Semua yang Perlu Anda Tahu Seputar Susu Formula Bayi

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 08/04/2020
Bagikan sekarang

Susu formula (sufor) merupakan alternatif bergizi untuk air susu ibu (ASI). Meski asupan terbaik untuk bayi adalah air susu ibu (ASI), terkadang pemberian ASI tidak disarankan jika ibu atau bayi memiliki masalah medis tertentu. Akhirnya, memberikan susu formula bisa jadi pilihan untuk membantu perkembangan bayi, terutama bayi yang baru lahir. Berikut informasi selengkapnya perlu ibu tahu.

Apa saja jenis susu formula yang ada?

Pemberian susu formula (sufor) biasanya dilakukan dalam keadaan-keadaan tertentu sesuai kondisi medis yang dialami si kecil.

Ambil contohnya jika ASI ibu tidak keluar atau sangat sedikit maupun kondisi saat ibu dan bayi terpisah sehingga tidak bisa menyusui secara langsung.

Beberapa kondisi tersebutlah yang mau tidak mau membuat bayi harus mendapatkan sufor guna memenuhi kebutuhan zat gizi hariannya.

Anda tidak perlu khawatir, bubuk susu formula untuk bayi sudah steril sejak masa produksi. Hal ini bertujuan untuk meminimalisasi risiko kontaminasi bakteri apabila dalam proses persiapan dan pemberiannya tidak bersih.

Ada banyak jenis sufor untuk bayi dari berbagai sumber, bentuk, dan juga berbagai merek. Melansir dari laman Kids Health, beberapa jenis susu formula untuk bayi yang ada meliputi:

1. Sufor berasal dari susu sapi

Sebagian besar sufor berasal dari susu sapi. Biasanya jenis susu ini mengandung protein, karbohidrat, dan lemak dalam keseimbangan yang tepat.

Protein dalam susu ini sudah mengalami perubahan sehingga membuatnya lebih mudah untuk dicerna.

2. Sufor dari susu kedelai

Susu formula untuk bayi jenis ini terbuat dari susu kedelai. Biasanya, bayi membutuhkan susu jenis ini jika ia mengalami intoleransi laktosa. 

Hal ini bisa dikarenakan infeksi pencernaan, alergi susu sapi yang berhubungan dengan galaktosemia, dan kekurangan laktase bawaan.

3. Sufor bebas laktosa

Susu formula untuk bayi ini tidak mengandung laktosa (gula yang terkandung dalam susu). Biasanya, sufor diganti dengan jenis gula lain, seperti sirup jagung.

4. Sufor hipoalergenik

Susu formula ini mengandung protein yang sudah dipecah menjadi bentuk lebih kecil sehingga lebih mudah dicerna untuk bayi.

Umumnya, bayi yang membutuhkan sufor jenis ini adalah bayi yang memiliki alergi protein susu atau yang mengalami masalah penyerapan nutrisi (biasanya bayi prematur).

Apa jenis susu formula yang cocok untuk bayi?

Banyaknya merek sufor di pasaran mungkin membuat Anda bingung mana yang cocok untuk bayi. Konsultasikan dengan dokter bayi Anda tentang merek susu mana yang paling sesuai dengan kebutuhan si kecil.

Jika bayi Anda tidak mempunyai alergi atau tidak mempunyai masalah dalam mencerna susu, Anda dapat memberikan sufor yang terbuat dari susu sapi.

Namun, jika bayi Anda mempunyai intoleransi laktosa atau alergi terhadap protein susu, Anda lebih disarankan untuk memberikan susu jenis tertentu.

Berbagai susu yang direkomendasikan misalnya susu yang bebas laktosa, berasal dari kedelai, atau susu hipoalergenik untuk bayi Anda.

Apakah perlu mensterilkan botol susu?

Sebelum penggunaan pertama, Anda harus mensterilkan dot dan botol dalam air mendidih selama lima menit. Anda juga dapat mensterilkan botol dot ke dalam microwave.

Setelah itu, Anda tidak perlu mensterilkan botol susu tersebut setiap kali memberi bayi Anda sufor. Anda hanya perlu mencuci botol dan dot dengan air panas dan sabun setiap setelah digunakan.

Pasalnya, botol susu yang tidak bersih dapat menularkan bakteri yang akan berakibat buruk pada kesehatan anak. Akan tetapi, Anda bisa menggunakan alat sterilisasi botol susu jika memilikinya. 

Berapa lama susu formula bisa disimpan dalam lemari es?

Simpan susu formula bayi Anda di lemari es untuk mencegah bakteri tumbuh. Jika ditemukan tanda susu basi, sebaiknya tidak diberikan lagi pada bayi Anda dan dibuang saja. Ini karena dampak susu basi untuk kesehatan bayi bisa membahayakan.

Bila sufor tidak langsung diminum oleh bayi, segera dinginkan kemudian letakkan pada wadah yang tertutup rapat.

Selanjutnya, simpan wadah tersebut di dalam lemari pendingin (kulkas) dengan suhu kurang dari 5 derajat celcius. Namun yang terpenting, segera berikan susu tersebut kepada bayi kurang dari 24 jam.

Berapa lama botol susu formula bisa disimpan suhu kamar?

Sufor bayi yang didiamkan dalam suhu kamar hanya bisa bertahan selama satu jam. Jika sudah dibiarkan selama lebih dari satu jam, sebaiknya jangan diberikan lagi pada bayi Anda.

Selain itu, jika bayi Anda menyisakan sebagian sufor atau tidak menghabiskannya, sebaiknya buang saja sisanya.

Ini karena ada kemungkinan bakteri sudah mengontaminasi sufor tersebut dan mungkin saja membuat anak Anda sakit.

Bagaimana cara aman menyiapkan susu formula untuk bayi?

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut tahapan dalam menyiapkan susu formula yang aman untuk bayi:

  1. Biasakan untuk selalu mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum mencuci peralatan minum bayi.
  2. Cuci peralatan minum dan perlengkapan lainnya setelah digunakan, seperti sendok, menggunakan air hangat dan sabun.
  3. Selama mencuci peralatan, pastikan semua susu yang tersisa harus bersih. Jika menggunakan alat sterilisasi, ikuti petunjuk penggunaan.
  4. Biasakan untuk selalu membersihkan permukaan meja sebelum dipakai untuk membuat susu bayi.
  5. Selalu pakai air matang dengan suhu minimal 70 derajat Celcius untuk membuat sufor sesuai dengan takarannya
  6. Agar mendapatkan air dengan suhu 70 derajat Celcius, air yang sudah dimasak dan mendidih didiamkan sekitar 10 menit baru selanjutnya dicampur bersama susu formula.
  7. Sufor yang telah dibuat tetapi masih panas bisa didinginkan suhunya dengan cara meletakkan botol susu ke dalam wadah berisi air dingin.
  8. Sebelum memberikannya kepada bayi, alangkah baiknya untuk memeriksa suhu susu formula terlebih dahulu dengan meneteskannya di kulit pergelangan tangan Anda bagian dalam.
  9. Hindari membuat sufor bayi dengan cara mencampur susu bubuk formula dengan air bersuhu 70 derajat Celcius kemudian menambah air dingin.
  10. Anda disarankan untuk memberikan susu formula dalam kurun waktu 2 jam setelah dibuat.
  11. Jika sudah lebih dari 2 jam tetapi bayi belum meminum susu formula yang sudah jadi atau belum habis, sebaiknya buang sisanya.
  12. Jika bayi sekiranya tidak akan segera minum susu formula yang telah dibuat, segera dinginkan dan simpan susu di dalam wadah tertutup rapat pada lemari pendingin.
  13. Susu yang belum diberikan pada bayi dan disimpan di dalam lemari pendingin harus berada di suhu 5 derajat Celcius dan hanya boleh diberikan dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.

Memerhatikan aturan penyajian sufor tersebut dapat membantu mengoptimalkan zat gizi yang diperoleh si kecil.

Bagaimana dengan sufor yang ditambah DHA atau ARA?

DHA (asam docosahexaenoic) dan ARA (asam arakidonat) adalah bahan yang dapat ditemukan pada beberapa susu bayi, tapi tidak pada semua jenis produk.

DHA dan ARA adalah asam lemak tak jenuh ganda yang mungkin terkait dengan perkembangan otak dan saraf dan dapat ditemukan secara alami pada minyak ikan dan telur.

Asam lemak juga ditemukan ada di dalam ASI. Bahkan, susu formula bayi yang dilengkapi dengan DHA dan ARA dikenal bermanfaat untuk perkembangan penglihatan dan fungsi kognitif otak bayi.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Supaya Imun Anak Kuat, Ini Kandungan yang Harus Ada Dalam Susu Formulanya

Susu formula merupakan salah satu sumber nutrisi yang dapat membantu sistem imun anak tetap terjaga dengan syarat di dalamnya terdapat kandungan berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Dibanding Susu Rendah Lemak, Susu Murni Lebih Ampuh Mencegah Obesitas pada Anak

Alih-alih menyebabkan gemuk, susu murni justru berpotensi mencegah obesitas pada anak-anak. Ini kata penelitian terbaru tentang manfaat susu murni.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 03/04/2020

Bayi Kurang dari 6 Bulan Diberikan Makanan, Boleh atau Tidak, Ya?

Bayi yang belum genap 6 bulan seharusnya masih menyusu ASI. Namun, bolehkah memberikan makanan untuk bayi di bawah 6 bulan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Penyebab Sesak Nafas pada Bayi dan Cara Menanggulanginya

Bayi sesak napas dapat disebabkan oleh beberapa faktor dan salah satunya adalah karena alergi. Alergi apa yang menyebabkan sesak napas pada bayi ini?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Direkomendasikan untuk Anda

susu formula untuk anak

Kelebihan Formula PDX GOS dan Betaglucan dalam Memperkuat Imun Anak

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020
peralihan asi ke susu formula

Bu, Ini Tips Peralihan dari ASI ke Susu Formula

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020
susu formula yang tidak bikin sembelit untuk bayi anak

Pilihan Susu Formula Agar Bayi Tidak Sembelit

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020
sistem imun menurun

3 Pertanda Ketika Sistem Imun Anak Menurun

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 16/04/2020