home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apakah Diet BRAT Efektif untuk Diare?

Apakah Diet BRAT Efektif untuk Diare?

Saat sedang diare, usus akan mengalami penurunan fungsi dalam penyerapan nutrisi dan pembentukan feses. Oleh karena itu, diperlukan jenis makanan tertentu yang dikonsumsi sementara waktu untuk bantu mengatasi diare. Salah satunya diet BRAT untuk diare.

Apa itu diet BRAT?

sakit perut setelah melahirkan

Diet BRAT adalah jenis diet yang membatasi konsumsi dengan jenis makanan yang memiliki serat yang padat tapi mudah dihaluskan. Tujuannya agar asupan menjadi “ramah” untuk organ pencernaan meskipun sedang mengalami peradangan.

BRAT merupakan singkatan dari banana (buah pisang), rice (nasi), apple sauce (saus apel), dan toast (roti yang dipanggang). Bahan-bahan diet tersebut merujuk pada jenis makanan yang aman untuk dikonsumsi saat perut bermasalah seperti saat diare.

Berbagai gangguan pencernaan dapat menyebabkan gejala seperti mual, rasa nyeri, hingga terserang diare. Hal tersebut akan membatasi kemampuan tubuh dalam mencerna dan mengonsumsi makanan.

Jenis makan yang dikonsumsi pada pola makan BRAT cenderung mudah dicerna dan memadatkan feses untuk mencegah diare berkelanjutan dan timbulnya tanda-tanda dehidrasi.

Sumber kalori utama dalam diet BRAT berasal dari roti dan nasi yang merupakan jenis karbohidrat sederhana sehingga mudah dicerna serta membantu menghasilkan energi.

Sementara itu, buah apel dan pisang bermanfaat untuk pencernaan. Buah pisang kaya akan potasium yang dapat membantu penyerapan air pada feses, dan buah apel memiliki kandungan air yang banyak serta pektin yang dapat meringankan diare.

Konsumsi pola makan BRAT tidak terbatas pada jenis makanan pisang, nasi, apel dan roti saja, tapi dapat menggunakan bahan makanan lainnya yang mudah dicerna.

Waktu yang tepat menjalani diet BRAT untuk diare

Diet BRAT dapat dimulai saat muncul gejala gangguan pencernaan terutama diare, tapi harus dibatasi hingga sekitar 24 jam saja. Kemudian, lanjutkan dengan pola makan normal terutama dengan konsumsi nutrisi protein dan lemak.

Gejala diare akut tanpa adanya infeksi dan penyakit yang serius dapat membaik dengan pemenuhan cairan dan menjalani pola makan BRAT.

Segera periksakan ke dokter jika gangguan pencernaan tidak hilang pada hari kedua atau bertambah parah seperti ditandai dengan dehidrasi, demam, atau adanya darah pada feses.

Kekurangan diet BRAT

Pola makan BRAT mungkin dapat mudah dijalankan saat seseorang mengalami gangguan pencernaan. Namun, ini tidak dapat menggantikan nutrisi yang hilang lewat muntah dan diare.

Hal itulah yang menyebabkan diet BRAT tidak diperuntukan dalam jangka panjang, dan sebaiknya dilakukan selama satu hari saja.

Jenis makanan yang mudah dicerna pada pola makan BRAT umumnya rendah protein dan lemak, sehingga tidak mencukupi kebutuhan kalori harian dan memperlambat pemulihan jika terjadi infeksi.

Cara alternatif menerapkan diet BRAT

Kekurangan jumlah nutrisi dan variasi jenis makanan dari pola makan BRAT dapat diminimalkan dengan mencerapkan beberapa cara di bawah ini.

1. Memilih makanan alternatif

Sumber kalori pengganti dapat berasal dari sereal dan pasta. Selain itu, buah tanpa kulit dan sayur yang dimasak dalam bentuk sup tetap dapat dikonsumsi.

Hindari memakan sayur mentah, makanan yang dikeringkan, makanan pedas, makanan dan minuman asam, serta penganan tinggi gula ataupun makanan yang digoreng hingga kering.

2. Makanan tambahan sumber protein

Tahu dan telur dapat menjadi sumber protein yang baik selama Anda mengalami gangguan pencernaan karena mudah dicerna. Kedua bahan ini bisa Anda tambahkan pada menu diet BRAT.

Namun, hindari atau minimalisir penggunaan minyak saat memasak. Hindari sumber protein dari kacang-kacangan karena memiliki serat yang sulit dicerna.

3. Minum minuman anti-diare

Cara ini dapat dilakukan dengan mengonsumsi teh hitam dan yogurt. Teh hitam kaya akan tannin yang mampu meredakan diare. Sedangkan, yogurt memang terbuat dari susu yang bisa memicu buang air besar pada beberapa orang.

Meski demikian, yogurt lebih mudah dicerna dan mengandung bakteri baik yang dapat mengurangi gejala diare seperti Lactobacillus reuteri, Lactobacillus GG, serta Saccharomyces boulardii.

4. Cegah dehidrasi

Kondisi dehidrasi paling umum terjadi pada individu yang mengalami diare. Maka dari itu, atasi hal ini dengan minum banyak air putih selama menjalani diet BRAT.

Bila perlu, konsumsi juga cairan elektrolit yang berasal dari minuman isotonik dan air kelapa. Minuman ini akan bantu memenuhi cairan tubuh yang hilang akibat diare.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Diet for Nausea, Vomiting, or Diarrhea (BRAT diet). (2016). The Oregon Clinic. Retrieved 22 April 2021, from https://www.oregonclinic.com/diets-BRAT

BRAT Diet: Eating After An Upset Stomach or Vomiting. (2021). Family Doctor. Retrieved 22 April 2021, from https://familydoctor.org/brat-diet-recovering-from-an-upset-stomach/

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Kemal Al Fajar pada 23/04/2021
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x