Periode Perkembangan

Tips Aman dan Sehat Memberi Bayi Minum dari Botol Dot

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

ASI dan susu formula bayi yang sesuai disarankan sebagai sumber utama nutrisi untuk semua bayi yang berusia di bawah 12 bulan. ASI adalah sumber nutrisi utama, tetapi susu formula bayi adalah satu-satunya alternatif yang cocok bila ASI tidak tersedia.

Bayi berusia di bawah 12 bulan tidak boleh diberi makan:

  • Susu sapi skim, biasa (regular), atau rendah lemak
  • Susu bubuk atau susu kental manis
  • Sereal dan minuman berbahan dasar tumbuhan polong (seperti beras, gandum atau kedelai)
  • Kacang dan minuman berbahan dasar biji (seperti almond atau biji labu)
  • Semua makanan yang dibuat sendiri menggunakan resep rumahan.

Komposisi susu formula bayi terus berubah, karena sejumlah penelitian terus memberikan pemahaman yang lebih besar tentang peranan bahan-bahan unik yang terkandung dalam ASI. Berbagai bahan baru pun telah ditambahkan ke susu formula dalam beberapa tahun terakhir.

Starter atau susu formula pertama

Ada berbagai susu formula pertama yang diberikan berdasarkan protein susu sapi yang dikandungnya (whey atau kasein). Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan tentang susu formula pertama untuk bayi Anda:

  • Susu formula cocok untuk bayi yang baru lahir sampai berusia 12 bulan.
  • Susu formula terkadang dapat membingungkan karena labelnya mencantumkan berbagai macam zat aditif, seperti LCPUFA (rantai panjang asam lemak tak jenuh ganda atau asam lemak omega-3), probiotik atau prebiotik. Bahan-bahan ini ditambahkan karena mereka juga ditemukan secara alami dalam ASI. Yang paling penting untuk diingat adalah pemilihan starter atau susu formula pertama yang cocok, jika bayi Anda berada di bawah usia 6 bulan.
  • Susu formula berbahan dasar kedelai atau susu kambing juga tersedia. Lagi-lagi, pilihlah produk yang cocok untuk usia bayi Anda.

Peringatan untuk mengganti susu formula

Jika anak Anda memiliki pola makan atau tidur yang buruk, gelisah, atau ‘kolik’, Anda mungkin berpikir kalau Anda perlu mengubah susu formula yang Anda gunakan. Ada sedikit bukti kalau cara ini tepat pada sebagian besar bayi. Mintalah nasihat dari perawat kesehatan anak Anda atau dari dokter, sebelum beralih ke susu formula lain.

Susu formula kedelai

Susu formula berbahan kedelai muda cocok untuk bayi dengan kondisi medis tertentu, seperti alergi terhadap susu sapi. Bedakan susu formula ini dengan susu berbahan kedelai biasa, yang tidak memberikan nutrisi yang cocok untuk bayi.

Susu formula “follow on”

Susu formula ini cocok untuk bayi usia 6 bulan ke atas. Ini pilihan Anda, apakah ingin menggunakannya atau tidak. Susu formula “follow on” tersedia dengan bahan dasar susu sapi, kedelai, atau susu kambing. Susu ini dibuat untuk bayi di atas usia 6 bulan dan mengandung kandungan protein dan mineral yang lebih tinggi dari susu formula starter.

Jumlah susu formula yang dibutuhkan

  • Dari usia 5 hari sampai 3 bulan, bayi yang sehat akan membutuhkan sekitar 150 ml susu formula per kilogram berat badan, setiap harinya. Sebagai contoh, bayi yang memiliki berat 3kg akan membutuhkan 450ml susu formula setiap harinya.
  • Dari usia 3-6 bulan, angka ini jatuh ke 120ml susu formula per kilogram berat badan setiap hari. Dari 6-12 bulan, jatuh lagi ke angka 90-120 ml susu formula per kilogram berat badan setiap hari.
  • Bayi prematur membutuhkan lebih banyak susu formula. Pada awalnya, mereka biasanya membutuhkan sekitar 160-180 ml formula per kilogram berat badan per hari. Dokter neonatal atau perawat kesehatan ibu dan anak akan memberi nasihat kepada Anda.

Temui dokter atau perawat kesehatan ibu dan anak jika Anda khawatir tentang nafsu makan atau pertumbuhan bayi Anda.

Cara mempersiapkan susu formula

Sebelum dan saat mempersiapkan susu formula untuk anak Anda, selalu ingat untuk:

  • Cuci tangan Anda secara menyeluruh dan pastikan tempat Anda menyiapkan susu formula bersih.
  • Periksa tanggal pada bagian bawah kaleng atau sachet untuk memastikan susu formula belum kedaluwarsa.
  • Gunakan susu formula tersebut dalam satu bulan sejak membuka kaleng.
  • Ikuti petunjuk pabrikan secara teliti. Akurasi sangatlah penting untuk memastikan bayi Anda menerima nutrisi yang tepat.
  • Rebus air yang bersih dan segar dalam ketel atau panci.
  • Jangan biarkan air mendingin selama lebih dari 30 menit sebelum membuat susu formula. Air panas membantu membunuh bakteri (kuman) dalam bubuk susu.
  • Tuang air matang ke dalam botol sesuai jumlah yang disarankan.
  • Gunakan sendok yang disediakan susu formula untuk mengukur jumlah bubuk secara tepat. Sendok dari merek lain mungkin lebih besar atau lebih kecil. Jangan menggunakan setengah sendok karena mungkin tidak akurat. Tuang bubuk dari sendok secara penuh ke gelas (buang jika ada sisa).
  • Ratakan ketinggian bubuk dengan pisau steril atau spatula (jangan dibuang). Tambahkan bubuk ke botol berisi air matang.
  • Tempatkan cakram dan tutup pada bagian atas botol, dan kocok sampai tercampur rata.
  • Buat hanya satu botol pada satu waktu. Kuman dapat dengan mudah tumbuh dalam susu formula yang telah disiapkan, dan dapat membuat bayi Anda sakit.
  • Jangan pernah hangatkan botol dalam oven microwave. Hal ini tidak aman karena pemanasan yang terjadi tidak merata dan mungkin dapat membuat ‘hot spots’ dalam botol yang dapat membakar mulut bayi Anda.
  • Anda dapat menghangatkan botol dengan menegakkannya dalam wadah air panas (tidak mendidih) selama 10 menit.
  • Uji suhu dengan meneteskan susu ke bagian dalam pergelangan tangan Anda. Suhu yang terasa seharusnya sama dengan suhu yang dirasakan kulit Anda. Jika terlalu panas, dinginkan botol dengan air mengalir atau dalam wadah air dingin. Tes ulang di pergelangan tangan Anda sebelum memberikan susu formula pada bayi Anda.
  • Jika Anda akan bepergian lama, bawa air panas dalam termos dan susu formula secara terpisah, dan persiapkan susu hanya ketika diperlukan.
  • Ketika kaleng susu formula habis, buang sendok yang disediakan bersama kaleng susu formula.
  • Baca instruksi dengan baik jika Anda mengubah merek susu formula untuk memastikan Anda menggunakan jumlah air dan bubuk susu yang tepat.

Jangan gunakan susu formula sisa

Gunakan botol yang segar setiap memberi susu. Buang susu sisa atau ASI yang diperas setelah memberi susu. Jangan pernah memberikan sisa susu pada bayi Anda karena bisa menumbuhkan bakteri (kuman) yang bisa membuat bayi Anda sakit.

Jangan menambahkan makanan lain, seperti sereal beras bayi, ke dalam susu formula. Jika Anda berpikir bayi Anda membutuhkan lebih banyak makanan dari yang direkomendasikan, temui perawat kesehatan ibu dan anak Anda.

Nikmati waktu menyusui dengan bayi Anda

Waktu menyusui adalah waktu untuk berinteraksi bersama dan berkomunikasi. Sama seperti orang dewasa dan anak-anak yang menikmati bicara satu sama lain pada waktu makan, begitu pula bayi. Pegang bayi Anda dekat dengan tubuh Anda, menghadap ke arah Anda ketika menyusui dari botol. Ini bisa menjadi pengalaman sosial menyenangkan bagi Anda berdua.

Segera ambil botol bayi Anda bila sudah selesai

Jangan menidurkan bayi Anda dengan kondisi masih minum dari botol. Ini bahaya karena bisa membuat bayi Anda tersedak. Selain itu, anak yang secara teratur minum susu dengan cara ini lebih mungkin terkena infeksi telinga tengah dan kerusakan gigi.

Peralatan untuk memberi minum dengan botol

Baik menggunakan botol untuk ASI atau susu formula bayi, peralatan yang akan Anda perlukan antara lain:

  • Susu formula bayi atau ASI
  • Air bersih
  • Botol
  • Dot
  • Peralatan sterilisasi (atau bahan kimia pensteril)

Botol untuk ASI atau susu formula bayi

Ketika membeli botol, ingat bahwa:

  • Anda akan membutuhkan setidaknya tiga botol besar dengan tutup anti bocor, cakram, dan dot
  • Botol plastik lebih baik, karena botol kaca lebih mudah pecah
  • Botol harus halus di permukaan bagian dalam (tidak ada benjolan atau lekukan), sehingga lebih mudah dibersihkan
  • Botol harus ditandai skala ukuran yang jelas yang tidak akan hilang seiring bertambahnya waktu

Dot untuk memberi minum dengan botol

Ketika memilih dot, pertimbangkan:

  • Laju alir  – periksa label untuk memastikan dot memiliki laju aliran yang tepat untuk usia bayi Anda. Sebagai contoh, dot yang dirancang untuk bayi yang lebih tua dapat membanjiri mulut bayi yang baru lahir dengan terlalu banyak susu dan dapat menyebabkan bayi tersedak
  • Uji aliran – tahan botol terbalik dan susu seharusnya menetes keluar pada laju yang konstan dan stabil. Jika menetes terlalu lambat, bayi Anda akan kelelahan sebelum menghabiskan minuman mereka. Jika aliran kencang, bayi Anda dapat berliur dan menyemprotkan susunya dan tidak akan menikmati minumannya. Bayi sebaiknya perlu 15-30 menit untuk minum satu botol.
  • Bentuk dot – banyak produsen mengklaim bahwa bentuk dot mereka adalah persis dengan puting ibu dalam mulut bayinya, tapi tidak ada bukti bahwa setiap desain dot adalah yang terbaik. Puting ‘Orthodontic‘ tidak lebih baik dari puting biasa dan mungkin, pada kenyataannya, tidak baik bagi perkembangan lanjutan gigi. Seiring waktu, Anda akan menemukan dot terbaik untuk bayi Anda.
  • Udara – gelembung udara harus naik melalui susu selama bayi minum. Jika dot merata saat minum, longgarkan sedikit tutupnya.

Sterilkan semua peralatan untuk memberi minuman dengan botol

Anda harus mensterilkan (benar-benar membersihkan dan membunuh semua kuman) semua peralatan Anda sampai bayi Anda berusia 12 bulan. Ini sangatlah penting.

Ingat beberapa hal penting ini:

  • Uap dapat menyebabkan luka bakar berat pada kulit, jadi hati-hati saat merebus atau mengepul peralatan.
  • Tempatkan semua peralatan di luar jangkauan anak-anak.
  • Tangani peralatan steril secara teliti dan jangan menyentuh permukaan dalam botol atau dot.
  • Pertama, cuci semua peralatan dalam air sabun yang hangat. Gunakan sikat botol bersih untuk benar-benar menghapus semua sisa susu, lalu bilas, kemudian sterilkan. Anda dapat menggunakan metode sterilisasi yang berbeda, seperti pendidihan, bahan kimia, uap, atau dengan microwave.

Beberapa hal penting untuk diingat

  • ASI adalah pilihan makan utama untuk bayi.
  • Jika ASI tidak tersedia, maka susu formula bayi adalah alternatif yang sesuai.
  • ASI atau susu formula harus menjadi susu utama yang digunakan sampai bayi berusia 12 bulan.
  • Pilih susu formula yang sesuai dengan usia dan kebutuhan bayi Anda.
  • Jika bayi Anda memiliki masalah makan atau minum, bicarakanlah dengan perawat kesehatan ibu dan anak Anda atau dokter sebelum beralih merek.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca