Definisi

Apa itu epiglotitis?

Epiglotitis adalah peradangan pada epiglotis, yang terletak di pangkal lidah Anda. Epiglotis terdiri dari tulang rawan. Epiglotis bekerja sebagai katup untuk mencegah makanan dan minuman masuk ke dalam tenggorokan (saluran udara). Jaringan pembentuk epiglotis dapat terinfeksi, meradang, dan membengkak sehingga memblokir jalur napas Anda.

Epiglotitis lebih umum ditemukan pada anak-anak, namun dewasa juga bisa mengalaminya. 

Epiglotitis berpotensi membahayakan nyawa sehingga perlu penanganan medis darurat.

 

 

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala epiglotitis?

Gejala epiglotitis pada anak dan orang dewasa mungkin berbeda. Tingkat keparahan epiglotitis pada anak-anak bisa berkembang cepat dalam hitungan jam. Sementara pada orang dewasa, perkembangan gejala dapat berlangsung hingga berhari-hari.

Gejala epiglotitis pada anak termasuk:

  • Demam tinggi
  • Gejala mereda saat tubuh condong ke depan atau duduk tegak
  • Sakit tenggorokan
  • Suara serak
  • Ngiler (berliur)
  • Sulit atau sakit saat menelan
  • Gelisah
  • Bernapas lewat mulut

Gejala epiglotitis pada orang dewasa termasuk:

  • Demam
  • Sulit bernapas
  • Sulit menelan
  • Suara serak atau parau
  • Napas bunyi
  • Sakit tenggorokan parah
  • Tidak bisa menghela napas

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Epiglotitis dapat menutup saluran napas jika tidak segera ditangani. Akibatnya, kulit jadi berwarna kebiruan akibat kekurangan oksigen. Ini adalah kondisi kritis dan perlu pertolongan medis darurat. Segera dapatkan bantuan medis.

Penyebab

Apa penyebab epiglotitis?

Penyebab paling umum dari epiglotitis adalah infeksi bakteri. Bakteri yang paling sering menyebabkan kondisi ini adalah Haemophilus influenzae tipe b (Hib). Bakteri ini dapat menyebar ketika orang yang sakit flu tidak menutup mulut saat bersin atau batuk, sehingga tetesan air tersebut terhirup ke dalam mulut Anda. Jenis bakteri lainnya yang dapat menyebabkan epiglotitis adalah Streptococcus A, B, dan C serta Streptococcus pneumoniae. Strep A adalah bakteri penyebab radang tenggorokan, sementara Strep pneumoniae menyebabkan radang paru (pneumonia).

Selain itu, virus penyebab herpes zoster dan cacar air serta virus penyebab infeksi pernpasan juga bisa menyebabkan kondisi ini. Begitu pula dengan jamur penyebab infeksi ragi atau ruam popok, yang dapat memperparah peradangan epiglotis.

Penyebab epiglotitis lainnya yang mungkin terjadi adalah:

  • Menggunakan kokain
  • Menghirup asap kimia
  • Menelan benda asing
  • Lidah terbakar saat makan atau minum minuman panas
  • Mengalami cedera pada tenggorokan, misalnya luka tusuk atau luka tembak

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk epiglotitis?

Ada banyak faktor risiko dari epiglotitis, seperti:

  • Anak-anak berusia di bawah 12 bulan, karena belum mendapat vaksin Hib. Umumnya, peradangan ini lebih sering terjadi pada anak usia 2-6 tahun dan lanjut usia (> 85 tahun).
  • Pria lebih rentan mengalami epiglotitis daripada wanita. Alasannya tidak diketahui.
  • Beraktivitas di ruang publik yang dapat meningkatkan risiko paparan infeksi saluran pernapasan, misalnya di sekolah atau tempat penitipan anak.
  • Daya tahan tubuh lemah dapat membuat tubuh kepayahan untuk melawan infeksi. Diabetes adalah salah satu masalah kesehatan yang dapat melemahkan sistem imun tubuh, sehingga orang-orang yang memiliki diabetes juga rentan mengalami epiglotitis.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana epiglotitis didiagnosis?

Epiglotitis adalah kondisi serius yang dapat berakibat fatal. Oleh karena itu, Anda akan segera mendapatkan diagnosis langsung di ruang gawat darurat dengan pemeriksaan fisik dasar dan pengecekan riwayat kesehatan. Pada kebanyakan kasus, dokter akan merujuk anda untuk dirawat inap. Setelahnya, dokter dapat melakukan serangkaian tes yang meliputi:

  • Rontgen tenggorokan dan dada untuk mengamati seberapa parah peradangan dan infeksinya.
  • Pengambilan sampel jaringan tenggorokan dan darah untuk menentukan penyebab infeksi, apakah dari virus atau bakteri.
  • Pemeriksaan dalam tenggorokan dengan selang medis khusus.

Bagaimana epiglotitis diobati?

Pengobatan epiglotitis yang utama adalah monitor kadar oksigen dan melindungi jalur napas Anda. Jika kadar oksigen dalam darah Anda terlalu rendah, Anda akan diberikan napas bantuan lewat masker atau selang napas. Dokter mungkin juga melakukan beberapa langkah perawatan berikut:Your doctor may also give you one or all of the following treatments:

  • Asupan cairan lewat infus untuk mencukupi kebutuhan tubuh sampai Anda bisa kembali menelan
  • Antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri
  • Antiradang, seperti kortikosteroid, to mengurangi pembengkakan dalam tenggorokan.

Anda mungkin juga perlu menjalani bedah trakeotomi untuk mencegah gagal napas. Namun prosedur ini hanya diperuntukkan kasus epiglotitis yang parah.

Jika Anda segera mendapatkan pertolongan medis, besar kemungkinannya Anda bisa pulih total.

 

Pencegahan

Apa saja perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mencegah epiglotitis?

Perubahan gaya hidup berikut dapat Anda lakukan untuk mencegah terinfeksi epiglotitis:

  • Rajin cuci tangan dengan air dan sabun atau gunakan hand sanitizer beralkohol untuk mencegah penyebaran penyakit.
  • Hindari berbagi peralatan makan dengan orang lain, misalnya minum dari gelas yang sama.
  • Jaga pola makan sehat, hindari/berhenti merokok, cukup istirahat, dan perhatikan kesehatan Anda secara keseluruhan.

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Desember 13, 2017 | Terakhir Diedit: Desember 13, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan