Benarkah Suplemen Garcinia Cambogia Efektif untuk Menurunkan Berat Badan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Garcinia cambogia adalah buah tropis yang juga dikenal dengan nama malabar tamarind (asam malabar). Belakangan ini, pamor ekstrak garcinia cambogia sedang naik daun sebagai suplemen alami penurun berat badan. Mereka yang percaya berpendapat bahwa suplemen ini bekerja menghambat kerja tubuh untuk membuat lemak sekaligus menurunkan nafsu makan. Selain itu, manfaat lainnya yang juga dipercaya ialah menjaga kadar gula darah dan kolesterol tetap terkendali.

Apa kata dunia medis seputar tren suplemen yang sedang viral di dunia maya ini? Benarkah bermanfaat, atau hanya janji manis iklan saja?

Apakah suplemen garcinia cambogia efektif menurunkan berat badan?

Dirangkum dari berbagai penelitian, buah garcinia cambogia mengandung senyawa aktif asam hidroksisititer, atau HCA, yang mampu meningkatkan metabolisme tubuh untuk membakar lemak. HCA juga dapat meningkatkan kadar serotonin kimia dalam otak, yang mampu mengendalikan rasa lapar.

Catherine Ulbricht, apoteker senior di Massachusetts General Hospital di Boston dan salah satu pendiri Natural Standard Research Collaboration, menyatakan bahwa beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa HCA mampu menghentikan enzim yang mengubah gula menjadi lemak.

Meski begitu, dunia medis masih belum sepenuhnya teryakinkan mengenai efektivitas HCA untuk menurunkan berat badan. Sejauh ini, manfaat HCA untuk menghambat pengolahan gula menjadi lemak hanya baru dibuktikan lewat penelitian pada tikus lab.

Studi yang dilakukan pada manusia justu menunjukkan hasil yang bertentangan. Ketika membandingkan dua kelompok partisipan — satu diminta rutin minum suplemen Garcinia cambogia, sementara satunya lagi mengonsumsi pil kosong — tim peneliti tidak menemukan adanya penurunan berat badan sama sekali pada kedua kelompok tersebut.

Masih dibutuhkan lebih banyak lagi penelitian skala besar yang difokuskan pada manusia untuk benar-benar membuktikan kemanjuran suplemen garcinia cambogia sebagai suplemen penurun berat badan. Ulbricht pun menambahkan bahwa setiap produsen suplemen ini memiliki takaran dosis HCA yang berbeda-beda, sehingga sulit untuk dilacak dan dipastikan efektivitas yang sebenarnya.

Tes laboratorium baru-baru ini bahkan menunjukkan kebanyakan produk suplemen Garcinia cambogia yang dijual secara online mengandung dosis HCA yang jauh lebih sedikit daripada klaim di labelnya.

Sumber: https://www.rd.com/health/diet-weight-loss/garcinia-cambogia/

Lalu, apakah Garcinia cambogia aman dikonsumsi?

Sebuah uji klinis telah menunjukkan bahwa mengonsumsi ekstrak Garcinia cambogia aman, setidaknya selama 12 minggu atau selama penelitian berlangsung. Tetapi Anda perlu berhati-hati karena buah ini memiliki efek menurunkan gula darah yang bisa berinteraksi negatif pada orang yang sedang dalam perawatan diabetes.

Selain itu, belum ada penelitian yang meneliti efek buah ini pada wanita hamil dan menyusui. Ulbricht juga menekankan buah ini memungkinkan memiliki efek samping merugikan bagi penderita Alzheimer dan penyakit kepikunan lainnya.

Pada tahun 2009, Food and Drugs Administration mengeluarkan peringatan keamanan setelah menerima lebih dari 20 laporan efek samping berat, termasuk kerusakan hati, pada orang yang menggunakan suplemen Hydroxycut. Suplemen ini mengandung ekstrak Garcinia dan senyawa lainnya, termasuk krom polimikotinat dan ekstrak sylvestre gymnema.

Garcinia cambogia bisa merusak hati jika dikonsumsi sembarangan

Sebuah studi kasus yang diterbitkan pada tahun 2016 di World Journal of Gastroenterology oleh Keri E. Lunsford, dkk., menemukan bahwa esktrak Garcinia cambogia dapat menyebabkan kegagalan hati serius hingga memerlukan tranplantasi. Kelompok orang yang diteliti melaporkan sudah mengonsumsi suplemen tersebut selama beberapa bulan sebelum mengalami kerusakan pada livernya, dan suplemen ini  juga merupakan satu-satunya obat yang sedang dikonsumsi oleh mereka.

Para periset melaporkan bahwa ini adalah kasus pertama kegagalan hati akut yang dikaitkan dengan Garcinia cambogia. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian terkait untuk memastikan apakah suplemen ini menjadi penyebab utama dari kerusakan tersebut atau tidak.

Terlepas dari itu semua, orang yang ingin mengonsumsi suplemen ini perlu mengetahui potensi risiko dan efek samping yang mungkin ditimbulkan. Yang terpenting, konsultasikan dulu dengan dokter jika Anda tertarik untuk mencoba suplemen makanan apapun, termasuk Garnicia cambogia. Pasalnya, tidak semua obat herbal aman untuk dikonsumsi.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Menjalankan Diet Kelapa untuk Menurunkan Berat Badan

Sedang berusaha menurunkan berat badan dan menjalani pola hidup sehat? Anda bisa merasakan manfaat kelapa untuk diet, yang bisa Anda ikuti di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Diet, Nutrisi 19 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Benarkah Ramuan Herbal Danshen Goji Bisa Atasi Macam-macam Penyakit?

Tertarik mulai terapi herbal dengan danshen goji? Simak dulu penjelasan medis seputar khasiat dan efek samping danshen goji berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 16 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Agar Performa Tak Menurun, Ini 5 Tips Sehat Menurunkan Berat Badan Bagi Atlet

Cara menurunkan berat badan yang keliru bisa berdampak buruk bagi performa. Lalu, seperti apa cara menurunkan berat badan yang baik bagi atlet?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Gizi Olahraga, Nutrisi 16 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Apa Saja Obat Herbal dan Pengobatan Alternatif untuk Parkinson?

Selain pengobatan medis untuk Parkinson, obat herbal atau pengobatan tradisional juga banyak dicari. Apa saja dan bagaimana keamanan pengobatan ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Parkinson 9 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat goji berry

5 Manfaat Goji Berry untuk Kesehatan, Termasuk untuk Diet

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
cara memilih multivitamin yang tepat

Begini Cara Memilih Multivitamin yang Aman dan Sesuai untuk Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
diet okinawa adalah

Mengenal Diet Okinawa, Rahasia Orang Jepang Berusia Panjang

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
adaptogen adalah

Mengenal Khasiat Adaptogen, Zat Penangkal Stres di Dalam Tanaman Herbal

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit