4 Tips Bijak Menghadapi Ibu yang Suka Mengkritik atau Menyindir Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24 November 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Menghadapi ibu atau mertua yang sering memberi kritik atau menyindir Anda bukanlah perkara mudah. Apalagi jika ucapannya sampai menyakiti perasaan Anda. Namun jangan sampai kalap terbutakan emosi sehingga membuat Anda meledak dan berakhir dengan adu mulut. Suasana di rumah jadi tegang dan tidak nyaman, bukan?

Menghadapi ibu yang suka menyindir atau mengkritik anak perlu taktik khusus. Yuk, simak tipsnya berikut ini.

Tips menghadapi ibu yang suka mengkritik anak

Orangtua yang sering memberi kritikan pedas pada anak sejak dini ternyata berdampak buruk bagi kesehatan jiwanya hingga dewasa.

Pola asuh seperti ini dapat membuat anak semakin tidak mendengarkan ucapan orangtua atau malah mendorong mereka untuk berperilaku obsesif (melakukan sesuatu secara berulang untuk menghindari kecemasan). Ya, kondisi ini dikenal juga dengan gangguan obsesif kompulsif.

Jika Anda sudah dewasa dan mendapati ibu atau mertua sering memberikan kritikan pedas, cara yang tepat untuk mengatasinya adalah memperkuat ikatan antara Anda dan sang ibu. Bukan mengabaikannya begitu saja.
Ada beberapa langkah yang perlu Anda lakukan untuk menghadapi situasi ini, antara lain:

1. Coba beri tahu ibu Anda mengenai sikapnya

Komunikasi yang jujur dan terbuka adalah kunci untuk memiliki hubungan baik. Di balik perilaku ibu Anda yang sering nyinyir, sebenarnya ia sangat peduli pada Anda. Sayangnya beliau tidak menyadari rasa pedulinya pada Anda sangat berlebihan.

Agar ia bisa berubah, Anda perlu membicarakan sikapnya yang sering mengkritik anak. Hal ini lebih baik dilakukan dibanding Anda memendam emosi yang akhirnya membuat Anda kesal dan ujung-ujungnya malah balik menyakiti hati ibu. Bukannya suasana jadi adem, yang ada justru tambah keruh.

Jadi, utarakan keinginan Anda dengan lembut, tenang, dan jujur. Pilih waktu yang sesuai dan mendukung untuk membicarakan hal ini.

2. Tetapkan batasan sejauh mana ibu boleh ikut campur

Ibu yang suka memberi komentar biasanya cenderung sering ikut campur dalam urusan Anda. Saat Anda sudah dewasa, Anda belajar untuk hidup mandiri, termasuk dalam memutuskan suatu pilihan. Meski pertimbangan orangtua dan orang di dekat Anda dibutuhkan, Anda harus bisa memilih mana yang terbaik.

Agar ibu Anda tidak melewati batas, maka perlu menetapkan sejauh mana ibu Anda boleh ikut campur. jangan luap untuk menjelaskan maksud Anda dengan menetapkan batasan tersebut dengan jelas dan lembut. Ingat, saling menghargai privasi satu sama lain dapat menjaga hubungan Anda dan ibu Anda tetap sehat.

3. Siapkan waktu khusus untuk dihabiskan bersama ibu Anda

Sikap ibu Anda yang terus menggerutu, bisa menjadi sinyal bahwa ibu Anda ingin diperhatikan. Namun, ibu Anda malu atau sungkan untuk mengungkapkannya.

Anda tentu paham bahwa seiring bertambahnya usia, aktivitas yang dilakukan ibu Anda semakin berkurang dan merasa kesepian. Sementara Anda jadi lebih sibuk. Itulah sebabnya ibu Anda sengaja terus berceloteh mengenai hal ini dan itu.

Solusinya, Anda hanya perlu meluangkan waktu untuk dihabiskan bersama ibu Anda. Misalnya, mengajaknya membuat kue bersama, menyiapkan makan malam di rumah, pergi berbelanja, atau sekadar olahraga pagi bersama.

Bukan hanya menyenangkan hati ibu Anda, menghabiskan waktu bersama bisa memperkuat hubungan anak dan ibu jadi lebih kuat.

4. Minta bantuan psikolog

Jika cara sebelumnya tidak ampuh membuat hubungan Anda dan ibu Anda jadi lebih baik, sebaiknya cari bantuan psikolog. Anda perlu mendapatkan konseling dari psikolog untuk mempelajari bagaimana caranya menghadapi ibu yang sering mengkritik anak.

Anda mungkin butuh bantuan anggota keluarga lainnya untuk mewujudkan ikatan yang sehat antara Anda dan ibu Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Aturan Memberikan Hadiah ke Anak Agar Tak Berdampak Negatif

Memberikan hadiah ke anak merupakan cara baik untuk meningkatkan motivasi anak. Namun, hati-hati dalam memberikannya karena ini juga bisa berdampak buruk.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Cara Mengatasi Kebiasaan Anak Mengemut Makanan

Kebiasaan anak mengemut makanan dalam waktu lama tanpa menelan, tentu sangat mengganggu. Anda perlu mencoba cara berikut ini untuk mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 16 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Bebaskan Si Kecil Berjalan “Nyeker” untuk Memperkuat Tulang Kakinya

Melihat si kecil yang sibuk kesana kemari berjalan tanpa alas kaki sering membuat orangtua khawatir. Padahal, jalan nyeker bagus untuk kesehatan anak, lho!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 11 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

Video game dapat memberi manfaat. Namun tanpa batasan waktu, bermain video game bisa berakibat buruk pada anak. Berapa lama waktu ideal bermain video game?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bayi tumbuh gigi

11 Ciri Bayi Tumbuh Gigi yang Perlu Diketahui Orangtua

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
menonton tv terlalu dekat

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
bayi pakai empeng isap jempol

Empeng Versus Isap Jempol, Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit