Hati-hati Overdosis Parasetamol, Kenali Gejala dan Penyebabnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

    Parasetamol atau yang memiliki nama lain acetaminophen adalah obat penurun demam dan pereda nyeri ringan hingga sedang. Obat ini biasanya banyak dijual bebas di pasaran. Namun, ada pula parasetamol yang memerlukan resep dokter. Lebih dari 600 obat mengandung parasetamol termasuk untuk bayi, anak-anak, dan juga dewasa. Jika dikonsumsi berlebihan, bukan tidak mungkin Anda mengalami overdosis parasetamol.

    Gejala overdosis parasetamol

    gejala sakit perut

    Saat mengalami overdosis parasetamol, Anda akan mengalami berbagai gejala seperti:

    • Hilang nafsu makan
    • Mual
    • Muntah
    • Merasa tidak enak badan
    • Sakit perut terutama di sisi kanan atas

    Sebagian besar kasus overdosis parasetamol dapat ditangani. Biasanya, jika Anda mengalami gejala overdosis maka Anda perlu dirawat di rumah sakit. Untuk mengecek kadar parasetamol di dalam tubuh dokter akan melakukan tes darah. Tes darah lainnya juga akan dilakukan untuk memeriksa hati.

    Penyebab overdosis parasetamol

    paracetamol dan alkohol

    Berikut berbagai penyebab mengapa seseorang bisa mengalami kelebihan dosis parasetamol.

    Pada anak-anak

    Anak-anak mengalami overdosis parasetamol karena terlalu banyak mengonsumsinya sekaligus dalam satu waktu. Selain itu, hal ini juga bisa disebabkan saat anak mengonsumsi lebih dari satu produk obat yang mengandung parasetamol. Faktor lainnya yang juga sangat umum terjadi ialah salah menakar parasetamol.

    Biasanya, parasetamol cair diberikan sepaket dengan sendok takar untuk menghindari salah dosis. Namun, banyak orangtua yang tidak mempergunakan sendok takar bawaan dan lebih memilih menggunakan sendok yang tersedia di rumah.

    Akibatnya, dosis yang diberikan bisa terlalu banyak. Terkadang, karena rasa dan warnanya seperti sirup, anak juga meminumnya tanpa sepengetahuan orangtua. Sehingga, risiko overdosis pun tidak dapat terelakkan.

    Pada orang dewasa

    Pada orang dewasa, kelebihan parasetamol diakibatkan oleh:

    • Mengonsumsi dosis berikutnya terlalu cepat tanpa memberikan jeda yang cukup.
    • Mengonsumsi beberapa obat yang mengandung parasetamol pada saat yang bersamaan.
    • Mengonsumsi parasetamol dengan dosis yang terlalu tinggi.

    Terkadang, Anda mungkin tidak sadar minum obat yang ternyata ada kandungan paracetamol di dalamnya, sehingga overdosis mungkin terjadi. Misalnya, saat batuk atau pilek, Anda minum obat yang mungkin ada kandungan paracetamol di dalamnya, lalu Anda juga minum obat sakit kepala yang juga memiliki kandungan zat yang sama.

    Nah, jika Anda mengonsumsi keduanya di hari yang sama dan tanpa sadar melebihi batas maksimal harian, maka Anda bisa terkena gejala overdosis.  Oleh karena itu, jangan sembarangan mengonsumsi obat pasaran jika Anda sedang dalam masa pengobatan untuk penyakit lainnya.

    Efek overdosis parasetamol pada tubuh

    fungsi hati adalah fungsi hati manusia, fungsi hati adalah

    Menurut Badan Administrasi Makanan dan Obat Amerika Serikat (FDA), mengonsumsi terlalu banyak parasetamol dapat merusak hati (liver). Dalam kasus yang parah, overdosis parasetamol dapat menyebabkan gagal hati hingga kematian. Selain itu, Anda juga lebih berisiko mengalami kerusakan hati saat sudah memiliki penyakit liver, minum alkohol berlebih, dan sedang mengonsumsi warfarin atau obat pengencer darah.

    Dosis harian maksimum yang disarankan FDA yakni sekitar 4.000 mg per hari untuk orang dewasa. Namun, McNeil Consumer Healthcare, perusahaan pembuat parasetamol jenis Tylenol merekomendasikan 3.000 mg saja sebagai batas maksimal harian dan hal ini disetujui oleh sebagian besar dokter.

    Parasetamol aman jika digunakan sesuai petunjuk. Namun, karena bahan yang satu ini menjadi bahan umum dalam banyak obat, Anda berisiko mengonsumsinya terlalu banyak tanpa menyadarinya.

    Untuk itu, pastikan untuk selalu membaca label obat sebelum meminumnya, jika Anda menemukan kandungan bahan ini di beberapa obat berbeda yang Anda konsumsi di hari ini maka berhenti mengonsumsinya. Konsultasikan pada dokter jika berbagai obat yang Anda miliki semuanya mengandung parasetamol.

    Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

    Was this article helpful for you ?
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    3 Penyebab Muntaber yang Perlu Anda Ketahui

    Muntaber yang tidak ditangani bisa menyebabkan kematian, terutama pada anak-anak. Apa saja penyebab muntaber yang harus diketahui?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Kesehatan Pencernaan, Muntaber 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

    Maag (Dispepsia)

    Sakit maag adalah penyakit yang tak boleh disepelekan. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta penanganannya di Hello Sehat.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Kesehatan Pencernaan, Gastritis dan Maag 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

    Mual Sampai Ingin Muntah Saat Cemas dan Panik? Ini Cara Mengatasinya

    Saat cemas, stres, panik, dan gugup muncul, perut bisa terasa mual dan membuat Anda sangat ingin muntah. Kenapa hal ini terjadi?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 12 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Keracunan Makanan

    Keracunan makanan adalah gangguan pencernaan umum. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta cara mengobati dan mencegahnya di Hello Sehat.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Kesehatan Pencernaan, Keracunan Makanan 6 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    obat vertigo

    Berbagai Pilihan Obat Vertigo: Mana yang Paling Efektif?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit
    berbagai kondisi penyebab muntah

    Berbagai Kondisi yang Dapat Menjadi Penyebab Muntah

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
    anoreksia nervosa

    Anoreksia Nervosa

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
    cara mengobati mengatasi muntaber

    6 Cara Mengobati Muntaber agar Tidak Bertambah Parah

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit