Mana yang Lebih Baik untuk Menambah Energi Otak: Lemak Atau Karbohidrat?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Selama ini yang Anda tahu mungkin hanya gula atau glukosa yang jadi sumber energi utama otak. Memang benar, glukosa yang didapat dari karbohidrat adalah sumber energi yang baik untuk otak dan juga seluruh tubuh manusia. Namun, ternyata keton yang didapat dari lemak juga bisa digunakan sebagai sumber energi untuk otak. Nah, berarti antara glukosa dari karbohidrat dan keton dari lemak, mana yang lebih dibutuhkan sebagai sumber energi untuk otak?

Karbohidrat sebagai sumber energi untuk otak

Otak membutuhkan banyak energi, sama seperti anggota tubuh lainnya. Bahkan, otak bisa memakan energi sebanyak seperempat dari total asupan energi tubuh. Ini tak mengherankan, sebab lebih dari 80 miliar neuron (sel saraf) mengirim dan menerima sinyal untuk berpikir dan mengatur emosi selama 24 jam tanpa henti setiap harinya. Bahkan saat Anda sedang tidur sekalipun.

Sebagian besar energi untuk otak ini diambil dari glukosa yang berasal dari karbohidrat. Sekitar 50% dari asupan glukosa yang masuk ke tubuh bisa digunakan otak sebagai energi. Jumlah yang cukup banyak, bukan, untuk memasok energi pada otak?

Oleh karena itu, Anda mungkin akan merasa pusing dan kurang fokus saat merasa kelaparan. Masalahnya, pada saat lapar otak tidak mendapat glukosa yang cukup untuk diubah menjadi energi. Kemudian otak pun mengalami kekurangan energi.

Lemak sebagai sumber energi untuk otak

Walaupun energi utama otak adalah glukosa, dalam keadaan tertentu otak juga menggunakan energi dari sumber lain di luar karbohidrat. Hal ini terjadi saat cadangan karbohidrat dalam tubuh Anda hampir habis. Otak menjadi organ pertama yang menyadari bahwa ada kekurangan energi dari glukosa dalam tubuh Anda.

Pada saat ini, otak akan menggunakan keton dari lemak sebagai energi. Keton sendiri adalah zat yang dihasilkan ketika tubuh mengubah lemak jadi energi. Nah, keton dapat menyediakan energi lebih banyak dan lebih lama dibandingkan glukosa, bahkan bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun. Zat istimewa ini juga bisa menyediakan energi untuk otak hingga 60% dari kebutuhan.

Keton mungkin jadi energi yang disukai oleh otak. Selain karena keton bisa lebih banyak menyediakan energi untuk otak, penggunaannya pun lebih efisien dibandingkan glukosa. Tak hanya itu, keton juga dicerna lebih cepat oleh tubuh dibandingkan glukosa. Maka, keton juga dapat memasok energi lebih cepat.

Tak hanya itu, penggunaan keton sebagai energi untuk otak juga dapat meningkatkan ketajaman mental sekaligus melindungi otak dari gangguan saraf dan peradangan pada otak. Keton bisa menjadi sumber karbon untuk glutamat sehingga bisa menyeimbangkan rasio glutamat di otak. Hal ini kemudian dapat membantu mencegah gangguan saraf pada otak, seperti yang dikutip dari Ketogenic.com.

Otak mungkin mendapatkan energi dari keton ini pada saat Anda sedang puasa, setelah menjalankan olahraga berat, setelah tidur, atau sedang menjalankan diet ketogenik. Pada saat-saat ini, tubuh Anda mungkin mengurangi kekurangan glukosa sebagai energi untuk otak.

siklus menstruasi dan otak

Nutrisi mana yang lebih baik untuk kesehatan otak?

Baik glukosa dan keton sama-sama bisa menjadi sumber energi untuk otak. Keduanya bisa digunakan secara bergantian. Otak manusia bisa mengatur kapan ia akan menggunakan glukosa atau keton sebagai energinya.

Nah, keton bisa jadi lebih baik dibandingkan glukosa pada kondisi tertentu. Misalnya pada orang dengan epilepsi yang disarankan untuk menerapkan diet ketogenik. Diet ini memungkinkan otak menggunakan keton sebagai energi karena asupan lemak lebih banyak dan asupan karbohidrat sedikit pada diet ketogenik.

Walaupun penggunaan keton mungkin lebih efisien dan menguntungkan bagi otak dibandingkan glukosa sebagai energi. Namun, efek jangka panjang dari penggunaan keton sebagai energi untuk otak ini belum diketahui. Jadi, Anda tetap harus mengonsumsi glukosa dengan bijak untuk menyediakan energi bagi otak dan juga bagi tubuh secara keseluruhan.

Glukosa sendiri bisa didapatkan dari karbohidrat kompleks. Misalnya gandum utuh, buah-buahan, dan sayuran. Sedangkan lemak yang baik untuk otak bisa didapatkan dari ikan, kacang-kacangan, buah alpukat, dan biji-bijian seperti kuaci.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Pil KB berhubungan dengan hormon. Itu sebabnya, saat Anda memutuskan untuk berhenti minum pil KB akan muncul berbagai efek samping. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Sebagai orangtua, Anda perlu tau bedanya anak yang aktif dan hiperaktif. Yuk, kenali tanda dan cara mengatasi anak hiperaktif!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kesehatan Anak, Parenting 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Stockholm Syndrome: Ketika Sandera Justru Bersimpati Pada Penculiknya

Jika Anda pernah mendengar korban penculikan bersimpati, bahkan mencintai penculiknya, itu adalah contoh Stockholm Syndrome. 

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gangguan Mental Lainnya 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengapa Sebagian Orang Mudah Dihipnotis, Sementara yang Lain Tidak?

Anda mungkin waspada ketika berjalan sendirian, takut dihipnotis oleh orang tak dikenal. Tahukah Anda tidak semua orang mudah dihipnotis?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Penyakit Saraf Lainnya 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit


Direkomendasikan untuk Anda

cara pakai termometer

Mengenal 4 Jenis Termometer yang Paling Umum, dan Cara Pakainya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
apa itu lucid dream

Sedang Mimpi Tapi Sadar? Begini Penjelasan Fenomena Lucid Dream

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mata Kucing Pada Anak? Waspada Gejala Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
sensory processing disorder

Mengenal Sensory Processing Disorder: Saat Otak Salah Menginterpretasikan Informasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit