5 Tips Minum Obat Pereda Nyeri Agar Tetap Aman Tanpa Efek Samping

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 5 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Obat pereda nyeri tidak berbeda dengan obat pada umumnya yang memiliki manfaat sekaligus efek samping. Kabar baiknya, ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan agar obat pereda nyeri yang Anda minum tetap aman dan ampuh meredakan nyeri.

Tips aman minum obat pereda nyeri

Obat pereda nyeri terdiri atas berbagai golongan dan jenis. Setiap golongan ditujukan untuk kondisi tertentu dengan efek sampingnya masing-masing.

Agar Anda bisa mendapatkan manfaatnya secara optimal dan terhindar dari efek samping, berikut adalah sederet tips minum obat pereda nyeri untuk Anda:

1. Memahami dosisnya

Setiap jenis obat pereda nyeri yang Anda minum memiliki dosisnya masing-masing. Dosis tersebut terdiri atas dosis sekali minum dan dosis maksimum dalam sehari.

Sebagai gambaran, berikut adalah beberapa jenis obat pereda nyeri yang paling umum dan anjuran dosisnya:

  • Paracetamol: 500-1.000 mg sekali minum, maksimum 4.000 mg dalam sehari.
  • Ibuprofen: 200-400 mg sekali minum, maksimum 1.200 mg dalam sehari.
  • Naproxen: 250 gram sekali minum, batas harian bervariasi antara 500-1.000 mg sesuai kondisi.
  • Asam mefenamat: 500 mg sekali minum, maksimum 1.500 mg dalam sehari.
  • Codeine: 15-60 mg sekali minum, maksimum 360 mg dalam sehari.

2. Memberi tahu dokter jika Anda mengonsumsi obat lain

Tips satu ini sering dilewatkan saat Anda hendak minum obat pereda nyeri. Padahal, obat pereda nyeri dapat berinteraksi dengan obat lain.

Misalnya, ibuprofen yang diminum bersamaan dengan obat antihipertensi malah bisa meningkatkan tekanan darah.

Obat dan suplemen yang Anda konsumsi bisa jadi belum tercatat dalam rekam medis. Atau, dokter mungkin tidak menyadari potensi interaksi dengan obat yang Anda minum secara rutin.

Itu sebabnya, ketika Anda ke dokter, pastikan Anda menginformasikan obat apa saja yang tengah Anda minum demi menghindari interaksi obat.

anemia ke dokter apa

3. Memahami efek sampingnya

Efek samping obat pereda nyeri bervariasi tergantung jenisnya. Misalnya, ibuprofen dan aspirin yang tergolong dalam obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung, pusing, dan masalah pencernaan.

Dokter mungkin tidak akan menyarankan NSAID jika Anda memiliki riwayat penyakit asam lambung, migrain kronis, atau penyakit jantung.

Dengan memahami tips yang satu ini saat minum obat pereda nyeri, Anda dapat memilih obat dengan efek samping paling ringan.

4. Mengikuti anjuran penggunaan

Minum obat pereda nyeri tentu harus sesuai anjuran dokter. Anda harus mengikuti dosis yang diberikan, batas aman konsumsi, serta ketentuan kapan harus minum obat.

Jangan menambahkan dosis atau menghentikan penggunaan obat tanpa sepengetahuan dokter. Jika obat yang Anda konsumsi tidak lagi ampuh meredakan nyeri, diskusikan masalah ini dengan dokter sebelum memilih obat pereda nyeri lain.

5. Tidak menggunakan resep milik orang lain

Tips lain yang harus Anda cermati saat minum obat pereda nyeri adalah fokus pada resep obat Anda. Resep obat diberikan sesuai kondisi medis Anda, baik dari segi riwayat penyakit, alergi, serta aspek lainnya.

Jangan menggunakan resep obat orang lain, sekalipun Anda menggunakan obat pereda nyeri yang sama dengannya.

Kondisi kesehatan Anda dan orang lain mungkin saja berbeda. Anda tidak mengetahui interaksi obat yang mungkin terjadi atau efek sampingnya terhadap kesehatan Anda. 

Setiap orang yang mengonsumsi obat pereda nyeri harus mengikuti tata cara pemakaian obat yang tepat. Tujuannya jelas untuk mengoptimalkan fungsi obat dan mengurangi efek sampingnya.

Selain menerapkan tips di atas, pastikan Anda sudah berkonsultasi dengan dokter sebelum dan selama minum obat pereda nyeri. Konsultasi sangat membantu untuk menentukan jenis obat pereda nyeri yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Orangtua Perlu Tahu, Ini Persiapan Menjelang Sekolah Tatap Muka

Keputusan mengenai sekolah tatap muka di masa New Normal membuat orangtua khawatir. Berikut adalah persiapan yang bisa Anda lakukan untuk lindungi si Kecil.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Nadhila Erin
Konten Bersponsor
sekolah tatap muka
Anak 6-9 tahun, Parenting 22 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

5 Tanda Anda Sudah Terlalu Banyak Minum Obat

Obat biasanya dikonsumi guna mengobati penyakit. Meski begitu, Anda harus tetap hati-hati akan bahaya terlalu banyak minum obat. Apa saja tandanya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 21 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Ibuprofen, Si Pereda Demam dan Nyeri yang Aman untuk Anak-anak

Ibuprofen merupakan salah satu obat yang umum digunakan untuk mengobati demam pada anak. Cari tahu lebih lengkapnya di sini.

Ditulis oleh: Nadhila Erin
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat pilek bayi

Pilihan Obat Pilek yang Bisa Diberikan pada Anak dan Bayi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
dosis obat pereda nyeri

Berapa Banyak Dosis Aman Minum Obat Pereda Nyeri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
obat pereda nyeri

Terlalu Sering Minum Obat Pereda Nyeri, Bikin Obat Jadi Tak Mempan Lagi

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
paracetamol dan alkohol

Bahaya Minum Paracetamol Setelah Minum Minuman Beralkohol

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 24 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit