Selain buah kurma, sari kurma juga diyakini memberikan banyak manfaat kesehatan bagi tubuh. Lantas, apa saja kandungan sari kurma dan manfaat kesehatannya? Selisik penjelasannya berikut ini.
Selain buah kurma, sari kurma juga diyakini memberikan banyak manfaat kesehatan bagi tubuh. Lantas, apa saja kandungan sari kurma dan manfaat kesehatannya? Selisik penjelasannya berikut ini.

Sari kurma adalah sirup atau cairan yang dihasilkan dari buah kurma yang direndam air panas, dihaluskan, dan disaring.
Kandungan gizi yang dimiliki sari kurma tidak berbeda dengan kandungan buah kurma utuh.
Sari kurma tinggi akan antioksidan, vitamin, dan mineral yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh.
Berikut ini adalah kandungan zat gizi dalam sari kurma dalam setiap 20 gram.
Sari kurma mengandung jenis gula alami yang tinggi, sehingga banyak orang berpikir sari kurma mungkin tidak baik untuk pasien diabetes.
Namun, sari buah ini banyak menyediakan zat gizi berkhasiat. Asalkan tidak dikonsumsi terlalu banyak, sari kurma aman untuk diabetes.
Sari kurma memiliki kandungan mineral dan vitamin yang lebih tinggi dari buah kurma segar.
Meski begitu, sari buah ini bisa tiga kali lebih tinggi kalori dibandingkan buahnya karena mengandung lebih banyak gula.
Oleh karena itu, Anda tetap perlu untuk membatasi jumlah konsumsi sari kurma.
Berkat kandungan gizinya, konsumsi sari kurma bisa mendukung kesehatan pencernaan hingga mengurangi risiko penyakit Alzheimer.

Sari kurma tinggi kandungan serat, satu sendok makannya (15 g) saja memiliki 1,7 g serat.
Serat dapat bermanfaat bagi kesehatan pencernaan dengan mencegah sembelit. Asupan serat yang cukup membantu Anda buang air besar secara teratur.
Selain itu, penelitian dari The British journal of nutrition (2015) menjelaskan konsumsi kurma membantu pergerakan otot usus, mengurangi kadar amonia feses, dan membantu pertumbuhan mikrobiota usus.
Manfaat tersebut secara keseluruhan menjaga sistem pencernaan bekerja dengan baik dalam memecah makanan dan menyerap zat gizi.
Lantaran mengandung tinggi serat, sari kurma berpotensi untuk mengontrol kadar gula dalam darah Anda.
Pasalnya, serat dapat menunda pengosongan perut dan memperlambat penyerapan hasil pemecahan makanan, termasuk glukosa, gula yang dilepaskan ke dalam darah.
Lebih tepatnya, serat mengurangi penyerapan glukosa setelah mengonsumsi asupan tinggi karbohidrat dengan indeks glikemik tinggi. Dengan begitu, kadar gula darah tidak langsung melonjak.
Namun, seperti yang dijelaskan, sari kurma tinggi gula sehingga bisa saja gula darah tetap naik setelah mengonsumsinya.
Baik buah kurma maupun sari kurma menyediakan berbagai antioksidan yang bisa menurunkan risiko beberapa penyakit.
Antioksidan melindungi sel tubuh dari radikal bebas, yaitu molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan kerusakan sel sehingga menimbulkan penyakit.
Salah satu, senyawa antioksidan utama dalam sari kurma adalah polifenol.
Menurut riset dalam Nutrition research (2016) kandungan polifenol dalam sirup sari kurma berpotensi membantu mengurangi peradangan dan risiko gangguan pembuluh darah di jantung.
Kandungan polifenol dalam sirup sari kurma juga memiliki manfaat sebagai antibakteri.
Hal itu tercatat di dalam penelitian Frontiers in microbiology (2016), penelitian ini menunjukkan bahwa sifat antibakteri dari sari kurma dapat menghambat pertumbuhan sejumlah bakteri.
Bakteri-bakteri tersebut seperti Escherichia coli (penyebab diare akut) dan Staphylococcus aureus (penyebab gangguan pencernaan).
Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan manfaat tersebut pada manusia.

Sari kurma merupakan sumber fruktosa, yaitu jenis gula alami yang terdapat dalam buah. Sari buah ini sangat manis dan memiliki rasa seperti karamel yang halus.
Sirup sari kurma bisa menjadi pemanis pengganti gula putih yang lebih sehat karena kaya serat dan antioksidan.
Penting untuk dicatat, meskipun mengandung serat dan antioksidan, sari kurma masih cukup tinggi kalori.
Konsumsilah sirup sari kurma dalam jumlah wajar sehingga bisa tetap mendapatkan manfaat yang ditawarkan.
Konsumsi buah kurma memiliki khasiat untuk membantu meningkatkan fungsi otak.
Studi laboratorium dari dalam Saudi Pharmaceutical Journal (2020) menemukan biji kurma bermanfaat untuk menurunkan penanda inflamasi, seperti interleukin 6 (IL-6), di otak.
Tingkat IL-6 yang tinggi menyebabkan kenaikan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.
Selain itu, penelitian lain, termasuk penelitian pada hewan, menunjukkan kurma bermanfaat untuk mengurangi aktivitas protein beta-amiloid. Protein ini dapat membentuk plak di otak.
Plak yang menumpuk di otak dapat mengganggu komunikasi antar sel otak, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian sel otak dan penyakit Alzheimer.
Hipertensi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
Cara untuk mengurangi tekanan darah tinggi tersebut adalah menjalani pola makan sehat disertai konsumsi makanan tinggi kalium.
Kalium bekerja dengan melemaskan dinding pembuluh darah sehingga menurunkan tekanan darah.
Satu sendok makan sari kurma kaya akan kandungan kalium, yakni 138 gram.
Oleh karena itu, sari kurma punya khasiat untuk penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Al-Dashti, Y. A., Holt, R. R., Keen, C. L., & Hackman, R. M. (2021). Date Palm Fruit (Phoenix dactylifera): Effects on Vascular Health and Future Research Directions. International journal of molecular sciences, 22(9), 4665. https://doi.org/10.3390/ijms22094665
Eid, N., Osmanova, H., Natchez, C., Walton, G., Costabile, A., Gibson, G., Rowland, I., & Spencer, J. P. (2015). Impact of palm date consumption on microbiota growth and large intestinal health: a randomised, controlled, cross-over, human intervention study. The British journal of nutrition, 114(8), 1226–1236. https://doi.org/10.1017/S0007114515002780
Essa, M. M., Akbar, M., & Khan, M. A. (2016). Beneficial effects of date palm fruits on neurodegenerative diseases. Neural regeneration research, 11(7), 1071–1072. https://doi.org/10.4103/1673-5374.187032
Mirghani H. O. (2021). Dates fruits effects on blood glucose among patients with diabetes mellitus: A review and meta-analysis. Pakistan journal of medical sciences, 37(4), 1230–1236. https://doi.org/10.12669/pjms.37.4.4112
Saryono, Warsinah, Isworo, A., & Sarmoko (2020). Anti-inflammatory activity of date palm seed by downregulating interleukin-1β, TGF-β, cyclooxygenase-1 and -2: A study among middle age women. Saudi pharmaceutical journal : SPJ : the official publication of the Saudi Pharmaceutical Society, 28(8), 1014–1018. https://doi.org/10.1016/j.jsps.2020.06.024
Taleb, H., Maddocks, S. E., Morris, R. K., & Kanekanian, A. D. (2016). The Antibacterial Activity of Date Syrup Polyphenols against S. aureus and E. coli. Frontiers in microbiology, 7, 198. https://doi.org/10.3389/fmicb.2016.00198
Taleb, H., Morris, R. K., Withycombe, C. E., Maddocks, S. E., & Kanekanian, A. D. (2016). Date syrup-derived polyphenols attenuate angiogenic responses and exhibits anti-inflammatory activity mediated by vascular endothelial growth factor and cyclooxygenase-2 expression in endothelial cells. Nutrition research (New York, N.Y.), 36(7), 636–647. https://doi.org/10.1016/j.nutres.2016.02.010
Goff, H., Repin, N., Fabek, H., El Khoury, D., & Gidley, M. (2018). Dietary fibre for glycaemia control: Towards a mechanistic understanding. Bioactive Carbohydrates And Dietary Fibre, 14, 39-53. doi: 10.1016/j.bcdf.2017.07.005
Date honey syrup by SAHARA GOLD nutrition facts and analysis. (n.d.). NutritionValue.Org. Retrieved 8 December 2022, from https://www.nutritionvalue.org/Date_honey_syrup_by_SAHARA_GOLD_593160_nutritional_value.html
Date Syrup – 1 tbsp. (2017). Nutritionix. Retrieved 8 December 2022, from https://www.nutritionix.com/i/nutritionix/date-syrup-1-tbsp/5953ed9877013e44787fbe97
Versi Terbaru
26/12/2022
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala
Ditinjau secara medis oleh
dr. Patricia Lukas Goentoro
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)