backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Normalkah Anak Suka Jalan Jinjit? Ini 4 Kemungkinan Penyebabnya

Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 08/03/2024

Normalkah Anak Suka Jalan Jinjit? Ini 4 Kemungkinan Penyebabnya

Pernahkah Anda melihat seorang anak kecil yang suka jalan jinjit? Mungkin juga anak Anda sendiri yang sering melakukan hal ini? Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan anak suka jalan dengan cara jinjit. Ketahui apa saja penyebab jalan jinjit pada anak dan apakah ini merupakan kondisi yang perlu diatasi melalui ulasan di bawah ini.

Normalkah anak suka jalan jinjit?

Pada dasarnya, cukup normal bagi anak-anak untuk berjalan dengan cara jinjit (berjalan pada ujung jari kaki), terutama saat anak sedang belajar berjalan.

Fase ini biasanya terjadi pada anak-anak usia dini dan sering kali merupakan bagian dari eksplorasi dan pengembangan keterampilan motorik mereka.

Anak-anak mungkin berjalan jinjit karena merasa lebih mudah untuk menjaga keseimbangan, meniru apa yang orang lain lakukan, atau sekadar merasa hal itu menyenangkan.

Namun, dilansir dari Cleveland Clinic, jika anak terus berjalan jinjit setelah usia 2 tahun atau jika Anda memperhatikan bahwa mereka hampir selalu berjalan dengan cara ini, ada baiknya untuk berkonsultasi kepada dokter untuk mengetahui anak suka jalan jinjit tanda apa.

Berjalan jinjit secara terus-menerus bisa menjadi kebiasaan. Namun, kondisi ini juga dapat menunjukkan adanya kondisi medis tertentu yang perlu mendapat penanganan.

Misalnya gangguan saraf, otot, atau masalah perkembangan lainnya yang mungkin menyebabkan anak telat jalan dengan cara normal.

Penyebab anak suka jalan jinjit

bayi berjalan

Kenapa anak suka jalan jinjit bisa bervariasi penyebabnya dan tidak selalu menunjukkan adanya masalah medis.

Beberapa faktor yang bisa menyebabkan anak berjalan jinjit meliputi berikut ini.

1. Proses pembelajaran

Apakah anak Anda sedang belajar berjalan? Pada kondisi ini, sangat wajar jika anak suka berjalan jinjit.

Berjalan jinjit bisa menjadi bagian dari proses eksplorasi mereka terhadap kemampuan motorik baru.

2. Kenyamanan atau kebiasaan

Beberapa anak mungkin merasa lebih nyaman berjalan dengan cara jinjit karena merasa lebih stabil, nyaman, atau lebih mudah menjaga keseimbangan saat bergerak.

Namun, bagi beberapa anak, berjalan jinjit merupakan kebiasaan yang dilakukannya.

3. Meniru orang lain

Anak-anak cenderung meniru perilaku orang dewasa atau anak-anak lain di sekitar mereka.

Jika mereka melihat orang lain berjalan dengan cara jinjit atau mendapat pujian ketika mereka melakukannya, mereka mungkin akan menirunya.

4. Masalah kesehatan

Meski umumnya normal, ada juga beberapa kondisi medis yang bisa menjadi penyebab anak berjalan jinjit, termasuk berikut ini.

  • Masalah otot atau tendon. Ketegangan otot atau ketidakseimbangan otot bisa membuat anak lebih cenderung untuk berjalan dengan cara jinjit.
  • Kelainan anatomi. Beberapa kelainan struktural pada kaki atau kaki yang datar dapat memengaruhi cara anak berjalan.
  • Gangguan neurologis. Beberapa kondisi neurologis seperti cerebral palsy, autisme, atau masalah saraf lainnya bisa memengaruhi cara anak berjalan.
  • Gangguan perkembangan. Beberapa anak mungkin mengalami keterlambatan dalam perkembangan motorik mereka yang menyebabkan suka jalan jinjit.

Kapan harus ke dokter?

Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang perilaku suka jalan jinjit pada anak Anda atau disertai tanda lainnya, sebaiknya konsultasikan kepada dokter untuk evaluasi lebih lanjut dan penilaian apakah ada masalah medis yang mendasarinya. Dokter dapat memberikan panduan lebih lanjut dan rekomendasi terkait dengan perawatan atau intervensi yang mungkin diperlukan.

Penanganan anak suka jalan jinjit

Bayi berjalan di pinggir pantai ahapan tumbuh kembang bayi

Penanganan anak yang suka jalan jinjit tergantung pada penyebabnya. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa diambil untuk menangani anak yang berjalan jinjit.

1. Konsultasi kepada dokter

Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang cara berjalan anak Anda, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah berkonsultasi kepada dokter anak atau dokter spesialis lainnya.

Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencari tahu penyebab anak suka berjalan jinjit dan memberikan panduan yang tepat.

2. Evaluasi medis

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin merujuk anak Anda untuk melakukan tes tambahan jika diperlukan.

Tes tambahan ini mungkin meliputi pemeriksaan saraf, rontgen, atau tes lainnya untuk mengevaluasi struktur dan fungsi otot dan tulang anak.

3. Terapi fisik

Jika anak Anda suka jalan jinjit karena masalah kesehatan tertentu, seperti ketegangan otot atau kelainan anatomi, dokter mungkin merekomendasikan terapi fisik.

Terapis fisik dapat membantu mengembangkan kekuatan otot, meningkatkan keseimbangan, dan mengajarkan teknik berjalan yang benar.

4. Perawatan khusus

Beberapa kondisi medis yang mendasari kebiasaan jalan jinjit pada anak mungkin memerlukan perawatan khusus, seperti perawatan ortopedi untuk kelainan kaki atau perawatan medis untuk gangguan saraf.

Dokter akan merujuk Anda ke spesialis yang sesuai untuk perawatan lebih lanjut.

5. Latihan dan aktivitas fisik

Selain terapi fisik yang diarahkan oleh tenaga medis, latihan dan aktivitas fisik yang tepat juga dapat membantu memperbaiki keterampilan motorik anak.

Ini bisa termasuk berbagai jenis permainan atau latihan yang dirancang untuk meningkatkan keseimbangan, koordinasi, dan kekuatan otot.

6. Pemantauan dan tindak lanjut

Penting untuk terus memantau perkembangan anak Anda dan melaporkan setiap perubahan atau kemajuan kepada dokter.

Tindak lanjut yang teratur dengan dokter akan membantu memastikan bahwa anak Anda menerima perawatan dan dukungan yang tepat sesuai kebutuhan mereka.

Setiap anak unik, jadi pendekatan penanganan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan spesifik mereka.

Konsultasikan kepada dokter untuk merencanakan perawatan yang sesuai untuk anak Anda.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Fakta medis diperiksa oleh

Hello Sehat Medical Review Team


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 08/03/2024

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan