home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Tips Bijak Menghadapi Ibu yang Suka Mengkritik atau Menyindir Anda

4 Tips Bijak Menghadapi Ibu yang Suka Mengkritik atau Menyindir Anda

Menghadapi ibu atau mertua yang sering memberi kritik atau menyindir Anda bukanlah perkara mudah. Apalagi jika ucapannya sampai menyakiti perasaan Anda. Namun jangan sampai kalap terbutakan emosi sehingga membuat Anda meledak dan berakhir dengan adu mulut. Suasana di rumah jadi tegang dan tidak nyaman, bukan?

Menghadapi ibu yang suka menyindir atau mengkritik anak perlu taktik khusus. Yuk, simak tipsnya berikut ini.

Tips menghadapi ibu yang suka mengkritik anak

Orangtua yang sering memberi kritikan pedas pada anak sejak dini ternyata berdampak buruk bagi kesehatan jiwanya hingga dewasa.

Pola asuh seperti ini dapat membuat anak semakin tidak mendengarkan ucapan orangtua atau malah mendorong mereka untuk berperilaku obsesif (melakukan sesuatu secara berulang untuk menghindari kecemasan). Ya, kondisi ini dikenal juga dengan gangguan obsesif kompulsif.

Jika Anda sudah dewasa dan mendapati ibu atau mertua sering memberikan kritikan pedas, cara yang tepat untuk mengatasinya adalah memperkuat ikatan antara Anda dan sang ibu. Bukan mengabaikannya begitu saja.
Ada beberapa langkah yang perlu Anda lakukan untuk menghadapi situasi ini, antara lain:

1. Coba beri tahu ibu Anda mengenai sikapnya

Komunikasi yang jujur dan terbuka adalah kunci untuk memiliki hubungan baik. Di balik perilaku ibu Anda yang sering nyinyir, sebenarnya ia sangat peduli pada Anda. Sayangnya beliau tidak menyadari rasa pedulinya pada Anda sangat berlebihan.

Agar ia bisa berubah, Anda perlu membicarakan sikapnya yang sering mengkritik anak. Hal ini lebih baik dilakukan dibanding Anda memendam emosi yang akhirnya membuat Anda kesal dan ujung-ujungnya malah balik menyakiti hati ibu. Bukannya suasana jadi adem, yang ada justru tambah keruh.

Jadi, utarakan keinginan Anda dengan lembut, tenang, dan jujur. Pilih waktu yang sesuai dan mendukung untuk membicarakan hal ini.

2. Tetapkan batasan sejauh mana ibu boleh ikut campur

Ibu yang suka memberi komentar biasanya cenderung sering ikut campur dalam urusan Anda. Saat Anda sudah dewasa, Anda belajar untuk hidup mandiri, termasuk dalam memutuskan suatu pilihan. Meski pertimbangan orangtua dan orang di dekat Anda dibutuhkan, Anda harus bisa memilih mana yang terbaik.

Agar ibu Anda tidak melewati batas, maka perlu menetapkan sejauh mana ibu Anda boleh ikut campur. jangan luap untuk menjelaskan maksud Anda dengan menetapkan batasan tersebut dengan jelas dan lembut. Ingat, saling menghargai privasi satu sama lain dapat menjaga hubungan Anda dan ibu Anda tetap sehat.

3. Siapkan waktu khusus untuk dihabiskan bersama ibu Anda

Sikap ibu Anda yang terus menggerutu, bisa menjadi sinyal bahwa ibu Anda ingin diperhatikan. Namun, ibu Anda malu atau sungkan untuk mengungkapkannya.

Anda tentu paham bahwa seiring bertambahnya usia, aktivitas yang dilakukan ibu Anda semakin berkurang dan merasa kesepian. Sementara Anda jadi lebih sibuk. Itulah sebabnya ibu Anda sengaja terus berceloteh mengenai hal ini dan itu.

Solusinya, Anda hanya perlu meluangkan waktu untuk dihabiskan bersama ibu Anda. Misalnya, mengajaknya membuat kue bersama, menyiapkan makan malam di rumah, pergi berbelanja, atau sekadar olahraga pagi bersama.

Bukan hanya menyenangkan hati ibu Anda, menghabiskan waktu bersama bisa memperkuat hubungan anak dan ibu jadi lebih kuat.

4. Minta bantuan psikolog

Jika cara sebelumnya tidak ampuh membuat hubungan Anda dan ibu Anda jadi lebih baik, sebaiknya cari bantuan psikolog. Anda perlu mendapatkan konseling dari psikolog untuk mempelajari bagaimana caranya menghadapi ibu yang sering mengkritik anak.

Anda mungkin butuh bantuan anggota keluarga lainnya untuk mewujudkan ikatan yang sehat antara Anda dan ibu Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Survival Guide For Dealing With An Overbearing Mother. https://www.betterhelp.com/advice/family/survival-guide-for-dealing-with-an-overbearing-mother/. Accessed on November 13, 2018.

How to Deal With a Boyfriend’s Overbearing Mom. https://living.thebump.com/deal-boyfriends-overbearing-mom-15085.html. Accessed on November 13, 2018.

Is Overly Critical Parenting Harming Kids’ Emotional Health? https://www.healthline.com/health-news/critical-parenting-harming-kids-emotional-heath#5. Accessed on November 13, 2018.

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 07/07/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x