home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mie Instan atau Nasi Putih, Mana yang Lebih Sehat untuk Dikonsumsi?

Mie Instan atau Nasi Putih, Mana yang Lebih Sehat untuk Dikonsumsi?

Mie instan dan nasi termasuk makanan pokok yang kerap ditemui di Indonesia. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya mana yang lebih cepat bikin gemuk dan harus dihindari ketika sedang menurunkan atau mempertahankan berat badan? Simak ulasan berikut.

Sama-sama sumber karbohidrat

Mie instan dan nasi keduanya berasal dari biji-bijian olahan. Pada dasarnya, mie dan nasi sama-sama berfungsi sebagai sumber karbohidrat. Karbohidrat penting karena memiliki fungsi sebagai penyedia energi utama di dalam tubuh.

Tubuh akan memecah karbohidrat menjadi gula yang selanjutnya digunakan sebagai energi dalam tubuh. Tanpa karbohidrat, tubuh bisa menjadi semakin lemas dan kekurangan energi utamanya.

Baik mi dan nasi, keduanya sama-sama karbohidrat yang dibutuhkan yang bisa Anda pilih salah satu saja dalam sekali makan (tidak dimakan bersamaan, misalnya mie instan pakai nasi putih).

Kandungan gizi mie instan dan nasi putih

Satu bungkus mie instan biasanya besar porsinya bervariasi, yaitu sekitar 75 – 90 gram. Jumlah kalori sebungkus mi pun akan berbeda-beda, misalnya sekitar 350 – 500 kalori.

Jika dilihat dari ukuran rata-ratanya, mie instan dengan bumbu, kecap, dan bahan pelengkap yang beratnya 85 gram mengandung:

  • 460 kalori,
  • 18,8 gram lemak,
  • 9 gram protein, dan
  • 66 gram karbohidrat.

Sedangkan jika Anda mengambil secentong penuh nasi putih atau sekitar 100 gram, maka kandungannya yaitu:

  • 175 kalori,
  • 0,2 gram lemak,
  • 4 gram protein, dan
  • 40 gram karbohidrat.

Dengan jumlah porsi yang sama, sebungkus mie instan lengkap dengan bumbu, kecap, dan bahan pelengkapnya akan menyumbang lebih banyak jumlah kalori dibandingkan nasi saja.

Dilansir dalam laman NHS UK, salah satu faktor yang membuat berat badan naik yaitu konsumsi makanan yang tinggi kalori, khususnya lemak dan gula.

Berdasarkan nilai gizi yang sudah dibandingkan di atas, itu berarti mie instan bisa menumpuk kalori, lemak, dan gula lebih banyak. Maka itu, mi mungkin dapat meningkatkan berat badan Anda dengan lebih cepat.

Akan tetapi, hal tersebut tentunya akan terjadi jika Anda mengonsumsinya tanpa diiringi aktivitas fisik yang sepadan.

Jadi, sebaiknya kalau tidak mau gemuk makan mie instan atau nasi?

Sebenarnya, makan nasi dan makan mie tidak ada yang dilarang. Yang harus menjadi pertimbangan yaitu jumlah yang dimakan dan bagaimana cara pengolahannya.

Meskipun nasi menyumbang kalori, lemak, dan gula yang lebih kecil, jika porsinya berlebihan dan ditambah lauk-pauk berisi aneka ragam gorengan, nasi juga dapat membuat Anda cepat gemuk.

Karena itu, Anda harus menakar porsi makan dan merancang agar secara keseluruhan nutrisinya seimbang.

Sebaiknya hindari konsumsi mie instan setiap hari karena berisiko memengaruhi tekanan darah. Sebungkus mie instan bisa mengandung 900 – 1.700 mg natrium. Padahal batas asupan natrium per hari orang dewasa saja 1.500 mg.

Jika setiap hari makan mie instan, berapa banyak natrium yang akan Anda kumpulkan dalam tubuh? Kebanyakan natrium bisa memicu kondisi tekanan darah tinggi (hipertensi).

Yang paling penting, jika tidak ingin cepat gemuk dan tetap sehat, tambahkan sumber karbohidrat lain dalam menu makan Anda yang kaya akan serat seperti sayur dan buah-buahan.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Mayo Clinic. 2015. Dietary Fiber: Essential for a healthy Diet. [Online] tersedia pada: https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/fiber/art-20043983 (Diakses 18/1/2019)

British Nutrition Foundation. 201t5. Dietary Fibre. [Online] Tersedia pada: https://www.nutrition.org.uk/healthyliving/basics/fibre.html (Diakses 18/1/2019)

Iliades Chris. 2010. Why Carbohydrates Are Important for Your Diet. [Online] Tersedia pada: https://www.everydayhealth.com/weight/why-carbohydrates-are-important-for-your-diet.aspx (Diakses 18/1/2019)

NHS Choices. 2016. Obesity. [Online] Tersedia pada: https://www.nhs.uk/conditions/obesity/causes/ (Diakses 18/1/2019)

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Monika Nanda Diperbarui 01/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x