Apa itu cegukan?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu cegukan?

Cegukan adalah kontraksi yang terjadi pada diafragma (otot yang memisahkan dada dan perut) dengan sendirinya. Otot diafragma ini memiliki peran penting dalam mengatur pernapasan manusia.

Ketika cegukan terjadi, kontraksi tidak hanya terjadi di diafragma, namun juga di pita suara, pangkal tenggorokan, dan glotis. Hal ini dapat menyebabkan masuknya udara secara tiba-tiba melalui tenggorokan, sehingga muncul suara seperti terjepit.

Kondisi ini umumnya hanya berlangsung selama beberapa menit dan tidak membahayakan kesehatan. Namun, pada beberapa kasus yang sangat jarang terjadi, cegukan dapat terjadi selama beberapa hari, bahkan bulan. Kasus yang paling lama terjadi berlangsung selama 60 tahun.

Seberapa umum cegukan?

Cegukan adalah kondisi yang sangat umum terjadi. Hampir setiap orang pasti pernah mengalaminya beberapa kali seumur hidupnya. Keadaan ini juga dapat menimpa semua orang dari seluruh golongan usia, termasuk bayi dan anak-anak.

Apa saja tanda-tanda dan gejalanya?

Tanda-tanda dan gejala yang paling jelas terlihat ketika Anda mengalami kondisi ini adalah bunyi dari cegukan itu sendiri.

Ketika mengalami kontraksi, diafragma akan memengaruhi pita suara Anda, sehingga suara aneh seperti terjepit akan terdengar. Anda juga mungkin dapat merasa sedikit rasa kencang pada dada, perut, atau tenggorokan yang disertai suara tersebut.

Pada beberapa orang, cegukan biasanya berlangsung dalam beberapa menit hingga beberapa jam. Kemunculannya terjadi secara tiba-tiba, begitu pula dengan menghilangnya. Namun, kadang kondisi ini dapat berlangsung dalam waktu yang lama.

Cegukan yang berlangsung lebih dari 48 jam disebut dengan persistent hiccups, dan apabila berlangsung lebih dari sebulan disebut intractable hiccups.

Orang-orang dengan persistent hiccups atau intractable hiccups dapat merasa lelah, kurang tidur dan berat badan menurun. Persistent dan intractable hiccups dapat menjadi pertanda dari masalah kesehatan yang lebih serius dan harus diperiksa oleh dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila cegukan berlangsung lebih dari 48 jam atau menyebabkan gangguan pada makan, tidur atau bernapas.

Selain itu, jika Anda mengalami beberapa gejala tambahan seperti sakit perut parah, demam, sesak napas, muntah, sesak pada tenggorokan, penurunan berat badan atau batuk darah menyertai, Anda harus segera menemui dokter.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Apa penyebab cegukan?

Cegukan adalah kondisi yang disebabkan oleh berbagai macam hal, mulai dari masalah pada organ tubuh, saraf, hingga jenis obat-obatan yang Anda konsumsi.

Namun, biasanya cegukan yang akut atau ringan disebabkan oleh hal-hal umum seperti:

  • Minum minuman bersoda
  • Minum terlalu banyak alkohol
  • Makan terlalu banyak
  • Kegembiraan atau stress emosional
  • Perubahan suhu mendadak
  • Menelan udara saat mengunyah permen karet atau menghisap permen.

Selain penyebab-penyebab di atas, terdapat berbagai pemicu yang juga mengakibatkan kondisi tersebut bertahan hingga lebih dari 48 jam. Penyebab dari munculnya gejala tersebut dapat dibagi berdasarkan kondisi-kondisi medis tertentu, seperti:

1. Masalah otak

Kondisi pembuluh darah otak yang bermasalah dapat mengakibatkan terganggunya fungsi otak, dan hal ini memengaruhi kemunculan cegukan. Beberapa penyakit akibat bermasalahnya pembuluh darah otak yang dapat menyebabkan munculnya kondisi tersebut adalah:

Penyebab lainnya yang berkaitan dengan otak adalah bermasalahnya sistem saraf pusat. Beberapa penyakit yang menjadi pemicunya adalah:

2. Masalah pada sistem saraf perifer

Cegukan jangka panjang juga dapat disebabkan oleh kerusakan atau iritasi pada sistem saraf perifer, yang juga memengaruhi pergerakan otot diafragma.

3. Kelainan pada sistem pencernaan

Menurut sebuah studi, cegukan adalah kondisi yang kemungkinan memiliki kaitan erat dengan masalah sistem pencernaan seperti:

  • Kenaikan asam lambung
  • Heartburn
  • Kesulitan menelan (disfagia)
  • Tumor atau kanker esofagus
  • Infeksi bakteri H. pylori

4. Cegukan pascaoperasi

Beberapa kasus cegukan terjadi setelah prosedur operasi. Penggunaan obat bius sebelum operasi seperti propofol dan bupivacaine dapat menyebabkan munculnya kondisi tersebu.

Namun, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah kondisi tersebut muncul akibat tindakan operasi itu sendiri atau dipicu oleh penggunaan obat bius.

5. Kelainan sistem metabolisme

Sistem metabolisme tubuh yang bermasalah dapat menjadi penyebab terjadinya cegukan jangka panjang. Penyakit-penyakit yang biasanya berkaitan dengan sistem metabolisme tubuh adalah:

  • Diabetes
  • Gagal ginjal
  • Hipokalemia
  • Uremia

6. Konsumsi obat-obatan tertentu

Berikut adalah obat-obatan yang dapat memicu munculnya cegukan:

  • Pengobatan Parkinson
  • Morfin
  • Steroid
  • Obat-obatan barbirurat
  • Azithromycin
  • Aripiprazole

Apa saja faktor-faktor yang meningkatkan risiko mengalami cegukan?

Kondisi ini dapat menyerang semua orang dari segala golongan usia, termasuk anak-anak dan bayi. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena cegukan, seperti:

1. Jenis kelamin

Berdasarkan hasil sebuah penelitian, laki-laki cenderung lebih rentan mengalami kondisi ini dibanding perempuan. 

2. Masalah psikis

Kecemasan, stres, bahkan rasa senang yang berlebihan dapat meningkatkan risiko Anda mengalami cegukan ringan dan jangka panjang.

3. Kelainan pada otak

Otak yang mengalami kerusakan, baik pada pembuluh darah maupun sistem saraf, dapat mengakibatkan Anda menderita berbagai penyakit. Penyakit-penyakit inilah yang akan memicu terjadinya kondisi ini.

4. Kondisi pencernaan

Pencernaan yang bermasalah juga dapat memicu munculnya kondisi tersebut.

5. Masalah pada ginjal

Penyakit yang berhubungan dengan ginjal juga turut berperan dalam kemunculan cegukan.

6. Prosedur operasi

Beberapa orang mengalami kondisi tersebut setelah mendapatkan obat bius sebelum operasi, atau melewati prosedur bedah pada organ bagian perut.

Apa saja komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh cegukan?

Pada umumnya, kondisi ini tidak membahayakan kesehatan, terutama jenis yang masih tergolong ringan atau akut. Namun, Anda perlu mewaspadai cegukan kronis atau persisten yang dapat berlangsung hingga lebih dari 48 jam.

Berbagai komplikasi yang muncul akibat cegukan jangka panjang adalah:

1. Berat badan turun dan dehidrasi

Apabila cegukan terjadi dalam waktu yang lama dan memiliki jeda yang pendek, Anda dapat mengalami kesulitan untuk makan dan minum dengan normal.

2. Insomnia

Jika kondisi ini terus terjadi, bahkan saat Anda sedang tertidur, kemungkinan Anda akan mengalami kesulitan tidur dan terus terbangun di malam hari.

3. Kelelahan

Cegukan kronis sangat melelahkan bagi tubuh, terutama jika kondisi tersebut memengaruhi pola makan dan minum Anda.

4. Kesulitan berkomunikasi

Tidak hanya makan dan minum, kondisi ini juga mungkin dapat menyebabkan terganggunya komunikasi Anda dengan orang lain.

5. Depresi

Depresi klinis adalah komplikasi lainnya yang kemungkinan berawal dari cegukan persisten.

6. Pemulihan luka lebih lama

Cegukan terus menerus dapat menyebabkan luka pascaoperasi membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Hal ini tentunya meningkatkan risiko terjadinya infeksi atau pendarahan setelah tindakan operasi.

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cegukan didiagnosis?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, apabila kondisi ini tidak terlalu parah dan berlangsung kurang dari 48 jam, biasanya dokter tidak akan mengambil tindakan medis tertentu.

Namun, apabila kondisi ini terus menerus muncul hingga lebih dari 48 jam, maka Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter terdekat.

Dokter akan menanyakan kapan dimulainya, seberapa sering kemunculannya, dan apa yang Anda sedang lakukan ketika kondisi tersebut muncul pertama kali.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan saraf untuk mengetahui:

  • refleks
  • keseimbangan
  • koordinasi
  • penglihatan
  • indra peraba
  • kekuatan otot
  • bentuk otot

Apabila dokter mencurigai adanya masalah kesehatan lainnya di tubuh Anda yang dapat memicu munculnya cegukan, maka beberapa tes pemeriksaan berikut akan dilakukan.

1. Tes laboratorium

Dokter akan mengambil sampel darah Anda. Sampel tersebut akan dicek di laboratorium untuk mengetahui apakah ada kondisi-kondisi seperti diabetes, infeksi, atau penyakit pada ginjal.

2. Tes pencitraan

Selain itu, dokter mungkin juga akan melakukan tes pencitraan untuk mengetahui adanya kelainan yang memengaruhi saraf vagus, saraf frenikus, atau diafragma. Tes yang akan dilakukan meliputi tes X-ray, CT scan, dan magnetic resonance imaging (MRI).

3. Tes endoskopi

Tidak hanya kedua tes di atas, dokter juga mungkin akan melakukan tes endoskopi. Prosedurnya adalah dengan memasukkan kamera kecil yang terdapat di tabung tipis, kecil, dan fleksibel.

Tabung dengan kamera tersebut kemudian dimasukkan melewati tenggorokan untuk mengecek apakah ada gangguan pada esofagus atau batang tenggorokan Anda.

Bagaimana mengobati cegukan?

Biasanya, cegukan adalah kondisi yang dapat menghilang dengan sendirinya tanpa perlu adanya bantuan atau penanganan medis.

Namun, apabila hal tersebut disebabkan oleh kondisi lainnya, seperti misalnya masalah pada organ tubuh, Anda dapat mencoba mengatasi kondisi penyebab terlebih dahulu untuk menghilangkan cegukan.

Jika perawatan lainnya tidak berhasil, atau tidak ditemukan penyebab pastinya, dokter akan memberikan obat untuk langsung mengatasi kondisi yang Anda alami. Beberapa jenis obat yang biasanya diresepkan oleh dokter untuk cegukan kronis atau persisten adalah:

1. Pengobatan antipsikotik

Obat-obatan seperti chlorpromazine, yang merupakan turunan dari phenothiazine, adalah obat yang cukup sering diresepkan untuk mengatasi kondisi tersebut. Sebuah studi juga menyatakan bahwa obat ini telah teruji secara klinis oleh US Food and Drug Administration.

Namun, terkadang chlorpromazine memiliki efek samping yang kuat. Sebagai alternatif, obat haloperidol juga dapat digunakan.

2. Obat antikonvulsan

Obat-obatan untuk mengatasi kejang mengandung asam valproat, yang berfungsi untuk mengontrol saraf-saraf pemicu cegukan. Gabapentin adalah obat antikonvulsan yang biasanya diresepkan oleh dokter.

3. Simethicone

Untuk cegukan yang berkaitan dengan masalah pencernaan, terutama kelebihan kadar gas di dalam tubuh, dokter akan memberikan Anda obat peluruh tekanan gas seperti simethicone. 

4. Obat prokinetik

Obat jenis ini dapat dikombinasikan dengan simethicone, seperti domperidone dan metoclopramide. Kombinasi kedua jenis obat tersebut dapat membantu mengosongkan isi perut.

5. Baclofen

Obat baclofen dengan dosis 5 mg dua kali sehari dan 20 mg sebanyak 3 kali sehari telah terbukti dapat mengurangi cegukan. Obat ini telah menjadi salah satu rekomendasi dokter untuk mengatasi kondisi tersebut.

6. Nifedipine

Konsumsi obat ini sebanyak 10 hingga 20 mg dapat mengurangi kelainan pada refleks saraf, yang seringkali mengakibatkan cegukan.

7. Midazolam

Midazolam telah digunakan secara efektif untuk meredakan gejala-gejala cegukan dan dapat memberikan efek menenangkan.

8. Methylphenidate

Obat neurostimulan seperti methylphenidate dapat mengurangi cegukan dengan mengurangi produksi dopamin dan norepinephrine. Pengobatan ini cocok untuk Anda yang menderita depresi klinis.

9. Lidocaine

Lidocaine terbukti dapat menghilangkan cegukan pada masa pascaoperasi. Obat ini bekerja dengan cara memengaruhi sistem saraf sensorik.

10. Sertraline

Obat ini cocok untuk Anda yang memiliki masalah pencernaan, yang menjadi salah satu penyebab munculnya cegukan.

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi cegukan?

Banyak pengobatan rumahan yang digunakan untuk mengatasi cegukan, walau belum terbukti. Umumnya, pengobatan tersebut meningkatkan kadar karbon dioksida pada darah, yang dapat menghentikan cegukan. Beberapa pengobatan rumahan tersebut adalah:

1. Teknik pernapasan dan postur tubuh

Anda dapat melakukan perubahan pada cara bernapas dan postur tubuh, sehingga diafragma dapat lebih rileks. Berikut langkah-langkahnya:

  • Bernapas dengan hitungan

Anda bisa mulai dengan melakukan pernapasan yang lebih santai dalam hitungan tertentu. Tarik napas selama lima detik, lalu hembuskan selama lima detik juga.

  • Tahan napas

Tarik napas sedalam mungkin, kemudian tahan selama 10 hingga 20 detik. Setelah dihembuskan perlahan, ulangi lagi langkah tersebut.

  • Bernapas menggunakan kantong kertas

Tutuplah mulut dan hidung Anda dengan kantong kertas, kemudian bernapas dengan normal. Hindari menggunakan kantong plastik.

  • Memeluk lutut

Duduk dengan posisi senyaman mungkin, lalu tekuk dan peluk lutut Anda selama dua menit.

2. Memberikan tekanan di titik tertentu

Menekan titik-titik tertentu pada tubuh Anda dapat membantu diafragma Anda lebih rileks. Berikut adalah tips-tips yang dapat Anda coba:

  • Menarik lidah

Ambil ujung lidah Anda dan tarik secara perlahan sebanyak sekali atau dua kali. Hal ini dapat merangsang otot dan saraf di tenggorokan Anda.

  • Menekan diafragma

Diafragma Anda terletak di antara perut dan dada. Berikan sedikit tekanan dengan menggunakan tangan Anda. Namun, hindari menekan terlalu keras karena akan berakibat fatal.

  • Menutup hidung

Tutup hidung Anda sambil meminum air putih hingga kontraksi pada tenggorokan mereda.

  • Menekan telapak tangan

Gunakan jari jempol Anda untuk memberikan tekanan pada telapak tangan Anda.

  • Memijat kedua sisi leher

Berbaring dengan posisi kepala menoleh ke samping, lalu pijat salah satu sisi leher Anda selama lima hingga sepuluh detik.

3. Makanan dan minuman yang dikonsumsi

Beberapa makanan dan minuman dapat membantu merangsang kerja saraf vagus dan frenikus di tubuh Anda, sehingga kondisi tersebut dapat diatasi dengan baik.

  • Minum air dingin
  • Minum segelas air hangat hingga habis, tanpa berhenti
  • Mengisap es batu
  • Berkumur dengan air dingin selama 30 detik
  • Makan satu sendok madu atau selai kacang

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejalanya?

Tanda-tanda dan gejala yang paling jelas terlihat ketika Anda mengalami kondisi ini adalah bunyi dari cegukan itu sendiri.

Ketika mengalami kontraksi, diafragma akan memengaruhi pita suara Anda, sehingga suara aneh seperti terjepit akan terdengar. Anda juga mungkin dapat merasa sedikit rasa kencang pada dada, perut, atau tenggorokan yang disertai suara tersebut.

Pada beberapa orang, cegukan biasanya berlangsung dalam beberapa menit hingga beberapa jam. Kemunculannya terjadi secara tiba-tiba, begitu pula dengan menghilangnya. Namun, kadang kondisi ini dapat berlangsung dalam waktu yang lama.

Cegukan yang berlangsung lebih dari 48 jam disebut dengan persistent hiccups, dan apabila berlangsung lebih dari sebulan disebut intractable hiccups.

Orang-orang dengan persistent hiccups atau intractable hiccups dapat merasa lelah, kurang tidur dan berat badan menurun. Persistent dan intractable hiccups dapat menjadi pertanda dari masalah kesehatan yang lebih serius dan harus diperiksa oleh dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila cegukan berlangsung lebih dari 48 jam atau menyebabkan gangguan pada makan, tidur atau bernapas.

Selain itu, jika Anda mengalami beberapa gejala tambahan seperti sakit perut parah, demam, sesak napas, muntah, sesak pada tenggorokan, penurunan berat badan atau batuk darah menyertai, Anda harus segera menemui dokter.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Apa penyebab cegukan?

Cegukan adalah kondisi yang disebabkan oleh berbagai macam hal, mulai dari masalah pada organ tubuh, saraf, hingga jenis obat-obatan yang Anda konsumsi.

Namun, biasanya cegukan yang akut atau ringan disebabkan oleh hal-hal umum seperti:

  • Minum minuman bersoda
  • Minum terlalu banyak alkohol
  • Makan terlalu banyak
  • Kegembiraan atau stress emosional
  • Perubahan suhu mendadak
  • Menelan udara saat mengunyah permen karet atau menghisap permen.

Selain penyebab-penyebab di atas, terdapat berbagai pemicu yang juga mengakibatkan kondisi tersebut bertahan hingga lebih dari 48 jam. Penyebab dari munculnya gejala tersebut dapat dibagi berdasarkan kondisi-kondisi medis tertentu, seperti:

1. Masalah otak

Kondisi pembuluh darah otak yang bermasalah dapat mengakibatkan terganggunya fungsi otak, dan hal ini memengaruhi kemunculan cegukan. Beberapa penyakit akibat bermasalahnya pembuluh darah otak yang dapat menyebabkan munculnya kondisi tersebut adalah:

Penyebab lainnya yang berkaitan dengan otak adalah bermasalahnya sistem saraf pusat. Beberapa penyakit yang menjadi pemicunya adalah:

2. Masalah pada sistem saraf perifer

Cegukan jangka panjang juga dapat disebabkan oleh kerusakan atau iritasi pada sistem saraf perifer, yang juga memengaruhi pergerakan otot diafragma.

3. Kelainan pada sistem pencernaan

Menurut sebuah studi, cegukan adalah kondisi yang kemungkinan memiliki kaitan erat dengan masalah sistem pencernaan seperti:

  • Kenaikan asam lambung
  • Heartburn
  • Kesulitan menelan (disfagia)
  • Tumor atau kanker esofagus
  • Infeksi bakteri H. pylori

4. Cegukan pascaoperasi

Beberapa kasus cegukan terjadi setelah prosedur operasi. Penggunaan obat bius sebelum operasi seperti propofol dan bupivacaine dapat menyebabkan munculnya kondisi tersebu.

Namun, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah kondisi tersebut muncul akibat tindakan operasi itu sendiri atau dipicu oleh penggunaan obat bius.

5. Kelainan sistem metabolisme

Sistem metabolisme tubuh yang bermasalah dapat menjadi penyebab terjadinya cegukan jangka panjang. Penyakit-penyakit yang biasanya berkaitan dengan sistem metabolisme tubuh adalah:

  • Diabetes
  • Gagal ginjal
  • Hipokalemia
  • Uremia

6. Konsumsi obat-obatan tertentu

Berikut adalah obat-obatan yang dapat memicu munculnya cegukan:

  • Pengobatan Parkinson
  • Morfin
  • Steroid
  • Obat-obatan barbirurat
  • Azithromycin
  • Aripiprazole

Apa saja faktor-faktor yang meningkatkan risiko mengalami cegukan?

Kondisi ini dapat menyerang semua orang dari segala golongan usia, termasuk anak-anak dan bayi. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena cegukan, seperti:

1. Jenis kelamin

Berdasarkan hasil sebuah penelitian, laki-laki cenderung lebih rentan mengalami kondisi ini dibanding perempuan. 

2. Masalah psikis

Kecemasan, stres, bahkan rasa senang yang berlebihan dapat meningkatkan risiko Anda mengalami cegukan ringan dan jangka panjang.

3. Kelainan pada otak

Otak yang mengalami kerusakan, baik pada pembuluh darah maupun sistem saraf, dapat mengakibatkan Anda menderita berbagai penyakit. Penyakit-penyakit inilah yang akan memicu terjadinya kondisi ini.

4. Kondisi pencernaan

Pencernaan yang bermasalah juga dapat memicu munculnya kondisi tersebut.

5. Masalah pada ginjal

Penyakit yang berhubungan dengan ginjal juga turut berperan dalam kemunculan cegukan.

6. Prosedur operasi

Beberapa orang mengalami kondisi tersebut setelah mendapatkan obat bius sebelum operasi, atau melewati prosedur bedah pada organ bagian perut.

Apa saja komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh cegukan?

Pada umumnya, kondisi ini tidak membahayakan kesehatan, terutama jenis yang masih tergolong ringan atau akut. Namun, Anda perlu mewaspadai cegukan kronis atau persisten yang dapat berlangsung hingga lebih dari 48 jam.

Berbagai komplikasi yang muncul akibat cegukan jangka panjang adalah:

1. Berat badan turun dan dehidrasi

Apabila cegukan terjadi dalam waktu yang lama dan memiliki jeda yang pendek, Anda dapat mengalami kesulitan untuk makan dan minum dengan normal.

2. Insomnia

Jika kondisi ini terus terjadi, bahkan saat Anda sedang tertidur, kemungkinan Anda akan mengalami kesulitan tidur dan terus terbangun di malam hari.

3. Kelelahan

Cegukan kronis sangat melelahkan bagi tubuh, terutama jika kondisi tersebut memengaruhi pola makan dan minum Anda.

4. Kesulitan berkomunikasi

Tidak hanya makan dan minum, kondisi ini juga mungkin dapat menyebabkan terganggunya komunikasi Anda dengan orang lain.

5. Depresi

Depresi klinis adalah komplikasi lainnya yang kemungkinan berawal dari cegukan persisten.

6. Pemulihan luka lebih lama

Cegukan terus menerus dapat menyebabkan luka pascaoperasi membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Hal ini tentunya meningkatkan risiko terjadinya infeksi atau pendarahan setelah tindakan operasi.

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cegukan didiagnosis?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, apabila kondisi ini tidak terlalu parah dan berlangsung kurang dari 48 jam, biasanya dokter tidak akan mengambil tindakan medis tertentu.

Namun, apabila kondisi ini terus menerus muncul hingga lebih dari 48 jam, maka Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter terdekat.

Dokter akan menanyakan kapan dimulainya, seberapa sering kemunculannya, dan apa yang Anda sedang lakukan ketika kondisi tersebut muncul pertama kali.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan saraf untuk mengetahui:

  • refleks
  • keseimbangan
  • koordinasi
  • penglihatan
  • indra peraba
  • kekuatan otot
  • bentuk otot

Apabila dokter mencurigai adanya masalah kesehatan lainnya di tubuh Anda yang dapat memicu munculnya cegukan, maka beberapa tes pemeriksaan berikut akan dilakukan.

1. Tes laboratorium

Dokter akan mengambil sampel darah Anda. Sampel tersebut akan dicek di laboratorium untuk mengetahui apakah ada kondisi-kondisi seperti diabetes, infeksi, atau penyakit pada ginjal.

2. Tes pencitraan

Selain itu, dokter mungkin juga akan melakukan tes pencitraan untuk mengetahui adanya kelainan yang memengaruhi saraf vagus, saraf frenikus, atau diafragma. Tes yang akan dilakukan meliputi tes X-ray, CT scan, dan magnetic resonance imaging (MRI).

3. Tes endoskopi

Tidak hanya kedua tes di atas, dokter juga mungkin akan melakukan tes endoskopi. Prosedurnya adalah dengan memasukkan kamera kecil yang terdapat di tabung tipis, kecil, dan fleksibel.

Tabung dengan kamera tersebut kemudian dimasukkan melewati tenggorokan untuk mengecek apakah ada gangguan pada esofagus atau batang tenggorokan Anda.

Bagaimana mengobati cegukan?

Biasanya, cegukan adalah kondisi yang dapat menghilang dengan sendirinya tanpa perlu adanya bantuan atau penanganan medis.

Namun, apabila hal tersebut disebabkan oleh kondisi lainnya, seperti misalnya masalah pada organ tubuh, Anda dapat mencoba mengatasi kondisi penyebab terlebih dahulu untuk menghilangkan cegukan.

Jika perawatan lainnya tidak berhasil, atau tidak ditemukan penyebab pastinya, dokter akan memberikan obat untuk langsung mengatasi kondisi yang Anda alami. Beberapa jenis obat yang biasanya diresepkan oleh dokter untuk cegukan kronis atau persisten adalah:

1. Pengobatan antipsikotik

Obat-obatan seperti chlorpromazine, yang merupakan turunan dari phenothiazine, adalah obat yang cukup sering diresepkan untuk mengatasi kondisi tersebut. Sebuah studi juga menyatakan bahwa obat ini telah teruji secara klinis oleh US Food and Drug Administration.

Namun, terkadang chlorpromazine memiliki efek samping yang kuat. Sebagai alternatif, obat haloperidol juga dapat digunakan.

2. Obat antikonvulsan

Obat-obatan untuk mengatasi kejang mengandung asam valproat, yang berfungsi untuk mengontrol saraf-saraf pemicu cegukan. Gabapentin adalah obat antikonvulsan yang biasanya diresepkan oleh dokter.

3. Simethicone

Untuk cegukan yang berkaitan dengan masalah pencernaan, terutama kelebihan kadar gas di dalam tubuh, dokter akan memberikan Anda obat peluruh tekanan gas seperti simethicone. 

4. Obat prokinetik

Obat jenis ini dapat dikombinasikan dengan simethicone, seperti domperidone dan metoclopramide. Kombinasi kedua jenis obat tersebut dapat membantu mengosongkan isi perut.

5. Baclofen

Obat baclofen dengan dosis 5 mg dua kali sehari dan 20 mg sebanyak 3 kali sehari telah terbukti dapat mengurangi cegukan. Obat ini telah menjadi salah satu rekomendasi dokter untuk mengatasi kondisi tersebut.

6. Nifedipine

Konsumsi obat ini sebanyak 10 hingga 20 mg dapat mengurangi kelainan pada refleks saraf, yang seringkali mengakibatkan cegukan.

7. Midazolam

Midazolam telah digunakan secara efektif untuk meredakan gejala-gejala cegukan dan dapat memberikan efek menenangkan.

8. Methylphenidate

Obat neurostimulan seperti methylphenidate dapat mengurangi cegukan dengan mengurangi produksi dopamin dan norepinephrine. Pengobatan ini cocok untuk Anda yang menderita depresi klinis.

9. Lidocaine

Lidocaine terbukti dapat menghilangkan cegukan pada masa pascaoperasi. Obat ini bekerja dengan cara memengaruhi sistem saraf sensorik.

10. Sertraline

Obat ini cocok untuk Anda yang memiliki masalah pencernaan, yang menjadi salah satu penyebab munculnya cegukan.

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi cegukan?

Banyak pengobatan rumahan yang digunakan untuk mengatasi cegukan, walau belum terbukti. Umumnya, pengobatan tersebut meningkatkan kadar karbon dioksida pada darah, yang dapat menghentikan cegukan. Beberapa pengobatan rumahan tersebut adalah:

1. Teknik pernapasan dan postur tubuh

Anda dapat melakukan perubahan pada cara bernapas dan postur tubuh, sehingga diafragma dapat lebih rileks. Berikut langkah-langkahnya:

  • Bernapas dengan hitungan

Anda bisa mulai dengan melakukan pernapasan yang lebih santai dalam hitungan tertentu. Tarik napas selama lima detik, lalu hembuskan selama lima detik juga.

  • Tahan napas

Tarik napas sedalam mungkin, kemudian tahan selama 10 hingga 20 detik. Setelah dihembuskan perlahan, ulangi lagi langkah tersebut.

  • Bernapas menggunakan kantong kertas

Tutuplah mulut dan hidung Anda dengan kantong kertas, kemudian bernapas dengan normal. Hindari menggunakan kantong plastik.

  • Memeluk lutut

Duduk dengan posisi senyaman mungkin, lalu tekuk dan peluk lutut Anda selama dua menit.

2. Memberikan tekanan di titik tertentu

Menekan titik-titik tertentu pada tubuh Anda dapat membantu diafragma Anda lebih rileks. Berikut adalah tips-tips yang dapat Anda coba:

  • Menarik lidah

Ambil ujung lidah Anda dan tarik secara perlahan sebanyak sekali atau dua kali. Hal ini dapat merangsang otot dan saraf di tenggorokan Anda.

  • Menekan diafragma

Diafragma Anda terletak di antara perut dan dada. Berikan sedikit tekanan dengan menggunakan tangan Anda. Namun, hindari menekan terlalu keras karena akan berakibat fatal.

  • Menutup hidung

Tutup hidung Anda sambil meminum air putih hingga kontraksi pada tenggorokan mereda.

  • Menekan telapak tangan

Gunakan jari jempol Anda untuk memberikan tekanan pada telapak tangan Anda.

  • Memijat kedua sisi leher

Berbaring dengan posisi kepala menoleh ke samping, lalu pijat salah satu sisi leher Anda selama lima hingga sepuluh detik.

3. Makanan dan minuman yang dikonsumsi

Beberapa makanan dan minuman dapat membantu merangsang kerja saraf vagus dan frenikus di tubuh Anda, sehingga kondisi tersebut dapat diatasi dengan baik.

  • Minum air dingin
  • Minum segelas air hangat hingga habis, tanpa berhenti
  • Mengisap es batu
  • Berkumur dengan air dingin selama 30 detik
  • Makan satu sendok madu atau selai kacang

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Penyebab

Apa penyebab cegukan?

Cegukan adalah kondisi yang disebabkan oleh berbagai macam hal, mulai dari masalah pada organ tubuh, saraf, hingga jenis obat-obatan yang Anda konsumsi.

Namun, biasanya cegukan yang akut atau ringan disebabkan oleh hal-hal umum seperti:

  • Minum minuman bersoda
  • Minum terlalu banyak alkohol
  • Makan terlalu banyak
  • Kegembiraan atau stress emosional
  • Perubahan suhu mendadak
  • Menelan udara saat mengunyah permen karet atau menghisap permen.

Selain penyebab-penyebab di atas, terdapat berbagai pemicu yang juga mengakibatkan kondisi tersebut bertahan hingga lebih dari 48 jam. Penyebab dari munculnya gejala tersebut dapat dibagi berdasarkan kondisi-kondisi medis tertentu, seperti:

1. Masalah otak

Kondisi pembuluh darah otak yang bermasalah dapat mengakibatkan terganggunya fungsi otak, dan hal ini memengaruhi kemunculan cegukan. Beberapa penyakit akibat bermasalahnya pembuluh darah otak yang dapat menyebabkan munculnya kondisi tersebut adalah:

Penyebab lainnya yang berkaitan dengan otak adalah bermasalahnya sistem saraf pusat. Beberapa penyakit yang menjadi pemicunya adalah:

2. Masalah pada sistem saraf perifer

Cegukan jangka panjang juga dapat disebabkan oleh kerusakan atau iritasi pada sistem saraf perifer, yang juga memengaruhi pergerakan otot diafragma.

3. Kelainan pada sistem pencernaan

Menurut sebuah studi, cegukan adalah kondisi yang kemungkinan memiliki kaitan erat dengan masalah sistem pencernaan seperti:

  • Kenaikan asam lambung
  • Heartburn
  • Kesulitan menelan (disfagia)
  • Tumor atau kanker esofagus
  • Infeksi bakteri H. pylori

4. Cegukan pascaoperasi

Beberapa kasus cegukan terjadi setelah prosedur operasi. Penggunaan obat bius sebelum operasi seperti propofol dan bupivacaine dapat menyebabkan munculnya kondisi tersebu.

Namun, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah kondisi tersebut muncul akibat tindakan operasi itu sendiri atau dipicu oleh penggunaan obat bius.

5. Kelainan sistem metabolisme

Sistem metabolisme tubuh yang bermasalah dapat menjadi penyebab terjadinya cegukan jangka panjang. Penyakit-penyakit yang biasanya berkaitan dengan sistem metabolisme tubuh adalah:

  • Diabetes
  • Gagal ginjal
  • Hipokalemia
  • Uremia

6. Konsumsi obat-obatan tertentu

Berikut adalah obat-obatan yang dapat memicu munculnya cegukan:

  • Pengobatan Parkinson
  • Morfin
  • Steroid
  • Obat-obatan barbirurat
  • Azithromycin
  • Aripiprazole

Apa saja faktor-faktor yang meningkatkan risiko mengalami cegukan?

Kondisi ini dapat menyerang semua orang dari segala golongan usia, termasuk anak-anak dan bayi. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena cegukan, seperti:

1. Jenis kelamin

Berdasarkan hasil sebuah penelitian, laki-laki cenderung lebih rentan mengalami kondisi ini dibanding perempuan. 

2. Masalah psikis

Kecemasan, stres, bahkan rasa senang yang berlebihan dapat meningkatkan risiko Anda mengalami cegukan ringan dan jangka panjang.

3. Kelainan pada otak

Otak yang mengalami kerusakan, baik pada pembuluh darah maupun sistem saraf, dapat mengakibatkan Anda menderita berbagai penyakit. Penyakit-penyakit inilah yang akan memicu terjadinya kondisi ini.

4. Kondisi pencernaan

Pencernaan yang bermasalah juga dapat memicu munculnya kondisi tersebut.

5. Masalah pada ginjal

Penyakit yang berhubungan dengan ginjal juga turut berperan dalam kemunculan cegukan.

6. Prosedur operasi

Beberapa orang mengalami kondisi tersebut setelah mendapatkan obat bius sebelum operasi, atau melewati prosedur bedah pada organ bagian perut.

Apa saja komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh cegukan?

Pada umumnya, kondisi ini tidak membahayakan kesehatan, terutama jenis yang masih tergolong ringan atau akut. Namun, Anda perlu mewaspadai cegukan kronis atau persisten yang dapat berlangsung hingga lebih dari 48 jam.

Berbagai komplikasi yang muncul akibat cegukan jangka panjang adalah:

1. Berat badan turun dan dehidrasi

Apabila cegukan terjadi dalam waktu yang lama dan memiliki jeda yang pendek, Anda dapat mengalami kesulitan untuk makan dan minum dengan normal.

2. Insomnia

Jika kondisi ini terus terjadi, bahkan saat Anda sedang tertidur, kemungkinan Anda akan mengalami kesulitan tidur dan terus terbangun di malam hari.

3. Kelelahan

Cegukan kronis sangat melelahkan bagi tubuh, terutama jika kondisi tersebut memengaruhi pola makan dan minum Anda.

4. Kesulitan berkomunikasi

Tidak hanya makan dan minum, kondisi ini juga mungkin dapat menyebabkan terganggunya komunikasi Anda dengan orang lain.

5. Depresi

Depresi klinis adalah komplikasi lainnya yang kemungkinan berawal dari cegukan persisten.

6. Pemulihan luka lebih lama

Cegukan terus menerus dapat menyebabkan luka pascaoperasi membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Hal ini tentunya meningkatkan risiko terjadinya infeksi atau pendarahan setelah tindakan operasi.

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cegukan didiagnosis?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, apabila kondisi ini tidak terlalu parah dan berlangsung kurang dari 48 jam, biasanya dokter tidak akan mengambil tindakan medis tertentu.

Namun, apabila kondisi ini terus menerus muncul hingga lebih dari 48 jam, maka Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter terdekat.

Dokter akan menanyakan kapan dimulainya, seberapa sering kemunculannya, dan apa yang Anda sedang lakukan ketika kondisi tersebut muncul pertama kali.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan saraf untuk mengetahui:

  • refleks
  • keseimbangan
  • koordinasi
  • penglihatan
  • indra peraba
  • kekuatan otot
  • bentuk otot

Apabila dokter mencurigai adanya masalah kesehatan lainnya di tubuh Anda yang dapat memicu munculnya cegukan, maka beberapa tes pemeriksaan berikut akan dilakukan.

1. Tes laboratorium

Dokter akan mengambil sampel darah Anda. Sampel tersebut akan dicek di laboratorium untuk mengetahui apakah ada kondisi-kondisi seperti diabetes, infeksi, atau penyakit pada ginjal.

2. Tes pencitraan

Selain itu, dokter mungkin juga akan melakukan tes pencitraan untuk mengetahui adanya kelainan yang memengaruhi saraf vagus, saraf frenikus, atau diafragma. Tes yang akan dilakukan meliputi tes X-ray, CT scan, dan magnetic resonance imaging (MRI).

3. Tes endoskopi

Tidak hanya kedua tes di atas, dokter juga mungkin akan melakukan tes endoskopi. Prosedurnya adalah dengan memasukkan kamera kecil yang terdapat di tabung tipis, kecil, dan fleksibel.

Tabung dengan kamera tersebut kemudian dimasukkan melewati tenggorokan untuk mengecek apakah ada gangguan pada esofagus atau batang tenggorokan Anda.

Bagaimana mengobati cegukan?

Biasanya, cegukan adalah kondisi yang dapat menghilang dengan sendirinya tanpa perlu adanya bantuan atau penanganan medis.

Namun, apabila hal tersebut disebabkan oleh kondisi lainnya, seperti misalnya masalah pada organ tubuh, Anda dapat mencoba mengatasi kondisi penyebab terlebih dahulu untuk menghilangkan cegukan.

Jika perawatan lainnya tidak berhasil, atau tidak ditemukan penyebab pastinya, dokter akan memberikan obat untuk langsung mengatasi kondisi yang Anda alami. Beberapa jenis obat yang biasanya diresepkan oleh dokter untuk cegukan kronis atau persisten adalah:

1. Pengobatan antipsikotik

Obat-obatan seperti chlorpromazine, yang merupakan turunan dari phenothiazine, adalah obat yang cukup sering diresepkan untuk mengatasi kondisi tersebut. Sebuah studi juga menyatakan bahwa obat ini telah teruji secara klinis oleh US Food and Drug Administration.

Namun, terkadang chlorpromazine memiliki efek samping yang kuat. Sebagai alternatif, obat haloperidol juga dapat digunakan.

2. Obat antikonvulsan

Obat-obatan untuk mengatasi kejang mengandung asam valproat, yang berfungsi untuk mengontrol saraf-saraf pemicu cegukan. Gabapentin adalah obat antikonvulsan yang biasanya diresepkan oleh dokter.

3. Simethicone

Untuk cegukan yang berkaitan dengan masalah pencernaan, terutama kelebihan kadar gas di dalam tubuh, dokter akan memberikan Anda obat peluruh tekanan gas seperti simethicone. 

4. Obat prokinetik

Obat jenis ini dapat dikombinasikan dengan simethicone, seperti domperidone dan metoclopramide. Kombinasi kedua jenis obat tersebut dapat membantu mengosongkan isi perut.

5. Baclofen

Obat baclofen dengan dosis 5 mg dua kali sehari dan 20 mg sebanyak 3 kali sehari telah terbukti dapat mengurangi cegukan. Obat ini telah menjadi salah satu rekomendasi dokter untuk mengatasi kondisi tersebut.

6. Nifedipine

Konsumsi obat ini sebanyak 10 hingga 20 mg dapat mengurangi kelainan pada refleks saraf, yang seringkali mengakibatkan cegukan.

7. Midazolam

Midazolam telah digunakan secara efektif untuk meredakan gejala-gejala cegukan dan dapat memberikan efek menenangkan.

8. Methylphenidate

Obat neurostimulan seperti methylphenidate dapat mengurangi cegukan dengan mengurangi produksi dopamin dan norepinephrine. Pengobatan ini cocok untuk Anda yang menderita depresi klinis.

9. Lidocaine

Lidocaine terbukti dapat menghilangkan cegukan pada masa pascaoperasi. Obat ini bekerja dengan cara memengaruhi sistem saraf sensorik.

10. Sertraline

Obat ini cocok untuk Anda yang memiliki masalah pencernaan, yang menjadi salah satu penyebab munculnya cegukan.

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi cegukan?

Banyak pengobatan rumahan yang digunakan untuk mengatasi cegukan, walau belum terbukti. Umumnya, pengobatan tersebut meningkatkan kadar karbon dioksida pada darah, yang dapat menghentikan cegukan. Beberapa pengobatan rumahan tersebut adalah:

1. Teknik pernapasan dan postur tubuh

Anda dapat melakukan perubahan pada cara bernapas dan postur tubuh, sehingga diafragma dapat lebih rileks. Berikut langkah-langkahnya:

  • Bernapas dengan hitungan

Anda bisa mulai dengan melakukan pernapasan yang lebih santai dalam hitungan tertentu. Tarik napas selama lima detik, lalu hembuskan selama lima detik juga.

  • Tahan napas

Tarik napas sedalam mungkin, kemudian tahan selama 10 hingga 20 detik. Setelah dihembuskan perlahan, ulangi lagi langkah tersebut.

  • Bernapas menggunakan kantong kertas

Tutuplah mulut dan hidung Anda dengan kantong kertas, kemudian bernapas dengan normal. Hindari menggunakan kantong plastik.

  • Memeluk lutut

Duduk dengan posisi senyaman mungkin, lalu tekuk dan peluk lutut Anda selama dua menit.

2. Memberikan tekanan di titik tertentu

Menekan titik-titik tertentu pada tubuh Anda dapat membantu diafragma Anda lebih rileks. Berikut adalah tips-tips yang dapat Anda coba:

  • Menarik lidah

Ambil ujung lidah Anda dan tarik secara perlahan sebanyak sekali atau dua kali. Hal ini dapat merangsang otot dan saraf di tenggorokan Anda.

  • Menekan diafragma

Diafragma Anda terletak di antara perut dan dada. Berikan sedikit tekanan dengan menggunakan tangan Anda. Namun, hindari menekan terlalu keras karena akan berakibat fatal.

  • Menutup hidung

Tutup hidung Anda sambil meminum air putih hingga kontraksi pada tenggorokan mereda.

  • Menekan telapak tangan

Gunakan jari jempol Anda untuk memberikan tekanan pada telapak tangan Anda.

  • Memijat kedua sisi leher

Berbaring dengan posisi kepala menoleh ke samping, lalu pijat salah satu sisi leher Anda selama lima hingga sepuluh detik.

3. Makanan dan minuman yang dikonsumsi

Beberapa makanan dan minuman dapat membantu merangsang kerja saraf vagus dan frenikus di tubuh Anda, sehingga kondisi tersebut dapat diatasi dengan baik.

  • Minum air dingin
  • Minum segelas air hangat hingga habis, tanpa berhenti
  • Mengisap es batu
  • Berkumur dengan air dingin selama 30 detik
  • Makan satu sendok madu atau selai kacang

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Faktor-faktor risiko

Apa saja faktor-faktor yang meningkatkan risiko mengalami cegukan?

Kondisi ini dapat menyerang semua orang dari segala golongan usia, termasuk anak-anak dan bayi. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena cegukan, seperti:

1. Jenis kelamin

Berdasarkan hasil sebuah penelitian, laki-laki cenderung lebih rentan mengalami kondisi ini dibanding perempuan. 

2. Masalah psikis

Kecemasan, stres, bahkan rasa senang yang berlebihan dapat meningkatkan risiko Anda mengalami cegukan ringan dan jangka panjang.

3. Kelainan pada otak

Otak yang mengalami kerusakan, baik pada pembuluh darah maupun sistem saraf, dapat mengakibatkan Anda menderita berbagai penyakit. Penyakit-penyakit inilah yang akan memicu terjadinya kondisi ini.

4. Kondisi pencernaan

Pencernaan yang bermasalah juga dapat memicu munculnya kondisi tersebut.

5. Masalah pada ginjal

Penyakit yang berhubungan dengan ginjal juga turut berperan dalam kemunculan cegukan.

6. Prosedur operasi

Beberapa orang mengalami kondisi tersebut setelah mendapatkan obat bius sebelum operasi, atau melewati prosedur bedah pada organ bagian perut.

Apa saja komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh cegukan?

Pada umumnya, kondisi ini tidak membahayakan kesehatan, terutama jenis yang masih tergolong ringan atau akut. Namun, Anda perlu mewaspadai cegukan kronis atau persisten yang dapat berlangsung hingga lebih dari 48 jam.

Berbagai komplikasi yang muncul akibat cegukan jangka panjang adalah:

1. Berat badan turun dan dehidrasi

Apabila cegukan terjadi dalam waktu yang lama dan memiliki jeda yang pendek, Anda dapat mengalami kesulitan untuk makan dan minum dengan normal.

2. Insomnia

Jika kondisi ini terus terjadi, bahkan saat Anda sedang tertidur, kemungkinan Anda akan mengalami kesulitan tidur dan terus terbangun di malam hari.

3. Kelelahan

Cegukan kronis sangat melelahkan bagi tubuh, terutama jika kondisi tersebut memengaruhi pola makan dan minum Anda.

4. Kesulitan berkomunikasi

Tidak hanya makan dan minum, kondisi ini juga mungkin dapat menyebabkan terganggunya komunikasi Anda dengan orang lain.

5. Depresi

Depresi klinis adalah komplikasi lainnya yang kemungkinan berawal dari cegukan persisten.

6. Pemulihan luka lebih lama

Cegukan terus menerus dapat menyebabkan luka pascaoperasi membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Hal ini tentunya meningkatkan risiko terjadinya infeksi atau pendarahan setelah tindakan operasi.

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cegukan didiagnosis?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, apabila kondisi ini tidak terlalu parah dan berlangsung kurang dari 48 jam, biasanya dokter tidak akan mengambil tindakan medis tertentu.

Namun, apabila kondisi ini terus menerus muncul hingga lebih dari 48 jam, maka Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter terdekat.

Dokter akan menanyakan kapan dimulainya, seberapa sering kemunculannya, dan apa yang Anda sedang lakukan ketika kondisi tersebut muncul pertama kali.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan saraf untuk mengetahui:

  • refleks
  • keseimbangan
  • koordinasi
  • penglihatan
  • indra peraba
  • kekuatan otot
  • bentuk otot

Apabila dokter mencurigai adanya masalah kesehatan lainnya di tubuh Anda yang dapat memicu munculnya cegukan, maka beberapa tes pemeriksaan berikut akan dilakukan.

1. Tes laboratorium

Dokter akan mengambil sampel darah Anda. Sampel tersebut akan dicek di laboratorium untuk mengetahui apakah ada kondisi-kondisi seperti diabetes, infeksi, atau penyakit pada ginjal.

2. Tes pencitraan

Selain itu, dokter mungkin juga akan melakukan tes pencitraan untuk mengetahui adanya kelainan yang memengaruhi saraf vagus, saraf frenikus, atau diafragma. Tes yang akan dilakukan meliputi tes X-ray, CT scan, dan magnetic resonance imaging (MRI).

3. Tes endoskopi

Tidak hanya kedua tes di atas, dokter juga mungkin akan melakukan tes endoskopi. Prosedurnya adalah dengan memasukkan kamera kecil yang terdapat di tabung tipis, kecil, dan fleksibel.

Tabung dengan kamera tersebut kemudian dimasukkan melewati tenggorokan untuk mengecek apakah ada gangguan pada esofagus atau batang tenggorokan Anda.

Bagaimana mengobati cegukan?

Biasanya, cegukan adalah kondisi yang dapat menghilang dengan sendirinya tanpa perlu adanya bantuan atau penanganan medis.

Namun, apabila hal tersebut disebabkan oleh kondisi lainnya, seperti misalnya masalah pada organ tubuh, Anda dapat mencoba mengatasi kondisi penyebab terlebih dahulu untuk menghilangkan cegukan.

Jika perawatan lainnya tidak berhasil, atau tidak ditemukan penyebab pastinya, dokter akan memberikan obat untuk langsung mengatasi kondisi yang Anda alami. Beberapa jenis obat yang biasanya diresepkan oleh dokter untuk cegukan kronis atau persisten adalah:

1. Pengobatan antipsikotik

Obat-obatan seperti chlorpromazine, yang merupakan turunan dari phenothiazine, adalah obat yang cukup sering diresepkan untuk mengatasi kondisi tersebut. Sebuah studi juga menyatakan bahwa obat ini telah teruji secara klinis oleh US Food and Drug Administration.

Namun, terkadang chlorpromazine memiliki efek samping yang kuat. Sebagai alternatif, obat haloperidol juga dapat digunakan.

2. Obat antikonvulsan

Obat-obatan untuk mengatasi kejang mengandung asam valproat, yang berfungsi untuk mengontrol saraf-saraf pemicu cegukan. Gabapentin adalah obat antikonvulsan yang biasanya diresepkan oleh dokter.

3. Simethicone

Untuk cegukan yang berkaitan dengan masalah pencernaan, terutama kelebihan kadar gas di dalam tubuh, dokter akan memberikan Anda obat peluruh tekanan gas seperti simethicone. 

4. Obat prokinetik

Obat jenis ini dapat dikombinasikan dengan simethicone, seperti domperidone dan metoclopramide. Kombinasi kedua jenis obat tersebut dapat membantu mengosongkan isi perut.

5. Baclofen

Obat baclofen dengan dosis 5 mg dua kali sehari dan 20 mg sebanyak 3 kali sehari telah terbukti dapat mengurangi cegukan. Obat ini telah menjadi salah satu rekomendasi dokter untuk mengatasi kondisi tersebut.

6. Nifedipine

Konsumsi obat ini sebanyak 10 hingga 20 mg dapat mengurangi kelainan pada refleks saraf, yang seringkali mengakibatkan cegukan.

7. Midazolam

Midazolam telah digunakan secara efektif untuk meredakan gejala-gejala cegukan dan dapat memberikan efek menenangkan.

8. Methylphenidate

Obat neurostimulan seperti methylphenidate dapat mengurangi cegukan dengan mengurangi produksi dopamin dan norepinephrine. Pengobatan ini cocok untuk Anda yang menderita depresi klinis.

9. Lidocaine

Lidocaine terbukti dapat menghilangkan cegukan pada masa pascaoperasi. Obat ini bekerja dengan cara memengaruhi sistem saraf sensorik.

10. Sertraline

Obat ini cocok untuk Anda yang memiliki masalah pencernaan, yang menjadi salah satu penyebab munculnya cegukan.

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi cegukan?

Banyak pengobatan rumahan yang digunakan untuk mengatasi cegukan, walau belum terbukti. Umumnya, pengobatan tersebut meningkatkan kadar karbon dioksida pada darah, yang dapat menghentikan cegukan. Beberapa pengobatan rumahan tersebut adalah:

1. Teknik pernapasan dan postur tubuh

Anda dapat melakukan perubahan pada cara bernapas dan postur tubuh, sehingga diafragma dapat lebih rileks. Berikut langkah-langkahnya:

  • Bernapas dengan hitungan

Anda bisa mulai dengan melakukan pernapasan yang lebih santai dalam hitungan tertentu. Tarik napas selama lima detik, lalu hembuskan selama lima detik juga.

  • Tahan napas

Tarik napas sedalam mungkin, kemudian tahan selama 10 hingga 20 detik. Setelah dihembuskan perlahan, ulangi lagi langkah tersebut.

  • Bernapas menggunakan kantong kertas

Tutuplah mulut dan hidung Anda dengan kantong kertas, kemudian bernapas dengan normal. Hindari menggunakan kantong plastik.

  • Memeluk lutut

Duduk dengan posisi senyaman mungkin, lalu tekuk dan peluk lutut Anda selama dua menit.

2. Memberikan tekanan di titik tertentu

Menekan titik-titik tertentu pada tubuh Anda dapat membantu diafragma Anda lebih rileks. Berikut adalah tips-tips yang dapat Anda coba:

  • Menarik lidah

Ambil ujung lidah Anda dan tarik secara perlahan sebanyak sekali atau dua kali. Hal ini dapat merangsang otot dan saraf di tenggorokan Anda.

  • Menekan diafragma

Diafragma Anda terletak di antara perut dan dada. Berikan sedikit tekanan dengan menggunakan tangan Anda. Namun, hindari menekan terlalu keras karena akan berakibat fatal.

  • Menutup hidung

Tutup hidung Anda sambil meminum air putih hingga kontraksi pada tenggorokan mereda.

  • Menekan telapak tangan

Gunakan jari jempol Anda untuk memberikan tekanan pada telapak tangan Anda.

  • Memijat kedua sisi leher

Berbaring dengan posisi kepala menoleh ke samping, lalu pijat salah satu sisi leher Anda selama lima hingga sepuluh detik.

3. Makanan dan minuman yang dikonsumsi

Beberapa makanan dan minuman dapat membantu merangsang kerja saraf vagus dan frenikus di tubuh Anda, sehingga kondisi tersebut dapat diatasi dengan baik.

  • Minum air dingin
  • Minum segelas air hangat hingga habis, tanpa berhenti
  • Mengisap es batu
  • Berkumur dengan air dingin selama 30 detik
  • Makan satu sendok madu atau selai kacang

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh cegukan?

Pada umumnya, kondisi ini tidak membahayakan kesehatan, terutama jenis yang masih tergolong ringan atau akut. Namun, Anda perlu mewaspadai cegukan kronis atau persisten yang dapat berlangsung hingga lebih dari 48 jam.

Berbagai komplikasi yang muncul akibat cegukan jangka panjang adalah:

1. Berat badan turun dan dehidrasi

Apabila cegukan terjadi dalam waktu yang lama dan memiliki jeda yang pendek, Anda dapat mengalami kesulitan untuk makan dan minum dengan normal.

2. Insomnia

Jika kondisi ini terus terjadi, bahkan saat Anda sedang tertidur, kemungkinan Anda akan mengalami kesulitan tidur dan terus terbangun di malam hari.

3. Kelelahan

Cegukan kronis sangat melelahkan bagi tubuh, terutama jika kondisi tersebut memengaruhi pola makan dan minum Anda.

4. Kesulitan berkomunikasi

Tidak hanya makan dan minum, kondisi ini juga mungkin dapat menyebabkan terganggunya komunikasi Anda dengan orang lain.

5. Depresi

Depresi klinis adalah komplikasi lainnya yang kemungkinan berawal dari cegukan persisten.

6. Pemulihan luka lebih lama

Cegukan terus menerus dapat menyebabkan luka pascaoperasi membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Hal ini tentunya meningkatkan risiko terjadinya infeksi atau pendarahan setelah tindakan operasi.

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cegukan didiagnosis?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, apabila kondisi ini tidak terlalu parah dan berlangsung kurang dari 48 jam, biasanya dokter tidak akan mengambil tindakan medis tertentu.

Namun, apabila kondisi ini terus menerus muncul hingga lebih dari 48 jam, maka Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter terdekat.

Dokter akan menanyakan kapan dimulainya, seberapa sering kemunculannya, dan apa yang Anda sedang lakukan ketika kondisi tersebut muncul pertama kali.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan saraf untuk mengetahui:

  • refleks
  • keseimbangan
  • koordinasi
  • penglihatan
  • indra peraba
  • kekuatan otot
  • bentuk otot

Apabila dokter mencurigai adanya masalah kesehatan lainnya di tubuh Anda yang dapat memicu munculnya cegukan, maka beberapa tes pemeriksaan berikut akan dilakukan.

1. Tes laboratorium

Dokter akan mengambil sampel darah Anda. Sampel tersebut akan dicek di laboratorium untuk mengetahui apakah ada kondisi-kondisi seperti diabetes, infeksi, atau penyakit pada ginjal.

2. Tes pencitraan

Selain itu, dokter mungkin juga akan melakukan tes pencitraan untuk mengetahui adanya kelainan yang memengaruhi saraf vagus, saraf frenikus, atau diafragma. Tes yang akan dilakukan meliputi tes X-ray, CT scan, dan magnetic resonance imaging (MRI).

3. Tes endoskopi

Tidak hanya kedua tes di atas, dokter juga mungkin akan melakukan tes endoskopi. Prosedurnya adalah dengan memasukkan kamera kecil yang terdapat di tabung tipis, kecil, dan fleksibel.

Tabung dengan kamera tersebut kemudian dimasukkan melewati tenggorokan untuk mengecek apakah ada gangguan pada esofagus atau batang tenggorokan Anda.

Bagaimana mengobati cegukan?

Biasanya, cegukan adalah kondisi yang dapat menghilang dengan sendirinya tanpa perlu adanya bantuan atau penanganan medis.

Namun, apabila hal tersebut disebabkan oleh kondisi lainnya, seperti misalnya masalah pada organ tubuh, Anda dapat mencoba mengatasi kondisi penyebab terlebih dahulu untuk menghilangkan cegukan.

Jika perawatan lainnya tidak berhasil, atau tidak ditemukan penyebab pastinya, dokter akan memberikan obat untuk langsung mengatasi kondisi yang Anda alami. Beberapa jenis obat yang biasanya diresepkan oleh dokter untuk cegukan kronis atau persisten adalah:

1. Pengobatan antipsikotik

Obat-obatan seperti chlorpromazine, yang merupakan turunan dari phenothiazine, adalah obat yang cukup sering diresepkan untuk mengatasi kondisi tersebut. Sebuah studi juga menyatakan bahwa obat ini telah teruji secara klinis oleh US Food and Drug Administration.

Namun, terkadang chlorpromazine memiliki efek samping yang kuat. Sebagai alternatif, obat haloperidol juga dapat digunakan.

2. Obat antikonvulsan

Obat-obatan untuk mengatasi kejang mengandung asam valproat, yang berfungsi untuk mengontrol saraf-saraf pemicu cegukan. Gabapentin adalah obat antikonvulsan yang biasanya diresepkan oleh dokter.

3. Simethicone

Untuk cegukan yang berkaitan dengan masalah pencernaan, terutama kelebihan kadar gas di dalam tubuh, dokter akan memberikan Anda obat peluruh tekanan gas seperti simethicone. 

4. Obat prokinetik

Obat jenis ini dapat dikombinasikan dengan simethicone, seperti domperidone dan metoclopramide. Kombinasi kedua jenis obat tersebut dapat membantu mengosongkan isi perut.

5. Baclofen

Obat baclofen dengan dosis 5 mg dua kali sehari dan 20 mg sebanyak 3 kali sehari telah terbukti dapat mengurangi cegukan. Obat ini telah menjadi salah satu rekomendasi dokter untuk mengatasi kondisi tersebut.

6. Nifedipine

Konsumsi obat ini sebanyak 10 hingga 20 mg dapat mengurangi kelainan pada refleks saraf, yang seringkali mengakibatkan cegukan.

7. Midazolam

Midazolam telah digunakan secara efektif untuk meredakan gejala-gejala cegukan dan dapat memberikan efek menenangkan.

8. Methylphenidate

Obat neurostimulan seperti methylphenidate dapat mengurangi cegukan dengan mengurangi produksi dopamin dan norepinephrine. Pengobatan ini cocok untuk Anda yang menderita depresi klinis.

9. Lidocaine

Lidocaine terbukti dapat menghilangkan cegukan pada masa pascaoperasi. Obat ini bekerja dengan cara memengaruhi sistem saraf sensorik.

10. Sertraline

Obat ini cocok untuk Anda yang memiliki masalah pencernaan, yang menjadi salah satu penyebab munculnya cegukan.

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi cegukan?

Banyak pengobatan rumahan yang digunakan untuk mengatasi cegukan, walau belum terbukti. Umumnya, pengobatan tersebut meningkatkan kadar karbon dioksida pada darah, yang dapat menghentikan cegukan. Beberapa pengobatan rumahan tersebut adalah:

1. Teknik pernapasan dan postur tubuh

Anda dapat melakukan perubahan pada cara bernapas dan postur tubuh, sehingga diafragma dapat lebih rileks. Berikut langkah-langkahnya:

  • Bernapas dengan hitungan

Anda bisa mulai dengan melakukan pernapasan yang lebih santai dalam hitungan tertentu. Tarik napas selama lima detik, lalu hembuskan selama lima detik juga.

  • Tahan napas

Tarik napas sedalam mungkin, kemudian tahan selama 10 hingga 20 detik. Setelah dihembuskan perlahan, ulangi lagi langkah tersebut.

  • Bernapas menggunakan kantong kertas

Tutuplah mulut dan hidung Anda dengan kantong kertas, kemudian bernapas dengan normal. Hindari menggunakan kantong plastik.

  • Memeluk lutut

Duduk dengan posisi senyaman mungkin, lalu tekuk dan peluk lutut Anda selama dua menit.

2. Memberikan tekanan di titik tertentu

Menekan titik-titik tertentu pada tubuh Anda dapat membantu diafragma Anda lebih rileks. Berikut adalah tips-tips yang dapat Anda coba:

  • Menarik lidah

Ambil ujung lidah Anda dan tarik secara perlahan sebanyak sekali atau dua kali. Hal ini dapat merangsang otot dan saraf di tenggorokan Anda.

  • Menekan diafragma

Diafragma Anda terletak di antara perut dan dada. Berikan sedikit tekanan dengan menggunakan tangan Anda. Namun, hindari menekan terlalu keras karena akan berakibat fatal.

  • Menutup hidung

Tutup hidung Anda sambil meminum air putih hingga kontraksi pada tenggorokan mereda.

  • Menekan telapak tangan

Gunakan jari jempol Anda untuk memberikan tekanan pada telapak tangan Anda.

  • Memijat kedua sisi leher

Berbaring dengan posisi kepala menoleh ke samping, lalu pijat salah satu sisi leher Anda selama lima hingga sepuluh detik.

3. Makanan dan minuman yang dikonsumsi

Beberapa makanan dan minuman dapat membantu merangsang kerja saraf vagus dan frenikus di tubuh Anda, sehingga kondisi tersebut dapat diatasi dengan baik.

  • Minum air dingin
  • Minum segelas air hangat hingga habis, tanpa berhenti
  • Mengisap es batu
  • Berkumur dengan air dingin selama 30 detik
  • Makan satu sendok madu atau selai kacang

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cegukan didiagnosis?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, apabila kondisi ini tidak terlalu parah dan berlangsung kurang dari 48 jam, biasanya dokter tidak akan mengambil tindakan medis tertentu.

Namun, apabila kondisi ini terus menerus muncul hingga lebih dari 48 jam, maka Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter terdekat.

Dokter akan menanyakan kapan dimulainya, seberapa sering kemunculannya, dan apa yang Anda sedang lakukan ketika kondisi tersebut muncul pertama kali.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan saraf untuk mengetahui:

  • refleks
  • keseimbangan
  • koordinasi
  • penglihatan
  • indra peraba
  • kekuatan otot
  • bentuk otot

Apabila dokter mencurigai adanya masalah kesehatan lainnya di tubuh Anda yang dapat memicu munculnya cegukan, maka beberapa tes pemeriksaan berikut akan dilakukan.

1. Tes laboratorium

Dokter akan mengambil sampel darah Anda. Sampel tersebut akan dicek di laboratorium untuk mengetahui apakah ada kondisi-kondisi seperti diabetes, infeksi, atau penyakit pada ginjal.

2. Tes pencitraan

Selain itu, dokter mungkin juga akan melakukan tes pencitraan untuk mengetahui adanya kelainan yang memengaruhi saraf vagus, saraf frenikus, atau diafragma. Tes yang akan dilakukan meliputi tes X-ray, CT scan, dan magnetic resonance imaging (MRI).

3. Tes endoskopi

Tidak hanya kedua tes di atas, dokter juga mungkin akan melakukan tes endoskopi. Prosedurnya adalah dengan memasukkan kamera kecil yang terdapat di tabung tipis, kecil, dan fleksibel.

Tabung dengan kamera tersebut kemudian dimasukkan melewati tenggorokan untuk mengecek apakah ada gangguan pada esofagus atau batang tenggorokan Anda.

Bagaimana mengobati cegukan?

Biasanya, cegukan adalah kondisi yang dapat menghilang dengan sendirinya tanpa perlu adanya bantuan atau penanganan medis.

Namun, apabila hal tersebut disebabkan oleh kondisi lainnya, seperti misalnya masalah pada organ tubuh, Anda dapat mencoba mengatasi kondisi penyebab terlebih dahulu untuk menghilangkan cegukan.

Jika perawatan lainnya tidak berhasil, atau tidak ditemukan penyebab pastinya, dokter akan memberikan obat untuk langsung mengatasi kondisi yang Anda alami. Beberapa jenis obat yang biasanya diresepkan oleh dokter untuk cegukan kronis atau persisten adalah:

1. Pengobatan antipsikotik

Obat-obatan seperti chlorpromazine, yang merupakan turunan dari phenothiazine, adalah obat yang cukup sering diresepkan untuk mengatasi kondisi tersebut. Sebuah studi juga menyatakan bahwa obat ini telah teruji secara klinis oleh US Food and Drug Administration.

Namun, terkadang chlorpromazine memiliki efek samping yang kuat. Sebagai alternatif, obat haloperidol juga dapat digunakan.

2. Obat antikonvulsan

Obat-obatan untuk mengatasi kejang mengandung asam valproat, yang berfungsi untuk mengontrol saraf-saraf pemicu cegukan. Gabapentin adalah obat antikonvulsan yang biasanya diresepkan oleh dokter.

3. Simethicone

Untuk cegukan yang berkaitan dengan masalah pencernaan, terutama kelebihan kadar gas di dalam tubuh, dokter akan memberikan Anda obat peluruh tekanan gas seperti simethicone. 

4. Obat prokinetik

Obat jenis ini dapat dikombinasikan dengan simethicone, seperti domperidone dan metoclopramide. Kombinasi kedua jenis obat tersebut dapat membantu mengosongkan isi perut.

5. Baclofen

Obat baclofen dengan dosis 5 mg dua kali sehari dan 20 mg sebanyak 3 kali sehari telah terbukti dapat mengurangi cegukan. Obat ini telah menjadi salah satu rekomendasi dokter untuk mengatasi kondisi tersebut.

6. Nifedipine

Konsumsi obat ini sebanyak 10 hingga 20 mg dapat mengurangi kelainan pada refleks saraf, yang seringkali mengakibatkan cegukan.

7. Midazolam

Midazolam telah digunakan secara efektif untuk meredakan gejala-gejala cegukan dan dapat memberikan efek menenangkan.

8. Methylphenidate

Obat neurostimulan seperti methylphenidate dapat mengurangi cegukan dengan mengurangi produksi dopamin dan norepinephrine. Pengobatan ini cocok untuk Anda yang menderita depresi klinis.

9. Lidocaine

Lidocaine terbukti dapat menghilangkan cegukan pada masa pascaoperasi. Obat ini bekerja dengan cara memengaruhi sistem saraf sensorik.

10. Sertraline

Obat ini cocok untuk Anda yang memiliki masalah pencernaan, yang menjadi salah satu penyebab munculnya cegukan.

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi cegukan?

Banyak pengobatan rumahan yang digunakan untuk mengatasi cegukan, walau belum terbukti. Umumnya, pengobatan tersebut meningkatkan kadar karbon dioksida pada darah, yang dapat menghentikan cegukan. Beberapa pengobatan rumahan tersebut adalah:

1. Teknik pernapasan dan postur tubuh

Anda dapat melakukan perubahan pada cara bernapas dan postur tubuh, sehingga diafragma dapat lebih rileks. Berikut langkah-langkahnya:

  • Bernapas dengan hitungan

Anda bisa mulai dengan melakukan pernapasan yang lebih santai dalam hitungan tertentu. Tarik napas selama lima detik, lalu hembuskan selama lima detik juga.

  • Tahan napas

Tarik napas sedalam mungkin, kemudian tahan selama 10 hingga 20 detik. Setelah dihembuskan perlahan, ulangi lagi langkah tersebut.

  • Bernapas menggunakan kantong kertas

Tutuplah mulut dan hidung Anda dengan kantong kertas, kemudian bernapas dengan normal. Hindari menggunakan kantong plastik.

  • Memeluk lutut

Duduk dengan posisi senyaman mungkin, lalu tekuk dan peluk lutut Anda selama dua menit.

2. Memberikan tekanan di titik tertentu

Menekan titik-titik tertentu pada tubuh Anda dapat membantu diafragma Anda lebih rileks. Berikut adalah tips-tips yang dapat Anda coba:

  • Menarik lidah

Ambil ujung lidah Anda dan tarik secara perlahan sebanyak sekali atau dua kali. Hal ini dapat merangsang otot dan saraf di tenggorokan Anda.

  • Menekan diafragma

Diafragma Anda terletak di antara perut dan dada. Berikan sedikit tekanan dengan menggunakan tangan Anda. Namun, hindari menekan terlalu keras karena akan berakibat fatal.

  • Menutup hidung

Tutup hidung Anda sambil meminum air putih hingga kontraksi pada tenggorokan mereda.

  • Menekan telapak tangan

Gunakan jari jempol Anda untuk memberikan tekanan pada telapak tangan Anda.

  • Memijat kedua sisi leher

Berbaring dengan posisi kepala menoleh ke samping, lalu pijat salah satu sisi leher Anda selama lima hingga sepuluh detik.

3. Makanan dan minuman yang dikonsumsi

Beberapa makanan dan minuman dapat membantu merangsang kerja saraf vagus dan frenikus di tubuh Anda, sehingga kondisi tersebut dapat diatasi dengan baik.

  • Minum air dingin
  • Minum segelas air hangat hingga habis, tanpa berhenti
  • Mengisap es batu
  • Berkumur dengan air dingin selama 30 detik
  • Makan satu sendok madu atau selai kacang

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi cegukan?

Banyak pengobatan rumahan yang digunakan untuk mengatasi cegukan, walau belum terbukti. Umumnya, pengobatan tersebut meningkatkan kadar karbon dioksida pada darah, yang dapat menghentikan cegukan. Beberapa pengobatan rumahan tersebut adalah:

1. Teknik pernapasan dan postur tubuh

Anda dapat melakukan perubahan pada cara bernapas dan postur tubuh, sehingga diafragma dapat lebih rileks. Berikut langkah-langkahnya:

  • Bernapas dengan hitungan

Anda bisa mulai dengan melakukan pernapasan yang lebih santai dalam hitungan tertentu. Tarik napas selama lima detik, lalu hembuskan selama lima detik juga.

  • Tahan napas

Tarik napas sedalam mungkin, kemudian tahan selama 10 hingga 20 detik. Setelah dihembuskan perlahan, ulangi lagi langkah tersebut.

  • Bernapas menggunakan kantong kertas

Tutuplah mulut dan hidung Anda dengan kantong kertas, kemudian bernapas dengan normal. Hindari menggunakan kantong plastik.

  • Memeluk lutut

Duduk dengan posisi senyaman mungkin, lalu tekuk dan peluk lutut Anda selama dua menit.

2. Memberikan tekanan di titik tertentu

Menekan titik-titik tertentu pada tubuh Anda dapat membantu diafragma Anda lebih rileks. Berikut adalah tips-tips yang dapat Anda coba:

  • Menarik lidah

Ambil ujung lidah Anda dan tarik secara perlahan sebanyak sekali atau dua kali. Hal ini dapat merangsang otot dan saraf di tenggorokan Anda.

  • Menekan diafragma

Diafragma Anda terletak di antara perut dan dada. Berikan sedikit tekanan dengan menggunakan tangan Anda. Namun, hindari menekan terlalu keras karena akan berakibat fatal.

  • Menutup hidung

Tutup hidung Anda sambil meminum air putih hingga kontraksi pada tenggorokan mereda.

  • Menekan telapak tangan

Gunakan jari jempol Anda untuk memberikan tekanan pada telapak tangan Anda.

  • Memijat kedua sisi leher

Berbaring dengan posisi kepala menoleh ke samping, lalu pijat salah satu sisi leher Anda selama lima hingga sepuluh detik.

3. Makanan dan minuman yang dikonsumsi

Beberapa makanan dan minuman dapat membantu merangsang kerja saraf vagus dan frenikus di tubuh Anda, sehingga kondisi tersebut dapat diatasi dengan baik.

  • Minum air dingin
  • Minum segelas air hangat hingga habis, tanpa berhenti
  • Mengisap es batu
  • Berkumur dengan air dingin selama 30 detik
  • Makan satu sendok madu atau selai kacang

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Januari 8, 2016 | Terakhir Diedit: Juli 9, 2019

Yang juga perlu Anda baca