Cuci Hidung untuk Anak, Boleh Dilakukan Apa Tidak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18/02/2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Cuci hidung (irigasi nasal atau nasal irrigation) merupakan salah satu tindakan yang sedang populer dilakukan untuk mengatasi hidung tersumbat, khususnya pada anak. Orangtua biasanya menggunakan suntikan hingga alat semprot khusus cuci hidung. Sebenarnya apakah tindakan cuci hidung itu? Apakah boleh dilakukan pada anak Anda? Simak ulasannya di bawah ini.

Apa itu cuci hidung?

Tindakan cuci hidung adalah terapi yang berasal dari kedokteran tradisional Ayuverda. Terapi ini dilakukan dengan cara membasahi lapisan mukosa hidung dengan cairan salin (cairan mengandung elektrolit yang biasa terdapat pada cairan infus). Tindakan tersebut dipakai sebagai terapi tambahan pada pasien dengan masalah saluran pernapasan atas.

Selain menggunakan cairan salin, tindakan pembersihan hidung ini biasanya dilakukan dengan menggunakan alat yang dapat memberikan tekanan positif rendah seperti alat penyemprot khusus, alat suntik, atau dengan teknik yang memanfaatkan gaya gravitasi sepert neti pot. Cairan salin yang dimasukkan ke salah satu lubang hidung akan mengalir keluar melalui lubang hidung sebelahnya.

Manfaat tindakan cuci hidung

Tindakan ini direkomendasikan oleh dokter spesialis THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorok) atau dokter anak pada pasien dengan keluhan hidung tersumbat. Mulai dari selesma, rhinosinusitis (peradangan pada hidung dan sinus) yang bersifat akut maupun kronis, hingga rhinitis alergi (peradangan hidung akibat alergi).

Manfaat tindakan ini antara lain dapat mengendalikan produksi cairan dan kelembapan di rongga hidung sehingga tempat berkumpulnya bakteri dapat dicegah.  Melalui tindakan ini, gejala penyakit seperti hidung tersumbat pun dapat berkurang dan mengurangi penggunaan obat-obat dekongestan, mukolitik, dan antibiotik.

Selain itu, adanya kandungan ion dalam cairan salin tersebut dapat membantu menurunkan kekentalan dahak, mencegah kerusakan sel, membantu perbaikan sel selama proses peradangan, dan mengurangi jumlah kematian sel epitel.

Itulah mengapa cuci hidung dilihat sebagai terapi yang praktis dan cukup efektif untuk melegakan pernapasan dan hidung anak. Pasalnya, kebanyakan anak belum menguasai cara membersihkan hidung dengan benar ketika sedang pilek.

Jadi, apakah tindakan cuci hidung boleh dilakukan pada anak?

Tindakan cuci hidung boleh dilakukan pada anak. Tindakan ini tergolong aman dan dapat memberi manfaat bagi anak Anda, terutama mereka yang mempunyai gejala hidung tersumbat seperti pada penyakit flu, selesma, rhinosinusitis, dan rhinitis alergi. Apalagi bagi anak Anda terkadang masih sulit untuk mengeluarkan ingus dari hidungnya. Tindakan ini dinilai cukup membantu.

Akan tetapi, hal yang perlu diingat ketika melakukan tindakan cuci hidung ini adalah jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan. Jangan lupa untuk mencuci tangan Anda terlebih dahulu serta selalu membersihkan peralatan yang digunakan. Cairan salin yang digunakan pun juga harus dalam kondisi yang steril.

Jika Anda masih bingung dengan cara penggunaan, dosis cairan salin, atau cara penyimpanan peratalannya, diskusikan langsung dengan dokter anak atau petugas kesehatan di Posyandu dan Puskesmas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Cacingan masih menjadi masalah kesehatan yang mengkhawatirkan. Belum lagi cacingan diduga bisa jadi penyebab stunting pada anak. Cari tahu lebih jauh, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Konten Bersponsor
penyebab stunting
Kesehatan Anak, Parenting 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penularan Penyakit

Batuk ada etikanya, tak bisa sembarangan. Bukan cuma masalah kesopanan, tapi juga demi kesehatan. Simak etika batuk yang benar di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Konten Bersponsor
Batuk ke arah siku etika batuk
Batuk, Kesehatan Pernapasan 02/07/2020 . Waktu baca 7 menit

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Sebagai orangtua baru, tak perlu takut saat memandikan bayi, Berikut panduan atau cara memandikan bayi baru lahir untuk Anda praktikkan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Kadang, ibu tidak memperhatikan kapan harus mengganti popok dan cenderung membiarkan bayinya memakai popok terlalu lama. Ini akibatnya pada bayi Anda.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bayi demam naik turun

Penyebab Demam Naik Turun Pada Bayi (dan Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 3 menit
mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

Kejang Dengan Demam (Kejang Febrile)

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 6 menit
mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

Yang Harus Anda Lakukan Saat Anak Anda Kejang

Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 4 menit
mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

Apa yang Harus Diakukan Jika Anak Step (Kejang Demam)

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 5 menit