sering menyebabkan kondisi ini adalah Haemophilus influenzae tipe b (Hib).

Bakteri ini dapat menyebar ketika orang yang sakit flu tidak menutup mulut saat bersin atau batuk, sehingga tetesan air tersebut terhirup ke dalam mulut Anda.

Jenis bakteri lainnya yang dapat menyebabkan penyakit ini muncul adalah Streptococcus A, B, C, serta Streptococcus pneumoniae. Strep A adalah bakteri penyebab radang tenggorokan, sementara Strep pneumoniae menyebabkan radang paru (pneumonia).

Selain itu, virus penyebab herpes zoster, cacar air, serta virus penyebab infeksi pernapasan juga bisa menyebabkan kondisi ini. Begitu pula dengan jamur penyebab infeksi ragi atau ruam popok, yang dapat memperparah peradangan pada epiglotis.

Penyebab lainnya yang mungkin dapat memicu munculnya kondisi ini adalah:

  • Menggunakan kokain
  • Menghirup asap kimia
  • Menelan benda asing
  • Lidah terbakar saat makan atau minum minuman panas
  • Mengalami cedera pada tenggorokan, misalnya luka tusuk atau luka tembak

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena epiglotitis?

Epiglotitis adalah kondisi yang dapat terjadi pada hampir setiap orang, terlepas dari usia dan golongan ras. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi ini.

Penting untuk diketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan menderita suatu penyakit. Tidak menutup kemungkinan Anda dapat mengalami penyakit tertentu tanpa adanya satu pun faktor risiko yang Anda miliki.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu munculnya penyakit ini:

1. Usia

Anak-anak dan bayi yang berusia di bawah 1 tahun, terutama yang belum mendapatkan vaksin Hib, jauh lebih rentan terkena penyakit ini. Selain itu, peradangan epiglotis juga sering terjadi pada orang-orang berusia 85 tahun ke atas.

2. Jenis kelamin

Meskipun hingga saat ini alasannya belum diketahui secara pasti, penyakit ini lebih banyak ditemukan pada pasien berjenis kelamin laki-laki dibanding dengan perempuan.

3. Beraktivitas di tempat yang kurang higienis

Umumnya, kondisi terpapar infeksi saluran pernapasan dan bakteri lainnya lebih mungkin terjadi di ruang publik yang kurang higienis, seperti sekolah atau tempat penitipan anak.

4. Memiliki daya tahan tubuh atau sistem imun yang bermasalah

Daya tahan tubuh lemah dapat membuat tubuh kepayahan untuk melawan infeksi. Diabetes adalah salah satu masalah kesehatan yang dapat melemahkan sistem imun tubuh, sehingga orang-orang yang memiliki diabetes juga rentan mengalami epiglotitis.

5. Makanan atau minuman yang terlalu panas

Mengonsumsi makanan atau minuman dengan suhu yang terlalu tinggi juga berpotensi melukai epiglotis Anda. Risiko untuk mengalami peradangan dan infeksi pun jauh lebih tinggi.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana epiglotitis didiagnosis?

Epiglotitis adalah kondisi serius yang dapat berakibat fatal. Oleh karena itu, Anda akan segera mendapatkan diagnosis langsung di ruang gawat darurat dengan pemeriksaan fisik dasar dan pengecekan riwayat kesehatan.

Pada kebanyakan kasus, dokter akan merujuk anda untuk dirawat inap. Setelahnya, dokter dapat melakukan serangkaian tes yang meliputi:

  • Rontgen tenggorokan dan dada untuk mengamati seberapa parah peradangan dan infeksinya.
  • Pengambilan sampel jaringan tenggorokan dan darah untuk menentukan penyebab infeksi, apakah dari virus atau bakteri.
  • Pemeriksaan dalam tenggorokan dengan selang medis khusus.

Bagaimana epiglotitis diobati?

Pengobatan yang utama adalah monitor kadar oksigen dan melindungi jalur napas Anda. Jika kadar oksigen dalam darah Anda terlalu rendah, Anda akan diberikan pernapasan bantuan lewat masker atau selang napas.

Dokter mungkin juga melakukan beberapa jenis penanganan yang meliputi:

  • Asupan cairan lewat infus untuk mencukupi kebutuhan tubuh sampai Anda bisa kembali menelan.
  • Antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri.
  • Obat antiinflamasi, seperti kortikosteroid, untuk mengurangi pembengkakan dalam tenggorokan.

Anda mungkin juga perlu menjalani bedah trakeotomi untuk mencegah gagal napas. Namun prosedur ini hanya direkomendasikan kepada pasien dengan kasus epiglotitis yang parah.

Jika Anda segera mendapatkan pertolongan medis, efektivitas pengobatan lebih tinggi dan kemungkinan Anda bisa pulih total lebih besar.

Pencegahan

Apa saja perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mencegah epiglotitis?

Perubahan gaya hidup berikut dapat Anda lakukan untuk mencegah terinfeksi epiglotitis:

  • Rajin cuci tangan dengan air dan sabun atau gunakan hand sanitizer beralkohol untuk mencegah penyebaran penyakit.
  • Hindari berbagi peralatan makan dengan orang lain, misalnya minum dari gelas yang sama.
  • Jaga pola makan sehat, hindari/berhenti merokok, cukup istirahat, dan perhatikan kesehatan Anda secara keseluruhan.
  • Memberikan anak Anda vaksin Hib sesegera mungkin. Namun, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Desember 12, 2017 | Terakhir Diedit: Oktober 17, 2019

Sumber