Apa Bedanya Tahi Lalat dan Skin Tag (Acrochordon)?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Banyak orang yang memiliki tahi lalat dan juga skin tag di tubuhnya. Tenang saja, keduanya tidak berbahaya atau menyakitkan, kok. Keduanya juga sama-sama bisa dihilangkan setelah Anda periksa ke dokter kulit. Lagipula, bentuknya juga relatif kecil. Lalu, sebenarnya apa perbedaan tahi lalat dan skin tag? Simak di sini!

Apa itu tahi lalat?

Tahi lalat biasanya tumbuh pada kulit dengan warna cokelat atau hitam. Tahi lalat bisa muncul di mana saja pada kulit. Tahi lalat terbentuk karena sel-sel kulit di tubuh bukannya tumbuh menyebar melainkan tumbuh menumpuk dan berkelompok. Sel-sel ini disebut sel melanosit yang memiliki pigmen, yaitu zat warna tubuh.

Setiap sel-sel melanosit yang tumbuh menumpuk ini yang akhirnya memberikan banyak pigmen pada satu titik tertentu, dan kulit itu jadi tampak berbintik cokelat atau hitam. Pada beberapa orang, warna tahi lalatnya juga bisa berubah secara alami setelah terpapar matahari, selama masa remaja, dan selama kehamilan.

Beberapa tahi lalat bisanya bisa berubah perlahan, ada juga yang mungkin tidak berubah sama sekali dari sejak muncul.

Jika Anda melihat ada tanda-tanda perubahan pada tahi lalat, ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan. Sebab, tahi lalat bisa menjadi cikal bakal tumbuhnya kanker. Inilah salah satu perbedaan tahi lalat dan skin tag. Namun, jika tidak ada perubahan, berarti Anda tak perlu khawatir.

Berikut tanda-tanda penting dari tahi lalat yang bisa jadi kanker:

  • Asimetri. Setengah tahi lalat bentuknya tidak simetris dengan setengah bagiannya.
  • Batas. Batas atau tepi bagian tahi lalat kasar, kabur, dan tidak beraturan.
  • Warna. Warna tahi lalat tidak sama di seluruh permukaan.
  • Diameter. Diameter tahi lalat lebih besar dari diameter penghapus pensil
  • Menonjol. Sebuah tahi lalat tampak terangkat atau menonojol dari kulit.

Jika kelima tanda itu terjadi pada Anda, sebaiknya segera cek ke dokter kulit.

Bila dokter kulit menemukan bahwa tahi lalat itu perlu diperiksa lebih lanjut atau dihapus, dokter akan melakukan biopsi tahi lalat terlebih dahulu. Biopsi adalah proses pengambilan sampel jaringan kecil dari tahi lalat yang akan diperiksa.

Sampel jaringan tahi lalat kemudian akan diperiksa di bawah mikroskop. Jika memang bersifat kanker, dokter akan menghapus seluruh tahi lalat dengan memotong seluruh bagian tahi lalat hingga pinggiran kulit yang normal di sekitar tahi lalat. Ini agar tidak terjadi penyebaran sel kanker. Kemudian dokter akan menjahit luka bekas potongan tersebut.

Apa itu skin tag?

Skin tag dalam bahasa medis disebut acrochordon. Skin tag adalah gumpalan jaringan halus kulit yang menggantung di kulit dan punya batang penghubung. Skin tag terkadang disebut juga daging tumbuh, tapi kondisi ini tidak berbahaya dan juga bukan pertanda adanya masalah kulit yang serius.

Skin tag pada awalnya terlihat seperti sebuah tonjolan kecil. Seiring waktu skin tag tumbuh menjadi seperti sepotong kulit yang melekat pada permukaan kulit dengan tangkai kecil. Skin tag bisanya berwarna menyerupai kulit. Tonjolan skin tag ini juga mudah digoyang-goyangkan, tidak bersifat kaku. Skin tag tidak menimbulkan rasa sakit, tapi jika terlalu banyak digosok atau digoyang-goyangkan tetap saja mungkin terjadi iritasi.

Skin tag tidak ditemukan di semua bagian tubuh. Ini perbedaan tahi lalat dan skin tag yang mudah dilihat. Biasanya skin tag ditemukan di leher, dada, punggung, ketiak, di  bawah payudara, di daerah selangkangan, atau di daerah genital.

Dilansir dari laman Harvard Medical School, skin tag bukan kanker kulit dan tidak dapat berubah menjadi kanker kulit seperti tahi lalat.

Skin tag paling sering muncul pada wanita, seiring pertambahan berat badan juga semakin banyak kemungkinan tumbuhnya skin tag. Selain itu, faktor keturunan juga memengaruhi seseorang bisa memiliki skin tag dari orangtua.

Jika skin tag Anda sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, Anda dapat berkonsultasi ke dokter untuk menghilangkannya. Dokter biasanya membuang skin tag dengan gunting tajam atau pisau tajam. Ada juga yang melakukannya dengan proses pembekuan dan pembakaran bagian tangkainya, tapi ini lebih jarang dilakukan.

Perdarahan saat pengambilan skin tag kemudian akan dihentikan dengan pengobatan kimia (aluminium klorida) atau secara elektrik (kauterisasi).

Penghilangan skin tag ini berkaitan dengan masalah kecantikan saja, tapi sebenarnya bukanlah operasi yang dibutuhkan untuk masalah kesehatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Skin Tag (Daging Tumbuh)

Daging tumbuh (skin tag) adalah pertumbuhan kulit jinak yang terlihat seperti balon kecil menggantung pada kulit. Simak penjelasan lengkap berikut.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 29 November 2018 . Waktu baca 6 menit

Tahi Lalat Tumbuh Kembali Pascaoperasi, Waspada Kanker Melanoma

Banyak orang melakukan operasi untuk menghilangkan tahi lalat. Namun ternyata, ada kemungkinan tahi lalat tumbuh kembali pascaoperasi. Mengapa bisa begitu?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kanker Kulit, Kanker 21 November 2018 . Waktu baca 3 menit

Olahraga Sebenarnya Sehat Bagi Kulit Atau Malah Mendatangkan Masalah?

Olahraga memengaruhi kesehatan fisik dan mental, termasuk kulit Anda. Apa saja efek olahraga yang memengaruhi kondisi kulit Anda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Olahraga Lainnya, Kebugaran 2 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit

Apakah Tahi Lalat Gatal Itu Normal? Apa Penyebabnya?

Tahi lalat gatal sering kali mengganggu. Jangan panik, kenali dulu apa penyebab dan bagaimana cara menangani tahi lalat gatal dengan tepat di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 30 Juni 2018 . Waktu baca 4 menit



Direkomendasikan untuk Anda

tahi lalat

Tahi Lalat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit
jenis kulit wajah

Dari Normal Sampai Kombinasi, Kenali Ragam Tipe Kulit dan Ciri-cirinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Benjolan

5 Benjolan Tubuh Ini Tidak Berbahaya dan Bukan Ciri Penyakit Serius

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit
perut berbulu saat hamil

Bulu Halus Tumbuh di Perut Saat Hamil, Apakah Itu Normal?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 18 April 2019 . Waktu baca 4 menit