Beda Cara Meditasi, Beda Juga Efeknya Pada Otak dan Kesehatan Mental

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 31 Oktober 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tahukah Anda, kebiasaan meditasi ternyata bisa mengubah struktur otak? Ya, berbagai jenis meditasi bisa memengaruhi struktur otak dengan cara yang berbeda-beda. Lalu bagaimana cara meditasi mengubah struktur otak seseorang dan seberapa jauh perubahannya? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Adakah penelitian soal pengaruh meditasi terhadap otak?

Dalam salah satu penelitian terbesar tentang meditasi dan otak manusia saat ini, para ahli ilmu saraf di Jerman melibatkan sebanyak 300 peserta dalam program meditasi selama sembilan bulan.

Percobaan ini terdiri dari tiga periode. Masing-masing berlangsung selama tiga bulan di mana peserta menjalani tiga jenis meditasi berbeda. Jenis pertama fokus pada kesadaran, kedua belas kasih, dan yang ketiga adalah kemampuan kognitif.

Dari situ, para peneliti kemudian mengukur dan memantau otak para peserta dengan mesin MRI pada awal percobaan dan setiap selesai periode tiga bulan.

Bagaimana cara meditasi mengubah struktur otak?

Para peserta dibagi menjadi tiga kelompok yang mempraktikkan masing-masing jenis meditasi dengan urutan yang berbeda. Misalnya salah satu kelompok diminta mempraktikkan meditasi kesadaran (mindfulness meditation) selama setengah jam setiap hari, enam hari dalam seminggu.

Selama meditasi jenis ini, para peserta diajarkan untuk fokus pada pernapasan dengan mata terpejam. Pada akhir periode tiga bulan, para peserta dalam kelompok ini menunjukkan penebalan di korteks prefrontal otak. Bagian otak tersebut merupakan area yang terlibat dalam proses penalaran yang rumit, pengambilan keputusan, dan kewaspadaan.

Kemudian kelompok tersebut beralih ke jenis meditasi yang menitikberatkan pengembangan belas kasih dan empati pada orang lain. Seperti pada sesi pertama, para peneliti mengamati perubahan dalam otak peserta setelah sesi meditasi berakhir. Kelompok ini mengalami perubahan pada daerah otak yang penting untuk pengaturan emosional. Tidak hanya otak peserta yang mengalami perubahan. Tim peneliti juga menemukan perubahan pada perilaku peserta, sesuai dengan perubahan otak mereka.

Meditasi juga bisa meredakan stres

Masih dalam penelitian yang sama, para ahli dari Jerman ini mengukur bagaimana para peserta bereaksi terhadap situasi yang menegangkan, seperti saat wawancara kerja atau ujian. Para peneliti menemukan bahwa semua peserta yang berlatih meditasi lebih tenang dan tidak stres dibandingkan dengan orang yang tidak bermeditasi.

Peserta yang berlatih meditasi belas kasih dan empati menunjukkan tingkat hormon stres, yakni kortisol, sebanyak 51 persen lebih rendah setelah mengalami situasi yang penuh tekanan.

manfaat meditasi zen

Tertarik mencoba? Begini cara meditasi untuk pemula

Tidak perlu bermeditasi lama-lama untuk mendapatkan manfaatnya. Mulai dulu dengan sesi selama lima menit. Nanti kalau sudah biasa, Anda bisa perpanjang lagi durasinya jadi lebih lama. Sebagai panduannya, berikut ini beberapa cara meditasi yang bisa dicoba.

Latihan pernapasan (mindful breathing)

Tarik napas dan buang napas pelan-pelan. Ini dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, misalnya setelah Anda bangun tidur.

Cukup hentikan segala kegiatan yang sedang Anda lakukan, kemudian ambil napas dalam beberapa kali. Perhatikan pernapasan Anda dan jangan memikirkan hal lainnya. Hitung napas Anda dan tetap pertahankan fokus, sehingga Anda lebih tenang.

Latihan berjalan (mindful walking)

Serupa dengan latihan pernapasan, lakukan setiap langkah saat berjalan dengan kesadaran yang mendalam. Cobalah untuk berjalan lebih lambat dan tidak terburu-buru. Dengan memperlambat tubuh Anda, secara bertahap pikiran Anda juga akan menjadi lebih tenang.

Latihan berbicara dan mendengar (mindful speaking and listening)

Latihlah pendengaran Anda secara dalam dengan melihat ke arah mata lawan bicara dan perhatikan kata-kata yang mereka ucapkan. Pertahankan pikiran Anda agar tidak memikirkan hal yang lainnya.

Seperti halnya dengan mendengarkan secara sadar, tarik napas dalam sebelum berbicara dan benar-benar perhatikan kata-kata yang ingin Anda ucapkan. Kedua  tindakan ini dapat membantu meningkatkan kemampuan komunikasi dan hubungan Anda dengan orang lain.

Meditasi kesadaran adalah tentang menyadari apa yang Anda rasakan. Cara meditasi kesadaran yang paling baik juga berbeda-beda untuk setiap orang, jadi cobalah dan cari tahu metode mana yang paling sesuai untuk Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Takut Berinteraksi dengan Orang Lain? Mungkin Itu Tanda Avoidant Personality Disorder

Memang ada orang yang pemalu. Tapi kalau sudah parah sampai takut untuk bergaul dengan orang lain, mungkin ia mengidap avoidant personality disorder.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Gangguan Mental Lainnya 3 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Selain Mempercantik Kamar, 7 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Tidur Nyenyak

Beberapa jenis tanaman untuk kamar membawa efek menenangkan dan mampu membersihkan udara dari polusi, bau, dan jamur. Apa saja jenisnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Ciri-ciri Infeksi Jamur (Oral Thrush) di Mulut Anda

Infeksi jamur di mulut biasa disebut juga oral thrush atau kandidiasis. Simak penyebab, tanda dan gejala, serta cara pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gigi dan Mulut 2 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit

Cara Menghilangkan Bekas Luka dengan Langkah yang Tepat

Menghilangkan bekas luka butuh waktu lama. Simak daftar obat-obatan sebagai cara menghilangkan bekas luka yang tepat berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tato mata

9 Bahaya yang Bisa Terjadi Jika Nekat Bikin Tato di Mata

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
5 Langkah untuk Berhenti Merokok

5 Langkah untuk Berhenti Merokok

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
produk pembersih rumah

Apakah Produk Pembersih di Rumah Anda Sebabkan Masalah Pernapasan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
main boneka saat dewasa

Masih Suka Main Boneka Saat Dewasa, Apakah Normal?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit