4 Hal yang Bikin Kulit Kepala Anda Lebih Gampang Ketombean

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 April 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Setiap orang rentan untuk memiliki kulit kepala yang berketombe, namun tentu memalukan saat saking banyaknya ketombe Anda, sampai-sampai ketombe tersebut berjatuhan layaknya salju dan singgah pada pundak Anda. Apa sebenarnya penyebab ketombe pada kulit kepala seseorang?

Penyebab ketombe muncul di kulit kepala

Penelitian yang dilakukan oleh Jiao Tong University kepada 59 partisipan berusia antara 18 hingga 60 mengungkapkan, bahwa keberadaan jamur pada kulit kepala adalah penyebab yang paling sering menimbulkan ketombe pada permukaan kulit kepala.

Dalam melindungi kulit dari bakteri dan melembapkan kulit, kelenjar keringat memproduksi keringat atau yang dikenal dengan sebutan sebum. Namun ternyata, jamur yang berada pada kulit kepala manusia (yang bernama malassezia) adalah tipikal jamur yang memakan substansi lemak yang terkandung dalam sebum.

Malassezia yang memakan sebum lalu menghasilkan sisa pencernaan berupa asam lemak yang justru dapat membuat kulit kepala iritasi hingga akhirnya menghambat metabolisme dan pertumbuhan sel kulit kepala yang baru. Pertumbuhan sel kulit kepala yang terganggu akan menimbulkan pengelupasan kulit kepala, yang ditandai dengan serpihan kulit mati berwarna putih yang gatal.

Uniknya, kondisi ini juga dipengaruhi oleh daya tahan kulit kepala Anda. Setiap kulit kepala menghasilkan sebum dan tumbuh jamur pada permukaan kulit kepalanya, namun tidak lantas menjadikan seluruh kulit kepala manusia berketombe. Kondisi ini dikarenakan kulit kepala setiap orang memiliki sensitivitas dan daya tahan yang berbeda terhadap asam lemak yang dihasilkan oleh jamur malassezia.

Faktor-faktor yang menyebabkan Anda lebih rentah ketombean

Beberapa faktor yang diperkirakan dapat meningkatkan risiko kehadiran ketombe pada kulit kepala Anda, antara lain:

1. Usia

Jika Anda berusia antara 15 sampai 35 tahun, jangan heran jika Anda lebih sering ketombean. Penyebab ketombe ini didukung oleh suatu penelitian mengungkapkan bahwa produksi sebum mengalami peningkatan pada usia 15 hingga 35 tahun. Meningkatnya sebum tentu akan meningkatkan keberadaan asam lemak pada permukaan kulit kepala.

2. Jenis kelamin

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa laki-laki lebih rentan memiliki kulit kepala yang berketombe. Ini membuat para peneliti berasumsi bahwa jenis kelamin seseorang mempengaruhi keberadaan ketombe pada kulit kepalanya.

3. Jenis kulit kepala dan rambut yang berminyak

Umumnya kondisi ini merupakan kondisi yang diturunkan. Namun karena malassezia memakan substansi lemak yang terkandung dalam minyak, jika Anda memilki kulit kepala dan rambut yang berminyak, ini akan memperbesar peluang Anda untuk memiliki kulit kepala yang berketombe.

4. Penyakit tertentu

Meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut, namun orang-orang dengan penyakit Parkinson dan terinfeksi HIV cenderung lebih rentan mengalami penyakit kulit yang mampu memicu timbulnya ketombe pada kulit kepala (dermatitis seboroik).

Kapan ketombe harus diperiksakan ke dokter?

Meskipun sebagian besar kasus kulit kepala berketombe tidak memerlukan pemeriksaan ke dokter, Anda sebaiknya segera periksakan kepada dokter atau dermatologi jika Anda sudah mencoba berbagai shampo dan obat antiketombe namun ketombe Anda tak juga hilang. Periksakan juga ke dokter apabila kulit kepala Anda menampakkan gejala lain, seperti memerah.

Cara mengatasi kulit kepala berketombe

Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menangani kulit kepala berketombe:

  • Sebenarnya mencuci rambut secara rutin dengan shampo biasa sudah mampu mengurangi minyak pada kulit kepala dan akhirnya mengendalikan ketombe. Namun bila cara ini masih gagal, Anda diperbolehkan mengganti shampoo jadi shampoo khusus kulit kepala berketombe yang biasanya mengandung selenium sulfide dan zinc yang diyakini dapat mengendalikan keberadaan ketombe pada kulit kepala.
  • Jangan digaruk. Meskipun pada sebagian besar kasus, adanya ketombe pada kulit menyebabkan kulit kepala jadi terasa gatal, namun menggaruknya akan memperburuk kondisinya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Pilihan Cara Menghilangkan Selulit yang Mengganggu

Banyak yang menyangka penyebab selulit adalah tumpukan lemak di tubuh, namun ini ternyata kurang tepat. Lalu, bagaimana cara menghilangkan selulit?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 5 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Apa Saja Efek Samping Suntik Filler di Wajah?

Tertarik melakukan filler wajah? Ketahui terlebih dulu efek samping dan hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan perawatan wajah satu ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan, Operasi A-Z 31 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Tren Operasi Rahang untuk Bikin Pipi dan Rahang Lebih Tirus

Untuk membuat pipi nampak tirus serta wajah yang kecil, banyak wanita yang melakukan operasi rahang. Seperti apa prosesnya? Apakah aman?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 28 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Tips Memilih Sabun Pembersih Muka Terbaik Sesuai Jenis Kulit

Sabun muka banyak jenisnya. Akan tetapi, Anda perlu mencari tahu pembersih wajah yang cocok dengan tipe kulit Anda. Begini penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 27 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

brazilian blowout

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
penyebab bulu mata rontok

Tanpa Disadari, Hal-Hal Ini Bisa Menyebabkan Bulu Mata Rontok

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
masker mengecilkan pori-pori

3 Masker Alami untuk Mengecilkan Pori-pori Wajah

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
minyak jojoba untuk melawan keriput

Penuaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit