Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Efek Samping Masker Kopi, Ketahui Cara Menguranginya

Efek Samping Masker Kopi, Ketahui Cara Menguranginya

Kopi merupakan salah satu bahan yang kerap digunakan sebagai masker alami. Kandungan kopi ternyata berkhasiat menyehatkan kulit. Namun, Anda perlu berhati-hati dengan efek samping dari pemakaian masker kopi.

Efek samping masker kopi

Kopi diketahui berpotensi merawat kecantikan kulit. Manfaat ini tidak lepas dari kandungan kafeinnya.

Ya, kafein yang dioles ke kulit membantu mengurangi wajah dan lingkar mata yang membengkak.

Kafein mampu menyempitkan pembuluh darah pada wajah sehingga mengurangi aliran darah menuju kulit.

Efeknya, wajah dan mata pun tak lagi membengkak dan lingkar hitam di bawah mata berkurang sesaat.

Selain itu, kopi kaya akan senyawa yang bersifat antioksidan, seperti chlorogenic acid, ferulic acid, dan caffeic acid.

Biji kopi yang dipanggang pun akan menghasilkan pigmen kecokelatan bernama melanoidin. Pigmen ini pun bersifat antioksidan.

Antioksidan penting untuk mengurangi efek penuaan kulit akibat radikal bebas dari polusi dan sinar ultraviolet.

Meski ada beberapa potensi yang menjanjikan, ternyata efek samping masker kopi tetap mungkin terjadi. Inilah kemungkinan efek samping yang bisa muncul.

1. Reaksi alergi

Efek samping masker kopi alergi

Seluruh produk perawatan kulit berpotensi menimbulkan reaksi alergi, tak terkecuali masker kopi alami.

Alergi kulit ini muncul akibat reaksi sistem kekebalan tubuh. Saat kulit menyentuh kopi, imun justru menganggap senyawa pada kopi berbahaya.

Jadi, kekebalan tubuh melepaskan senyawa histamin untuk melawan kandungan pada kopi. Sayangnya, histamin ini memicu reaksi alergi pada kulit.

Beberapa gejala alergi kulit akibat bahaya masker kopi yang bisa dirasakan, yaitu:

  • gatal,
  • kemerahan,
  • kulit kering, dan
  • timbul bentol-bentol.

2. Iritasi

Bahaya masker kopi yang bisa Anda sadari sesaat Anda menggunakannya adalah iritasi kulit. Kondisi ini biasanya muncul akibat tekstur butiran kopi yang kasar.

Saat Anda mengoleskan masker kopi, wajah pun mengalami gesekan dengan butiran kopi. Gesekan ini ternyata bisa mengikis lapisan alami atau skin barrier kulit.

Jadi, wajah pun rentan mengalami iritasi yang ditandai dengan sensasi perih, kemerahan, bahkan luka.

Terlebih, kulit wajah lebih tipis daripada bagian tubuh yang lainnya. Jadi, iritasi lebih mudah terjadi jika Anda menggunakan masker kopi daripada scrub alami kopi untuk tubuh.

3. Infeksi kulit

Efek samping iritasi yang ditimbulkan setelah memakai masker kopi ternyata bisa berlanjut hingga infeksi.

Ketika kulit bergesekan dengan kopi hingga luka, bakteri dan mikroorganisme lainnya rentan bersarang di dalamnya sehingga kulit mengalami infeksi.

Efeknya, Anda akan mengalami:

  • ruam,
  • bengkak,
  • kemerahan,
  • nyeri,
  • nanah, dan
  • gatal.

Luka pun akan sulit sembuh jika telah terinfeksi bakteri dan mikroorganisme berbahaya.

4. Bercak kehitaman

Lagi-lagi, bahaya masker kopi ini tidak lepas dari efek luka dan infeksi yang ditimbulkan. Kulit yang terluka dan terinfeksi akan mengalami peradangan.

Setelah luka mulai sembuh, kulit pun tampak kehitaman.

Bercak kehitaman ini merupakan bekas luka yang disebut dengan hiperpigmentasi pasca-inflamasi atau post-inflammatory hyperpigmentation (PIH).

Mengutip situs DermNet NZ, peradangan ternyata memicu pembentukan melanin atau pewarna alami yang diproduksi lapisan kulit.

Nantinya, melanin akan dilepaskan menuju bagian kulit yang terluka. Oleh karena itu, timbullah bekas luka berupa bercak hitam.

Cara mengurangi risiko efek samping masker kopi

Cara mengurangi efek samping masker kopi

Memang, bahaya masker kopi tidak bisa dihilangkan sepenuhnya. Akan tetapi, Anda bisa mengurangi kemungkinan terkena efek sampingnya.

Untuk itu, inilah beberapa kiat yang bisa Anda lakukan sebelum menggunakan masker wajah yang satu ini.

1. Bilas wajah di bawah air mengalir

Selain memilih bubuk kopi halus, mengurangi mengusap wajah saat mengoleskan masker kopi juga membantu mengurangi risiko infeksi.

Saat Anda selesai menunggu masker selama beberapa menit, segera basuh wajah di bawah air mengalir langsung hingga bersih.

Tekanan air yang lembut akan membantu membilas sisa bubuk kopi tanpa harus menggosok-gosok wajah yang dapat menimbulkan iritasi.

2. Tes reaksi alergi

Jika Anda menggunakan masker kopi untuk wajah pertama kali, tes ini harus Anda lakukan.

Tes ini berguna untuk mengetahui kemungkinan alergi terhadap kopi. Oleskan sedikit masker kopi ke bagian belakang telinga dan siku bagian dalam, lalu tunggu selama 48 jam.

Jika tidak ada tanda-tanda reaksi alergi kulit, Anda bisa lanjut menggunakan masker kopi. Sebaliknya, tunda pemakaian jika kulit mengalami gejala alergi setelah 48 jam.

3. Pilih butir kopi yang halus

Bubuk kopi dengan tekstur halus akan mengurangi risiko iritasi pada wajah. Tekstur ini akan mengurangi risiko gesekan yang terlalu keras yang bisa melukai kulit.

Efek samping masker kopi tentu menimbulkan masalah bahkan penyakit kulit yang baru. Meski demikian, Anda bisa meminimalkan risikonya dengan beberapa cara.

Selain melakukan cara di atas, Anda bisa memilih produk skincare dengan kandungan kafein atau antioksidan untuk mengurangi bahaya masker kopi.

Produk perawatan kulit biasanya sudah melewati standardisasi sehingga kebersihan dan konsentrasi kandungannya lebih stabil.

Oleh karena itu, Anda bisa mendapatkan hasil perawatan kulit yang lebih maksimal.

Verifying...


Pernah alami gangguan menstruasi?

Gabung bersama Komunitas Kesehatan Wanita dan dapatkan berbagai tips menarik di sini.


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Is Caffeine Good for Your Skin?. (2021). Retrieved 25 April 2022, from https://health.clevelandclinic.org/benefits-of-caffeine-for-skin-care/

Yashin, A., Yashin, Y., Wang, J., & Nemzer, B. (2013). Antioxidant and Antiradical Activity of Coffee. Antioxidants, 2(4), 230-245. doi: 10.3390/antiox2040230

Li, Y., Ouyang, S., Tu, L., Wang, X., Yuan, W., & Wang, G. et al. (2018). Caffeine Protects Skin from Oxidative Stress-Induced Senescence through the Activation of Autophagy. Theranostics, 8(20), 5713-5730. doi: 10.7150/thno.28778

Skin Allergy Symptoms, Diagnosis, Treatment & Management | AAAAI . (2022). Retrieved 25 April 2022, from https://www.aaaai.org/Conditions-Treatments/Allergies/Skin-Allergy

Tagami, H. (2008). Location-related differences in structure and function of the stratum corneum with special emphasis on those of the facial skin. International Journal of Cosmetic Science, 30(6), 413-434. doi: 10.1111/j.1468-2494.2008.00459.x

Skin Infections | MedlinePlus. (2022). Retrieved 25 April 2022, from https://medlineplus.gov/skininfections.html

Postinflammatory hyperpigmentation | DermNet NZ. (2022). Retrieved 25 April 2022, from https://dermnetnz.org/topics/postinflammatory-hyperpigmentation

Patch tests: Skin Contact Allergy Tests Explained – DermNet. (2022). Retrieved 25 April 2022, from https://dermnetnz.org/topics/patch-tests

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui May 24
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan