backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Tips dan Trik Meningkatkan Nafsu Makan Saat Terkena DBD

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Roby Rizki · Tanggal diperbarui 21/01/2022

Tips dan Trik Meningkatkan Nafsu Makan Saat Terkena DBD

Sebagian besar orang yang sedang sakit cenderung kehilangan nafsu makan. Hal ini juga terjadi pada pasien penyakit demam berdarah (DBD). Hilangnya nafsu makan merupakan salah satu dari gejala DBD yang tidak boleh dianggap sepele. Jika terus berlangsung selama beberapa hari, hilangnya nafsu makan dapat menyebabkan penurunan berat badan dan malnutrisi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara menambah nafsu makan agar proses pemulihan DBD berlangsung lebih cepat.

Tips dan trik menambah nafsu makan bagi pasien DBD

Pasien DBD harus berusaha untuk terus mendapat asupan nutrisi meski tidak memiliki nafsu makan. Jika kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi, daya tahan tubuh akan kesulitan untuk melawan demam berdarah. Berikut beberapa cara bagi pasien DBD untuk menambah nafsu makan:

1. Makan dalam porsi kecil tapi sering

Melihat porsi makan normal saja mungkin akan membuat Anda yang tidak memiliki nafsu akan menolak untuk makan. Apalagi jika harus makan tiga kali sehari dengan porsi yang sama. Oleh karena itu, Anda dapat membagi 3 porsi makan menjadi 5-6 porsi makan yang lebih kecil dan diberikan setiap kurang lebih dua jam sekali.

Dengan cara ini, pasien DBD dapat sedikit demi sedikit memenuhi kebutuhan nutrisi harian dan juga menambah nafsu makan. Jangan lupa untuk memberikan makanan yang kaya akan protein dan zat besi.

2. Menawarkan makanan favorit

Seseorang akan cenderung untuk makan jika disediakan makanan favorit mereka. Ketika pasien DBD mengalami hilang nafsu makan yang parah, utamakan untuk memberikan makanan yang mereka suka setelah itu pertimbangkan untuk mulai memberi makanan sehat.

Cara menambah nafsu makan ini dapat dilakukan asalkan tidak memberikan makanan yang harus dihindari ketika demam berdarah.

3. Menambah nafsu makan dengan cara memilih minuman tertentu

Sumber gizi tak hanya datang dari makanan saja. Terdapat beberapa jenis minuman yang dapat menjadi alternatif untuk menambah nafsu makan yang hilang. Selain asupan nutrisi, pasien DBD bermasalah dengan jumlah trombosit darah dalam tubuh. Salah satu minuman yang mampu memberikan nutrisi sekaligus membantu meningkatkan trombosit darah adalah jus buah.

Jus buah juga dapat memberikan tambahan vitamin C sehingga penyerapan zat besi dalam tubuh meningkat. Beberapa minuman ini baik untuk pasien demam berdarah, seperti:

  • Jus jambu biji
  • Jus jeruk
  • Air kelapa
  • Jus nanas

Makanan bagi pasien DBD

Upaya dalam menambah nafsu makan sudah dilakukan dengan beberapa tips di atas. Selanjutnya Anda tentu perlu mengetahui makanan apa saja yang sebaiknya dikonsumsi dan dihindari para pasien DBD.

Sebagian besar makanan yang perlu dikonsusmsi ketika DBD adalah makanan dengan kandungan protein, vitamin B12, asam folat, vitamin C, dan zat besi yang tinggi. Beberapa contoh makanan yang sebaiknya dikonsumsi di antaranya:

  • Daging ayam, daging merah tanpa lemak, dan ikan
  • Hati
  • Kacang-kacangan seperti lentil, kacang polong, dan buncis
  • Telur
  • Di sisi lain, ada makanan yang perlu dihindari karena mengandung salisilat yang dapat mengencerkan darah, contohnya adalah:

    • Beberapa jenis buah, seperti apel, melin, anggur, dan stroberi
    • Kacang almond
    • Kentang, mentimun, tomat
    • Merica, bawang putih dan merah, dan jahe

    Tips dalam menambah nafsu makan ketika DBD di atas dapat dilakukan asalkan tetap memperhatikan jenis makanan yang diberikan. Utamakan untuk selalu berkonsultasi dengan ahli medis atau dokter apabila ingin makan makanan tertentu. Meski menambah nafsu makan pada pasien DBD memerlukan waktu, hal ini perlu dilakukan agar tubuh mendapat asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk proses pemulihan.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Carla Pramudita Susanto

    General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


    Ditulis oleh Roby Rizki · Tanggal diperbarui 21/01/2022

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan