Apakah Pemindaian Dengan CT Scan dan Rontgen Aman untuk Anak-anak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anak-anak memang rentan dengan cedera dan sakit. Ada kalanya orangtua yang merasa khawatir akhirnya memutuskan melakukan tes pencitraan untuk anak, seperti CT scan atau rontgen (dengan sinar X) untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Namun, sebuah penelitian menunjukkan bahwa terlalu banyak menggunakan tes pencitraan dapat meningkatkan risiko kanker pada anak. Lalu, apakah anak boleh melakukan tes pencitraan? Simak ulasannya berikut ini.

Benarkah tes pencitraan meningkatkan risiko kanker pada anak?

Dilanisr dari WebMD, sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang telah melakukan CT scan lebih dari tiga kali berisiko mengalami tumor otak atau leukemia. Namun, penelitian tersebut masih kontroversial. Pasalnya, butuh radiasi yang cukup besar untuk mengembangkan tumor otak atau leukimia pada anak-anak.

Bila hanya lebih dari tiga kali atau tiga kali lipatnya, berarti radiasnya masih rendah untuk dapat memicu kanker. Dengan kata lain, para ahli memperkirakan perlu 10.000 kali CT scan sehingga bisa menyebabkan terjadinya kanker. Walaupun radiasinya sangat kecil untuk meningkatkan kanker, terlalu sering melakukan tes pencitraan tentu akan menyebabkan efek samping di kemudian hari.

Kebutuhan tes pencitraan untuk anak

Tes pencitraan untuk anak memang sangat membantu dokter untuk mendiagnosis suatu penyakit. Apalagi anak sering kesulitan menyampaikan apa saja yang dirasakannya ketika mengalami cedera. Walaupun penelitian mengenai tes pencitraan dapat meningkatkan kanker belum terbukti benar dan membuat Anda khawatir, langkah bijak yang dapat Anda lakukan sebagai orangtua adalah jangan memaksakan anak untuk melakukan tes pencitraan bila tidak dibutuhkan.

Tubuh anak memang peka terhadap radiasi dan terlalu banyak radiasi pada anak tentu tidak baik di kemudian hari. Oleh karena itu, perlu diperhatikan bahwa tidak semua penyakit atau cedera pada anak memerlukan tes pencitraan. Jadi, orangtua harus berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter apakah sang anak memang membutuhkan tes pencitraan atau tidak.

kanker pnet

Apa yang bisa dilakukan orangtua bila anak harus menjalani tes pencitraan?

Ada beberapa penyakit atau cedera pada anak yang memerlukan tes pencitraan, misalnya trauma pada kepala akibat jatuh atau pukulan, sakit kepala kronis, terjadi kejang, juga mendiagnosis adanya usus buntu. Untuk mendapatkan diagnosis yang tepat, dokter tetap membutukan tes pencitraan.

Bila dokter mengharuskan anak untuk melakukan tes pencitraan, Anda tidak perlu khawatir. Memilih rumah sakit anak dan melakukan tes pencitraan di rumah sakit tersebut aman untuk anak. Sebab rumah sakit telah menyesuaikan dosis radiasi yang rendah pada mesin pemindaian untuk ukuran anak-anak.

Anda perlu meminta pertimbangan dokter terlebih dahulu, mana tes pencitraan yang sebaiknya dilakukan oleh anak. Sebab CT scan memiliki radiasi yang lebih tinggi daripada rontgen dengan sinar X. Walaupun demikian, dosis radiasi pada keduanya pasti disesuaikan dengan dosis anak.

Anda juga bisa mengajukan beberapa pertanyaan kepada dokter bila Anda masih kurang yakin dengan keamanan anak jika melakukan tes pencitraan. Kemudian, simpan catatan atau hasil pemindaian yang dilakukan oleh anak. Hal ini memungkinkan anak tidak perlu melakukan tes pencitraan ulang dalam waktu yang singkat.

Kemudian, mencegah terjadinya cedera atau luka pada anak tentu akan mengurangi kemungkinan anak untuk melakukan tes pencitraan. Sebaiknya Anda tetap mengawasi anak ketika bermain dan rutin melakukan pengecekan kesehatan anak sebagai deteksi dini bila anak memiliki suatu penyakit.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengapa Kasus Kanker Serviks Masih Tinggi di Indonesia?

Kasus kanker serviks di Indonesia masih tergolong tinggi, padahal penyakit ini bisa dicegah dan dideteksi dini agar ditangani sebelum parah.

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kanker Serviks, Kanker 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Fakta Empeng Bayi, Apa Saja Manfaat dan Kekurangannya?

Jika digunakan dengan benar, empeng alias dot bayi yang tak berisi susu memang memiliki banyak manfaat. Tapi ketahui juga kekurangannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 2 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Ciri-Ciri Anak Cacingan Berdasarkan Jenis Cacingnya

Cacingan adalah penyakit yang paling rentan dialami oleh anak-anak. Itu sebabnya, penting untuk mengetahui ciri-ciri cacingan pada anak berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 2 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Limfoma (Kanker Getah Bening)

Limfoma atau kanker getah bening adalah salah satu jenis kanker darah yang perlu diwaspadai. Cari tahu pengertian, gejala, penyebab, dan pengobatan limfoma.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker, Kanker Darah 1 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kanker penyebab BAB berdarah

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
demam pada anak

Demam Anak Tidak Sembuh-Sembuh Meski Sudah Minum Obat, Harus Bagaimana?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
cara meningkatkan leukosit lewat makanan penambah sel darah putih

Daftar Makanan untuk Atasi Kekurangan Sel Darah Putih

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
obat radang tenggorokan pada anak

Obat Radang Tenggorokan pada Anak: Mulai dari Alami Sampai Medis

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit