Adakah Perbedaan pada Tumbuh Kembang Anak Minum Susu Sapi dan Soya?

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 16 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Hampir setiap anak diberikan susu formula, karena apabila hanya mengandalkan makanan saja, belum cukup memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Namun, tidak semua anak mendapat jenis susu formula yang sama. Terdapat susu formula berbasis sapi dan soya. Adakah perbedaan manfaat antara susu sapi dan soya terutama pada tumbuh kembang anak?

Membandingkan tumbuh kembang pada anak yang minum susu sapi dan soya

Pemberian susu formula tentu bertujuan agar anak memiliki tumbuh kembang yang optimal. Hanya saja, tidak semua anak dapat diberikan jenis susu formula yang sama.

Susu formula berbasis sapi seringkali menjadi pilihan utama dan susu soya ketika anak memiliki alergi susu sapi, intoleransi laktosa, ataupun dengan alasan gaya hidup sehat, seperti vegan atau vegetarian.

Jika membandingkan antara anak yang minum susu sapi dan soya, berdasarkan penelitian yang diterbitkan tahun 2017 dan dibahas pada webinar IDAI, tidak ditemukan perbedaan dalam pertumbuhan anak.

Penelitian ini menemukan bahwa pertumbuhan berat dan tinggi badan serta lingkar kepala anak tumbuh dan berkembang dengan tingkatan yang sama.

Hal ini selaras dengan hasil studi dari Andres, dkk. yang diterbitkan tahun 2017. Penelitian menemukan anak dari kedua kelompok partisipan yang diberikan susu formula berbasis sapi dan soya mengalami pertumbuhan yang secara signifikan tidak berbeda atau hampir sama. 

Faktor pembeda antara susu formula soya dan sapi

Meski tidak ditemukan dampak yang jauh pada pertumbuhan dari minum susu formula sapi dan soya, formula soya dapat memiliki kelebihan karena kandungan seratnya. Kandungan serat dalam formula soya sangat menguntungkan bagi kesehatan saluran cerna.

Namun, seperti yang dikutip dari artikel ilmiah terbitan Universitas Indonesia, mengingat kandungan serat pada susu soya biasa tidak terlalu tinggi, disarankan untuk memilih formula dengan isolat protein soya yang telah melalui proses fortifikasi atau penambahan gizi.

Formula dengan isolat protein soya telah melalui beragam proses sehingga dapat memberikan asupan nutrisi yang lebih lengkap dan seimbang untuk anak, termasuk kandungan seratnya.

Serat merupakan sumber dari bakteri baik yang tumbuh di dalam saluran pencernaan si kecil dan turut berperan dalam menjaga daya tahan tubuhnya.

Lalu, jurnal tersebut menyimpulkan bahwa formula soya dengan isolat protein dapat diberikan pada anak untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal serta menjaga kesehatan pencernaan, terutama bagi yang alergi minum formula berbasis susu sapi.

Susu formula soya dan susu formula sapi dibedakan hanya dari jenis proteinnya saja. Sebagian besar susu formula telah difortifikasi sedemikian rupa agar mendukung tumbuh kembang optimal anak.

Perbedaan susu soya biasa dan susu formula soya

Terdapat perbedaan yang cukup mendalam antara susu soya biasa atau buatan sendiri dan formula soya. Berikut beberapa perbedaan yang dikutip dari kajian terbitan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengenai kandungan antara kedua susu.

perbedaan susu soya dan susu sapi

Berapa banyak nutrisi yang dibutuhkan anak demi tumbuh kembang yang optimal?

Kebutuhan nutrisi untuk anak pada dasarnya sama dengan orang dewasa. Si kecil membutuhkan nutrisi yang terdiri dari vitamin, mineral, karbohidrat, protein, dan lemak entah itu berasal dari makanan, susu formula soya atau sapi.

Hanya saja, jumlah yang dibutuhkan anak sangat bergantung pada usia. Anda dapat mengikuti anjuran berdasarkan AKG (Angka Kebutuhan Gizi) 2019 berikut:

  • Usia 1-3 tahun; 20 gram protein, 45 gram lemak, 215 gram karbohidrat, dan 19 gram serat.
  • Usia 4-6 tahun; 25 gram protein, 50 gram lemak, 220 gram karbohidrat, dan 20 gram serat.
  • Usia 7-9 tahun; 40 gram protein, 55 gram lemak, 250 gram karbohidrat, dan 23 gram serat.

