Chlordiazepoxide

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Chlordiazepoxide Obat Apa?

Untuk apa Chlordiazepoxide?

Chlordiazepoxide adalah obat dengan fungsi untuk mengobati gangguan kecemasan berlebih (anxiety disorder) dan sindrom alcohol withdrawal akut. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengurangi rasa khawatir dan cemas sebelum menjalani operasi medis. Obat ini tergolong sebagai obat kelas ansiolitik yang disebut benzodiazepine. Chlordiazepoxide bekerja memengaruhi kinerja senyawa organik dalam otak dan sistem syaraf (GABA) yang memproduksi efek menenangkan.

Dosis chlordiazepoxide dan efek samping chlordiazepoxide akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana cara penggunaan Chlordiazepoxide?

Selalu ikuti aturan yang telah diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.

Umumnya, Anda akan diresepkan obat oral sesuai dengan petunjuk dokter Anda. Dosis selalu diberikan berdasarkan umur, kondisi kesehatan, dan bagaimana Anda merespon terapi.

Patuhi resep yang telah diberikan oleh dokter Anda. Jangan menambah dosis atau mengonsumsinya lebih sering untuk jangka waktu lebih dari yang diinstruksikan karena obat ini berisiko adiktif. Jika pengobatan berlanjut, tidak dianjurkan untuk menghentikan penggunaan obat ini tanpa persetujuan dokter Anda. Kondisi kesehatan akan berisiko memburuk jika Anda menghentikan pengobatan secara tiba-tiba. Untuk berhenti menggunakan, dokter Anda akan mengurangi dosis secara berjangka untuk menghindari risiko kejang.

Jika pengobatan berlanjut, obat ini mungkin tidak akan lagi bekerja secara optimal, untuk itu Anda membutuhkan dosis baru. Informasikan kepada dokter Anda jika gejala tidak membaik atau malah semakin parah.

Bagaimana cara penyimpanan Chlordiazepoxide?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis Chlordiazepoxide

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Chlordiazepoxide untuk orang dewasa?

  • Dosis umum untuk orang dewasa pengidap Anxiety Disorder

Untuk kondisi kecemaasan stadium sedang, gunakan obat 5 – 10 mg. Obat diminum 3 – 4 kali sehari. Sedangkan untuk stadium lanjut (parah) gunakan 20 – 25 mg diminum 3 – 4 kali sehari

  • Dosis umum untuk bius ringan bagi orang dewasa

Untuk bius ringan praoperasi medis, obat bisa digunakan secara oral dengan dosis 5 mg. Obat ini diminum 3 kali sehari beberapa hari menjelang prosedur operasi.

  • Dosis umum untuk orang dewasa pengidap Alcohol Withdrawal

Untuk obat oral, gunakan dosis 50 – 100 mg diikuti dengan dosis yang diulang sesuai kebutuhan sampai kegelisahan dapat diatasi (dosis maksimum harian: 300 mg/hari)

Bagaimana dosis Chlordiazepoxide untuk anak-anak?

Belum ada ketentuan dosis obat ini untuk anak-anak. Obat ini bisa saja berbahaya bagi anak-anak. Penting untuk memahami keamanan obat sebelum digunakan. Konsultasikan pada dokter atau apoteker untuk informasi lebih lanjut.

Dalam dosis apakah Chlordiazepoxide tersedia?

Chlordiazepoxide adalah obat tersedia dalam dosis-dosis sebagai berikut:

  • Tablet
  • Kapsul dengan dosis 5mg, 10mg, 25mg

Efek samping Chlordiazepoxide

Efek samping apa yang dapat dialami karena Chlordiazepoxide?

Chlordiazepoxide adalah obat yang dapat menyebabkan beberapa efek samping. Cari bantuan medis segera jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi berikut ini: gatal-gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Segera hubungi dokter Anda jika Anda mengalami efek samping serius, seperti:

  • Kebingungan
  • Depresi, keinginan kuat untuk bunuh diri atau melukai diri sendiri
  • Otot tegang pada mata, lidah, rahang atau leher
  • Hiperaktif, mudah marah, bersikap bermusuhan dan menarik diri
  • Berhalusinasi
  • Jaundice (kulit dan mata menguning)

Efek samping lainnya adalah:

  • Mudah mengantuk dan merasa lelah
  • Pembengkakan
  • Mudah mengantuk dan merasa lelah
  • Pembengkakan
  • Ruam kulit
  • Mual, muntah, konstipasi
  • Pola haid tidak teratur

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian Obat Chlordiazepoxide

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Chlordiazepoxide?

Chlordiazepoxide adalah obat yang bisa menimbulkan beberapa reaksi tertentu. Dilarang mengonsumsi Chlordiazepoxide jika Anda alergi terhadap Chlordiazepoxide atau benzodiazepine lainnya, seperti alprazolam (Xanax), clorazepate (Tranxene), diazepam (Valium), lorazepam (Ativan), atau oxazepam (Serax).

Beri tahukan dokter atau apoteker Anda jika anda mengidap alergi terhadap obat-obatan tertentu atau jika:

  • Anda mengidap glaukoma
  • Anda mengidap asma, emphysema, bronchitis, obstructive pulmonary disorder (COPD) akut, atau gangguan pernapasan lainnya;
  • Anda mengidap porphyria;
  • Anda mengidap penyakit hati dan ginjal;
  • Anda pernah mengalami depresi, pemikiran untuk bunuh diri atau melukai diri sendiri
  • Anda memiliki kecanduan alkohol atau narkotika

Jika Anda memiliki salah satu kondisi di atas, diperlukan tes khusus atau penyesuaian dosis sebelum menjalani pengobatan dengan chlordiazepoxide.

Obat ini dapat bersifat adiktif dan hanya diizinkan untuk dikonsumsi oleh pasien yang diresepkan. Chlordiazepoxide adalah obat yang dilarang untuk digunakan terlalu sering dengan orang yang memiliki kecanduan alkohol atau narkotika. Simpan obat dalam tempat aman dari jangkauan orang lain.

Apakah Chlordiazepoxide aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Interaksi Obat Chlordiazepoxide

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Chlordiazepoxide?

Chlordiazepoxide adalah obat yang punya interaksi tertentu dengan obat lain. Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Chlordiazepoxide?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Chlordiazepoxide?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • Glaukoma
  • Asma, emphysema, bronchitis, obstructive pulmonary disorder (COPD) akut, atau gangguan pernapasan lainnya
  • Porphyria
  • Penyakit hati dan ginjal
  • Sejarah depresi, pemikiran untuk bunuh diri atau melukai diri sendiri
  • Kecanduan alkohol atau narkotika

Overdosis Chlordiazepoxide

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Cari Tahu Jenis Obat Tetes Telinga Beserta Cara Pakainya Agar Tak Salah

Sakit telinga perlu diatasi hingga tuntas dengan obat yang tepat. Ada berbagai macam obat tetes telinga yang bisa Anda gunakan. Apa saja? Simak di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 20 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Beragam Pilihan Obat Flu Paling Ampuh yang Aman untuk Orang Dewasa dan Anak

Banyak yang menyepelekan flu, padahal gejalanya merepotkan hidup. Kabar baiknya, ada banyak pilihan obat flu paling ampuh yang bisa Anda beli di apotek.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Flu, Kesehatan Pernapasan 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

4 Penyebab Buah Zakar Anda Gatal dan Ingin Terus Digaruk

Menggaruk alat kelamin terkadang sudah menjadi kebiasaan, tapi bisa juga karena memang terasa gatal. Apa saja penyebab buah zakar gatal? Apakah berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ganti celana dalam setelah seks

Kenapa Anda Sebaiknya Harus Ganti Celana Dalam Setelah Berhubungan Seks

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Buah untuk Diabetes

8 Buah Terbaik yang Aman untuk Gula Darah Pengidap Diabetes

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
hipospadia

Hipospadia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
impotensi

Impotensi (Disfungsi Ereksi)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit