Usia Berapa Anak Boleh Duduk di Kursi Depan saat Naik Mobil?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 25/03/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anak-anak suka sekali duduk di kursi depan mobil. Mereka begitu ceria menemani Anda menyetir seolah-olah sedang mengendarai mobil Ayah atau Ibunya. Mereka juga tentu senang duduk di depan, di sebelah Anda sambil berbincang.

Namun, tahukah Anda bahwa sebenarnya tidak aman memberikan tempat mendudukkan anak di kursi depan? Walaupun ada safety belt yang melindungi penumpang dan ada airbag yang dapat melindungi jika terjadi kecelakaan saat duduk di kursi depan, sebenarnya ini masih tidak cukup untuk proteksi anak. Inilah beberapa hal yang haru

Airbag ternyata didesain untuk orang dewasa, bukan anak-anak

Pabrik mobil pada standarnya mendesain airbag untuk melindungi orang dewasa yang tingginya sekira 170 centimeter. Jadi airbag tidak didesain untuk anak-anak. Bahkan jika seorang anak mengenakan sabuk pengaman dengan benar saat mengendarai di kursi depan, mereka kemungkinan bisa mengalami cedera akibat airbag.

Saat terjadi kecelakaan, airbag keluar dan mengembang dengan cepat dalam waktu 1/20 per detik. Pada kecepatan tinggi ini, airbag dapat digunakan pada kecepatan 200 mil per jam. Ini memberikan kekuatan yang signifikan bagi anak yang lebih muda dan lebih ringan. Airbag dapat menghimpit atau melempar anak-anak yang duduk di kursi depan.

Anak-anak yang duduk di kursi depan berisiko mengalami cedera kepala ketika airbang mengembang. Airbag bisa mengangkat mereka dari kursi dan membentur bagian atas mobil. Lantas, apakah harus menunggu anak berusia dewasa supaya ia boleh duduk di kursi depan mobil? Cari tahu penjelasannya selanjutnya.

Kapan anak boleh duduk di kursi depan mobil?

Persoalan bagi orangtua, kadang sulit memberikan pengertian ke anak mengapa mereka tidak aman duduk di kursi depan. Jika anak-anak tetap ingin duduk di kursi depan, orangtua dapat melindungi mereka dari cedera dengan mengikuti langkah-langkah seperti berikut:

  • Geser kursi depan sejauh mungkin ke belakang agar jauh dari dashboard tempat airbag tersimpan. Dengan posisi kursi yang agak jauh dari area mengembangnya airbag, anak-anak relatif lebih aman ketika terjadi kecelakaan.
  • Pastikan anak-anak sudah mengenakan sabuk pengaman dengan benar. Sabuk pengaman harus melewati dada bagian atas, bukan leher. Sabuk bagian bawah harus diletakkan di atas paha, bukan di bagian perut.

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan agar anak berusia 13 tahun ke bawah menggunakan sabuk pengaman untuk keselamatan. Ini adalah pedoman berdasarkan usia untuk menggunakan kursi mobil yang sesuai.

1. Usia kelahiran sampai 2 tahun

Untuk usia ini, anak belum disarankan duduk di kursi depan mobil. Ia harus duduk di kursi mobil khusus anak yang menghadap ke belakang. Biasanya ini dilakukan sampai mereka berusia minimal 2 tahun.

2. Usia 2 hingga 8 tahun (atau lebih)

Saat di mobil, anak-anak harus duduk di kursi yang menghadap ke depan sampai mereka mencapai ketinggian tinggi atau batas berat kursi mereka. Kursi mobil ini melindungi dari gerakan maju jika terjadi tabrakan. Kursi harus memiliki batas berat dan tinggi yang terdaftar. Biasanya, batas berat maksimum adalah antara 18 kg hingga 29 kg.

3. Usia 8 hingga 12 tahun

Ketika seorang anak telah melampaui batas berat dan tinggi untuk kursi yang menghadap ke depan, mereka akan membutuhkan kursi atau bantalan peninggi agar posisi sabuk sesuai. Ini membantu anak duduk di sudut dan ketinggian paling aman untuk mencegah cedera dalam kecelakaan mobil.

Anak-anak biasanya akan tinggal di kursi khusus anak atau booster ini sampai tinggi mereka lebih dari 122 cm. Kursi booster ini memastikan sabuk pengaman pas di bagian tubuh anak yang terkuat sehingga mereka cenderung tidak terluka jika terjadi kecelakaan.

4. Anak di atas 13 tahun

Remaja sudah dapat duduk di kursi depan dan harus selalu memakai sabuk pengaman dengan benar.

Kini Anda sudah tahu kapan usia yang tepat bagi anak untuk bisa duduk di kursi depan. Selalu ingat ketentuan usia anak dan posisi duduknya. Jangan lupa orangtua perlu memastikan kondisi fisiknya agar bisa berkendara dengan aman bersama anak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
susu formula anak

Supaya Imun Anak Kuat, Ini Kandungan yang Harus Ada Dalam Susu Formulanya

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 14/04/2020 . Waktu baca 4 menit