home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Amankah Jika Minyak Zaitun Digunakan Berulang Kali untuk Memasak?

Amankah Jika Minyak Zaitun Digunakan Berulang Kali untuk Memasak?

Dari beragam jenis minyak sayur yang ada, minyak zaitun dikenal sebagai salah satu pilihan terbaik untuk memasak. Sama seperti kebanyakan minyak goreng pada umumnya, minyak zaitun juga mungkin meninggalkan sedikit sisa sehingga dipakai untuk sesi masak selanjutnya. Sebenarnya, aman atau tidak, sih, jika sisa minyak zaitun dipakai ulang untuk memasak?

Bolehkah menggunakan kembali minyak zaitun untuk memasak?

cara menggunakan minyak zaitun

Kebanyakan minyak goreng yang telah dipakai untuk memasak biasanya telah kehilangan kesegaran serta rasa alaminya. Atau bisa dibilang bahwa kualitas minyak tersebut sudah mulai memburuk karena telah digunakan memasak berulang kali.

Nah, bagaimana dengan minyak zaitun? Sebuah studi yang dimuat dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry, mengungkapkan bahwa dibandingkan berbagai minyak sayur lainnya, minyak zaitun termasuk memiliki kualitas yang paling stabil.

Ini karena minyak zaitun terbukti tahan terhadap kerusakan oksidatif, sehingga kualitasnya dapat bertahan jauh lebih lama ketimbang jenis minyak lainnya. Hal ini berbeda dengan minyak goreng biasa yang sering berulang kali dipakai untuk memasak, yang cenderung gampang teroksidasi saat dipanaskan pada suhu tinggi.

Hasil sisa penggorengan minyak tersebut dapat membentuk senyawa radikal bebas yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Bukan hanya itu saja. Penggunaan minyak zaitun untuk memasak juga dipercaya baik bagi kesehatan jantung.

Pasalnya, minyak yang berasal buah zaitun ini rendah kandungan asam lemak trans tapi tinggi akan asam lemak tak jenuh tunggal. Kabar baiknya lagi, minyak zaitun ternyata memiliki nilai smoke point yang tinggi, yakni berkisar pada angka 242 derajat Celcius.

Semakin sering minyak digunakan untuk memasak, akan semakin turun pula nilai smoke point yang dimilikinya. Akibatnya, risiko munculnya senyawa berbahaya pun akan semakin besar.

Oleh karena nilai smoke point minyak zaitun yang dipakai untuk memasak terbilang tinggi, maka minyak tersebut kemungkinan aman digunakan beberapa kali. Terlebih lagi jika proses pemasakan dengan minyak zaitun sebelumnya tidak menggunakan api yang terlalu panas.

Secara otomatis, penurunan nilai some point biasanya akan lebih lambat ketimbang dengan menggunakan suhu yang sangat panas. Itulah mengapa menggunakan minyak zaitun untuk memasak sering kali menjadi pilihan, karena dinilai memiliki bahaya yang paling sedikit meski telah digunakan berulang kali.

Bagaimana cara tepat menggunakan kembali minyak zaitun?

cara menggunakan minyak zaitun olive oil

Setelah digunakan untuk memasak, minyak zaitun yang masih tersisa sebaiknya disimpan di tempat yang gelap dan sejuk. Penting untuk diingat, penggunaan minyak zaitun di bawah suhu 200 derajat Celcius masih bisa disimpan dan digunakan kembali untuk proses memasak selanjutnya.

Supaya lebih penggunaan minyak zaitun “sisa” lebih tepat, berikut beberapa hal penting yang harus diperhatikan:

  • Pastikan makanan yang digoreng menggunakan minyak zaitun dalam keadaan kering dan tidak mengeluarkan air, karena bisa membuat minyak menjadi pecah.
  • Hindari menutup dengan panci saat memasak dengan minyak zaitun, guna mencegah proses pengembunan pada tutup panci yang bisa menetes ke dalam minyak.
  • Jika ingin digunakan kembali, sebaiknya saring dulu minyak zaitun setiap kali usai digunakan.
  • Simpan minyak zaitun yang telah disaring pada botol kaca berwarna (bukan bening), guna mencegah kemungkinan masuknya cahaya. Hindari menggunakan wadah yang terbuat dari tembaga, besi, maupun plastik.
  • Letakkan dan simpan minyak di tempat yang sejuk dan gelap.
  • Minyak zaitun yang telah dipakai memasak sebelumnya sebaiknya hanya dipakai untuk memasak atau menggoreng makanan kembali. Hindari menggunakan minyak sisa ini sebagai bumbu atau dressing pada makanan mentah, seperti salad.
  • Jangan mencampur minyak zaitun sisa atau yang telah dipakai, dan yang baru ke dalam satu wadah.
  • Saatnya mengganti dan membuang minyak zaitun ketika tampilannya sudah lebih gelap ketimbang minyak baru.

Panduan sederhana untuk menggunakan minyak zaitun ulang saat memasak ini, akan membantu Anda untuk menikmati cita rasa minyak ini dalam kondisi baik. Selamat mencoba!

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Do You Know How to Reuse Your Olive Oil? https://www.oliveoilsfromspain.org/olive-oil-news/do-you-know-how-reuse-your-olive-oil Diakses pada 20 Mei 2019.

Can You Reuse Olive Oil? https://www.aboutoliveoil.org/can-you-reuse-olive-oil Diakses pada 20 Mei 2019.

Can Olive Oil Be Used More Than One? Why? http://scienceline.ucsb.edu/getkey.php?key=1875 Diakses pada 20 Mei 2019.

The Hazards of Reuse Cooking Oil. https://www.livestrong.com/article/532582-the-hazards-of-reusing-cooking-oil/ Diakses pada 20 Mei 2019.

Akram Zribi, Hazem Jabeur, Felix Aladedunye, dkk. (2014). Monitoring of Quality and Stability Characteristics and Fatty Acid Compositions of Refined and Seed Oils during Repeated Pan- and Deep-Frying Using GC, FT-NIRS, and Chemometrics. https://pubs.acs.org/doi/abs/10.1021/jf503146f Diakses pada 20 Mei 2019.

Olive Oil More Stable and Healthful than Seed Oils for Frying Food. https://www.acs.org/content/acs/en/pressroom/presspacs/2014/acs-presspac-october-22-2014/olive-oil-more-stable-and-healthful-than-seed-oils-for-frying-food.html Diakses pada 20 Mei 2019.

Foto Penulis
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri pada 29/05/2019
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
x