home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Begini Caranya Memperkenalkan Makanan Baru untuk Anak Dengan Autisme

Begini Caranya Memperkenalkan Makanan Baru untuk Anak Dengan Autisme

Memang tidak semua makanan bisa diberikan ke anak dengan autisme. Salah memberikan makanan justru dapat memperparah kondisi anak dengan autisme. Belum lagi anak dengan autisme biasanya lebih pilih-pilih makanan. Misalnya anak tidak suka makanan dengan warna, tekstur, atau aroma tertentu. Hal ini tentu tidak mudah saat orangtua ingin memperkenalkan makanan baru pada anak dengan autisme.

Padahal, kebiasaan pilih-pilih makanan dapat membatasi asupan nutrisi anak yang kemudian dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain itu, juga dapat menyebabkan masalah berat badan dan masalah kesehatan. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk tetap berusaha memperkenalkan makanan baru ke anak, sehingga pilihan makanan anak menjadi lebih beragam.

Cara memperkenalkan makanan baru pada anak dengan autisme

mitos kebiasaan makan pada anak

Memperkenalkan makanan baru pada anak dengan autisme cukup sulit dilakukan. Belum tentu juga makanan tersebut aman bagi anak dengan autisme. Beberapa makanan dapat menimbulkan gejala intoleransi atau alergi pada anak dengan autisme.

Untuk itu, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memastikan makanan tersebut aman untuk anak dengan berkonsultasi ke dokter. Dokter akan memeriksa apakah ada alasan medis yang membuat anak harusnya tidak mengonsumsi makanan tertentu.

Setelah diizinkan oleh dokter, Anda dapat melakukan beberapa pendekatan berikut ini untuk memperkenalkan makanan baru pada anak:

  • Pertama, mulai perkenalkan tekstur dan warna makanan baru ke anak
  • Pastikan anak sering melihat, menyentuh, dan mencium aroma makanan tersebut beberapa kali sebelum mulai ingin mencicipinya.
  • Perkenalkan satu jenis makanan baru setiap kali, jangan langsung banyak sekaligus.
  • Tawarkan makanan pada suhu ruangan (jangan terlalu panas atau dingin).
  • Jangan paksa anak jika ia belum ingin mencicipi makanan baru.
  • Butuh waktu beberapa kali bagi anak untuk mencicipi makanan baru sampai ia suka dengan makanan tersebut.

Jika anak belum ingin mencicipi makanan, Anda bisa menyelipkan makanan baru tersebut pada makanan kesukaan anak, seperti dalam roti sandwich atau telur dadar. Hal ini mendorong agar anak bisa mencicipi rasa makanan baru tersebut terlebih dulu. Jika lidah anak sudah familiar dengan rasa makanan baru, maka lebih mudah bagi anak untuk bisa mencicipinya lagi dan lagi sampai ia suka dan tidak menolak lagi.

Berikan suplemen vitamin dan mineral untuk anak

Bisa dimaklumi jika Anda khawatir asupan vitamin dan mineral anak kurang karena keterbatasan pemilihan makanan anak. Anda mungkin sudah mencoba banyak cara untuk menawarkan berbagai makanan baru ke anak, tapi anak masih menolak.

Pemberian suplemen vitamin dan mineral mungkin diperlukan untuk mengurangi rasa khawatir Anda ini. Selain untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral anak, suplemen vitamin dan mineral mungkin juga bisa meningkatkan nafsu makan anak. Hal ini karena asupan nutrisi tertentu yang rendah, seperti seng dapat menurunkan nafsu makan anak.

Penting untuk diingat, sebelum memberikan suplemen vitamin dan mineral ke anak, sebaiknya konsultasikan hal ini terlebih dahulu ke dokter. Dokter yang akan menentukan suplemen jenis apa yang dibutuhkan dan berapa dosisnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

(2017). ‘Picky Eating’: How to Introduce New Foods to Children with Autism. [online] Hit 100. Available at: https://www.hit100.com.au/blog/2017/9/14/picky-eating-how-to-introduce-new-foods-to-children-with-autism [Accessed 22 Apr. 2018].

Sponder, D. (2015). How to Help Your Child with Autism Overcome Picky Eating. [online] Autism Parenting Magazine. Available at: https://www.autismparentingmagazine.com/how-to-help-your-asd-child-overcome-picky-eating-now/ [Accessed 22 Apr. 2018].

Autism Speaks. Parent of Teen with Autism Seeks Help with Narrowing Food Choices. [online] Available at: https://www.autismspeaks.org/blog/2015/02/13/parent-teen-autism-seeks-help-narrowing-food-choices [Accessed 22 Apr. 2018].

Autism Speaks. Encouraging Picky Eaters with Autism to Try New Foods. [online] Available at: https://www.autismspeaks.org/blog/2012/11/09/encouraging-picky-eaters-autism-try-new-foods [Accessed 22 Apr. 2018].

Foto Penulis
Ditinjau oleh Arinda Veratamala, S.Gz
Ditulis oleh Arinda Veratamala, S.Gz
Tanggal diperbarui 06/09/2018
x