Semua nutrisi tersebut dapat berasal dari makanan yang dikonsumsi. Sebagai contoh, satu buah pisang mengandung sekitar 3 gram serat. Lalu contoh sayuran dengan kandungan serat yang cukup tinggi seperti 70 gram brokoli memiliki 5 gram serat dan 150 gram kacang polong mengandung 9 gram serat.

Memang tidak mudah untuk mendorong anak agar dapat memenuhi anjuran harian tersebut jika hanya dari makanan. Anda perlu selalu memastikan setiap porsi makan mengandung makanan sumber serat.

Selain itu, Anda dapat memberikan susu formula. Namun, pastikan memilih susu formula berbasis soya ataupun sapi yang tinggi akan serat karena biasanya kandungan serat pada susu formula rendah.

Susu formula juga pada umumnya dilengkapi dengan berbagai vitamin dan mineral yang tak kalah penting bagi anak. Dengan memberikan susu formula, kebutuhan nutrisi harian anak cenderung lebih mudah dipenuhi.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Was this article helpful for you ?
    Sumber

    Artikel dari ahli dr. MN Ardi Santoso, M.Kes, Sp.A

    Indikator Tumbuh Kembang Anak yang Perlu Orangtua Ketahui!

    Indikator tumbuh kembang anak Indonesia diyakini belum memenuhi standar global. Cari tahu penyebabnya dan upaya mengoptimalkan tumbuh kembangnya di sini.

    Ditulis oleh: dr. MN Ardi Santoso, M.Kes, Sp.A
    indikator tumbuh kembang anak

    Faktor-faktor Penting untuk Dukung Anak Tumbuh di Kancah Global

    Sebagai orangtua, Anda perlu melakukan upaya untuk membantu si kecil agar memiliki tumbuh kembang yang optimal. Nutrisi memang penting, akan tetapi terdapat beberapa faktor lain yang mempengaruhi tumbuh kembang ...

    Ditulis oleh: dr. MN Ardi Santoso, M.Kes, Sp.A
    faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak

    Hal yang Harus Dilakukan Orangtua saat Lupa Jadwal Imunisasi Anak

    Terkadang orangtua lupa dengan jadwal imunisasi sehingga terlambat imunisasi. Apa yang harus dilakukan bila anak telat imunisasi?

    Ditulis oleh: dr. MN Ardi Santoso, M.Kes, Sp.A
    terlambat imunisasi

    Yang juga perlu Anda baca

    Bolehkah Mencampurkan Pemberian ASI dan Susu Formula untuk Bayi?

    Saat bayi mulai minum susu formula, pemberian ASI campur sufor bisa dilakukan secara bergantian dan berselang. Sudahkah Anda tahu bagaimana aturannya?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Bayi, Parenting, Menyusui 6 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

    Apakah Susu Soya Hanya untuk Anak Alergi Susu Sapi?

    Diformulasikan untuk penuhi nutrisi si kecil, ketahui apakah susu formula soya bisa dikonsumsi khusus untuk anak dengan alergi susu sapi atau tidak.

    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 15 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

    Seberapa Dini Anak Bisa Dikenalkan dengan Gaya Hidup Vegetarian?

    Mengenalkan pola hidup vegetarian pada anak bukanlah hal yang mudah. Penerapannya bisa dilakukan dengan memperhatikan asupan, termasuk nutrisi pelengkapnya.

    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 15 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit

    Kenali Perbedaan Protein Soya dan Isolat Protein Soya Serta Manfaatnya untuk Tumbuh Kembang Anak

    Terdapat perbedaan formula protein soya dan formula dengan isolat protein soya. Apa saja perbedaan dan manfaatnya masing-masing bagi tumbuh kembang anak?

    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 3 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Konten Bersponsor
    cara memilih susu formula anak 1-3 tahun

    Rekomendasi Susu Formula untuk Kecerdasan Anak Usia 1-3 Tahun

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Nadhila Erin
    Dipublikasikan tanggal: 4 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
    susu formula untuk bayi

    Aturan dalam Memberikan Susu Formula untuk Bayi

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 16 menit
    susu formula yang tidak bikin sembelit untuk bayi anak

    Pilihan Susu Formula agar Bayi Tidak Sembelit

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 29 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
    indikator tumbuh kembang anak

    Indikator Tumbuh Kembang Anak yang Perlu Orangtua Ketahui!

    Ditulis oleh: Nadhila Erin
    Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit