Amankah Bayi Pakai Termometer Rektal (Lewat Anus)?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 4 Juli 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Apa yang Anda lakukan ketika mendapati suhu tubuh buah hati lebih tinggi? Mungkin Anda segera mengambil termometer. Terdapat berbagai jenis termometer untuk bayi, salah satunya adalah termometer rektal yang penggunaannya lewat anus. Tetapi, apakah termometer ini aman?

Amankah termometer rektal untuk bayi?

Saat bayi demam, mereka cenderung lebih rewel. Untuk memastikan seberapa tinggi suhu tubuhnya, Anda membutuhkan termometer.

Sekarang ini terdapat berbagai jenis termometer, salah satunya termometer rektal. Termometer ini didesain dengan bulp (ujung yang membesar) khusus untuk mengambil suhu anus dengan aman.

Namun, apakah termometer lewat dubur ini juga aman jika digunakan untuk bayi?

Dilansir dari laman John Hopkins Medicine, termometer rektal aman digunakan oleh bayi, baik itu bayi baru lahir bahkan hingga balita usia 3 tahun.

Bahkan, menurut American Academy of Pediatric, mengukur suhu tubuh dengan termometer melalui anus ini dianggap lebih akurat, ketimbang melalui mulut atau ketiak.

Cara pakai termometer rektal untuk bayi

Sumber: Eco Surgical

Meski aman digunakan, menggunakan termometer lewat anus ini tidak boleh sembarangan. Berikut adalah beberapa langkah aman menggunakan termometer rektal untuk bayi.

1. Siapkan termometer

Jika Anda baru melakukannya pertama kali, akan lebih baik meminta bantuan pasangan. Sebelumnya, baca cara penggunaan termometer yang tertera di kemasannya sebagai panduan Anda.

Minta pasangan atau anggota keluarga yang lain untuk menyalakan termometer dan melumasi ujungnya dengan petroleum jelly.

2. Posisikan tubuh bayi dengan aman dan nyaman

Letakkan bayi di pangkuan Anda dengan perut menghadap bawah (posisi tengkurap). Arahkan tangan Anda di sekitar kepala bayi atau di sekitar punggung bawahnya.

Anda juga bisa membaringkan bayi dengan posisi telentang. Peganglah kedua kaki bayi dan angkat sedikit ke atas.

3. Masukkan termometer dengan hati-hati

Masukkanlah termometer perlahan-lahan dan hati-hati sekitar 1,5-2,5 cm ke dalam anus. Jangan memasukkan termometer rektal untuk mengukur suhu bayi secara paksa.

Masukkan termometer secara lurus dan jangan miring. Pastikan bayi tidak bergerak-gerak untuk mencegah terjadinya cedera.

4. Keluarkan termometer dari anus

Biarkan termometer tetap di dalam anus selama beberapa saat sampai termometer berbunyi bip atau memberikan tanda. Setelahnya, tarik keluar dengan pelan.

5. Catat dan bersihkan

Bacalah suhu tubuh yang tertera dan catat. Selanjutnya, bersihkan termometer dengan sabun, air, atau alkohol dan simpan kembali di tempat yang aman.

Haruskah pergi ke dokter?

Setelah menggunakan termometer rektal untuk bayi, Anda bisa mengetahui dengan pasti suhu tubuh buah hati.

Si kecil dikatakan demam, apabila termometer menunjukkan suhu 38ºC. Anda perlu membawa bayi ke dokter dengan kriteria:

  • Suhu tubuh mencapai 38ºC pada bayi usia kurang dari 3 bulan
  • Suhu tubuh mencapai 38,9ºC, terlihat lesu, dan rewel pada bayi usia 3 hingga 6 bulan
  • Suhu tubuh lebih dari 38,9ºC dan bertahan lama pada anak usia 6 bulan hingga 1 tahun.

Demam menandakan bahwa tubuh sedang memerangi infeksi. Ini bisa menjadi gejala umum dari berbagai penyakit, seperti flu atau infeksi telinga.

Meski kadang tidak berbahaya, jangan menyepelekan demam yang terjadi pada bayi. Segerala ke dokter jika Anda memiliki keraguan terhadap kondisi kesehatan anak Anda.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Thermo Gun Tidak Merusak Saraf dan Otak, Cek Suhu di Dahi Lebih Akurat

Kementerian Kesehatan memastikan keamanan tembakan sinar thermo gun ke dahi seseorang. Hasilnya, thermo gun sama sekali tidak merusak saraf otak.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Alat Thermal Scanner yang Dipakai untuk Mendeteksi COVID-19?

Beberapa bandara melakukan uji menggunakan thermal scanner sebagai antisipasi pencegahan coronavirus. Apa itu sebenarnya thermal scanner?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
COVID-19, Penyakit Infeksi 18 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit

Tangan dan Kaki Dingin Terus? Ini 6 Tips Jitu Mengatasinya

Terjebak di ruangan ber-AC dalam waktu yang lama memang bisa membuat tangan dan kaki dingin. Jangan khawatir. Berbagai cara ini mungkin bisa membantu.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 8 Januari 2019 . Waktu baca 4 menit

6 Fakta Mengejutkan Seputar Suhu Tubuh Manusia

Suhu tubuh adalah suatu parameter yang sangat mudah utnuk dicek. Ada banyak fakta unik di balik suhu tubuh manusia yang ternyata bisa buat Anda tercengang.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kesehatan, Informasi Kesehatan 24 Mei 2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara pakai termometer

Mengenal 4 Jenis Termometer yang Paling Umum, dan Cara Pakainya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
jenis termometer

Mengenal Jenis-Jenis Termometer dan Cara Pakainya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
obat alami demam anak

Lebih Baik Kompres Dingin atau Hangat untuk Menurunkan Demam?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
suhu normal bayi

Agar Tahu Suhu Normal Bayi, Begini Cara Mengukur Sesuai dengan Lokasinya di Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit