Apakah Susu Kedelai Aman dan Boleh Diberikan untuk Bayi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/05/2020 . 7 menit baca
Bagikan sekarang

Sudah tidak perlu diragukan lagi ada segudang manfaat susu kedelai yang mungkin pernah Anda dengar. Atas dasar inilah, tidak sedikit orangtua yang mulai mempertimbangkan untuk menyelingi atau bahkan mengganti pemberian susu sapi dengan susu kedelai bagi putra-putrinya. Tunggu dulu, sebetulnya boleh atau tidak, ya, memberikan susu kedelai untuk bayi?

Perbedaan kandungan nutrisi susu sapi dan susu kedelai

susu bayi

Sebelum mulai memberikan susu kedelai untuk anak, sebaiknya cermati dulu apa perbedaan nutrisi yang dimiliki oleh susu sapi dan susu kedelai.

Jika susu sapi diperah langsung dari induk sapi, susu kedelai seperti yang mungkin sudah Anda ketahui tidak diolah dari hewani.

Berbeda dengan susu sapi, susu kedelai diproses dari kacang kedelai murni yang diambil sarinya. Itulah mengapa susu kedelai termasuk susu yang bersumber dari tanaman (nabati).

Perbedaan yang cukup mencolok dari kedua jenis susu ini terletak pada beberapa kandungan nutrisinya.

Melansir dari Data Komposisi Pangan Indonesia Kementerian Kesehatan RI, secangkir susu kedelai menawarkan kandungan karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin, dan berbagai mineral.

Dalam 100 miligram (ml) susu kedelai umumnya mengandung kurang lebih 41 kalori, sedangkan susu sapi bisa mencapai sekitar 61 kalori.

Begitu pula dengan jumlah nutrisi lainnya dalam susu kedelai yang lebih rendah, yakni sebanyak 5 gram (gr) karbohidrat dan 2,5 gr lemak.

Sementara secangkir susu sapi 100 ml mampu menawarkan 4,3 gr karbohidrat dan 3,5 gr lemak. Kandungan lemak yang tidak terlalu tinggi di dalam susu kedelai tetap dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi bayi guna mencegah bayi mengalami masalah gizi.

Meski begitu, jumlah kandungan protein dalam kedua susu ini hampir setara. Ada sebanyak 3,5 gr protein di dalam susu kedelai dan 3,2 gr dalam susu sapi.

Karena susu kedelai bersumber dari nabati (tumbuhan), maka jenis susu yang satu ini tentu memiliki kandungan lain yang berbeda.

Perbedaan kandungan pada susu kedelai untuk bayi ini meliputi kadar lemak jenuh yang rendah, serat yang lebih tinggi, dan bebas dari kolesterol.

Sayangnya, kandungan kalsium dan vitamin D dalam susu kedelai tidak sebanyak susu sapi. Ini karena susu sapi memang sudah khas terkenal kaya akan nutrisi penguat tulang tersebut.

Bolehkah ganti susu sapi dengan susu kedelai untuk bayi?

alergi kacang

Seiring dengan perkenalan makanan pendamping ASI atau MPASI untuk bayi, ia tetap membutuhkan tambahan susu, baik dari ASI maupun susu formula.

Menurut Healthy Children, sebenarnya tidak masalah bila Anda ingin memberikan susu kedelai untuk bayi sebagai pengganti susu sapi.

Susu kedelai bisa menjadi alternatif untuk bayi yang alergi terhadap kandungan yang terdapat di dalam produk susu sapi.

Alergi terhadap makanan dan minuman dapat muncul karena adanya kerusakan pada sistem kekebalan tubuh seseorang, termasuk bayi.

Ada dua protein utama di dalam susu sapi, seperti susu formula bayi, yang mampu menyebabkan munculnya gejala alergi, yakni whey dan casein.

Bayi bisa memiliki alergi terhadap satu protein atau kedua protein di dalam susu sapi sekaligus. Ketika si kecil memiliki alergi terhadap susu sapi, sistem kekebalan tubuhnya menangkap bahwa protein tersebut merupakan zat berbahaya.

Hal ini mendorong tubuh untuk memproduksi antibodi imunoglobulin E (IgE) guna menetralkan alergen alias protein susu sapi tersebut.

Jadi, nantinya saat protein susu sapi masuk ke dalam tubuh, antibodi IgE mengenalinya. IgE kemudian memberi sinyal kepada sistem kekebalan tubuh untuk melepaskan histamin dan bahan kimiawi lainnya.

Kondisi inilah yang membuat anak mengalami berbagai gejala setelah minum susu sapi sebagai bentuk reaksi tubuh karena adanya protein tersebut.

Berbeda dengan susu kedelai untuk bayi yang tidak terdapat kandungan protein whey dan casein seperti yang ada di dalam susu sapi.

Bahkan, susu kedelai juga bisa diberikan bila bayi mengalami sembelit karena susu formula. Tak perlu khawatir mengenai adanya efek samping apabila Anda tidak memberikan susu sapi untuk sang buah hati.

Sejauh ini belum ada temuan yang melaporkan dampak buruk pemberian susu kedelai untuk anak.

Kandungan lemak rendah dalam susu kedelai untuk bayi

bayi alergi susu sapi

Selain menjadi alternatif pilihan pengganti susu sapi dan menawarkan kandungan gizi yang tak kalah dari susu sapi, susu kedelai untuk bayi juga punya manfaat lain.

Menariknya, susu kedelai untuk bayi memiliki kandungan lemak jenuh yang rendah. Lemak idealnya memang dibutuhkan dalam proses tumbuh kembang bayi, tetapi dalam takaran dan jenis yang tepat.

Ada dua jenis lemak, yaitu lemak jenuh dan lemak tak jenuh. Lemak jenuh adalah jenis lemak yang dapat berisiko menjadi penyebab meningkatnya kadar kolesterol tubuh.

Peningkatan kadar kolesterol di dalam tubuh ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Sebaliknya, lemak tak jenuh tidak meningkatkan kadar kolesterol tubuh, bahkan justru baik sebagai asupan lemak untuk bayi.

Kandungan lemak pada susu kedelai meliputi lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda. Hal ini dikarenakan susu kedelai berasal dari tumbuhan, bukan dari sumber hewani seperti susu sapi.

Alasan cukup tingginya kadar serat di dalam susu kedelai untuk bayi yakni karena bersumber dari tumbuhan atau nabati.

Sama halnya seperti pemberian sayur dan buah untuk bayi yang kaya vitamin untuk bayi serta berbagai zat gizi lainnya.

Hati-hati, susu kedelai juga bisa menimbulkan alergi

susu soya untuk bayi alergi

Jadi intinya, sebenarnya tidak masalah jika Anda ingin menyelingi pemberian susu sapi dengan susu kedelai.

Dengan catatan, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter anak sebelum memberikan susu kedelai untuk bayi.

Hal ini bertujuan untuk mendapatkan solusi terbaik bila Anda memang benar-benar berencana untuk mengganti konsumsi susu sapi harian anak menjadi susu kedelai seutuhnya.

Akan tetapi, Anda tetap perlu berhati-hati terutama saat awal-awal memberikan susu kedelai pada bayi. Pasalnya, susu kedelai tetap membawa risiko alergi untuk beberapa bayi.

Meski tidak selalu, beberapa bayi yang punya alergi terhadap susu sapi juga bisa memiliki alergi pada susu kedelai.

Sama halnya seperti susu sapi, susu kedelai juga dapat membawa bermacam-macam risiko kesehatan bagi si kecil.

Protein yang ada dalam susu kedelai diyakini sebagai penyebab munculnya gejala alergi. Ambil contohnya gejala seperti mual, muntah, ruam pada kulit, diare, sakit perut, dan lain sebagainya.

Maka itu, pastikan terlebih dahulu bayi tidak memiliki alergi terhadap semua produk makanan dan minuman yang berbahan dasar kedelai sebelum menyajikan susu kedelai untuk si kecil.

Sebab terkadang, alergi makanan dan minuman bisa membuat bayi susah makan. Penting untuk diingat juga bahwa sebenarnya masih ada kemungkinan si kecil yang alergi susu sapi bisa jauh lebih aman ketika diberikan susu kedelai.

Kembali lagi, ini tergantung kondisi tubuh masing-masing anak. Jadi, alangkah baiknya Anda memastikan terlebih dulu bahwa bayi tidak memiliki alergi kedelai sebelum memberikan susu jenis ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Dibanding Susu Rendah Lemak, Susu Murni Lebih Ampuh Mencegah Obesitas pada Anak

Alih-alih menyebabkan gemuk, susu murni justru berpotensi mencegah obesitas pada anak-anak. Ini kata penelitian terbaru tentang manfaat susu murni.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 03/04/2020 . 4 menit baca

Susu Almond vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Baik?

Susu almond dan susu kedelai merupakan alternatif susu sapi. Namun, apakah perbedaan dan kandungan nutrisi antara susu almond dan susu kedelai?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Nutrisi, Hidup Sehat 23/03/2020 . 4 menit baca

4 Tips Memilih Susu UHT yang Sehat si Kecil

Memilih susu UHT untuk anak perlu disesuaikan dengan kondisi si kecil. Selain itu, orangtua perlu memperhatikan nutrisi yang terkandung di dalam susu.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/03/2020 . 4 menit baca

5 Manfaat Susu Kedelai untuk Ibu Hamil dan Bayinya

Untuk ibu hamil yang memiliki intoleransi laktosa, minum susu kedelai mungkin dapat menjadi alternatif jika ingin minum mendapat nutrisi tambahan dari susu.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 10/12/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

protein susu soya

Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 6 menit baca

Cara Memilih Susu Soya yang Tepat untuk Kebutuhan Anak

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 03/06/2020 . 6 menit baca
susu sapi vs susu kedelai

Susu Sapi vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Bernutrisi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 10/04/2020 . 5 menit baca
tips memilih susu anak yang bernutrisi, seperti SGM eksplor

Panduan Pemberian Susu untuk Bayi dan Anak Kecil yang Sedang Diare

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020 . 6 menit baca