Apakah Susu Soya Baik untuk Bayi Alergi?

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Tak sedikit orangtua berpikir bahwa susu soya menjadi jawaban untuk bayi yang memiliki alergi susu sapi. Susu soya dipercaya memiliki nutrisi pengganti untuk melengkapi kebutuhan bayi yang alergi susu sapi. 

Namun ada beragam nutrisi yang wajib dipenuhi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi dengan alergi susu sapi. Pemilihan nutrisi di dalam susu juga perlu diperhatikan orangtua. Karena nutrisi yang salah dapat memberikan risiko kesehatan tersendiri bagi anak dengan alergi susu sapi.

Mengenali pemilihan nutrisi tepat untuk bayi alergi

Protein merupakan salah satu nutrisi penting untuk mendukung pertumbuhan fisik dan kognitif bayi. Protein yang disimpan di dalam tubuh digunakan sebagai bahan bakar untuk kerja hormon, meningkatkan sistem imunitas, dan perkembangan otak anak.

Kebutuhan protein bayi alergi susu sapi perlu dipenuhi secara optimal sejak awal kehidupannya. Bayi dengan alergi susu sapi membutuhkan protein untuk meningkatkan perkembangannya di masa depan. Sehingga ia bisa aktif melakukan eksplorasi dan sosialisasi bersama teman sebayanya. Maka itu, protein menjadi salah satu bagian terpenting untuk dipenuhi sejak masih bayi.

kolik pada bayi

Dalam pemberian susu, mungkin sebagian orangtua menyadari bahwa bayinya memiliki kemungkinan alergi terhadap susu sapi. Pemberian nutrisi yang salah dapat menimbulkan reaksi alergi pada si kecil. Reaksi alergi yang dialami bayi alergi susu sapi menyerang 3 organ tubuh paling penting, berikut adalah gejalanya: 

1. Kulit 

  • Ruam merah pada pipi dan ruam merah pada lipatan kulit 
  • Pembengkakan pada bibir
  • Gatal – gatal 
  • Biduran 
  • Dermatitis atopik

2. Pernapasan 

  • batuk atau mengi
  • hidung tersumbat
  • kesulitan bernapas hingga kulit biru

3. Pencernaan 

  • gumoh
  • muntah
  • kolik, seperti menangis berlebihan karena sakit perut dan mudah marah
  • diare
  • darah pada feses

Pada kondisi ini, bayi dengan alergi susu sapi tidak dapat menerima protein susu sapi di dalam tubuhnya sehingga menimbulkan alergi dan memperlihatkan salah satu gejala alergi tersebut. Alergi membuat sistem imunitas bereaksi terhadap protein dari susu sapi. Dalam kasus lain, tubuh bayi mengenali protein susu sapi sebagai substansi asing.

Karena dipandang sebagai benda asing, tubuh mengeluarkan histamin dan senyawa lainnya yang menimbulkan reaksi alergi.

Reaksi alergi susu sapi formula pada si Kecil, ini pertolongan pertamanya

mencampur ASI dan susu formula dalam botol

Pemilihan nutrisi yang salah bisa menyebabkan bayi kolik. Ketika menghadapi ini, mungkin banyak orangtua bingung apa yang harus dilakukan sebagai langkah pertolongan pertama. Sebelum beralih ke susu lain, seperti susu soya untuk bayi alergi, untuk mengatasi reaksi alergi pada bayi alergi ada cara tertentu yang harus dilakukan.

Menurut tata laksana Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam mengelola gejala alergi pada anak adalah dengan melakukan diet eliminasi makanan yang mengandung produk susu sapi disertai dengan pemberian susu formula terhidrolisa ekstensif.

Susu formula terhidrolisa ekstensif bersifat hipoalergenik. Susu ini dapat memberikan bantuan pada bayi yang tidak mampu mencerna protein susu sapi secara utuh dikarenakan protein didalam nya telah dipecah secara menyeluruh menjadi bagian-bagian sangat kecil.  Dengan begitu, tubuh si kecil tidak mengenali potongan dari protein tersebut sebagai allergen (substansi pencetus alergi). 

Susu formula terhidrolisa ekstensif juga membantu si kecil mencapai toleransi oral. Toleransi oral adalah kondisi dimana anak dapat kembali mengonsumsi produk susu sapi dan turunannya. Tentunya semua orang tua berharap anaknya dapat kembali mengonsumsi makanan produk susu sapi, sehingga toleransi oral menjadi tujuan akhir bagi para anak yang mengalami alergi susu sapi.

Namun sebelum itu, ada baiknya setiap orangtua dapat berkonsultasi ke Dokter anak mengenai susu terhidrolisa ekstensif, diet manajemen susu sapi dan toleransi oral.  Sehingga dokter bisa mendiagnosis gejala anak lebih lanjut dan memberikan rekomendasi yang tepat.

Lantas, lebih baik memilih susu soya atau susu terhidrolisa ekstensif untuk bayi alergi?

alergi susu formula

Sebagian orangtua percaya bahwa pengganti susu sapi yang terbaik untuk anak adalah susu soya untuk bayi alergi. Namun, kulik dulu mengenai penjelasan susu soya berikut ini.

Susu soya formula untuk anak dengan alergi diyakini menjadi alternatif solutif untuk menggantikan asupan susu sapi. Susu soya memiliki kandungan isoflavon.

Kandungan tersebut merupakan phytoestrogen, karena perannya seperti hormon di dalam tubuh. Selain itu, menurut American Academy of Pedistrics, susu soya formula merupakan asam amino yang diformulasikan untuk melengkapi kebutuhan bayi.

Asam amino ini terbentuk dari protein dan bahan lainnya untuk mendukung nutrisi anak. Karena itu, susu soya formula kerap menjadi pilihan para ibu untuk bayi yang memiliki alergi.

ASI ke susu formula

Penting untuk diketahui orangtua, mungkin saja sebagian bayi mengalami alergi pada protein di dalam susu soya. Meski kerap menjadi alternatif pilihan, ibu bisa memberikan susu formula terhidrolisa ekstensif.

Selain melengkapi kandungan protein, susu formula terhidrolisa ekstensif juga mengandung ARA (arachidonic acid) dan DHA (docosahexaenoic acid). Keduanya merupakan asam lemak yang menunjang daya penglihatan dan visual anak, serta perkembangan memori otak dalam jangka pendek.

Bisa disimpulkan, ketika bayi mengalami gejala alergi susu sapi formula, berikan susu formula terhidrolisa ekstensif sebagai alternatif pertama karena menurut rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Susu soya formula juga bisa menjadi opsi lain untuk pemenuhan nutrisi bayi alergi susu sapi dengan catatan tidak dianjurkan untuk bayi di bawah 6 bulan. Konsultasi ke dokter tetap dianjurkan untuk diagnosis dan pilihan formula yang tepat untuk penanganan bayi dengan alergi susu sapi. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Perbedaan Protein Soya dan Isolat Protein Soya Serta Manfaatnya untuk Tumbuh Kembang Anak

Terdapat perbedaan formula protein soya dan formula dengan isolat protein soya. Apa saja perbedaan dan manfaatnya masing-masing bagi tumbuh kembang anak?

Ditulis oleh: Roby Rizki
Parenting, Nutrisi Anak 3 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Cara Memilih Susu Soya yang Tepat untuk Kebutuhan Anak

Susu soya dapat menjadi sumber nutrisi anak. Namun, tetap teliti sebelum memilih susu soya untuk anak dan lakukan tips berikut ini.

Ditulis oleh: Roby Rizki
Parenting, Nutrisi Anak 3 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

Kelebihan Formula PDX GOS dan Betaglucan dalam Memperkuat Imun Anak

Susu formula dengan kandungan PDX, GOS, dan Betaglucan memiliki keunggulan untuk sistem imun anak. Benarkah demikian? Bagaimana cara kerjanya?

Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
susu formula untuk anak
Parenting, Nutrisi Anak 5 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

3 Pertanda Ketika Sistem Imun Anak Menurun

Apabila anak mulai sering atau mudah jatuh sakit, berarti sesuatu terjadi pada sistem imunnya. Yuk, kenali apa saja tanda saat sistem imun anak menurun.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
sistem imun menurun
Kesehatan Anak, Parenting 16 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

susu formula yang tidak bikin sembelit untuk bayi anak

Pilihan Susu Formula Agar Bayi Tidak Sembelit

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 7 menit
asi campur susu formula sufor

Bolehkah Mencampurkan Pemberian ASI dan Susu Formula untuk Bayi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
susu formula untuk bayi

Aturan dalam Memberikan Susu Formula untuk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 16 menit
Konten Bersponsor
perbedaan susu sapi dan soya

Adakah Perbedaan pada Tumbuh Kembang Anak Minum Susu Sapi dan Soya?

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 16 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit