Apakah Parfum Bayi Aman Bagi Kulitnya yang Sensitif?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26/10/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Tubuh bayi sebenarnya sudah menguarkan wangi yang khas. Namun, wangi ini juga dapat menghilang ketika bayi banyak berkeringat. Beberapa ibu akhirnya memberikan parfum khusus dengan tujuan membuat kulit si kecil tetap harum. Kendati demikian, apakah parfum bayi cukup aman bagi kulitnya yang masih halus dan rentan?

Kandungan parfum bayi

Parfum, fragrance, dan cologne adalah produk dengan kegunaan yang sama, yakni mengharumkan kulit bayi sepanjang hari selama ia beraktivitas. Produk-produk ini biasanya digunakan bersama produk perawatan lain seperti sabun atau sampo.

Produk pengharum bayi umumnya terbuat dari air, bahan pewangi, bahan pewarna, serta beragam bahan kimia dengan fungsinya masing-masing. Beberapa parfum bayi juga dilengkapi ekstrak bahan alami yang dipercaya bermanfaat bagi kulit bayi.

Senyawa kimia yang kerap menjadi bahan parfum bayi adalah polysorbate 20, natrium benzoat, phenoxyethanol, asam sitrat, propylene glycol, dimethicone, dan tetrasodium EDTA. Sementara ekstrak bahan alami yang sering digunakan contohnya minyak jarak.

Agar produk ini menguarkan wangi yang segar, produsen juga akan menambahkan zat pewangi beraroma bunga dan buah-buahan. Setelah ditentukan aman melalui uji coba, barulah parfum, fragrance, dan cologne bayi bisa dirilis ke pasaran.

Bahan-bahan dalam parfum yang perlu diwaspadai

kulit bayi

Parfum bayi mungkin bermanfaat untuk membuat tubuhnya tetap harum. Akan tetapi, tidak semua bahan dalam produk ini aman bagi kulit bayi. Beberapa bahan justru bisa menimbulkan reaksi alergi, iritasi, hingga bersifat racun.

Bahan-bahan yang perlu Anda waspadai antara lain:

1. Propylene glycol

Sebagian besar parfum bayi mengandung propylene glycol. Bahan ini sebenarnya tidak menimbulkan bahaya langsung, tapi paparan jangka panjang dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko kanker.

Propylene glycol cepat menyerap ke dalam kulit. Fungsinya adalah membuka pori-pori kulit sehingga senyawa kimia lain bisa masuk dengan lebih mudah. Selain parfum bayi, senyawa ini juga banyak terdapat pada tisu basah.

2. Pengharum (fragrance)

Pengharum adalah bahan yang amat sering ditemukan dalam produk bayi, termasuk parfum. Sayangnya, beberapa parfum bayi mengandung zat pengharum yang tidak aman. Zat ini biasanya merupakan produk turunan dari hasil pengolahan minyak bumi.

Zat pengharum dapat menimbulkan reaksi alergi, baik pada kulit, pernapasan, hingga mata. Efeknya pun bisa bertahan selama berjam-jam pada tubuh bayi. Segera hentikan pemakaian produk bila bayi menunjukkan tanda-tanda alergi zat pengharum.

3. Ftalat

Ftalat terdapat dalam berbagai macam produk. Mulai dari sabun, sampo, detergen, pembersih kuku, losion cukur, hingga parfum bayi. Senyawa ini dinilai berbahaya karena sangat mudah terlepas ke udara dan terhirup ke dalam saluran pernapasan bayi.

Ftalat juga bisa memasuki tubuh bayi melalui produk-produk yang bersentuhan dengan kulit. Paparan jangka panjang dikhawatirkan dapat menimbulkan kerusakan pada hati, paru-paru, ginjal, dan sistem reproduksi.

Parfum bayi sebenarnya memiliki kegunaan tersendiri, tapi produk ini tidak wajib sebagai rangkaian perawatan kulit buah hati Anda. Pasalnya, tidak semua bahan dalam parfum bayi aman bagi kesehatan kulitnya.

Orangtua juga perlu berhati-hati karena beberapa bayi lebih berisiko mengalami alergi dan iritasi. Agar bayi tetap wangi, Anda bisa menggunakan cara yang lebih aman, yakni menjaga kulitnya agar tidak lembap oleh keringat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Para ibu mungkin sudah tidak asing lagi dengan kemunculan ruam susu atau ruam di pipi bayi. Namun, apakah ruam susu itu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Memilih Sabun untuk Kulit Bayi yang Sensitif

Kulit bayi masih sangat sensitif, untuk itu Anda perlu memilih sabun yang tepat. Bagaimana cara memilih sabun bayi untuk kulit sensitif?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 01/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Ibu, Ini Cara Memilih Sabun dan Perawatan Kulit Kering pada Bayi

Memilih sabun dan perawatan untuk kulit kering bayi tidak lagi membingungkan. Cukup terapkan langkah-langkah ini untuk menjaga kelembapan kulit si kecil.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 02/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Cara Agar Kulit Bayi Putih?

Warna kulit sebenarnya dipengaruhi oleh genetik, tapi ada cara yang bisa dilakukan agar kulit bayi putih. Simak cara untuk memutihkan kulit bayi berikut.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 24/03/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencegah ruam popok

Tips Mencegah Ruam Popok Pada Pantat Bayi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit
masalah kulit pada bayi

Ibu, Ini 9 Penyakit Kulit yang Paling Umum Dialami Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 8 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit