Mencukur Rambut Bayi, Sebenarnya Buat Apa, Sih?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Di Indonesia, ada tradisi untuk menggunduli kepala bayi yang baru berusia beberapa bulan. Tradisi ini sudah dilakukan secara turun-temurun. Menggunduli kepala bayi bahkan menjadi salah satu peristiwa yang penting bagi orangtua dan keluarga besar si bayi. Di samping tradisi yang dijalani tersebut, banyak orang juga percaya bahwa mencukur rambut bayi sampai pelontos bisa memperkuat akar rambut. Ketika tumbuh lagi, rambut bayi pun akan jadi lebih kuat dan lebat. Oleh karena itu, banyak orangtua yang memilih untuk mencukur habis rambut bayinya, biasanya sebelum si bayi mencapai umur 40 hari. Akan tetapi, tak sedikit pula orangtua yang memilih untuk membiarkan rambut si bayi tumbuh seperti sewajarnya.

Bagaimana dengan Anda? Jika Anda masih ragu untuk menggunduli rambut bayi Anda, pertimbangkan dulu hal-hal di bawah ini.  

Tradisi mencukur rambut bayi

Banyak masyarakat Indonesia percaya bahwa mencukur rambut bayi bisa mendatangkan berbagai manfaat, bahkan hingga bertahun-tahun kemudian. Menggunduli kepala bayi diyakini sebagai suatu ritual keagamaan serta budaya yang tidak bisa dikompromikan. Baik bayi perempuan maupun laki-laki harus digunduli paling cepat seminggu setelah lahir atau paling lambat 40 hari kemudian. Setelah dicukur sampai pelontos, bayi diharapkan akan dijauhkan dari berbagai pengaruh dan kekuatan yang negatif.

Prosesi mencukur rambut bayi ini juga kerap dijadikan sebagai momentum untuk bersyukur dan berterima kasih atas keberhasilan proses persalinan si bayi dan ibunya. Maka, memotong rambut bayi adalah pilihan masing-masing orangtua dan keluarga.

BACA JUGA: 10 Mitos Seputar Menyusui: Mana yang Benar, Mana yang Hoax?

Apakah rambut akan tumbuh lebih kuat dan lebat setelah dicukur?

Selain memercayai tradisi yang sudah turun-temurun, banyak orangtua juga percaya bahwa jika rambut bayi sudah dicukur habis sampai pelontos, rambut baru yang tumbuh akan jadi lebih kuat dan lebat. Kepercayaan ini berangkat dari mitos bahwa rambut bayi masih sangat lembut dan rapuh, sehingga kalau tidak digunduli, si bayi akan tumbuh dewasa dengan rambut bayinya yang mudah patah. Hal yang banyak dipercaya oleh masyarakat ini ternyata memang hanya sebatas mitos saja. Secara medis, menggunduli kepala bayi tidak akan membuat rambut baru yang tumbuh jadi lebih kuat dan lebat.

Rambut manusia tumbuh dari folikel yang berada di bawah lapisan kulit kepala. Meskipun Anda mencukur rambut bayi sampai gundul merata dan kulit kepalanya terasa sangat halus, folikel rambut bayi Anda tidak akan terpengaruh sama sekali. Maka, rambut baru yang tumbuh setelah dicukur sampai pelontos akan tetap memiliki sifat yang sama seperti sebelumnya. Rambut baru yang tumbuh mungkin memang terasa lebih lebat, tetapi itu karena panjangnya jadi merata. Sedangkan rambut bayi yang dibiarkan tumbuh alami panjangnya tidak rata karena tiap helai rambut memiliki kecepatan tumbuh yang berbeda-beda. Akibatnya, jika Anda mengusap kepala si buah hati, rambutnya akan terasa lebih tipis dibandingkan rambut bayi yang kepalanya pernah digundul.  

Banyak orangtua juga merasa khawatir karena rambut bayi yang tidak digundul akan rontok sendiri. Pada kenyataannya, hal tersebut tidak menandakan bahwa rambutnya tidak cukup kuat. Rambut bayi yang tidak pernah digundul memang secara alami akan rontok sendiri, biasanya pada usia kira-kira 4 bulan. Setelah itu, rambut baru yang tumbuh baru akan menunjukkan cirinya yang unik, misalnya keriting, lurus, berwarna hitam legam atau kecokelatan, lebat, atau tipis. Ciri-ciri tersebut dipengaruhi oleh faktor genetik, bukan karena pernah digunduli atau tidak. Rambut yang lebat dan kuat juga bisa didapatkan dengan merawat rambut bayi dengan tepat. 

BACA JUGA: 9 Cara Memanfaatkan Minyak Kelapa untuk Bayi

Tips mencukur rambut bayi Anda

Pada akhirnya, keputusan untuk mencukur rambut bayi jatuh di tangan Anda sendiri. Karena secara medis tidak ada keharusan untuk mencukur rambut si kecil sampai pelontos, Anda bisa memilih untuk membiarkannya tumbuh alami atau menggundulinya agar bayi Anda merasa lebih nyaman. Terutama jika si buah hati sering berada di ruangan atau lingkungan yang udaranya cukup panas dan lembap. Kalau Anda ingin mencukur rambut bayi, berikut adalah tips-tips yang bisa Anda praktikkan sendiri.

  • Tetap tenang dan percaya diri sebelum menggunduli kepala bayi, tapi kalau Anda tidak berani sebaiknya biarkan orang lain yang melakukannya atau tunggu sampai Anda atau pasangan benar-benar siap secara mental
  • Pangku bayi dalam posisi tiduran dengan satu tangan mengangkat rambut yang ingin dipotong dan tangan lain untuk menggunting. Jika Anda takut, mintalah bantuan orang lain agar bisa memangku dan memegangi bayi sementara Anda mencukur rambut bayi Anda
  • Gunakan gunting dengan ujung yang tumpul dan pastikan Anda sudah membasahi rambut bayi dengan air hangat, tapi tak perlu sampai basah kuyup
  • Apabila Anda ingin menggunduli kepala bayi sampai pelontos, gunakan cukuran baru yang belum pernah dipakai dan pastikan untuk mencukurnya sepelan mungkin dengan meratakan dulu kulit kepalanya supaya tidak ada lipatan kulit yang tergores
  • Jika ada goresan pada kulit kepala bayi sampai berdarah, segera bawa ke pusat layanan kesehatan terdekat

BACA JUGA: Warna Rambut Anda Beda Sendiri? Ini yang Memengaruhinya

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

    Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

    Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

    Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

    Tidak sedikit wanita hamil yang belum mengetahui pentingnya yodium. Padahal, kekurangan yodium saat hamil memiliki dampak yang buruk bagi janin.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

    Perkembangan Bayi 2 Minggu

    Bayi Anda kini sudah memasuki usia 2 minggu. Bagaimana perkembangan bayi 2 minggu? Cari tahu kemampuan si kecil ketika berusia 2 minggu di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 6 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    bayi baru lahir

    Tahapan Perkembangan Bayi Baru Lahir 0-7 Minggu

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 15 menit
    manfaat metode kangguru untuk bayi prematur dan berat lahir rendah

    Metode Kangguru untuk Bayi Prematur atau Berat Lahir Rendah

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

    Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    Konten Bersponsor
    potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar

    Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit