Bolehkah Anak Diberikan Susu Kedelai Sebagai Pengganti Susu Sapi?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Sudah tidak perlu diragukan lagi, ada segudang manfaat susu kedelai yang mungkin sering Anda dengar. Atas dasar inilah, tidak sedikit orangtua yang mulai mempertimbangkan untuk menyelingi atau bahkan mengganti pemberian susu sapi dengan susu kedelai bagi putra-putrinya. Tunggu dulu, sebetulnya boleh atau tidak, ya, memberikan susu kedelai untuk anak?

Perbedaan kandungan nutrisi susu sapi dan susu kedelai

anak minum susu sapi

Sebelum mulai memberikan susu kedelai untuk anak, sebaiknya cermati dulu apa perbedaan nutrisi yang dimiliki oleh susu sapi dan susu kedelai. Jika susu sapi diperah langsung dari induk sapi, maka susu kedelai, seperti yang mungkin sudah Anda ketahui, diolah dari kacang kedelai murni yang diambil sarinya.

Perbedaan yang cukup mencolok dari kedua jenis susu ini terletak pada beberapa kandungan nutrisinya. Secangkir susu kedelai tanpa pemanis umumnya mengandung kurang lebih 80-100 kalori, sementara susu sapi bisa mencapai 150 kalori.

Begitu pula dengan jumlah nutrisi lainnya dalam susu kedelai yang lebih rendah, yakni sebanyak 4 gram (gr) karbohidrat dan 4 gr lemak. Sedangkan secangkir susu sapi mampu menawarkan 12 gr karbohidrat dan 8 gr lemak. Meski begitu, jumlah kandungan protein dalam kedua susu ini hampir setara, yaitu sebanyak 8 gr dalam susu sapi dan 7 gr dalam susu kedelai.

Karena susu kedelai bersumber dari nabati (tumbuhan), maka jenis susu yang satu ini tentu memiliki kandungan lemak jenuh yang rendah, serat yang lebih tinggi, dan bebas dari kolesterol. Sayangnya, kandungan kalsium dan vitamin D dalam susu kedelai tidak sebanyak susu sapi, yang memang sudah khas terkenal kaya akan nutrisi penguat tulang tersebut.

Bolehkah ganti susu sapi dengan susu kedelai untuk anak?

alergi kacang

FDA di Amerika Serikat, badan yang setara dengan BPOM di Indonesia, menuturkan bahwa tidak masalah bila Anda ingin memberikan susu kedelai untuk anak. Pasalnya, susu kedelai bisa menjadi alternatif bagi anak yang alergi terhadap kandungan laktosa yang biasanya terdapat dalam produk susu sapi.

Tak perlu khawatir mengenai adanya efek samping apabila Anda tidak memberikan susu sapi untuk sang buah hati, karena sejauh ini belum ada temuan yang melaporkan dampak buruk pemberian susu kedelai untuk anak. Bahkan, bisa dikatakan bahwa tidak ada perbedaan khusus yang menunjukkan tentang pertumbuhan dan perkembangan pada anak yang diberikan susu sapi dengan susu kedelai, dilansir dari laman Very Well Health.

Jadi intinya, sebenarnya tidak masalah jika Anda ingin menyelingi pemberian susu sapi dengan susu kedelai. Dengan catatan, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter anak guna mendapatkan solusi terbaik bila Anda memang benar-benar berencana untuk mengganti konsumsi susu sapi harian anak menjadi susu kedelai seutuhnya.

Bukan tanpa alasan, karena Dr. William Sears, seorang penulis buku The Baby Book, tidak terlalu merekomendasikan susu kedelai sebagai asupan susu utama bagi anak. Menurutnya, sekitar 30-50 persen anak yang punya alergi terjadap susu sapi biasanya juga memiliki alergi pada susu kedelai, meskipun tidak selalu.

Penting untuk diingat bahwa sebenarnya masih ada kemungkinan si kecil yang alergi susu sapi bisa jauh lebih aman ketika diberikan susu kedelai. Kembali lagi, ini tergantung kondisi tubuh masing-masing anak.

Hati-hati, susu kedelai juga bisa menimbulkan alergi

Susu Alternatif Bagi Anak Yang Alergi Susu Sapi

Sama halnya seperti susu sapi, susu kedelai juga dapat membawa bermacam-macam risiko kesehatan bagi si kecil. Protein yang ada dalam susu kedelai diyakini sebagai penyebab munculnya gejala alergi berupa mual, muntah, ruam pada kulit, diare, sakit perut, dan lain sebagainya.

Maka itu, pastikan terlebih dahulu si kecil tidak memiliki alergi terhadap semua produk makanan dan minuman yang berbahan dasar kedelai sebelum menyajikan susu kedelai untuk anak.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca