Memang tidak semua makanan bisa diberikan ke anak dengan autisme. Salah memberikan makanan justru dapat memperparah kondisi anak dengan autisme. Belum lagi anak dengan autisme biasanya lebih pilih-pilih makanan. Misalnya anak tidak suka makanan dengan warna, tekstur, atau aroma tertentu. Hal ini tentu tidak mudah saat orangtua ingin memperkenalkan makanan baru pada anak dengan autisme.

Padahal, kebiasaan pilih-pilih makanan dapat membatasi asupan nutrisi anak yang kemudian dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain itu, juga dapat menyebabkan masalah berat badan dan masalah kesehatan. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk tetap berusaha memperkenalkan makanan baru ke anak, sehingga pilihan makanan anak menjadi lebih beragam.

Cara memperkenalkan makanan baru pada anak dengan autisme

mitos kebiasaan makan pada anak

Memperkenalkan makanan baru pada anak dengan autisme cukup sulit dilakukan. Belum tentu juga makanan tersebut aman bagi anak dengan autisme. Beberapa makanan dapat menimbulkan gejala intoleransi atau alergi pada anak dengan autisme.

Untuk itu, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memastikan makanan tersebut aman untuk anak dengan berkonsultasi ke dokter. Dokter akan memeriksa apakah ada alasan medis yang membuat anak harusnya tidak mengonsumsi makanan tertentu.

Setelah diizinkan oleh dokter, Anda dapat melakukan beberapa pendekatan berikut ini untuk memperkenalkan makanan baru pada anak:

  • Pertama, mulai perkenalkan tekstur dan warna makanan baru ke anak
  • Pastikan anak sering melihat, menyentuh, dan mencium aroma makanan tersebut beberapa kali sebelum mulai ingin mencicipinya.
  • Perkenalkan satu jenis makanan baru setiap kali, jangan langsung banyak sekaligus.
  • Tawarkan makanan pada suhu ruangan (jangan terlalu panas atau dingin).
  • Jangan paksa anak jika ia belum ingin mencicipi makanan baru.
  • Butuh waktu beberapa kali bagi anak untuk mencicipi makanan baru sampai ia suka dengan makanan tersebut.

Jika anak belum ingin mencicipi makanan, Anda bisa menyelipkan makanan baru tersebut pada makanan kesukaan anak, seperti dalam roti sandwich atau telur dadar. Hal ini mendorong agar anak bisa mencicipi rasa makanan baru tersebut terlebih dulu. Jika lidah anak sudah familiar dengan rasa makanan baru, maka lebih mudah bagi anak untuk bisa mencicipinya lagi dan lagi sampai ia suka dan tidak menolak lagi.

Berikan suplemen vitamin dan mineral untuk anak

Bisa dimaklumi jika Anda khawatir asupan vitamin dan mineral anak kurang karena keterbatasan pemilihan makanan anak. Anda mungkin sudah mencoba banyak cara untuk menawarkan berbagai makanan baru ke anak, tapi anak masih menolak.

Pemberian suplemen vitamin dan mineral mungkin diperlukan untuk mengurangi rasa khawatir Anda ini. Selain untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral anak, suplemen vitamin dan mineral mungkin juga bisa meningkatkan nafsu makan anak. Hal ini karena asupan nutrisi tertentu yang rendah, seperti seng dapat menurunkan nafsu makan anak.

Penting untuk diingat, sebelum memberikan suplemen vitamin dan mineral ke anak, sebaiknya konsultasikan hal ini terlebih dahulu ke dokter. Dokter yang akan menentukan suplemen jenis apa yang dibutuhkan dan berapa dosisnya.

Baca Juga:

Sumber
Arinda Veratamala, S.Gz Gizi Ibu dan Anak
Arinda Veratamala adalah ahli gizi lulusan program studi Ilmu Gizi dari Universitas Indonesia. Bakatnya di bidang penulisan mendorongnya untuk menelurkan ...
Selengkapnya
Arinda Veratamala, S.Gz Gizi Ibu dan Anak
Arinda Veratamala adalah ahli gizi lulusan program studi Ilmu Gizi dari Universitas Indonesia. Bakatnya di bidang penulisan mendorongnya untuk menelurkan buku berjudul "Gizi Anak dan Remaja" bersama dengan kedua dosennya di 2017. Kecintaannya pada dunia gizi, terutama gizi untuk ibu, bayi, anak, sampai remaja, membuatnya ingin terus menghasilkan karya tulisan yang bisa bermanfaat bagi banyak orang. Hal ini karena ia sadar bahwa fase ibu dan anak adalah fondasi awal untuk menciptakan generasi yang hebat.
Selengkapnya
Artikel Terbaru