Apakah Pemindaian Dengan CT Scan dan Rontgen Aman untuk Anak-anak?

Oleh Data medis direview oleh dr. Tania Savitri.

Anak-anak memang rentan dengan cedera dan sakit. Ada kalanya orangtua yang merasa khawatir akhirnya memutuskan melakukan tes pencitraan untuk anak, seperti CT scan atau rontgen (dengan sinar X) untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Namun, sebuah penelitian menunjukkan bahwa terlalu banyak menggunakan tes pencitraan dapat meningkatkan risiko kanker pada anak. Lalu, apakah anak boleh melakukan tes pencitraan? Simak ulasannya berikut ini.

Benarkah tes pencitraan meningkatkan risiko kanker pada anak?

Dilanisr dari WebMD, sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang telah melakukan CT scan lebih dari tiga kali berisiko mengalami tumor otak atau leukemia. Namun, penelitian tersebut masih kontroversial. Pasalnya, butuh radiasi yang cukup besar untuk mengembangkan tumor otak atau leukimia pada anak-anak.

Bila hanya lebih dari tiga kali atau tiga kali lipatnya, berarti radiasnya masih rendah untuk dapat memicu kanker. Dengan kata lain, para ahli memperkirakan perlu 10.000 kali CT scan sehingga bisa menyebabkan terjadinya kanker. Walaupun radiasinya sangat kecil untuk meningkatkan kanker, terlalu sering melakukan tes pencitraan tentu akan menyebabkan efek samping di kemudian hari.

Kebutuhan tes pencitraan untuk anak

Tes pencitraan untuk anak memang sangat membantu dokter untuk mendiagnosis suatu penyakit. Apalagi anak sering kesulitan menyampaikan apa saja yang dirasakannya ketika mengalami cedera. Walaupun penelitian mengenai tes pencitraan dapat meningkatkan kanker belum terbukti benar dan membuat Anda khawatir, langkah bijak yang dapat Anda lakukan sebagai orangtua adalah jangan memaksakan anak untuk melakukan tes pencitraan bila tidak dibutuhkan.

Tubuh anak memang peka terhadap radiasi dan terlalu banyak radiasi pada anak tentu tidak baik di kemudian hari. Oleh karena itu, perlu diperhatikan bahwa tidak semua penyakit atau cedera pada anak memerlukan tes pencitraan. Jadi, orangtua harus berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter apakah sang anak memang membutuhkan tes pencitraan atau tidak.

kanker pnet

Apa yang bisa dilakukan orangtua bila anak harus menjalani tes pencitraan?

Ada beberapa penyakit atau cedera pada anak yang memerlukan tes pencitraan, misalnya trauma pada kepala akibat jatuh atau pukulan, sakit kepala kronis, terjadi kejang, juga mendiagnosis adanya usus buntu. Untuk mendapatkan diagnosis yang tepat, dokter tetap membutukan tes pencitraan.

Bila dokter mengharuskan anak untuk melakukan tes pencitraan, Anda tidak perlu khawatir. Memilih rumah sakit anak dan melakukan tes pencitraan di rumah sakit tersebut aman untuk anak. Sebab rumah sakit telah menyesuaikan dosis radiasi yang rendah pada mesin pemindaian untuk ukuran anak-anak.

Anda perlu meminta pertimbangan dokter terlebih dahulu, mana tes pencitraan yang sebaiknya dilakukan oleh anak. Sebab CT scan memiliki radiasi yang lebih tinggi daripada rontgen dengan sinar X. Walaupun demikian, dosis radiasi pada keduanya pasti disesuaikan dengan dosis anak.

Anda juga bisa mengajukan beberapa pertanyaan kepada dokter bila Anda masih kurang yakin dengan keamanan anak jika melakukan tes pencitraan. Kemudian, simpan catatan atau hasil pemindaian yang dilakukan oleh anak. Hal ini memungkinkan anak tidak perlu melakukan tes pencitraan ulang dalam waktu yang singkat.

Kemudian, mencegah terjadinya cedera atau luka pada anak tentu akan mengurangi kemungkinan anak untuk melakukan tes pencitraan. Sebaiknya Anda tetap mengawasi anak ketika bermain dan rutin melakukan pengecekan kesehatan anak sebagai deteksi dini bila anak memiliki suatu penyakit.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda untuk membantu memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan We are excited to guide you on your parenting journey. Your first email will arrive shortly. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca