5 Perilaku Anak yang Sering Menyebabkan Masalah (Plus Solusinya)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23 November 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Seiring perkembangan anak, ada berbagai macam perilakunya yang harus Anda hadapi. Bahkan ada beberapa masalah umum perilaku anak yang sudah jadi keluhan langganan para orangtua. Berikut ini beberapa masalah dan solusinya yang terjadi pada anak berkisar dari tiga tahun hingga usia prasekolah.

1. Berbohong  

Ada tiga alasan kenapa berbohong dilakukan oleh anak-anak, yakni untuk mendapatkan perhatian, untuk menghindari masalah, dan untuk terlihat baik-baik saja. Ada tiga alasan mengapa anak-anak berbohong. Misalnya untuk mendapatkan perhatian atau untuk menghindari masalah.

Beberapa hal yang bisa dilakukan mengatasi anak yang berbohong adalah bantu anak Anda menghindari situasi di mana dia merasa perlu berbohong. Misalnya jika anak menumpahkan makanan dan Anda bertanya kepada anak, “Kamu yang menumpahkan ini?”, anak akan merasa terancam untuk dimarahi sehingga lebih memilih berbohong. Lebih baik katakan, “Makanannya tumpah, ya? Ayo, kita bersihkan.”

Selain itu, jika anak melakukan sesuatu yang salah lalu menceritakannya ke Anda, pujilah kejujurannya. Hal ini akan mengirimkan pesan ke anak Anda bahwa “jika saya jujur Ibu tidak akan marah atau kecewa”.

Di waktu senggang, berceritalah kepada anak tentang dongeng atau kisah mengenai pentingnya kejujuran.

2. Kebanyakan main gadget

Menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar gadget sejak usia dini merupakan perilaku yang membahayakan. Kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko obesitas, masalah tidur, dan membuat anak menjadi tak acuh terhadap lingkungannya.  

Buatlah peraturan soal penggunaan gadget anak. Contoh, tidak menggunakan gadget saat makan, sebelum tidur, berapa lama dalam sehari boleh memainkan gadget, dan lain sebagainya.

Sebaiknya orangtua tidak membiarkan anak main gadget lebih dari dua jam sehari. Orangtua juga wajib memberikan contoh untuk tidak ketergantungan dengan gadget di depan anak.

Selain itu, untuk mengisi waktu anak, berikan cara yang realistis untuk meningkatkan aktivitas fisik anak dan mengurangi waktu duduknya. Contoh, berikan jadwal olahraga bersama setiap sore, atau mengajak anak bermain di luar, dan lain-lain.

3. Sering merengek (tantrum)

Untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan, anak akan merengek atau melepas tantrum guna mengubah pikiran orangtua. Bagi orangtua, kuncinya adalah konsisten. Jika memang kesepakatan awalnya tidak, tetaplah pada pendirian. Jika anak melihat orangtuanya mudah untuk dibujuk dengan rengekan, anak akan semakin sering merengek untuk meminta hal-hal lain yang diinginkannya.  

4. Masalah makan  

Ada anak yang pilih-pilih makan, ada juga yang merasa selalu lapar dan ingin makan. Untuk mencegah terjadinya kekurangan atau kelebihan makan karena perilaku anak ini, orangtua punya peran penting dalam memberikan pengertian kepada anak mengenai pola makan.

Selain itu, penting bagi orangtua untuk selalu menyajikan makanan sehat dengan porsi dan gizi yang seimbang. Bila anak hobi pilih-pilih makan, jangan terbiasa untuk menuruti keinginannya. Anda memang harus sabar, tapi pelan-pelan perilaku anak bisa diubah.

Begitu juga dengan anak yang hobi makan, jangan gunakan makanan sebagai senjata supaya anak patuh atau tidak merengek lagi. Tegaskan pada anak bahwa ia sudah cukup makan.

5. Bersikap kasar

Ketika anak sudah mulai besar, ia akan mulai menunjukkan caranya meluapkan emosi. Hati-hati bila si kecil sering bersikap kasar. Misalnya memukul kakak dan adiknya, membanting dan melempar barang, atau bicara dengan ketus.

Bila anak menunjukkan perilaku yang kasar, langsung beri tahu bahwa perilakunya tidak bisa diterima dan berikan konsekuensi yang setimpal. Contohnya kalau anak memukul kakaknya, langsung beri tahu pada anak (tapi jangan sambil membentak-bentak) bahwa kekerasan dan sikap kasar itu dilarang.

Kemudian, Anda bisa memberikan konsekuensi, misalnya menyita mainan favoritnya untuk sementara waktu.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Empeng Versus Isap Jempol, Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?

Bayi cenderung mengisap jempolnya saat sedang tidak menyusu. Namun, lebih baik bayi pakai empeng untuk mencegahnya atau dibiarkan saja? Ini kata para ahli.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Pinguecula, Ketika Bintik Kuning Muncul pada Mata

Pinguecula adalah bintik kuning pada mata yang muncul pada konjungtiva, terutama di sisi mata yang dekat hidung. Berbahayakah kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: dr. Ivena
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Aturan Memberikan Hadiah ke Anak Agar Tak Berdampak Negatif

Memberikan hadiah ke anak merupakan cara baik untuk meningkatkan motivasi anak. Namun, hati-hati dalam memberikannya karena ini juga bisa berdampak buruk.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Waktu Memandikan Bayi, Sebaiknya Pagi atau Sore Hari?

Ada yang bilang sebaiknya memandikan bayi di pagi hari, tapi ada juga yang bilang sore lebih pas. Yang benar yang mana? Simak jawabannya di sini, ya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 16 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
menonton tv terlalu dekat

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
menggunakan media sosial

Batasan Wajar Menggunakan Media Sosial Dalam Sehari, Menurut Psikolog

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
kulit bayi mengelupas

Kulit Bayi Mengelupas di Minggu Pertamanya, Apakah Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit