Kenali Pentingnya Asupan Serat Bagi Bayi dan Kebutuhan Idealnya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28/03/2020
Bagikan sekarang

Sejak usia dini, tumbuh kembang si kecil merupakan hal penting yang harus diperhatikan para orangtua. Salah satu yang tidak boleh terlewatkan untuk mendukung tumbuh kembang bayi yakni asupan nutrisi harian, termasuk serat. Memerhatikan asupan nutrisi bayi setiap hari akan membantu memenuhi kebutuhan gizi hariannya. Seberapa penting asupan serat untuk bayi dan berapa kebutuhan harian yang harus ia penuhi?

Kenapa serat penting untuk bayi?

Mungkin Anda lebih familiar mendengar betapa pentingnya asupan karbohidrat, protein, serta lemak sebagai sumber energi untuk bayi.

Tak lupa, asupan berbagai vitamin dan mineral harian yang juga baik bagi pertumbuhan si kecil. Namun selain itu, masih ada zat gizi lain yang tidak kalah penting untuk dicukupi bayi setiap harinya, yakni serat.

Louise Goldberg, RD, LD, selaku pemilik konsultasi gizi bernama An Apple A Day sekaligus ahli gizi di Children’s Memorial Hermann Hospital Texas menjelaskan fungsi utama serat.

Menurutnya, asupan serat yang optimal setiap harinya akan membantu mendukung dan melancarkan kerja sistem pencernaan bayi.

Sebaliknya, jika asupan serat untuk bayi tidak dapat terpenuhi dengan baik, tentu akan membawa masalah pada tubuhnya.

Melansir dari laman Healthy Children, serat membantu melancarkan proses pencernaan makanan sekaligus membuat tubuh merasa kenyang.

Hal tersebut yang juga membuat aneka makanan sumber serat dapat membantu mencegah terjadinya sembelit pada bayi alias susah buang air besar.

Bahkan, makanan dengan kandungan serat yang tinggi merupakan sumber nutrisi dan vitamin yang baik guna menurunkan potensi risiko terjadinya penyakit.

Berbagai penyakit ini misalnya penyakit jantung, beberapa jenis kanker, dan obesitas yang berisiko dialami bayi di kemudian hari.

Berapa kebutuhan serat untuk bayi?

Sejak bayi baru lahir sampai usianya genap enam bulan, satu-satunya asupan makanan sekaligus minuman yang paling baik untuk bayi yakni ASI eksklusif.

Selama masa tersebut juga, bayi belum membutuhkan asupan serat. Kandungan yang ada di dalam ASI pun tidak dilengkapi oleh serat.

Namun, setelah bayi memasuki usia enam bulan dan menunjukkan tanda siap makan makanan padat, bayi mulai membutuhkan asupan serat di dalam menu makanan harian.

Hal ini dikarenakan kandungan zat gizi yang ada di dalam ASI saja sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan harian bayi yang semakin berkembang.

Oleh karena itu, pemberian ASI bisa Anda dampingi dengan makanan pendamping ASI (MPASI). Agar tetap teratur, Anda juga sebaiknya memerhatikan jadwal menyusu bayi dan jadwal makan hariannya.

Penting untuk dipahami juga, kebutuhan serat harian untuk bayi juga berbeda-beda di setiap usia. Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan RI, berikut kebutuhan protein untuk bayi yang harus dipenuhi:

  • Bayi usia 0-6 bulan: 0 gram (gr)
  • Bayi usia 7-11 bulan: 10 gr
  • Bayi usia 12-24 bulan: 16 gr

Meski jumlah kebutuhan serat untuk bayi tidak sebanyak karbohidrat, protein, maupun lemak, Anda tetap tidak boleh melewatkan pemberian makanan berserat bagi si kecil.

Serat juga termasuk dalam karbohidrat

Sumber serat yang paling utama biasanya terdapat dalam berbagai macam sayur dan buah-buahan. Meski begitu, sebenarnya serat juga tergolong sebagai bagian dari karbohidrat.

Lebih spesifiknya, karbohidrat terdiri atas dua jenis yakni karbohidrat sederhana dan kompleks. Nah, serat sendiri termasuk bagian dari karbohidrat kompleks bersama dengan pati.

Itulah mengapa sebenarnya sayur maupun buah-buahan yang Anda konsumsi dan berikan kepada bayi bukan hanya mengandung serat, tetapi juga karbohidrat.

Dengan kata lain juga, karena serat berada satu kelompok karbohidrat dengan pati, maka Anda juga bisa menemukan kandungan serat di dalam sumber makanan pokok.

Sumber makanan pokok dengan kandungan serat misalnya roti gandum, nasi, jagung, dan lainnya. Akan tetapi, sumber makanan berserat yang masuk ke dalam tubuh tidak akan dipecah menjadi karbohidrat maupun glukosa.

Dengan kata lain, serat tidak akan berubah menjadi kalori saat masuk ke dalam tubuh. Alhasil, asupan serat sebanyak apa pun tidak akan membuat berat badan dan kadar gula darah melonjak naik seperti yang terjadi bila asupan karbohidrat berlebih.

Sebaliknya, berat badan dan kadar gula darah di dalam tubuh cenderung tetap stabil dan normal meski makan makanan sumber serat dalam jumlah banyak.

Apa saja sumber serat untuk bayi?

Ada berbagai macam sumber serat untuk bayi yang bisa Anda oleh menjadi makanan maupun minuman sesuai selera si kecil. Berikut beragam pilihan sumber serat untuk bayi:

1. Sayuran

Sayuran bukan hanya akan membuat makanan terlihat menarik karena beragam warnanya, tetapi juga kaya berbagai zat gizi seperti serat, vitamin, dan mineral.

Anda bisa memperkenalkan bayi dengan sayuran sejak awal ia mulai belajar makan makanan padat. Jangan lupa, pastikan Anda juga menyajikan tekstur sayuran sesuai dengan usia dan kemampuan makan bayi.

Pilihan sayuran yang bisa Anda sajikan sebagai sumber serat untuk bayi misalnya wortel, bayam, brokoli, labu, jagung, buncis, sawi, kacang panjang, dan masih banyak lagi.

Berdasarkan Data Komposisi Pangan Indonesia, kandungan serat yang ada di dalam wortel sebanyak 1 gr, bayam 0,7 gr, labu 6,2 gr, sawi 2,5 gr, jagung 2,2 gr, hingga kacang panjang 2,7 gr.

2. Buah-buahan

Selain sayuran, buah-buahan juga terkenal sebagai sumber serat yang baik untuk segala usia, termasuk bayi. Terlebih karena ada beberapa jenis buah yang memiliki tekstur lembut sehingga mudah untuk dimakan oleh si kecil.

Buah-buahan yang dapat Anda sajikan sebagai sumber serat untuk bayi misalnya pisang dengan 5,7 gr serat, semangka 0,4 gr serat, apel 2,6 gr serat, melon 1 gr serat, dan lainnya.

3. Kacang-kacangan dan biji-bijian

Tidak kalah dengan sayuran dan buah-buahan, kacang-kacangan dan biji-bijian juga merupakan sumber serat yang baik untuk bayi.

Anda bisa mengolah berbagai kacang-kacangan dan biji-bijian dan menyajikannya ke dalam makanan harian si kecil.

Berbagai jenis kacang ini misalnya kacang kedelai dengan kandungan serat 2,9 gr, kacang hijau 1,5 gr, kacang tanah 1 gr, kacang merah 3,5 gr, dan lain sebagainya.

Bagaimana jika bayi susah makan sumber serat?

Memperkenalkan bayi dengan berbagai sumber serat seperti sayuran dan buah-buahan memang bukan hal mudah. Ada kalanya, si kecil malah menolak atau bahkan melepeh sayur atau buah yang sudah masuk ke dalam mulutnya.

Namun, Anda jangan langsung berputus asa saat mengenalkan bayi dengan beragam sayur dan buah-buahan. Biasanya, dibutuhkan sekitar 8-15 kali pemberian makanan yang sama untuk mengetahui apakah bayi menyukai makanan tersebut atau tidak.

Jika sudah lebih dari 15 kali diberikan salah satu jenis sayur atau buah tertentu tetapi si kecil tetap tidak mau memakannya, kemungkinan besar ia memang tidak menyukainya.

Solusinya, Anda bisa memberikan pilihan buah, sayur, kacang-kacangan, maupun biji-bijian lain sebagai sumber serat untuk bayi yang lebih disukainya.

Hanya saja, sebaiknya tunda dulu pemberian buah dalam bentuk jus untuk bayi yang masih berusia di bawah 12 bulan.

Didukung oleh American Academy of Pediatrics, jus buah mengandung gula alami yang kurang baik jika diminum oleh bayi usia kurang dari 12 bulan.

Namun setelah usia si kecil menginjak 12 bulan atau lebih, Anda sudah diperbolehkan untuk memberikan jus buah sebagai minuman saat makan maupun camilan bayi.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Selain Lezat, Jamur Enoki Ternyata Punya 5 Manfaat yang Baik untuk Kesehatan

Jamur enoki merupakan salah satu jamur yang sering dicampurkan dalam masakan yang memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan Anda. Apa saja manfaatnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi

[Survei] Pentingnya Serat bagi Kesehatan Pencernaan Anak

Tahukah Ibu bahwa serat amat penting bagi kesehatan pencernaan anak? Yuk, ikuti survei ini dan bantu penuhi kebutuhan serat anak.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Penuhi Kebutuhan Serat Anak dengan 6 Makanan Ini

Makanan yang berserat tinggi tidak hanya direkomendasikan untuk orang dewasa, melainkan juga penting untuk pertumbuhan anak, jenis apa yang cocok?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Mengatur Menu Makanan Anak untuk Cukupi Kebutuhan Seratnya

Mengatur menu makanan mengandung serat untuk anak, menjadi tugas orangtua. Kombinasi makanan berserat menarik minat anak untuk mengonsumsinya.

Ditulis oleh: Maria Amanda

Direkomendasikan untuk Anda

pantangan makanan divertikulitis

Pantangan Makanan bagi Penderita Divertikulitis (Radang Kantung Usus Besar)

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
konstipasi anak

Ibu, Ini Lho Serat Anak yang Penting untuk Kesehatan Sistem Pencernaannya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 24/03/2020
kebutuhan serat untuk balita

Kebutuhan Serat untuk Balita Usia 2-5 Tahun

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 28/02/2020
asupan serat

Memenuhi Asupan Serat Harian Tanpa Alami Masalah Pencernaan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 07/01/2020