Penyebab Anda Merasa Gemuk Meski Sebenarnya Tidak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

“Aku gemukan, ya?” 

Pertanyaan yang mungkin sering Anda dengar dari teman Anda, terutama teman perempuan. Meskipun Anda menjawab jujur dengan jawaban tidak, teman Anda tersebut akan tetap merasa bahwa dirinya lebih gemuk dibandingkan dirinya yang dulu. Mungkin memang benar, apalagi jika ia membandingkan berat badan dirinya saat ini dengan beberapa tahun lalu.

Namun, kenapa ada orang yang meski badannya langsing, tetap saja merasa gemuk?

Berat badan naik bukan berarti menggemuk

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kenaikan berat badan, entah tinggi badan atau massa otot, misalnya. Faktanya adalah, tubuh Anda akan mengalami perubahan yang cepat, terutama setelah Anda melalui masa pubertas. Fisik Anda akan mengalami perubahan yang tidak jarang menyebabkan berat badan Anda ikut bertambah.

Tapi, daripada hanya berfokus pada angka di timbangan, lebih baik Anda fokus pada gaya hidup Anda agar berat badan Anda tidak bertambah secara berlebihan.

Apakah Anda benar menggemuk atau hanya merasa gemuk saja?

Jika Anda merasa gemuk, atau berat badan Anda bertambah, coba tanyakan beberapa pertanyaan ini pada diri sendiri.

Apakah Anda melewatkan sarapan?

Sebuah studi menemukan bahwa sarapan dapat menahan perasaan lapar berlebih di siang hari dan seterusnya, sehingga mencegah Anda makan berlebihan, yang akan menyebabkan berat badan bertambah.

 Apakah Anda mengkonsumsi banyak makanan/minuman manis?

Jika iya, maka Anda akan berisiko mengalami kenaikan berat badan. Meskipun gula memberikan tubuh Anda energi, namun konsumsi makanan/minuman yang banyak mengandung gula tidak akan membuat Anda merasa kenyang dalam waktu lama.

Apakah Anda melakukan aktivitas fisik?

Aktivitas fisik tidak hanya mencakup olah raga, tapi juga aktivitas di rumah atau tempat kerja. Studi yang dilakukan oleh Hankinson, MD yang dikutip melalui medicinenet.com menyebutkan bahwa orang dewasa yang rutin melakukan aktivitas fisik cenderung tidak banyak mengalami kenaikan berat badan akibat pertambahan usia.

Apakah Anda cukup tidur?

Tidur kurang atau lebih dari yang dibutuhkan ternyata dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan. Sebuah studi menemukan bahwa jika Anda terbiasa dengan pola tidur yang kurang baik, maka akan meningkatkan keinginan Anda untuk makan makanan yang berkalori tinggi. Durasi tidur ternyata dapat mempengaruhi hormon ghrelin yang mengatur rasa lapar dan leptin yang mengatur nafsu makan. Selain itu, kurangnya tidur dapat menyebabkan Anda kelelahan dan berakibat pada aktivitas fisik yang kurang.

Persepsi Anda terhadap diri sendiri lebih penting dibanding angka di timbangan

Jika Anda khawatir dengan ukuran tubuh Anda, maka Anda bisa memulai hidup sehat dengan konsumsi makanan yang sehat, olahraga teratur, tidur cukup, dan sebagainya. Untuk memulainya, Anda perlu bebicara dengan orang terdekat agar ia dapat mengingatkan Anda di saat Anda mulai lupa. Atau, Anda dapat bekonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan saran yang tepat, apakah Anda memang benar-benar perlu menurunkan berat badan atau tidak. Jikapun Anda disarankan untuk menurunkan berat badan, maka dokter akan memberikan cara diet yang tepat.

Dan yang terakhir, cobalah tanya diri Anda:

  • Apakah berat badan adalah hal yang penting?
  • Apakah berat badan Anda membuat Anda tidak bahagia?
  • Apakah teman-teman menjauhi Anda hanya karena badan Anda tidak seperti artis atau model yang di televisi?

Jika jawabannya tidak, maka Anda lebih baik berfokus untuk membiasakan diri untuk hidup sehat, bersosialisasi dengan teman, dan lakukan hal yang membuat Anda senang, daripada berfokus untuk menurunkan berat badan di saat Anda belum tentu gemuk seperti yang Anda pikirkan.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit