Mengapa Susu Formula Lebih Baik dari Susu Sapi untuk Bayi?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22/04/2020 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

Hingga saat ini, masih banyak orangtua yang bingung mengapa mereka tidak boleh memberikan susu sapi untuk bayi mereka. Mudah saja: susu sapi sulit untuk dicerna bayi, jika dibandingkan dengan kandungan nutrisi pada susu formula.

Susu sapi mengandung kadar protein dan mineral tinggi yang dapat memperberat beban ginjal bayi dan menyebabkan penyakit, seperti stress, demam, atau diare. Selain itu, susu sapi tidak mengandung cukup zat besi, vitamin C, dan nutrisi lainnya yang dibutuhkan oleh bayi, sehingga anak di bawah 1 tahun berisiko mengalami defisiensi zat besi. Susu sapi juga dapat melukai saluran pencernaan bayi yang dapat menyebabkan feses berdarah.

Jika dibandingkan dengan susu formula, kandungan lemak dalam susu sapi tergolong sebagai lemak yang tidak baik untuk tumbuh kembang bayi. Dari alasan di atas, susu sapi segar atau susu UHT tidak cocok untuk anak usia di bawah 1 tahun.

Apabila kuantitas dan kualitas makan anak Anda tergolong normal, ditandai dengan pola makan seimbang (mendapat asupan gizi yang cukup dari sereal, sayuran, buah-buahan, dan daging), maka tidak masalah bila Anda memberikan susu segar atau susu UHT setelah dia berusia 1 tahun. Namun, batasi porsinya. Konsumsilah hanya 2 gelas susu (946 ml) per hari untuk si kecil. Lebih dari porsi yang direkomendasikan, asupan kalori anak Anda akan berlebih dan ini malah mengurangi nafsu makannya. Jika bayi Anda belum siap untuk mengonsumsi berbagai macam makanan padat, diskusikan dengan dokter Anda seputar nutrisi yang baik untuk si Kecil

Anak Anda masih membutuhkan asupan lemak tinggi untuk masa pertumbuhannya, maka dari itu, susu sapi yang diperkaya vitamin D sangat direkomendasikan untuk anak usia lebih dari 1 tahun. Jika berat badan anak Anda berlebih atau ia berisiko obesitas, atau memiliki riwaya medis keluarga dengan obesitas, tekanan darah tinggi, atau penyakit jantung, dokter Anda akan merekomendasikan susu 2%. Jangan berikan anak Anda susu 1% (rendah lemak) atau skim (tanpa lemak) sebelum usia 2 tahun. Anak Anda juga masih memerlukan asupan vitamin A dan D yang memadai.

Susu nonfat, skim, atau rendah lemah mengandung kadar protein dan mineral yang terlalu tinggi untuk anak-anak usia di bawah 2 tahun. Setelah anak Anda beranjak 2 tahun, diskusikan dengan dokter Anda mengenai kebutuhan gizi si kecil, termasuk pilihan susu yang baik untuk dikonsumsi anak Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Tips dan Trik Menerapkan Kebiasaan Makan Bayi yang Baik

Kebiasaan makan bayi yang buruk dapat menyebabkan masalah kesehatan di kemudian hari. Ketahui tips mencegahnya dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Parenting, Nutrisi Anak 12/03/2018 . 4 menit baca

Tips Memilih dan Memberikan Jus Buah Terbaik untuk Bayi

Jus buah bisa Anda sajikan sesekali sebagai selingan makanan pengganti ASI (MPASI). Berikut tips memilih dan memberikan jus buah untuk bayi.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Parenting, Nutrisi Anak 12/03/2018 . 4 menit baca

Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Anak Picky Eater

Jengkel karena anak tidak mau makan selain chicken nugget atau sosis? Ini penjelasan dan cara mengatasi kebiasaan anak picky eater atau pilih-pilih makanan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Parenting, Nutrisi Anak 12/03/2018 . 10 menit baca

10 Nutrisi Penting untuk Tumbuh Kembang Anak

Ada banyak nutrisi untuk anak penting untuk diberikan. Orangtua tidak boleh mengabaikan begitu saja. Apa saja nutrisi penting yang harus anak dapatkan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 12/03/2018 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

buah dan sayur untuk bayi

3 Manfaat Penting Buah dan Sayur Bagi Anak yang Sayang Jika Dilewatkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 12/12/2019 . 5 menit baca
susu bubuk dan susu cair

Mana yang Lebih Baik untuk Anak, Susu Bubuk Atau Susu Cair?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 17/09/2018 . 3 menit baca

Berbagai Alasan Mengapa Berat Badan Bayi Sulit Naik

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2018 . 4 menit baca
alergi makanan pada anak

Memahami Alergi Makanan Pada Anak: dari Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 09/04/2018 . 8 menit baca