Ortu Wajib Tahu, Ini 5 Faktor yang Memengaruhi Penyerapan Kalsium Anak

Oleh Data medis direview oleh dr. Tania Savitri.

Kalsium adalah salah satu mineral yang berperan penting dalam tumbuh kembang anak. Zat mineral ini dibutuhkan agar tulang menjadi kuat dan padat. Tentunya, kekurangan kalsium dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan pada si kecil. Maka dari itu, Anda harus memerhatikan kebutuhan kalsium anak setiap harinya. Tak hanya itu, Anda juga harus tahu faktor-faktor apa saja yang memengaruhi penyerapan kalsium dalam tubuh. Jika asupan kalsium sudah baik, tapi penyerapannya tidak maksimal, maka anak bisa saja mengalami kekurangan kalsium. Apa saja yang menjadi faktor dari penyerapan kalsium anak?

Apa saja faktor yang memengaruhi penyerapan kalsium anak?

Fungsi utama kalsium adalah menjaga kepadatan tulang, maka itu sekitar 98 persen kalsium berada di dalam tulang. Menurut Kementerian Kesehatan, kebutuhan kalsium anak yaitu sekitar 1.000-1.200 mg per hari. Kebutuhan kalsium anak bisa Anda penuhi dengan memberinya makanan tinggi kalsium seperti:

  • Telur
  • Susu dan produk olahan susu
  • Ikan laut seperti sarden, salmon, dan ikan teri
  • Kacang-kacangan seperti kacang kedelai dan kacang merah
  • Sayur-sayuran seperti bayam, brokoli, sawi, dan berbagai sayur hijau lainnya.

Faktanya, pada anak-anak, jumlah kalsium yang diserap dari makanan sekitar 50-70 persen, maka Anda harus memerhatikan berbagai faktor yang memengaruhi penyerapan kalsium pada anak.

1. Cara memasak 

Cara memasak memang tidak membuat penyerapan kalsium menjadi lambat atau tidak, tapi justru metode masak yang salah akan mengurangi jumlah kalsium dalam makanan. Hal ini akan mengurangi tingkat penyerapan kalsium anak.

Misalnya Anda memasak sayuran sumber kalsium dalam waktu yang lama, maka hal ini akan memengaruhi jumlah kalsium serta mineral lain di dalamnya.

2. Terlalu banyak makan makanan yang mengandung natrium (garam)

Jika Anda sering memberikan anak makanan kemasan dan banyak menggunakan natrium (garam) di dalam makanan si kecil, mungkin saja akan berdampak pada penyerapan kalsium dalam tubuhnya. Ya, kandungan natrium pada makanan kemasan serta garam cukup tinggi. Padahal, terlalu banyak kadar natrium dalam tubuh dapat menyebabkan ginjal melepaskan kalsium lebih banyak di dalam urine.

makanan garam tinggi kebanyakan msg

Hal ini membuat kalsium yang seharusnya disimpan di dalam tubuh si kecil dan diserap oleh tulang, malah terbuang melalui urin akibat natrium. Karena itu, sebaiknya hindari penggunaan garam yang terlalu banyak serta batasi konsumsi makanan kemasan.

3. Kurang vitamin D

Bisa dibilang, vitamin D dan kalsium adalah pasangan zat gizi mikro yang saling melengkapi. Tubuh tidak bisa menyerap kalsium secara maksimal jika tidak memiliki jumlah vitamin D yang cukup. Jadi, vitamin yang lebih banyak Anda dapatkan dari sinar matahari akan membantu penyerapan kalsium ketika di dalam usus.

Ketika vitamin D yang dimiliki tubuh cukup banyak, maka akan banyak pula kalsium yang terserap. Sebaliknya, jika si kecil tidak punya vitamin D yang cukup, maka kalsium yang diserap terbatas. Selain mengandalkan sinar matahari, Anda dapat memberikan si kecil beberapa jenis makanan yang mengandung vitamin D, seperti kuning telur, hati sapi, dan udang.

4. Terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi fosfor

Sebenarnya, mineral fosfor ini juga dibutuhkan oleh tubuh, tapi hanya dalam jumlah yang sedikit. Terlalu banyak fosfor di dalam tubuh justru akan mengganggu penyerapan kalsium. Kalsium yang si kecil dapatkan dari makanan, tidak akan masuk ke dalam tulang melainkan dibuang oleh tubuh melalui urine.

Contoh makanan atau minuman yang mengandung fosfor tinggi dan harus dihindari adalah minuman bersoda. Tak hanya mengandung fosfor, beberapa minuman bersoda mengandung kafein yang juga akan memengaruhi penyerapan kalsium anak.

5. Si kecil memiliki gangguan kesehatan tertentu

Jika anak mengalami intoleransi laktosa, maka hal ini menyebabkan dirinya tidak dapat mengonsumsi susu serta produk olahan susu yang diandalkan sebagai makanan tinggi kalsium. Kondisi tersebut membuat si kecil tidak dapat menyerap kalsium dengan maksimal.

Namun, tenang jika si kecil memiliki gangguan ini, Anda tetap bisa memberikannya makanan sumber kalsium lainnya. Atau, bila perlu berikan si kecil suplemen kalsium. Akan tetapi, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter anak Anda.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda untuk membantu memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan We are excited to guide you on your parenting journey. Your first email will arrive shortly. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca