Ligasi Jahitan, Teknik Baru Memperbaiki Kelebihan Jari (Polidaktili) Pada Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 5 Januari 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Polidaktili adalah kelainan fisik yang ditandai dengan adanya jari tangan atau kaki tambahan, sehingga tampilannya lebih banyak dari lima. Polidaktili berasal dari bahasa Yunani “polys”, yang berarti ‘banyak’, dan “daktylos, yang berarti ‘jari’.

Pengobatan polidaktili hanya dapat dilakukan lewat pembedahan, dan tekniknya pun bervariasi. Salah satunya adalah teknik ligasi jahitan. Berikut informasi lengkapnya seputar prosedur medis ini.

Apa penyebab polidaktili?

Selama perkembangan embrio dalam kandungan, tangan yang awalnya berbentuk dayung mirip kaki bebek akan terbelah menjadi lima jari yang terpisah satu sama lain. Polidaktili dapat terjadi bila ada kesalahan dalam proses ini, sehingga terbentuklah jari tambahan dari salah satu jari tangan atau kaki yang terbelah lagi menjadi dua.

Banyak kasus polidaktili terjadi tanpa sebab yang jelas, sementara beberapa kasus lainnya terjadi karena kelainan kromosom turunan (genetik). Polidaktili juga dapat terjadi akibat cacat lahir bawaan, misalnya akibat kebiasaan merokok atau minum miras saat hamil, terpapar zat kimia berbahaya, hingga terinfeksi virus selama kehamilan, seperti TORCH, toksoplasmarubella, cytomegalovirus, sipilis, dan herpes.

Polidaktili adalah kelainan sejak lahir yang paling umum terjadi, dan dialami sekitar 1 dari setiap 1.000 kelahiran.

Seperti apa prosedur ligasi jahitan untuk menghilangkan kelebihan jari tangan bayi?

Ligasi jahitan adalah prosedur mengikat jari yang berlebih dengan benang untuk memutuskan aliran darahnya. Hal ini bertujuan untuk mematikan jaringan ekstra tersebut sehingga akhirnya terlepas.

Prosedur ini dilakukan tergantung dari ukuran dan jenis jari yang terduplikat. Jari tangan tambahan biasanya terletak di sisi ibu jari (radial), kelingking, atau di tengah (central). Kelebihan jari ini ada yang bentuknya sempurna mirip layaknya jari biasa, tapi ada juga berkembang tidak normal; berukuran lebih kecil dan “hidup” berdempetan dengan jari lainnya.

Adakah komplikasi atau efek samping dari prosedur ligasi jahitan?

Ya. Sama seperti prosedur medis lainnya, ligasi jahitan memiliki komplikasinya tersendiri. Yang paling umum adalah pembentukan jaringan parut yang mengganggu penampilan fisik bayi, serta peradangan yang ditandai dengan rasa nyeri dan pembengkakan akibat nekrotis (kematian sel dan jaringan).

Beberapa komplikasi lain yang mungkin terjadi termasuk iskemia (kekurangan suplai darah), penggumpalan darah, eritema (peradangan) dan selulitis (infeksi pada kulit).

Menurut Institut Kesehatan Nasional AS, salah satu penulis pada studi tersebut mengatakan, “Meskipun ligasi jahitan terbukti sederhana, aman dan efektif, bukti medis terbatas menunjukkan bahwa prosedur ini lebih berisiko menyebabkan amputasi daripada tindakan bedah biasa.”

Selain itu, ligasi jahitan lebih cenderung menyebabkan sindrom neuroma yang lebih menyakitkan daripada eksisi bedah. Neuroma mengacu pada pertumbuhan jaringan saraf yang menyebabkan ketidaknyamanan, baik itu rasa nyeri, sensasi terbakar, atau mati rasa. Hal ini tentu akan memengaruhi kualitas hidup bayi dan memerlukan prosedur tambahan yang lebih rumit untuk menyembuhkannya.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Katarak Kongenital

Katarak kongenital adalah kelainan bawaan lahir pada bayi, yang menyebabkan lensa mata menjadi keruh dan menghambat penglihatannya. Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Mata, Katarak 7 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Achondroplasia (Akondroplasia)

Achondroplasia atau akondroplasia adalah kelainan tulang pada bayi yang baru lahir. Simak gejala, penyebab, dan cara mengatasinya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Hemofilia

Hemofilia adalah kelainan darah akibat rusaknya faktor pembekuan darah. Ini adalah kondisi genetik yang menyebabkan perdarahan sulit dihentikan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kelainan Darah, Hemofilia 24 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Distrofi Otot

Distrofi otot (muscular dystrophy) adalah sekelompok penyakit yang melemahkan otot. Cari tahu informasi lengkap seputar kondisi ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 19 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tourette syndrome sindrom tourette adalah

Tourette Syndrome, Gangguan Saraf yang Membuat Anak Tidak Bisa Mengendalikan Gerakan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
feses bayi

Hirschsprung (Hisprung)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
gastroschisis adalah

Gastroschisis, Kondisi Saat Bagian Dalam Perut Anak Berada di Luar Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
Porfiria atau porphyria adalah membuat seseorang terlihat pucat pasi dan bertingkah laku bak vampir yang harus menghindari sinar matahari.

Porfiria

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit