Normalnya, bayi dilahirkan pada usia kandungan sekitar 39-41 minggu. Namun, beberapa bayi mungkin lahir lebih cepat, yaitu pada usia kandungan kurang dari 37 minggu. Nah, hal inilah yang disebut sebagai kelahiran prematur.

Karena lahir lebih awal, bayi prematur tentu mempunyai berat dan panjang yang lebih kecil dibandingkan bayi normal. Perkembangan organnya pun belum cukup matang dibandingkan bayi normal. Oleh karena itu, pertumbuhan dan perkembangan bayi prematur mungkin agak berbeda dengan bayi normal. Dengan begitu, penting bagi Anda untuk menyesuaikan usia bayi prematur dengan usia yang sebenarnya (usia koreksi).

Menghitung usia bayi yang lahir prematur

Menghitung usia bayi prematur yang sebenarnya penting untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi sesuai usianya, di mana berbeda dengan bayi normal. Bayi Anda yang lahir prematur mungkin memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang sedikit terlambat dibandingkan bayi normal yang lahir pada hari yang sama. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena ini wajar. Anda harus mempertimbangkan usia koreksi pada bayi prematur.

Menghitung usia koreksi pada bayi prematur tidaklah sulit. Anda bisa mencoba menghitungnya sendiri di rumah.

  • Pertama, mulailah dengan menghitung usia bayi Anda sejak lahir (dalam minggu)
  • Kemudian, kurangi usia tersebut dengan jumlah minggu yang kurang jika bayi lahir normal

Contoh, bayi Anda lahir pada usia kehamilan 34 minggu, sehingga bayi Anda masih kurang 6 minggu (dari 40 minggu) untuk bisa lahir cukup bulan. Jika sekarang bayi Anda berusia 6 bulan (24 minggu), maka usia bayi Anda sebenarnya adalah 24 minggu – 6 minggu = 18 minggu atau 4,5 bulan.

Mengapa kita perlu menyesuaikan usia bayi prematur?

Pertumbuhan dan perkembangan bayi lahir prematur biasanya mengalami keterlambatan dibandingkan bayi yang lahir cukup bulan di usia yang sama. Hal ini tentu membuat Anda sebagai orangtua merasa khawatir. Namun, sebenarnya ini adalah hal wajar.

Di samping karena memang perkembangan dan pertumbuhan bayi yang pasti beda antar individu, bayi prematur juga lahir lebih dulu sehingga ia perlu mengejar ketertinggalan perkembangannya saat masih dalam kandungan. Saat bayi lahir lebih dulu dari yang seharusnya, otak dan sistem sarafnya belum berkembang dengan baik atau belum cukup matang dibandingkan bayi cukup bulan di usia yang sama.

Dengan menghitung usia bayi prematur yang sebenarnya, ini dapat membantu Anda dalam menilai perkembangan dan pertumbuhan bayi prematur yang seharusnya (yang pasti berbeda dengan bayi normal). Dengan begitu, Anda menjadi tidak terlalu khawatir dengan perkembangan bayi Anda (yang mungkin Anda pikir terlambat dibandingkan bayi cukup bulan).

Anda hanya perlu menyesuaikan usia anak dengan usia yang sebenarnya sampai anak berusia 2-2,5 tahun. Mengapa? Karena biasanya pada usia ini anak bisa dengan cepat mengejar ketertinggalannya. Sehingga, pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia ini lama-kelamaan akan menyamai anak yang lahir cukup bulan. Dengan catatan, lingkungan anak, seperti gizi dan stimulasi anak tercukupi dengan baik.

Baca Juga:

Sumber
Arinda Veratamala, S.Gz Gizi Ibu dan Anak
Arinda Veratamala adalah ahli gizi lulusan program studi Ilmu Gizi dari Universitas Indonesia. Bakatnya di bidang penulisan mendorongnya untuk menelurkan ...
Selengkapnya
Arinda Veratamala, S.Gz Gizi Ibu dan Anak
Arinda Veratamala adalah ahli gizi lulusan program studi Ilmu Gizi dari Universitas Indonesia. Bakatnya di bidang penulisan mendorongnya untuk menelurkan buku berjudul "Gizi Anak dan Remaja" bersama dengan kedua dosennya di 2017. Kecintaannya pada dunia gizi, terutama gizi untuk ibu, bayi, anak, sampai remaja, membuatnya ingin terus menghasilkan karya tulisan yang bisa bermanfaat bagi banyak orang. Hal ini karena ia sadar bahwa fase ibu dan anak adalah fondasi awal untuk menciptakan generasi yang hebat.
Selengkapnya
Artikel Terbaru