home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

4 Jenis Makanan yang Paling Sering Jadi Penyebab Wasir

4 Jenis Makanan yang Paling Sering Jadi Penyebab Wasir

Wasir atau ambeien terjadi akibat peradangan pembuluh darah di sekitar anus hingga akhirnya bengkak. Ada berbagai kondisi yang dapat menyebabkan masalah pencernaan ini, mulai dari duduk terlalu lama hingga mengejan saat sulit BAB. Bahkan, ada yang menganggap ada makanan tertentu yang bisa menjadi penyebab ambeien. Benarkah?

Daftar makanan penyebab ambeien

makan pedas saat hamil

Faktanya, makanan tidak menjadi penyebab wasir secara langsung. Namun, ada makanan tertentu yang dapat memperparah gejala wasir atau memicu risiko kekambuhan.

Untuk itu, perhatikan kembali apakah menu makanan yang kini dikonsumsi baik untuk Anda yang memiliki wasir atau tidak. Berikut daftar makanan penyebab wasir bisa semakin parah.

1. Makanan rendah serat

Salah satu makanan yang dianggap menjadi penyebab ambeien semakin parah yaitu makanan rendah serat.

Pasalnya, serat berperan penting dalam menambah massa dan melembutkan feses sehingga BAB Anda menjadi lancar.

Sementara itu, diet rendah serat bisa menyebabkan sembelit yang dapat memperparah wasir yang dialami.

Bagaimana tidak, sembelit membuat Anda harus mengejan lebih keras saat buang air besar.

Tekanan tersebut akhirnya memicu pembengkakan pembuluh darah di anus yang berisiko menimbulkan wasir.

Beberapa makanan rendah serat yang perlu dihindari selama mengalami ambeien antara lain:

  • daging merah,
  • ikan atau ayam,
  • telur,
  • susu dan produk olahannya, seperti es krim, keju atau yoghurt,
  • sayuran segar tanpa kulit atau biji,
  • buah-buahan seperti pisang, melon, dan buah persik,
  • roti putih,
  • pasta yang terbuat dari tepung putih, dan
  • nasi putih.

2. Makanan pedas

Pada dasarnya, makanan pedas menyebabkan ambeien secara langsung, melainkan memperparah gejala wasir yang sudah ada.

Begini, konsumsi makanan pedas dapat merangsang saluran pencernaan dan terlalu banyak mengonsumsi cabai dapat menyebabkan diare.

Nah, diare bisa memicu iritasi pada bagian lapisan anus. Selain itu, kebiasaan BAB Anda mungkin akan berubah akibat makan makanan pedas.

Makanan pedas dapat menimbulkan sensasi panas dan rasa sakit ketika buang air besar, termasuk pasien ambeien.

Maka dari itu, usahakan untuk membatasi konsumsi makanan pedas karena dikhawatirkan bisa menjadi penyebab ambeien semakin parah.

3. Makanan olahan

Jenis makanan lainnya yang bisa memperparah gejala ambeien yang dialami yaitu makanan olahan.

Pengaruh makanan olahan terhadap wasir sebenarnya tidak jauh berbeda dengan makanan rendah serat.

Makanan olahan mengandung garam yang cukup tinggi, tetapi rendah serat. Hal ini tentu bisa meningkatkan risiko sembelit yang dapat memperparah gejala wasir.

Itu sebabnya, makanan olahan seperti sosis atau nugget sangat perlu dihindari oleh penderita ambeien.

4. Makanan berlemak

Makanan berlemak menjadi salah satu makanan penyebab ambeien karena proses pencernaannya lebih lama dibandingkan makanan lainnya.

Semakin lama makanan dicerna, makanan akan semakin mengeras di perut sebelum dikeluarkan.

Tidak heran bila konsumsi terlalu banyak makanan berminyak dan berlemak berisiko lebih tinggi terhadap masalah pencernaan, termasuk wasir.

Oleh karena itu, Anda perlu mengurangi makanan yang digoreng dan penggunaan minyak serta mentega.

Beberapa makanan tersebut mengandung lemak yang cukup tinggi dan mungkin bisa menyebabkan sembelit yang memengaruhi gejala ambeien.

Makanan yang baik untuk ambeien

Beberapa makanan mungkin menjadi penyebab risiko ambeien semakin tinggi.

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena beberapa makanan di bawah ini cenderung baik dikonsumsi pada penderita wasir.

Sebagai contoh, makanan berserat tinggi sangat direkomendasikan untuk Anda dengan ambeien.

Pasalnya, serat membantu melancarkan buang air besar yang meringankan rasa sakit, ter saat mengejan.

Selain itu, minum air dan cairan bening lainnya pun membantu serat agar bekerja lebih baik.

Tanyakan dahulu kepada dokter terkait kebutuhan cairan harian yang perlu dipenuhi, termasuk ketika mengalami ambeien.

Untuk memudahkan Anda, beberapa makanan berserat tinggi yang dianjurkan untuk meredakan dan mencegah kambuhnya wasir antara lain:

  • kacang-kacangan,
  • polong-polongan,
  • biji-bijian utuh, seperti oats, jelai, jagung, atau beras merah,
  • sayur-sayuran tinggi serat, seperti brokoli, kubis, atau kangkung,
  • sayuran berakar, seperti ubi jalar, wortel, dan kentang,
  • buah pir,
  • apel,
  • labu, hingga
  • pisang.

Bila mempunyai pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter guna memahami solusi yang tepat untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hemorrhoids – symptoms & causes. (2021). Mayo Clinic. Retrieved 20 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hemorrhoids/symptoms-causes/syc-20360268 

Dietary fiber: Essential for a healthy diet. (2021). Mayo Clinic. Retrieved 20 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/fiber/art-20043983 

Concerned About Constipation?. (n.d). National Institute of Aging. Retrieved 20 September 2021, from https://www.nia.nih.gov/health/concerned-about-constipation 

Mackeown, M. (2019). How can a high fat diet, like the popular keto diet, lead to digestive problems?. Nutritionist Resource. Retrieved 20 September 2021, from https://www.nutritionist-resource.org.uk/memberarticles/how-can-a-high-fat-diet-like-the-popular-keto-diet-lead-to-digestive-problems 

McDonald, E. (2018). A hot topic: Are spicy foods healthy or dangerous?. UChicago Medicine. Retrieved 20 September 2021, from https://www.uchicagomedicine.org/forefront/health-and-wellness-articles/spicy-foods-healthy-or-dangerous 

Eating, Diet, & Nutrition for Hemorrhoids. (2016). National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Retrieved 20 September 2021, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/hemorrhoids/eating-diet-nutrition

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro