8 Cara Terbaik untuk Mengajarkan Anak Membaca

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25/01/2019 . 6 mins read
Bagikan sekarang

Membaca adalah hobi yang bermanfaat bagi siapa pun. Tidak hanya memperkaya wawasan dan pengetahuan, membaca juga mengasah imajinasi dan melatih berempati. Sudah banyak juga penelitian yang melaporkan bahwa hobi membaca dapat membuat hidup kita jadi lebih bahagia. Di sisi lain, kebiasaan membaca harus mulai ditanamkan sejak kecil agar terus berlanjut suka baca buku sampai dewasa. Nah, bagaimana cara mengajarkan anak mulai belajar membaca?

Cara belajar membaca yang menyenangkan untuk anak

membacakan dongeng sebelum tidur

1. Pastikan si kecil sudah mengenal huruf alfabet

Sebelum mulai mengajarkan anak membaca, pastikan dulu si kecil sudah akrab dengan bentuk-bentuk huruf alfabet A sampai Z dan tahu cara melafalkannya. Jika belum, mulailah dengan mengajarkan alfabet lewat lagu, video, atau mainan.

Setelah anak sudah fasih dengan nama huruf dan bentuknya, Anda bisa menanyakan nama huruf secara acak untuk menguji seberapa mantap ingatan anak soal alfabet.

2. Bangun rasa ingin tahu anak terhadap bacaan

Membantu anak belajar membaca akan sulit jika dipaksakan. Nah untuk menarik perhatian anak, Anda bisa mulai coba cara membaca keras-keras sembari mengekspresikan isi bacaan lewat mimik wajah.

Misalnya, Anda membaca dongeng tentang kelinci dan kura-kura yang ikut lomba lari. Anda bisa membaca dialog kura-kura yang sedang berlari dengan gerakan lambat dan raut wajah ngos-ngosan, dan tampilkan raut wajah bermalas-malasan buat dialog si kelinci.

Buat bacaan dalam buku cerita selucu dan semenarik mungkin agar anak ingin terus bisa membaca.

3. Latih dengan 3 kata pendek dalam sehari

Ketika anak sudah menunjukkan minat yang tinggi untuk belajar membaca, mulailah latih dirinya dengan kata-kata sederhana yang akrab didengarnya sehari-hari. Awali tahap pertama dengan ejaan huruf  vokal di belakangnya. Misalnya seperti “I-B-U”, “M-A-U”, “S-U-K-A”, atau “M-A-M-A”. 

Selanjutnya, lanjutkan dengan ejaan akhir huruf konsonan seperti “N-E-N-E-K” atau “M-A-K-A-N” atau “T-I-D-U-R”. Pastikan pelafalan huruf di lidah anak benar.

Terkahir, coba dengan pelafalan yang agak susah seperti akhiran “ng” dan yang ada selipan “ny”. Contohnya pakai kata “N-Y-A-N-Y-I” atau “U-A-N-G” atau “S-E-N-A-N-G”.

Setelah itu, Anda bisa coba kata dengan kata yang lebih sulit dengan huruf mati alfabet di tengah kalimat seperti “K-U-R-S-I” atau “T-R-U-K”.

5. Bikin permainan pakai kartu membaca

Memaksakan anak belajar membaca akan berakhir sia-sia. Maka, Anda bisa menyiasatinya dengan cara belajar sambil bermain. Beli atau buat sendiri kartu membaca sekreatif  mungkin untuk terus membangkitkan minat anak membaca. 

Anda bisa membuatnya dengan kertas karton warna-warni yang dipotong sebesar pamflet A6 dan tempelkan gambar-gambar yang mewakili kata tersebut. Contoh, tempelkan gambar apel dan di bawah gambarnya Anda tulis ejaan “A-P-E-L”.

Bantu anak belajar membaca keras-keras. Setidaknya anak harus belajar membaca sekali dalam sehari.

