Bu, Ini Tips Peralihan dari ASI ke Susu Formula

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/04/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Peralihan dari ASI ke susu formula mungkin tidak mudah. Beberapa kondisi kesehatan bayi mengharuskannya untuk disapih dan menerima asupan dari susu formula.

Bisa saja saat mendapatkan rekomendasi peralihan ke susu formula ada banyak pertanyaan di benak ibu. Apakah ini akan berjalan dengan lancar? Apakah sistem pencernaannya cocok?

Tanda ketika bayi siap disapih

ASI adalah nutrisi yang penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Sayangnya ada beberapa kondisi yang mengharuskan bayi mendapatkan asupan dari susu formula, misalnya alasan kesehatan ibu atau bayinya.

Tantangan yang dihadapi bayi saat menjalani peralihan dari ASI ke susu formula adalah adaptasi proses menyusunya. Ada beberapa bayi yang sulit disapih dan ada juga yang mudah dalam melakukan transisi. Berikut tanda bayi yang siap disapih.

  • Selalu rewel setiap diberi ASI
  • Sesi menyusui berlangsung lebih lambat
  • Mudah terdistraksi saat diberi ASI
  • Mulai bermain-main dengan payudara, seperti menggigit atau menarik puting
  • Menyusu tapi tidak menyedot ASI

Jika ada tanda-tanda di atas, berarti bayi siap memulai peralihan dari menyusu dari payudara ibu ke botol yang berisikan susu formula. Untuk bayi yang belum diketahui kesiapannya, ibu perlu mengetahui tips untuk memulai transisi dari ASI ke susu formula.

Tips peralihan dari ASI ke susu formula

Bagaimana jika si kecil sulit pindah dari ASI ke susu formula? Apakah asupannya tetap terpenuhi dengan baik? Untuk itu, ketahui tips transisi ASI ke susu formula yang perlu ibu terapkan.

1. Memberikan ASI berselang susu formula

Bila memungkinkan kondisi bayi masih memungkinkan untuk diberi ASI, cobalah untuk memberikan susu formula di botol secara berselang. Misalnya, pada kondisi ibu yang bekerja atau ASI sulit keluar. Trik ini memudahkan bayi melalui transisi dari ASI ke susu formula.

2. Menyusui di tempat yang berbeda untuk peralihan dari ASI ke susu formula

Jika biasanya Anda duduk di tempat yang sama saat menyusui, contohnya di ujung kasur atau sofa yang sama, coba menyusui bayi di tempat yang lain. 

Misalnya, di kursi yang berbeda. Cara ini memberi suasana berbeda bagi si kecil sebagai tanda bahwa ia akan disapih dan beralih minum susu formula dari botol.

Tetap buat waktu menyusui menyenangkan untuk anak. Misalnya, mengajak ia bercanda setelah menyusui, sehingga anak bisa menerima perlahan transisinya.

3. Pilih susu formula yang cocok

Saat peralihan dari ASI ke susu formula, ibu perlu tahu bagaimana susu tersebut diproses. Namun, sebelum menentukan susu formula untuk si kecil, ada baiknya ibu berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu.

Biasanya dokter akan merekomendasikan susu terhidrolisat parsial untuk memulainya. Karena susu formula terhidrolisat parsial mengandung protein yang dipecah dalam bentuk potongan lebih kecil. Dengan begitu, protein lebih mudah dicerna.

Sebuah penelitian mengatakan bahwa susu terhidrolisat parsial dapat menjadi awal atau starter ketika si kecil beralih ke susu formula . Hal ini untuk meminimalkan risiko ketidakcocokan susu formula pada bayi. 

Ketika memilih susu formula, ibu perlu memperhatikan kandungan kadar laktosa di dalamnya. Hal ini penting, karena kadar laktosa yang tinggi bisa mengakibatkan ketidaknyamanan pada sistem pencernaan bayi. Sistem pencernaan bayi belum berkembang sempurna untuk mencerna laktosa.

Lebih aman jika ibu memilih susu formula yang ramah terhadap pencernaan anak, sambil memberikan asupan nutrisi secara optimal untuk mendukung pertumbuhan dan sistem imun bayi.

Selalu ingat, sistem imun yang kuat dimulai dari pencernaan yang sehat. Jadi, ibu perlu berhati-hati dalam memilihkan susu formula untuk si kecil.

4. Pentingnya zat besi dalam peralihan ASI ke susu formula

Saat memilihkan susu formula, jangan lupa cek kandungan zat besi. The American Academy of Pediatrics menyarankan agar bayi di bawah usia 1 tahun yang tidak menerima ASI, lebih baik diberikan formula yang mengandung zat besi. Kandungan ini dapat mencegah anemia. Karena zat besi adalah mineral penting yang memicu pembentukan sel darah merah baru.

Selain zat besi, pastikan ada nutrisi penting yang terkandung di dalam susu formula, seperti asam folat, vitamin B, Omega 3 dan 6, kalsium, vitamin B1, B6, dan B12.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kerap Bikin Penasaran, Ternyata Seperti Inilah Rasa ASI

ASI dari setiap ibu bisa memiliki rasa yang berbeda bergantung dari berbagai faktor seperti hormon dan makanan. Seperti apa rasa ASI?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Fakta Unik 23/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Kelebihan Formula PDX GOS dan Betaglucan dalam Memperkuat Imun Anak

Susu formula dengan kandungan PDX, GOS, dan Betaglucan memiliki keunggulan untuk sistem imun anak. Benarkah demikian? Bagaimana cara kerjanya?

Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
susu formula untuk anak
Parenting, Nutrisi Anak 05/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Ini Panduan Manajemen ASI Perah untuk Ibu Bekerja

Ibu bekerja tetap bisa memberikan ASI sesuai kebutuhan si kecil. Yuk, ketahui langkah-langkah manajemen ASI perah untuk ibu bekerja.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Bayi, Parenting, Menyusui 28/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Pilihan Susu Formula Agar Bayi Tidak Sembelit

Susu formula ternyata bisa membuat bayi sembelit. Lantas, seperti apa susu formula untuk bayi yang tidak bikin sembelit? Lihat beberapa pilihannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Nutrisi Anak 22/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
perbedaan susu sapi dan soya

Adakah Perbedaan pada Tumbuh Kembang Anak Minum Susu Sapi dan Soya?

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 16/07/2020 . Waktu baca 5 menit
protein soya

Kenali Perbedaan Protein Soya dan Isolat Protein Soya Serta Manfaatnya untuk Tumbuh Kembang Anak

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 5 menit
asi tidak keluar

Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020 . Waktu baca 10 menit

Cara Memilih Susu Soya yang Tepat untuk Kebutuhan Anak

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 03/06/2020 . Waktu baca 6 menit