Cuci Hidung untuk Anak, Boleh Dilakukan Apa Tidak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Cuci hidung (irigasi nasal atau nasal irrigation) merupakan salah satu tindakan yang sedang populer dilakukan untuk mengatasi hidung tersumbat, khususnya pada anak. Orangtua biasanya menggunakan suntikan hingga alat semprot khusus cuci hidung. Sebenarnya apakah tindakan cuci hidung itu? Apakah boleh dilakukan pada anak Anda? Simak ulasannya di bawah ini.

Apa itu cuci hidung?

Tindakan cuci hidung adalah terapi yang berasal dari kedokteran tradisional Ayuverda. Terapi ini dilakukan dengan cara membasahi lapisan mukosa hidung dengan cairan salin (cairan mengandung elektrolit yang biasa terdapat pada cairan infus). Tindakan tersebut dipakai sebagai terapi tambahan pada pasien dengan masalah saluran pernapasan atas.

Selain menggunakan cairan salin, tindakan pembersihan hidung ini biasanya dilakukan dengan menggunakan alat yang dapat memberikan tekanan positif rendah seperti alat penyemprot khusus, alat suntik, atau dengan teknik yang memanfaatkan gaya gravitasi sepert neti pot. Cairan salin yang dimasukkan ke salah satu lubang hidung akan mengalir keluar melalui lubang hidung sebelahnya.

Manfaat tindakan cuci hidung

Tindakan ini direkomendasikan oleh dokter spesialis THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorok) atau dokter anak pada pasien dengan keluhan hidung tersumbat. Mulai dari selesma, rhinosinusitis (peradangan pada hidung dan sinus) yang bersifat akut maupun kronis, hingga rhinitis alergi (peradangan hidung akibat alergi).

Manfaat tindakan ini antara lain dapat mengendalikan produksi cairan dan kelembapan di rongga hidung sehingga tempat berkumpulnya bakteri dapat dicegah.  Melalui tindakan ini, gejala penyakit seperti hidung tersumbat pun dapat berkurang dan mengurangi penggunaan obat-obat dekongestan, mukolitik, dan antibiotik.

Selain itu, adanya kandungan ion dalam cairan salin tersebut dapat membantu menurunkan kekentalan dahak, mencegah kerusakan sel, membantu perbaikan sel selama proses peradangan, dan mengurangi jumlah kematian sel epitel.

Itulah mengapa cuci hidung dilihat sebagai terapi yang praktis dan cukup efektif untuk melegakan pernapasan dan hidung anak. Pasalnya, kebanyakan anak belum menguasai cara membersihkan hidung dengan benar ketika sedang pilek.

Jadi, apakah tindakan cuci hidung boleh dilakukan pada anak?

Tindakan cuci hidung boleh dilakukan pada anak. Tindakan ini tergolong aman dan dapat memberi manfaat bagi anak Anda, terutama mereka yang mempunyai gejala hidung tersumbat seperti pada penyakit flu, selesma, rhinosinusitis, dan rhinitis alergi. Apalagi bagi anak Anda terkadang masih sulit untuk mengeluarkan ingus dari hidungnya. Tindakan ini dinilai cukup membantu.

Akan tetapi, hal yang perlu diingat ketika melakukan tindakan cuci hidung ini adalah jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan. Jangan lupa untuk mencuci tangan Anda terlebih dahulu serta selalu membersihkan peralatan yang digunakan. Cairan salin yang digunakan pun juga harus dalam kondisi yang steril.

Jika Anda masih bingung dengan cara penggunaan, dosis cairan salin, atau cara penyimpanan peratalannya, diskusikan langsung dengan dokter anak atau petugas kesehatan di Posyandu dan Puskesmas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Efektif Mengajarkan Anak Gosok Gigi

Mengajarkan anak gosok gigi memang gampang-gampang susah. Lantas, bagaimana caranya agar mereka mau menggosok gigi secara teratur? Simak tipsnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Parenting, Tips Parenting 16 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Tips Mencari Tahu dan Mengembangkan Bakat Anak

Setiap anak memiliki bakat yang berbeda. Orang tua perlu mengenali dan membantu mengembangkan bakat anak sejak dini. Bagaimana caranya?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Parenting, Tips Parenting 10 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Memaksa Anak Jago Olahraga

Banyak orangtua yang memaksa anak untuk berprestasi dalam olahraga. Ambisi orang tua yang lebih besar membuat olahraga bagi anak kehilangan manfaat aslinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kebugaran, Hidup Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Cara Menghilangkan Dahak pada Anak Secara Alami

Dahak yang menumpuk di tenggorokan bisa membuat anak Anda tidak nyaman. Berikut cara alami yang dapat membantu menghilangkan dahak pada anak.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Parenting, Tips Parenting 9 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perkembangan anak 16 tahun

Perkembangan Anak Usia 16 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 27 September 2020 . Waktu baca 6 menit
ketotifen

Mengenal Cuci Hidung Beserta Caranya untuk Atasi Alergi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 9 menit
gangguan atau penyimpangan makan pada remaja

Penyebab Gangguan Makan pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 19 September 2020 . Waktu baca 10 menit
pendidikan montessori

Mengenal Metode Pendidikan Montessori: Membebaskan Anak untuk Bereksplorasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 4 menit