Kenapa Bayi Tak Boleh Minum Susu Sapi

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/12/2019 . 2 mins read
Bagikan sekarang

Tubuh bayi Anda tidak dapat mencerna protein di dalam susu sapi. Meminum susu sapi terlalu cepat dapat membuat mereka berisiko alergi susu sapi. Susu sapi tidak memilki semua nutrisi (seperti vitamin E dan seng) yang bayi perlukan untuk tumbuh dan berkembang pada tahun pertamanya.

Susu sapi juga dapat memperberat kerja ginjal bayi, karena susu sapi memliki sodium, potasium, dan klorida lebih tinggi dari yang dapat diproses oleh bayi. Selain itu, susu sapi dapat mengakibatkan kekurangan zat besi, karena bayi di bawah satu tahun belum dapat benar-benar menyerap zat besi di susu sapi.

Bagaimana cara berpindah dari ASI ke susu sapi

Bayi kurang dari usia satu tahun memerlukan nutrisi dari ASI atau susu formula. Bayi yang disusui lebih dari satu tahun mungkin melanjutkan menyusui, bila diinginkan, tapi pada saat itu Anda dapat mulai menawarkan susu pada bayi Anda. Mengapa bukan susu rendah lemak atau susu skim? Karena banyak bayi memerlukan lemak pada susu untuk mendukung pertumbuhan normal dan perkembangan otak saat periode sibuk awal balita.

Anda dapat memulai transisi bayi Anda dari ASI atau dari susu formula ke susu sapi dengan memulai mengganti isi botol susu—atau gelas dot—dengan susu sapi. Pada usia 1 tahun, bayi Anda sudah dapat memakan beragam makanan lain dan juga meminum sekitar 2-3 gelas (480-720 ml) susu setiap hari.

Apabila bayi Anda menggunakan susu kedelai atau formula hipoalergenik, konsultasikan pada dokter sebelum mengenalkan susu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . 5 mins read

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . 5 mins read

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . 6 mins read

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . 5 mins read

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 mins read

    Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 mins read
    pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

    Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 mins read
    akibat anak terlalu sering dibentak

    Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 8 mins read