Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Asupan Protein Nabati yang Penting untuk Tumbuh Kembang Si Kecil

Asupan Protein Nabati yang Penting untuk Tumbuh Kembang Si Kecil

Seiring dengan berkembangnya pengetahuan mengenai gaya hidup sehat, banyak orang tua yang memberikan sumber protein nabati pada si Kecil untuk kebutuhan hariannya. Walaupun demikian, si Kecil tetap harus tercukupi kebutuhan zat gizi harian untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Lalu bagaimana cara memastikan pilihan makanan berbahan dasar nabati dapat mencukupi kebutuhan gizi si Kecil? Berikut penjelasannya.

Nutrisi dari bahan makanan nabati untuk si Kecil

Bagi si Kecil yang mengonsumsi sumber protein nabati, Bunda perlu senantiasa memastikan asupan gizi, kalori, dan protein dengan tepat, serta tidak lupa memantau pertumbuhan si Kecil. Selain asupan protein, asupan asam lemak esensial, zat besi, zinc, kalsium, dan vitamin B12, juga harus memadai.

Lalu, apa saja asupan nutrisi yang penting untuk mendukung tumbuh kembangnya?

1. Protein

tempe dan tahu

Si Kecil tentu membutuhkan protein untuk mendukung pertumbuhannya, menjaga dan memperbaiki jaringan tubuh, dan memproduksi enzim yang mengatur fungsi tubuh. Pastikan si Kecil mendapatkan asupan protein dari variasi makanan sumber protein nabati.

Pola makan nabati juga memperbolehkan konsumsi telur dan produk susu untuk memenuhi nutrisi si Kecil. Bunda juga bisa mendapatkan protein nabati dari makanan lain seperti kacang polong, kacang almond, biji chia, bayam, brokoli, alpukat, dan olahan kedelai (termasuk tahu, tempe, dan susu formula soya yang telah difortifikasi).

2. Zat besi

Zat besi diperlukan dalam pembentukan sel darah merah yang kemudian akan dibawa untuk mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh si Kecil. Zat besi juga dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak si Kecil.

Untuk mencukupi kebutuhan zat besi si Kecil, Bunda dapat memberikan sumber makanan yang mengandung zat besi, seperti bayam, kacang merah, lentil, atau sereal yang difortifikasi dengan zat besi.

3. Zinc

Terlalu sedikit zinc dapat menghambat pertumbuhan si Kecil juga dapat mengganggu sistem imun mereka. Zinc adalah salah satu nutrisi penting si Kecil yang tidak boleh disepelekan.

Produk beragi dapat menjadi sumber protein nabati anak yang satu ini. Contohnya seperti roti yang merupakan makanan bersahabat untuk si Kecil atau masakan berbahan jamur.

4. Kalsium

Mineral ini merupakan nutrisi penting si Kecil dan menjadi kunci dari kekuatan tulang dan giginya. Kebutuhan akan kalsium sangat tinggi pada anak yang berusia 1-5 tahun. Selain untuk tulang dan gigi, kalsium juga dibutuhkan untuk transmisi rangsangan saraf, pergerakan otot, dan fungsi tubuh lainnya.

Pastikan memasukkan makanan yang mengandung banyak kalsium dalam menu harian si Kecil, seperti sereal yang difortifikasi kalsium, jus jeruk, dan susu formula soya yang telah difortifikasi.

5. Vitamin B12

Kesehatan saraf dan sel darah bergantung pada vitamin ini. Namun, vitamin B12 banyak ditemukan pada makanan berbahan hewani. Untuk itu dibutuhkan produk sebagai suplemen yang mengandung vitamin B12 atau susu formula soya fortifikasi. Si Kecil juga bisa mendapatkannya dari oatmeal.

6. Omega-3

Untuk mengoptimalkan produksi DHA dan EPA (asam lemak omega-3), Bunda harus menyertakan sumber asam alfa-linolenat yang baik dalam makanan si Kecil seperti, biji dan minyak biji labu, minyak zaitun, kacang hijau, tahu, kedelai atau susu formula soya yang sudah difortifikasi dan kacang kenari.

Pola makan dengan sumber makanan nabati dapat menjadi pilihan yang sehat untuk si Kecil, selama asupan gizi si Kecil terpenuhi dari berbagai jenis atau variasi sumber makanan nabati, seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian dan olahan kedelai, termasuk susu formula soya.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Can Vegetarian Food Fuel Your Kids? Diakses: 22 November 2019, dari https://www.webmd.com/parenting/raising-fit-kids/food/features/should-kids-go-vegetarian#1 

Veganism in a Nutshell — The Vegetarian Resource Group. (2019). Diakses: 5 December 2019, dari https://www.vrg.org/nutshell/vegan.htm#:~:targetText=What%20is%20a%20Vegan%3F,soaps%20derived%20from%20animal%20products.

Can my toddler get enough omega-3 from a vegetarian diet? Diakses: 22 November 2019, dari https://www.babycenter.in/x1016840/can-my-toddler-get-enough-omega-3-from-a-vegetarian-diet 

CRAWLEY, H. (2017). EATING WELL: VEGAN INFANTS AND UNDER-5S. FIRST STEPS NUTRITION TRU. Diakses: 5 Desember 2019

Vegetarian diets in children and adolescents. (2010). Paediatrics And Child Health. doi: 10.1093/pch/15.5.303 Diakses: 5 Desember 2019

Vegetarian Diet for Children and Teens Diakses: 22 November 2019, dari https://www.uwhealth.org/healthfacts/nutrition/198.pdf


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Roby Rizki Diperbarui 16/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x