Apa itu buta warna?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu buta warna?

Buta warna adalah suatu kondisi di mana kemampuan membedakan warna-warna tertentu menurun. Dengan kata lain, Anda kesulitan melihat warna merah, hijau, biru, atau campuran dari warna-warna tersebut. Namun, kasus buta warna di mana penderita tidak bisa melihat semua warna sama sekali adalah kasus yang sangat langka.

Seberapa umumkah buta warna?

Buta warna termasuk jarang ditemui. Kondisi ini lebih sering terjadi pada pria dibanding wanita. Pria lebih mungkin lahir dengan penglihatan warna yang buruk. Buta warna dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Buta warna dapat ditangani dengan mengurangi fator-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala buta warna?

Tanda-tanda dan gejala umum dari buta warna adalah:

  • Dapat melihat beberapa warna namun tidak semuanya. Anda tidak dapat membedakan beberapa warna merah dan hijau, namun dapat membedakan warna biru dan kuning dengan mudah
  • Hanya melihat warna hitam, putih dan abu-abu, namun kasus ini jarang terjadi
  • Memiliki masalah penglihatan namun tidak menyadarinya
  • Hanya dapat melihat beberapa gradasi warna pada satu objek, padahal orang-orang dapat melihat ribuan warna.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda menduga Anda memiliki kesulitan dalam membedakan beberapa warna tertentu untuk melakukan tes mata. Anak-anak juga memerlukan pemeriksaan mata yang lengkap, termasuk tes penglihatan warna, sebelum masuk sekolah.

Penyebab

Apa penyebab buta warna?

Banyak orang berpikir bahwa buta warna adalah bawaan lahir. Namun, beberapa obat-obatan atau penyakit, bahkan usia yang tua dapat menyebabkan buta warna. Anda dapat memiliki buta warna dari:

  • Kelainan turunan. Anda dapat dilahirkan dengan kondisi ini, biasanya kondisi ini lebih sering terjadi pada laki-laki daripada pada wanita. Merah-hijau biasanya adalah kekurangan warna yang sering terjadi, dan kekurangan biru-kuning lebih jarang terjadi. Tingkat keparahan buta warna berkisar dari ringan, sedang, atau parah. Kedua mata dapat memiliki gangguan ini dan tingkat keparahan tidak akan berubah sepanjang hidup Anda.
  • Penyakit. Jika Anda memiliki penyakit seperti diabetes, glaukoma, degenerasi makular, penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, alkoholisme kronis, leukemia, dan anemia sel sabit, Anda dapat mengalami buta warna. Kondisi tersebut dapat memengaruhi satu mata, namun kadang juga dapat memengaruhi kedua mata. Setelah menangani penyebab, kondisi buta warna dapat membaik
  • Obat-obatan tertentu. Beberapa pengobatan dapat memiliki pengaruh terhadap penglihatan warna, seperti obat-obatan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, disfungsi ereksi, infeksi, gangguan saraf, dan masalah psikologis
  • Penuaan. Kemampuan melihat warna berkurang perlahan seiring berjalannya usia.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk buta warna?

Ada banyak faktor risiko untuk buta warna, yaitu:

  • Keturunan. Keturunan adalah faktor risiko utama terhadap buta warna. Jika ibu, ayah, atau kakek nenek Anda memiliki buta warna, Anda mungkin memiliki gen yang menyebabkan kebutaan warna.
  • Pengobatan. Anda dapat memiliki risiko terkena penyakit ini dari konsumsi obat-obatan yang merusak retina dan saraf optik, seperti hydroxychloroquine.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis buta warna?

Dokter dapat mendiagnosis buta warna dengan melakukan tes agar dapat melihat seberapa Anda dapat membedakan warna. Anda dapat diminta untuk melihat kumpulan titik berwarna dan melihat suatu pola, seperti huruf atau angka. Pola yang Anda lihat dapat membantu dokter menentukan apakah Anda memiliki masalah dengan warna tertentu.

Jenis tes lainnya, Anda menyusun keping berdasarkan warna. Jika Anda memiliki buta warna, Anda tidak dapat menyusun kepingan dengan benar.

Para ahli merekomendasi anak-anak untuk melakukan pemeriksaan mata saat berusia 3 hingga 5 tahun. Pemeriksaan mata direkomendasikan untuk anak-anak sebelum masuk sekolah, di antara usia 3 dan 4 tahun.

Bagaimana cara mengobati buta warna?

Umumnya, kebanyakan jenis gangguan penglihatan warna tidak dapat disembuhkan. Apabila kondisi Anda disebabkan oleh penggunaan obat tertentu atau kondisi tertentu, terapi lainnya dapat membantu mengatasinya.

Anda dapat menggunakan filter berwarna pada kaca mata atau lensa kontak berwarna untuk membantu meningkatkan persepsi kontras dan melihat perbedaan pada warna. Hal-hal tersebut hanya mendukung penglihatan Anda, namun tidak memperbaikinya. Menggunakan kacamata yang menghalangi silau dapat membantu Anda melihat perbedaan pada warna dengan lebih baik.

Selain itu, Anda dapat mempelajari beberapa tanda, seperti kecerahan atau lokasi, sebagai pengganti warna. Sebagai contoh, Anda dapat mempelajari urutan warna pada lampu merah.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi buta warna?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi buta warna:

  • Hafalkan urutan benda berwarna. Jika Anda tidak dapat membedakan warna lampu merah dengan baik, Anda dapat menghafalkan urutan warnanya.
  • Melabeli barang berwarna yang ingin Anda cocokkan dengan benda lain. Minta seseorang dengan penglihatan yang baik untuk membantu Anda menyortir dan melabeli pakaian Anda. Kemudian Anda dapat menyusun pakaian Anda setelah mengombinasikannya.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Yang juga perlu Anda baca