6. Dukung anak bercerita dengan suara keras di depan

Untuk menguji kemampuan anak belajar membaca, berikan anak 1 kalimat pendek yang ia harus baca keras-keras di depan Anda. Apabila ada ejaan yang salah, jangan langsung marah dan menyalahinya, tapi biarkan dulu anak selesai membaca sambil benahi pelan-pelan.

Buat sesi belajar membaca bagi anak terasa ringan dan santai, namun tetap pastikan ia harus sudah bisa lancar membaca sebelum masuk sekolah.

7. Jangan lupa berikan hadiah atas keberhasilannya

Anda bisa memberikan anak hadiah atas keberhasilannya melewati tahap demi tahap belajar membaca. Beri pujian atas keberaniannya membaca lantang di depan keluarga. Hadiah bisa menjadi dorongan bagi si kecil untuk lebih semangat belajar membaca.

8. Sediakan banyak buku bacaan di rumah

Sementara anak terus belajar membaca, orangtua juga harus menyediakan “umpan” yang lebih banyak dan bervariasi agar ia tidak mudah bosan. Variasi buku bacaan juga dapat membantunya memperkaya kosa kata baru. 

Sediakan buku-buku cerita di kamar atau di rumah tempat anak biasa bermain. Pilih buku bacaan yang kira-kira ceritanya anak sukai, mulai dari kartun atau dongeng klasik. Ini akan membangun rasa ingin tahu anak untuk terus belajar membaca dan menikmati isi cerita.

Tips mendampingi anak saat belajar membaca

membaca buku cerita anak

  • Saat membacakan dongeng untuk anak, pangku dirinya dan letakkan jari Anda di bawah kata-kata bacaan untuk menunjukkan pada anak bahwa tiap kata memiliki sebuah arti.
  • Jangan sungkan untuk menggunakan suara-suara lucu dan suara-suara binatang saat mendongeng bersama anak. Ini akan membantu anak Anda bersemangat untuk melanjutkan ceritanya.
  • Saat bercerita sambil mengeja, usahakan anak Anda jangan fokus melihat gambar terus menerus. Minta ia sesekali mengeja kata demi kata sambil menyambungkan isi cerita.
  • Tunjukkan kepada anak Anda bagaimana peristiwa dalam buku itu mirip dengan peristiwa dalam kehidupan anak sehari-hari, agar ia bersemangat dan antusias.
  • Jika anak Anda mengajukan pertanyaan, hentikan membaca sebentar untuk menjawabnya. Buku cerita dapat membantu anak mengekspresikan pikirannya dan menyelesaikan masalahnya sendiri.
  • Teruslah membaca untuk anak,  bahkan setelah anak sudah bisa belajar membaca. Pasalnya, kemampuan anak membaca kadang belum sepenuhnya tersambung dengan memahami isi cerita. Jadi, di usia belajar ini anak masih butuh bimbingan untuk memahami isi kalimat atau alur cerita yang ia baca.

Butuh kesabaran tingkat tinggi untuk mengajarkan anak membaca, tapi jangan pernah menyerah. Jangan pula merasa sedih atau marah kalau perkembangannya tampak lebih lambat daripada anak lain usia sepantaran. Proses tumbuh kembang masing-masing anak tentu berbeda. Jangan pernah membandingkan kemampuan membaca anak Anda dengan yang lain. Bagaimanapun juga, anak Anda punya bakat dan kemampuan yang terbaik untuk dirinya sendiri.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . 8 mins read

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . 5 mins read

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Tips ini akan membantu Anda menerapkan kebiasaan kesehatan gigi dan mulut pada anak sejak dini. Yuk, cari tahu apa saja caranya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Parenting, Tips Parenting 16/06/2020 . 5 mins read

3 Aktivitas Seru dan Menyenangkan untuk Si Kecil yang Gagap

Orangtua bisa mendorong kemampuan berbicara anak yang gagap lewat aktivitas menyenangkan. Apa saja aktivitas yang cocok untuk anak gagap? Lihat di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Tips Parenting 07/06/2020 . 4 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 mins read
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 7 mins read
ruam susu bayi

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 mins read
pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 mins read