home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Penggunaan Ibuprofen untuk Anak di Masa Pandemi, Apakah Aman?

Penggunaan Ibuprofen untuk Anak di Masa Pandemi, Apakah Aman?

Seberapa familier Anda dengan obat bernama ibuprofen? Obat satu ini seharusnya sudah tidak asing terdengar. Tak hanya untuk orang dewasa, penggunaan ibuprofen juga tidak jarang diberikan untuk anak karena dapat membantu meredakan nyeri.

Namun, mengingat situasi pandemi COVID-19 yang sedang melanda dunia termasuk Indonesia, penggunaan ibuprofen sedikit dipertanyakan. Agar lebih jelas dan tidak keliru, berikut penjelasannya.

Menguak fakta penggunaan ibuprofen untuk anak di tengah pandemi/new normal

Ibuprofen merupakan obat golongan obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS) yang terbukti aman dan efektif sebagai antipiretik dan antinyeri.

Pada anak, penggunaan ibuprofen banyak digunakan karena dapat menurunkan demam dan mengurangi nyeri pada sakit gigi, sakit sendi, dan lain-lain. Obat ini dapat dibeli bebas dan tersedia secara luas.

Menurut informasi dari nhs.uk, ibuprofen dapat diberikan pada anak dari mulai usia 3 bulan. Biasanya, anak usia 3 bulan hingga 12 tahun mengonsumsi ibuprofen dalam bentuk cair atau sirup.

Berkaitan dengan masa pandemi, pada awal Maret 2020 beredar anjuran untuk tidak menggunakan ibuprofen pada pasien dengan gejala infeksi saluran napas akut, termasuk COVID-19. Dikatakan bahwa terdapat peningkatan efek samping obat serta perburukan pada pasien COVID-19 yang mendapatkan ibuprofen.

Informasi tersebut tentunya menimbulkan kekhawatiran di masyarakat, terutama orangtua yang selama ini telah menggunakan ibuprofen untuk mengatasi keluhan demam ataupun nyeri pada anaknya.

Tidak ada bukti yang menyatakan ibuprofen berbahaya

Menurut Badan Kesehatan Dunia – World Health Organization (WHO) dan Badan Otoritas Obat negara lain seperti United States – Food and Drug Administration (US-FDA) dan Uni Eropa – European Medicines Agency (EMA), informasi tersebut belum dapat dibuktikan.

Dari studi yang ditelaah mengenai efek samping ibuprofen termasuk untuk anak, tidak ada satupun studi yang spesifik merujuk kepada infeksi COVID-19. Apabila dibandingkan dengan parasetamol, efek samping ibuprofen juga hanya sedikit bahkan tidak berbeda, termasuk dalam hal efek samping perdarahan saluran cerna.

Efek samping yang diamati pada mayoritas studi bersifat ringan hingga sedang. Tidak ada efek samping berat yang dilaporkan.

Ditambah lagi, masih dari laman daring nhs.uk, The Commission on Human Medicines telah mengonfirmasi bahwa tidak ada bukti pasti dalam penggunaan ibuprofen untuk mengatasi gejala suhu badan yang meningkat/tinggi dapat memperburuk pasien yang positif virus corona.

Oleh karena itu, mengingat belum adanya bukti langsung pada pasien dengan COVID-19, pada 19 Maret 2020 WHO mengeluarkan pernyataan bahwa tidak ada rekomendasi pelarangan penggunaan ibuprofen untuk pasien dengan gejala COVID-19. Ibuprofen aman digunakan juga untuk anak.

Di Indonesia, pada bulan April 2020, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga telah mengeluarkan pernyataan mengenai keamanan penggunaan ibuprofen.

Dengan demikian, apabila diperlukan, misalnya, untuk mengatasi demam pada anak, ibuprofen tetap dapat diberikan sesuai dengan dosis yang tepat.

Tips dalam memberikan ibuprofen untuk anak

Selain memastikan bahwa dosis yang diberikan untuk anak sudah sesuai, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Memeriksa tanggal kedaluwarsa obat yang biasanya tertera pada kemasan
  • Ikuti anjuran pakai yang juga tertera pada kemasan
  • Pastikan anak tidak sedang dalam pengobatan tertentu. Jika tetap ingin memberikan ibuprofen, dianjurkan untuk bertanya dulu kepada dokter.
  • Jika si kecil memuntahkan ibuprofen dalam bentuk sirup, jangan langsung kembali memberikan obat ini dan tunggu setidaknya hingga 6 jam.
  • Ketika memilih ibuprofen sirup, pilih yang memiliki rasa manis atau yang mudah diminum.

Kesimpulannya, Anda tidak perlu khawatir ketika akan memberikan ibuprofen untuk bantu mengatasi kondisi kesehatan anak, seperti nyeri atau demam, di tengah pandemi yang masih berlangsung ini. Berbagai organisasi dunia termasuk dalam negeri sudah mengklarifikasi bahwa penggunaan ibuprofen memang aman. Satu hal yang perlu diingat, berikan ibuprofen sesuai dosis dan pastikan untuk membaca aturan pakai.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

WHO (World Health Organization). (2020). The use of non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) in patients with COVID-19. Retrieved July 24, 2020, from https://www.who.int/news-room/commentaries/detail/the-use-of-non-steroidal-anti-inflammatory-drugs-(nsaids)-in-patients-with-covid-19

Badan Pengawas Obat dan Makanan – Republik Indonesia. (2015). PENJELASAN BADAN POM RI Tentang Informasi Keamanan Penggunaan Ibuprofen Pada Penyakit New Corona Virus 2019 (Covid-19). Retrieved July 24, 2020, from https://www.pom.go.id/new/view/more/klarifikasi/111/PENJELASAN-BADAN-POM-RI–Tentang–Informasi-Keamanan-Penggunaan-Ibuprofen–Pada-Penyakit-New-Corona-Virus-2019–Covid-19-.html

European Medicines Agency (18 Maret 2020). EMA gives advice on the use of non-steroidal anti-inflammatories for COVID-19.  Retrieved July 24, 2020, from https://www.ema.europa.eu/en/news/ema-gives-advice-use-non-steroidal-anti-inflammatories-covid-19 

United States – Food and Drug Administration (19 Maret 2020). FDA advises patients on use of non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) for COVID-19. Retrieved July 24, 2020, from https://www.fda.gov/drugs/drug-safety-and-availability/fda-advises-patients-use-non-steroidal-anti-inflammatory-drugs-nsaids-covid-19

nhs.uk. (2019, July 18). Ibuprofen for children: painkiller to treat cold symptoms, teething and reduce a high temperature. Retrieved July 24, 2020, from https://www.nhs.uk/medicines/ibuprofen-for-children/

Hilmas, PharmD, BCPS, E. (2018). How to Safely Give Ibuprofen (for Parents) – Nemours KidsHealth. Retrieved July 26, 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/ibuprofen.html

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Ganda Ilmana, Sp.A
Ditulis oleh dr. Ganda Ilmana, Sp.A
Tanggal diperbarui 26/08/2020
x