3 Resep Dessert Kacang Kedelai yang Sehat dan Mendukung #HidupEnak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Siapa yang tidak suka dessert? Makanan manis yang disajikan di akhir makan besar ini seringnya jadi saat yang ditunggu-tunggu. Namun bukannya kalau terlalu banyak makan yang manis-manis justru bahaya? Ya, meski begitu Anda tak perlu khawatir. Anda bisa mengakalinya dengan membuat dessert sehat sendiri di rumah dari olahan kacang kedelai.

Seperti yang sudah Anda ketahui, kacang kedelai adalah sumber protein yang baik dari tumbuhan. Dilansir dalam Data Komposisi Pangan Indonesia yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan Indonesia, 100 gram kacang kedelai menyumbangkan 20.2 gram protein.

Bukan hanya itu, menurut Healthline, kedelai mengandung lemak baik termasuk asam lemak omega 3 serta memiliki kadar isoflavon dan zat besi yang tinggi. Isoflavon membantu dan menjaga kekuatan tulang dan gigi, dan zat besi digunakan untuk menyalurkan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan dan sel-sel otot.

Kandungan isoflavon yang ada dalam kedelai juga tak kalah penting. Isoflavon adalah antioksidan yang dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan radikal bebas yang dapat timbul dari paparan bahan kimia, rorkok, polusi dan radiasi.

Jadi, mau #HidupEnak tidak perlu repot kok. Anda tetap bisa makan makanan yang enak tapi menyehatkan, seperti dessert dari kacang kedelai ini.  Yuk, simak resep olahan kacang kedelai ini.

1. Puding sari kacang kedelai

Resep olahan kacang kedelai yang satu ini dijamin bisa menggoyang lidah dan bisa membuat Anda kenyang lebih lama. Daripada makan puding yang terlalu manis, lebih baik bikin puding dari kacang kedelai yang sudah pasti mengandung banyak serat.

sumber: Goya Foods

Bahan yang dibutuhkan

Bahan pelapis 1

  • 600 ml sari kedelai
  • 120 gram gula pasir
  • 1 bungkus agar-agar bubuk warna putih
  • 2 tetes pewarna hijau untuk makanan (jika suka)

Bahan pelapis 2

  • 600 ml sari kedelai
  • 100 gr gula pasir
  • 1 bungkus agar-agar bubuk warna putih

Pelengkap:

1 kaleng fruit cocktail atau potongan buah-buahan kesukaan Anda

Cara membuat

  1. Campur semua bahan pelapis 1,  masak hingga mendidih.
  2. Tuangkan ke dalam mangkuk atau wadah, dan biarkan hingga agak mengeras. Jangan lupa, sisakan tempat di wadah tersebut untuk menuangkan bahan pelapis 2 di atasnya. Sisihkan sementara.
  3. Campurkan semua bahan pelapis 2, dan masak hingga mendidih.
  4. Tuangkan bahan pelapis 2 ke atas puding pelapis bahan 1, dan biarkan mengeras.
  5. Masukan ke dalam kulkas agar dingin dan semakin mengeras teksturnya.
  6. Keluarkan puding dari wadahnya dan taburi buah-buahan di atas puding.
  7. Sajikan selagi dingin

2. Muffin kedelai pisang

Bagi Anda pecinta kue muffin, olahan kacang kedelai yang satu ini bisa jadi alternatif. Terbuat dari kacang kedelai yang mengandung protein tinggi serta pisang yang punya karbohidrat serta serat, muffin ini cocok dimakan setelah menu utama. Tidak terlalu ‘berat’ dan sudah pasti enak.

sumber: Taste.com

Bahan yang diperlukan:

  • 125 gram margarin
  • 130 gram gula
  • 1 butir telur
  • 1 buah pisang di potong-potong kecil
  • 375 gram tepung
  • 1 ½  sendok teh baking powder
  • ½ sendok teh soda bikarbonat
  • 300ml sari kedelai murni

Cara membuat

  1. Aduk bersama semua bahannya hingga merata.
  2. Masukkan adonan muffin dengan sendok makan ke dalam cetakan-cetakan muffin yang telah dialasi dengan kertas muffin.
  3. Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan selama 15-20 menit. Pansakan dengan suhu 180 derajat celcius.
  4. Muffin siap dihidangkan.

3. Sari kedelai almond chiffon cake

Nah, kalau olahan kacang kedelai yang satu ini dipadukan dengan kacang almond yang tak kalah nikmat. Kacang almond juga memiliki kandungan nutrisi yang cukup banyak dan baik untuk tubuh. Tak sabar untuk mencoba makanan manis nan sehat ini? Simak resepnya di bawah ini.

sumber: Taste.com

Bahan yang diperlukan:

  • 100 gram tepung terigu
  • 2 sendok makan kacang almond dicincang kasar dan dipanaskan sebentar di atas teflon (digarang)
  • 5 kuning telur ayam
  • 20 gram gula
  • 50 gram minyak canola
  • 100 ml sari kacang kedelai murni
  • 1 sendok makan biji wijen warna hitam yang sudah dipanaskan sebentar di atas teflon (digarang)

Bahan meringue

  • 40-50 gram gula
  • 5 putih telur

Cara membuat:

  1. Campurkan kuning telur dan  gula, aduk hingga merata.
  2. Tambahkan minyak dan sari kedelai, aduk hingga rata.
  3. Masukan tepung terigu, kacang almond dan biji wijen hitam, aduk hingga semua komponen bahannya tercampur rata. Sisihkan sementara. Lakukan persiapan untuk membuat meringue.
  4. Kocok putih telur hingga berbusa dengan mesin pengaduk adonan (mixer).
  5. Sambil mengocok telur dengan mixer, masukkan gula perlahan-lahan. Aduk dengan kecepatan rendah.
  6. Tingkatkan kecepatan mengaduk jadi kecepatan sedang. Kocok hingga tekstur busanya kaku.
  7. Jika dilihat sudah kaku, mulai masukan adonan sebelumnya yang Anda sisihkan pada tahap 3 ke dalam campuran putih telur dan gula ini. Tuangkan secara perlahan lahan sambil tetap mengaduk adonan dengan kecepatan rendah.
  8. Jika sudah tercampur rata, matikan mesin pengaduknya.
  9. Tuang adonan ke dalam loyang untuk memanggang chiffon cake
  10. Masukan loyang ke dalam oven dengan suhu 165 derajat celcius selama 40-45 menit
  11. Keluarkan kue dan tunggu hingga dingin, kemudian potong-potong dan sajikan.

Satu adonan kue ini tentunya bukan untuk 1 orang, 1 adonan ini dapat dimakan untuk untuk 8 orang. #HidupEnak ternyata simpel dan bisa dimulai dari dessert olahan kedelai seperti ini. Sudah sehat tapi tetap enak. Makanan penutup ini sangat pas untuk disantap bersama keluarga dan teman-teman Anda.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Hubungan Kayu Manis (Cinnamon) dan Penyakit Liver?

Kayu manis memang punya segudang manfaat kesehatan. Namun, konsumsi cinnamon pun bisa berbahaya bagi pengidap penyakit liver.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 29 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

8 Cara Mengeluarkan Racun dari Tubuh (Detoksifikasi)

Setiap hari tubuh terpapar oleh racun, dari luar maupun dari dalam tubuh. Oleh karena itu kita perlu melakukan detoksifikasi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Informasi Kesehatan 27 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

10 Makanan Penyubur Sperma agar Pasangan Cepat Hamil

Penelitian membuktikan, bahkan pria berumur 80 tahun pun masih mungkin memiliki kualitas sperma yang baik jika mengonsumis makanan penyubur sperma berikut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Makan Telur Mentah, Sehat atau Malah Berbahaya?

Telur mentah bisa ditemukan dalam berbagai minuman dan masakan. Tapi ternyata ada banyak risiko makan telur mentah, apalagi untuk orang-orang tertentu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

daun mimba

3 Manfaat Daun Mimba (Intaran), Tanaman Obat yang Serba Guna

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
manfaat bunga lawang

6 Manfaat Mujarab Bunga Lawang yang Sayang Dilewatkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
makanan tinggi antioksidan

7 Makanan Sumber Antioksidan Tinggi untuk Lawan Radikal Bebas

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
cara membentuk otot

7 Rahasia Membentuk Otot Hanya Dalam Satu Minggu

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit