Bunga Clematis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 Maret 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Manfaat

Apa manfaat bunga clematis?

Bunga clematis adalah jenis tanaman herbal yang tak hanya punya rupa yang cantik, tapi ternyata memiliki segudang manfaat bagi kesehatan. Sebenarnya, tidak cuma bunganya saja yang dimanfaatkan sebagai obat herbal, tapi juga daun clematis.

Biasanya, daun dan bunga clematis digunakan untuk mengatasi:

  • nyeri sendi
  • sakit kepala
  • varises
  • sifilis
  • encok
  • gangguan tulang
  • masalah kulit
  • penumpukan cairan

Beberapa orang mengoleskan ekstrak bunga clematis langsung ke kulit untuk mengobati lecet. Sebagian lagi menggunakannya sebagai krim untuk mengobati bisul dan luka yang terinfeksi.

Bagaimana cara kerjanya?

Tidak ada penelitian yang cukup mengenai bagaimana cara kerja suplemen herbal ini. Diskusikan dengan ahli herbal atau dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. Namun, ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa ekstrak clematis dilaporkan mengandung zat antibakteri dan antiradang, sehingga mampu membantu obati luka yang infeksi.

Akan tetapi, jika tanaman kering maka khasiatnya semakin berkurang.

Dosis

Informasi yang disediakan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter sebelum menggunakan pengobatan ini.

Berapa dosis yang biasa digunakan untuk clematis?

Dosis dari suplemen herbal dapat berbeda pada tiap pasien. Dosis yang Anda perlukan tergantung pada usia, kesehatan, dan beberapa kondisi lain. Suplemen herbal tidak selalu aman untuk dikonsumsi. Diskusikan dengan ahli herbal atau dokter untuk dosis yang cocok untuk Anda.

Dalam bentuk apa saja clematis tersedia?

Suplemen herbal ini dapat tersedia dalam bentuk ekstrak, jus, dan teh.

Efek Samping

Apa efek samping yang dapat ditimbulkan oleh bunga clematis?

Penggunaan ekstrak daun dan bunga clematis dapat menyebabkan beberapa efek samping yang cukup serius, seperti:

  • iritasi selaput lendir parah
  • kolik
  • diare
  • iritasi pada jaringan
  • pusing
  • kejang

Tak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin saja ada efek samping lain yang tidak dicantumkan di sini. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang efek samping tertentu, harap berkonsultasi dengan ahli herbal atau dokter Anda.

Keamanan

Apa yang harus saya ketahui sebelum mengonsumsi clematis?

Sangat sedikit informasi yang diketahui tentang clematis. Anda harus mempertimbangkan perawatan modern yang lebih aman.

Regulasi yang mengatur penggunaan suplemen herbal tidak seketat peraturan obat-obatan.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui keamanannya. Sebelum menggunakan, pastikan manfaat penggunaan suplemen herbal lebih besar dibandingkan risikonya. Konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter untuk informasi lebih lanjut.

Seberapa amankah ekstrak bunga clematis?

Penggunaan clematis segar melalui mulut atau menerapkannya pada kulit jika Anda sedang hamil atau menyusui tidaklah aman. Tidak cukup diketahui tentang keamanan menggunakan clematis kering baik diminum atau diterapkan pada kulit. Agar aman, sebaiknya hindari penggunaan jika Anda sedang hamil atau menyusui.

Interaksi

Interaksi seperti apakah yang mungkin terjadi ketika saya mengonsumsi clematis?

Suplemen herbal ini dapat berinteraksi dengan pengobatan lain atau dengan kondisi kesehatan yang Anda miliki. Konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter sebelum penggunaan.

Hindari penggunaan bersamaan dengan obat-obatan modern apa pun.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Beragam Obat Herbal dan Pengobatan Alami untuk Kanker Prostat

Selain cara medis, obat herbal dan alami bisa Anda gunakan untuk mengobati kanker prostat. Apa saja bahan herbal dan pengobatan alami untuk kanker prostat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker Prostat, Kanker 13 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Daftar Obat Herbal yang Berpotensi Mengobati Kanker Ovarium

Selain pengobatan dokter, periset terus meneliti berbagai obat herbal kanker ovarium. Apa saja obat tradisional untuk kanker ovarium?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 23 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Manfaat Bahan-bahan Herbal untuk Pengobatan Gangguan Lambung

Tak jarang orang memilih obat alami untuk bantu atasi maag. Apakah sajakah obat herbal yang bisa membantu atasi sakit maag? Baca di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Gastritis, Health Centers 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Saran Kemenkes untuk Manfaatkan Obat Tradisional Sebagai Pencegah COVID-19

Kemenkes menyarankan penggunaan obat tradisional untuk mencegah COVID-19. Tapi penggunaannya harus tetap sesuai prosedur medis. Simak ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 5 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat herbal dan alami untuk kanker prostat

Pedoman Memilih Suplemen dan Obat Herbal yang Aman Dikonsumsi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
7 Obat Rematik Alami

7 Jenis Obat Rematik Alami untuk Membantu Mengatasi Gejala yang Timbul

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
obat tradisional dan herbal kanker otak

Pilihan Obat Tradisional (Herbal) untuk Membantu Mengatasi Kanker Otak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 6 menit
obat herbal tradisional kanker lambung

Obat Herbal yang Berpotensi Mengobati Kanker Lambung (Perut)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit