Jika Tak Suka Makan Sayur, Bisakah Nutrisinya Digantikan Buah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Jika boleh memilih, Anda lebih suka makan sayur atau buah? Kalau Anda menjawab buah, Anda tidak sendirian. Tak seperti buah-buahan yang manis dan segar, sayur memang biasanya kurang disukai. Padahal keduanya adalah sumber serat, vitamin, serta mineral bagi tubuh. Banyak yang mengira kalau makan buah sebanyak-banyaknya bisa menggantikan porsi sayur yang seharusnya dimakan. Lalu, apakah hal ini baik jika dilakukan? Apakah bisa makan buah banyak sehingga tidak makan sayur lagi?

Makan buah yang banyak agar tidak makan sayur, apakah kebutuhan gizi bisa tercukupi?

Buah dan sayur adalah sumber vitamin dan mineral bagi tubuh. Masing-masing jenis makanan Anda perlukan agar kesehatan terjaga. Karena memiliki kandungan yang sama, yaitu serat, vitamin, dan mineral, maka banyak orang yang menganggap bahwa buah dan sayur bisa saling digantikan.

Padahal, kedua jenis makanan tersebut memiliki berbagai macam vitamin dan mineral yang berbeda. Ada beberapa jenis vitamin atau mineral yang lebih baik dan banyak jumlahnya di sayur, dan sebaliknya. Maka itu, kurang bijak jika Anda menggantikan porsi makan sayur dengan buah.

Sebagai contoh, mineral seperti kalsium dan zat besi lebih banyak dimiliki oleh sayuran yang berdaun hijau. Meskipun mungkin ada di dalam buah-buahan, namun jumlahnya tak sebanyak di dalam sayuran yang berdaun hijau tersebut. Jadi, Anda yang tidak makan sayur tidak akan bisa mencukupi kebutuhan gizi harian hanya dengan makan buah. 

buah rendah gula

Buah cenderung memiliki kandungan karbohidrat lebih banyak

Serat memang jenis karbohidrat yang ada di dalam sayur dan buah. Jadi, buah dan sayur pasti punya kandungan karbohidrat di dalamnya. Namun, dalam buah-buahan terdapat jenis karbohidrat yang lainnya, yaitu karbohidrat sederhana seperti fruktosa.

Fruktosa adalah pemanis yang ada di setiap buah-buahan, semakin banyak jika buah telah masak. Nah, jika jenis karbohidrat sederhana ini dikonsumsi terlalu berlebihan, akan berisiko memengaruhi kadar gula darah. Namun, fruktosa, pemanis yang ada di dalam buah ini, aman untuk dikonsumsi bagi para diabetesi jika dikonsumsi sesuai anjuran.

Sementara, sayur tak punya kandungan karbohidrat sederhana di dalamnya. Jadi, cenderung lebih baik jika dikonsumsi agak banyak, bahkan beberapa ahli menyatakan kalau sayuran justru bisa menggantikan porsi makan buah Anda.

Tetapi kembali lagi, apa pun yang masuk ke dalam tubuh Anda harus seimbang dan sesuai anjuran. Tidak boleh terlalu banyak atau terlalu sedikit.

Lalu berapa porsi sayur dan buah yang harus dipenuhi dalam sehari?

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan orang dewasa untuk makan buah dan sayur sebanyak 400-600 gram per hari. Jumlah tersebut terdiri dari 250 gram sayur dan 150 gram buah. Memang jumlah sayur masih lebih banyak ketimbang buah-buahan. Bahkan Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa dua pertiga dari jumlah ajuran konsumsi sayur dan buah adalah porsi sayur.

Sayuran 250 gram setara dengan 2,5 gelas sayur yang telah dimasak dan ditiriskan. Kebutuhan sayuran ini bisa Anda bagi jadi tiga kali makan, atau disesuaikan dengan jadwal makan besar Anda setiap hari.

Sementara itu, kebutuhan buah per hari adalah 150 gram yang setara dengan tiga buah pisang ambon atau dua buah apel ukuran sedang, atau sekitar empat buah jeruk ukuran sedang. Anda bisa menjadikan porsi buah-buahan ini sebagai selingan di antara jadwal makan besar Anda sehingga Anda tak merasa lapar sepanjang hari.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Benjolan Kanker Bisa Membesar Jika Dipijat?

Ada anggapan memencet atau memijat benjolan kanker bisa menyebabkan semakin membesar. Namun, benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kanker 9 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Panduan Komplit Mempersiapkan Malam Pertama untuk Pengantin Baru

Hubungan intim malam pertama merupakan sesuatu yang sudah ditunggu-tunggu. Simak apa saja yang harus dipersiapkan kedua pengantin baru untuk malam pertama.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Seksual, Tips Seks 8 Februari 2021 . Waktu baca 14 menit

3 Kebiasaan Buruk yang Harus Ditinggalkan Supaya Tulang Tetap Kuat Sampai Tua

Tulang akan mulai kehilangan kepadatannya seiring bertambahnya usia. Anda bisa mencegah tulang keropos mulai saat ini juga. Cukup dengan 3 cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Osteoporosis, Kesehatan Muskuloskeletal 8 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kenali Ciri Bipolar Disorder yang Sering Diabaikan atau Disalahartikan

Perhatikan jika Anda melihat kondisi gejolak emosi ekstrem. Hal tersebut bisa jadi ciri bipolar disorder. Yuk, kenali ciri-ciri khasnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 8 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit


Direkomendasikan untuk Anda

minuman yang mengenyangkan

Ragam Minuman Pengganjal Perut yang Bisa Bikin Kenyang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
susu rendah dan bebas laktosa

Serba-serbi Seputar Susu Rendah dan Bebas Laktosa

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
apakah tipes menular

Apakah Sakit Tipes Bisa Menular? Bagaimana Cara Penularannya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
mengatasi gigi goyang tanpa obat

Cara Mengatasi Gigi Goyang yang Efektif dengan Bahan Alami atau Obat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit